
Setelah masuk ke dalam mobil Ibu mertuanya, Angelina langsung berbalik mengintip Arifin dari balik kaca jendela mobilnya.
'Benar-benar, Aku merasa sangat familiar dengan pria itu. Kejadian yang barusan juga, itu seperti disengaja, tapi apa yang dia inginkan dan siapa sebenarnya pria itu?' ucap Angelina dalam hati yang merasa tidak tenang dengan pria bernama Ariston.
"Ada apa?" Tanya Nyonya Jenkins yang merasa aneh dengan sikap menantunya.
"Tidak Bu, tapi aku merasa kalau pria itu sengaja menabrak ku," ucap Angelina langsung mengabaikan pria yang kini berjalan ke arah toilet.
Nyonya Jenkins menatap pria yang berjas hitam di luar, setelah menatap beberapa detik, perempuan itu langsung cemas memikirkan kandungan Angelina jadi dia langsung mendekati Angelina sambil memegang perut Angelina.
"Apakah kau merasa tidak nyaman?" Tanya Nyonya Jenkins.
Angelina juga langsung menarik perhatiannya dari pria yang telah berjalan ke toilet lalu perempuan itu merasakan keadaan tubuhnya sendiri.
"Ah,, aku baik-baik saja." Jawab Angelina pada ibu mertuanya.
__ADS_1
"Benarkah?" Nyonya Jenkins merasa sangat cemas.
"Iya Bu," jawab Angelina langsung membuat Nyonya Jenkins mengangguk, tetapi perempuan itu juga langsung menatap sopir.
"Antar kami ke rumah sakit," ucap Nyonya Jenkins yang merasa bahwa menantunya perlu diperiksa setelah dia tidak sengaja terguncang karena bertabrakan dengan seorang pria.
Angelina yang mendengar perintah ibunya langsung menatap perempuan itu dengan bingung, tetapi dia tidak terlalu mentermasalahkannya karena dia juga rindu untuk melihat anak yang ada di kandungannya.
"Hah,, Ibu sangat cemas, tapi apakah pria tadi mengatakan sesuatu?" Tanya Nyonya Jenkins sembari memperhatikan wajah Angelina yang tampak baik-baik saja.
"Ah,,, ini, Dia berasal dari grup Rahaya," ucap Nyonya Jenkins.
Angelina mengangguk, "iya, tadi aku bertemu dengannya ketika aku pergi menemui You. Katanya dia adalah penanggung jawab untuk proyek senilai 1 triliun yang dijalankan perusahaan." Ucap Angelina.
"Ah,, begitu,,, kalau begitu kita tidak perlu mencemaskannya, karena Rosa sudah mengatakan kalau kerjasama kita dengan keluarga Rahaya akan membawa keberuntungan untuk keluarga kita. Bahkan bisa membawa kita untuk memperluas bisnis kita di negara C," ucap Nyonya Jenkins langsung diangguki oleh Angelina, karena dia juga se pemikiran dengan ibu mertuanya.
__ADS_1
Namun begitu, perempuan itu masih agak ragu dengan ucapan Rossa, jadi dia masih harus membuktikannya.
Dan setelah mereka tiba di rumah sakit dan di USG oleh dokter, Angelina menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Ke,, kembar 3?" Tanya Angelina yang tak percaya bahwa beberapa waktu setelah USG terakhir ternyata anaknya benar-benar dinyatakan kembar 3!!!
Nyonya Jenkins yang mendengar itu bahkan tak bisa menahan air matanya hingga dia menangis tersedu-sedu.
"Hiks,, astaga,, kembar tiga,, hiks,, hiks,,," Angelina yang sangat kaget juga tak bisa menahan air matanya saat melihat ibunya menangis tersedu-sedu Karena rasa bahagia yang menyelimuti hati perempuan itu.
"Ibu,, jangan menangis seperti ini," ucap Angelina ketika dia sudah selesai diperiksa dan Nyonya Jenkins masih belum selesai menangis.
"Bagaimana bisa ibu tidak menangis? Setelah bertahun-tahun dan beberapa generasi, ternyata ibu akan menyaksikan keberuntungan yang menghampiri keluarga Jenkins. Ramalan Rossa ternyata benar, ibu akan memiliki cucu kembar 3 hiks, hiks,,," ucap Nyonya Jenkins sembari terisak memeluk menantunya dengan erat.
Dokter yang menghadapi hal itu bahkan tak mampu berbicara dan hanya terdiam menatap dua orang yang saling berpelukan sambil menangis.
__ADS_1