
Setelah Nyonya Jenkins memutuskan untuk pergi melakukan USG bersama Angelina dan You, maka perempuan itu segera kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.
"Kenapa aku merasa gugup?" Ucap Nyonya Jenkins sembari mengambil salah satu pakaiannya untuk ia kenakan ke dokter.
Perempuan itu terus merasa gugup sampai ketika dia turun ke lantai 1 dan melihat Angelina dan You sedang berdiri bersama sambil bercakap-cakap.
Nyonya Jenkins menghela nafas dengan panjang lalu mendekati mereka sambil berkata, "Ayo kita pergi."
Angelina dan You yang sedang bercerita tentang kandungan Angelina langsung menoleh ke arah Nyonya Jenkins dan menganggukkan kepala mereka.
"Ayo Bu," ucap You lalu dia menuntun kedua perempuan itu memasuki mobil.
Mobil yang mereka tumpangi berkendara cepat ke arah rumah sakit dan menurunkan mereka di lobby rumah sakit.
Setelah masuk, mereka langsung pergi ke lantai dua, di mana dokter kandungan berada.
"Kalian tunggulah di sini sebentar," ucap You pada istri dan ibunya, lalu pria itu berjalan ke arah resepsionis untuk melaporkan kedatangan mereka.
__ADS_1
Setelah selesai, You kembali ke arah ibu dan istrinya yang telah duduk bersama.
"Bagaimana?" Tanya Angelina sembari memegang tangan suaminya saat pria itu telah duduk di sampingnya.
"Katanya masih ada satu pasien yang sementara dokter tangani, jadi kita menunggu sebentar lagi," ucap You sembari mengusap pelan tangan istrinya dengan pria itu memperhatikan poster-poster yang ditempel di dinding rumah sakit.
Nyonya Jenkins pun duduk dengan tenang sembari memainkan ponselnya untuk melihat informasi pertemuan grup sosialitanya.
Setelah beberapa menit, seorang suster menghampiri mereka dan berkata, "Nyonya Jenkins silakan masuk."
Dengan begitu, 3 orang yang duduk bersama langsung berdiri dan mengikuti suster yang menuntun mereka ke ruangan dokter.
Setelah berbasa-basi sebentar, Angelina lalu diberi instruksi untuk duduk di brankar dan dilakukan pemeriksaan.
You duduk di samping istrinya sembari memegang tangan perempuan itu dengan tatapannya melihat ke layar TV yang digantung di atas dinding, di depan mereka.
Nyonya Jenkins pun berdiri di samping putranya sembari menatap fokus ke arah TV yang memantulkan layar monitor dokter yang melakukan USG.
__ADS_1
"Nah ini dia janinnya," ucapkan dokter ketika janin yang ada di rahim Angelina mulai kelihatan.
Dokter perlahan-lahan menggerakkan transduser di permukaan kulit perut bagian bawah Angelina.
"Kenapa ada dua?" Tanya Nyonya Jenkins sembari menjepitkan matanya menatap layar TV.
"Hm,, biar saya perjelas sebentar," kata Sang dokter menekan lebih dalam transdusernya dan perempuan itu tersenyum menatap layar monitor.
"Ini adalah kehamilan kembar," ucap dokter langsung membuat ketiga orang yang ada di sana serentak menatap dokter lalu You melihat istrinya.
"Maksud dokter??" Tanya Angelina sembari melihat sang dokter.
"Ya, sementara ini akan ada dua bayi yang lahir di rahimmu. Dan karena usia kandunganmu masih muda, maka tidak menutup kemungkinan akan--"
"Kembar 3?!" Sela Nyonya Jenkins sembari menatap dokter.
Dokter tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, "tidak menutup kemungkinan akan seperti itu," ucap dokter langsung membuat semua orang di sana tercengang.
__ADS_1
Hal pertama yang dilakukan Angelina adalah melihat ibu mertuanya dan perempuan itu merasa sangat bahagia melihat Nyonya Jenkins kini tersenyum menatap ke layar TV yang digantung di dinding.
'Aku harap senyum ibu mertuaku itu adalah pertanda baik untukku, dan juga untuk calon anakku,' ucap Angelina dalam hati sembari memegang erat tangan suaminya.