Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
..36. Tamparan dari Sita


__ADS_3

"Kalau begitu, tunggu apa lagi, cepat seret mereka ke kantor polisi!!" Ucap Sita memandang rendah pada Marlin dan Tiara yang kini berdiri dengan wajah pucat mereka.


"Biar aku membantu kalian memanggil polisi." Rati langsung mengajukan diri untuk menelepon polisi saat melihat situasinya.


Jika dia juga bisa menjilat keluarga jenkins, maka bisa jadi pelayan kecil sepertinya mungkin akan dilirik oleh keluarga jenkins.


"Tolong," kata Barto pada Rati.


Rati mengangguk "Baik!" perempuan itu langsung menekan tombol pada ponselnya untuk memanggil polisi.


"Halo, kantor polisi, tolong segera ke pusat perbelanjaan xx sekarang!! Di sini ada 3 penipu yang mengaku-ngaku sebagai anggota keluarga jenkins!!" Ucap Rati sangat bersemangat.


"Baik, kami segera ke sana," jawab seorang dari panggilan telepon yang terdengar buru-buru setelah mereka mendengar nama keluarga jenkins disebutkan.


Bagaimanapun, keluarga jenkins adalah keluarga terbesar di ibukota, bahkan sampai di kota-kota tetangga, keluarga jenkins memiliki aset dan properti yang tak kalah banyaknya hingga membuat keluarga itu menjadi keluarga terbesar di negara M.

__ADS_1


Mendengar polisi akan datang, Sita kemudian menoleh pada Tiara dan Marlin,, "Sekarang kalian tahu kan akibatnya jika menipu? Tunggu sebentar lagi dan para polisi akan datang menangkap kalian!!!"


Setelah membentak Marlin dan Tiara, Sita melihat ke arah Angelina yang duduk dengan tenang membaca majalah.


Perempuan itu menghela nafas,'Heh,, dia adalah perempuan yang lebih sombong dari 2 perempuan ini. Lihat saja, berpura-puralah disitu membaca majalah dan sebentar lagi polisi akan datang menyeretmu!!' kesalnya dalam hati.


"Oya Nona Sita, bukannya tadi mengatakan ada 3 orang di mana yang satunya? Keluarga jenkins tidak akan melepaskan mereka semua jadi semuanya harus di bawa ke kantor polisi." Ucap Barto setelah melihat hanya 2 orang yang kini berdiri gemetar di tempatnya.


"Tenang saja, aku tidak membiarkan satupun orang lolos, yang satunya masih ada di sana berpura-pura membaca majalah. Dia belum tahu tentang kedatangan pelayan keluarga jenkins. Mari biarkan saja dia duduk beberapa menit sampai polisi datang. Dia adalah yang paling sombong di antara ketiganya," kata Sita mendengus kesal.


Plak!!


Sebuah tamparan dari Sita mendarat di pipi Marlin sebelum perempuan itu menyelesaikan ucapannya.


"Sialan!!! Beraninya kau berbicara dengan mulut busukmu!!" Teriak Sita dengan marah..

__ADS_1


Marlin memegangi pipinya yang terasa panas karena tamparan dari Sita.


"Astaga,, kau tidak apa-apa?" Tiara langsung melihat Marlin dengan wajah panik.


"Tidak,, tidak apa-apa," jawab Marlin meski Dia merasakan peri yang teramat menyakitkan di pipinya.


"Astaga,, pipimu terluka,," Tiara langsung mengulurkan tangannya untuk menyeka darah yang keluar dari pipi Marlin karena terkena goresan perhiasan yang digunakan oleh Sita.


"Heh,, adanya ada gunanya juga aku memakai perhiasan hari ini. Seharusnya orang rendahan sepertimu berterima kasih padaku karena bekas luka yang Kau dapatkan itu berasal dari cincin bernilai 200 juta!!" Cibir Sita.


Mendengar Sita yang mencibirnya, Tiara yang masih terlalu muda untuk berpikir kini menatap perempuan itu dan berteriak "Kau ketelaluan!!! Kami tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kau malah menampar temanku!!"


"Heh,, dasar penipu!! Berani sekali kau membentakku?! Rasakan ini!!" Sita kembali mengayunkan lengan nya lalu mendaratkan sebuah tamparan di pipi Tiara.


Plak!!!

__ADS_1


__ADS_2