
'O iya, aku harus pergi sekarang atau Sherin akan segera tiba di sini membawa obat sakit perut. Mereka akan curiga jika hal ini terbongkar,' ucap Nyonya Jenkins dalam hati kini menyadari hal yang telah ia lakukan.
"Kalau kau tidak mau mendengarkan Ibu, maka Ibu sebaiknya pulang saja. Jangan menyesal kalau kau jatuh sakit karena terlambat makan siang!!" Ucap Nyonya Jenkins sembari berdiri untuk meninggalkan tempat itu.
Tetapi Angelina yang melihatnya langsung tersenyum dalam hati, 'Dia pikir dia bisa lolos begitu saja setelah berniat untuk melukai suamiku? Heh!! Tidak akan kubiarkan!!!' ucap Angelina dalam hati.
"Kenapa Ibu begitu buru-buru? Bukankah Ibu lapar karena jam makan siang sudah lewat? Aku tidak mungkin membiarkan Ibu pergi dengan perut yang lapar. Dan karena Ibu mengatakan makanan ini masih baik-baik saja untuk dikonsumsi, maka Ibu bisa tinggal sebentar dan makan siang sebelum meninggalkan kantor ini." Ucap Angelina sembari memberi kode pada You agar pria itu membantunya menahan ibunya.
Kode Angelina dibaca sebagai kode bahwa Angelina hendak mengambil hati ibunya agar perempuan itu merestui hubungan mereka, jadi You langsung bertindak.
"Benar Bu,, tinggallah dulu, lagi pula ada hal yang ingin ku bicarakan pada ibu setelah makan siang ini." Ucap You menghampiri ibunya lalu memaksa perempuan itu kembali duduk di sofa.
Nyonya Jenkins membantah, tetapi melihat You menatapnya dengan penuh harap, ia merasa bahwa sudah lama sekali dia tidak melihat pria itu begitu hangat menatapnya.
Oleh sebab itu, Nyonya Jenkins terdiam di tempatnya menatap putranya dengan rasa haru atas senyum hangat yang diberikan oleh pria itu padanya.
__ADS_1
"Nah Bu,, silakan makan." Tiba-tiba suara Angelina yang menyodorkan makanan ke Nyonya Jenkins membuat perempuan itu tersadar.
Nyonya Jenkins lalu menatap makanan yang kini diletakkan di atas tangannya, makanan yang telah Ia beri racun yang membuat sakit perut!!!
'Tidak,, aku tidak mungkin memakan makanan ini atau aku akan sakit perut dan--' Nyonya Jenkins hendak mengembalikan makanan itu ke Angelina.
Tetapi You malah menahan tangan Nyonya Jenkins, "ibu,, Aku akan begitu sedih kalau ibu datang kemari dan pulang dengan perut yang lapar. Jadi sedikit saja, Ibu makanlah makanan ini." Ucap You.
"Iya, Bu, bukankah tadi ibu mengatakan bahwa makanan ini baik-baik saja? Kalau begitu Ibu makanlah dulu, aku dan You akan menunggu Marlin datang kemari membawa makanan baru makan siang bersama." Ucap Angelina kini ikut mendesak agar perempuan itu mengkonsumsi makanan yang telah di beri racun.
"Ibu,, kalau Ibu tidak mau makan itu, sebaiknya kapan-kapan Ibu jangan datang lagi kemari. Ibu hanya membuatku merasa bersalah saja!" Tegas You membuatnya Nyonya Jenkins menatap putranya dengan rasa bersalah.
'Seandainya aku tidak meracuni makanan ini, seandainya tadi aku tidak berniat mengorbankan Putraku demi menjebak Angelina maka--' Nyonya jenkins kembali menunduk menatap makanan di depannya.
'Benar,, lagi pula racun ini tidak terlalu buruk untukku. Setelah nanti meminum obat sakit perut yang dibawakan oleh Sherin, maka aku tidak akan sakit lagi. Hal itu tidak akan sebanding dengan perhatian yang diberikan oleh You untukku. Putraku yang paling jarang menunjukkan kasih sayangnya pada siapapun.' pikir Nyonya Jenkins dalam hati lalu perempuan itu akhirnya mengambil sendok dan mulai memakan makanan di piringnya.
__ADS_1
Angelina yang melihat peristiwa itu hanya bisa tercengang dalam hatinya, 'Bagaimana bisa dia memakan makanan itu? Bukankah dia sendiri yang meracuni makanan itu? Ataukah aku salah??'
Angelina merasa begitu aneh dan juga tidak percaya bahwa tebakannya akan salah.
Lagi pulang, makanan itu disiapkan sendiri olehnya bersama pelayan, dan bahkan ketika dia membungkusnya dari rumah, makanan itu masih baik-baik saja.
Makanan itu tak pernah berpindah tangan ke orang asing sejak sampai di tempat itu, kecuali ketika dia meninggalkannya bersama dengan Nyonya Jenkins...
'Tidak,, tebakanku tidak mungkin salah. Mungkin saja kali ini perempuan itu berniat untuk melukaiku dengan cara memfitnahku setelah membuatnya memakan makanan itu.' pikir Angelina dalam hati.
@info
jangan lupa mampir di karya otor di bawa ini ya...
__ADS_1