Budak Ranjang Tuan Muda You

Budak Ranjang Tuan Muda You
117. Mengawasi Angelina


__ADS_3

Malam hari setelah makan malam sudah siap, Hendra keluar dari ruang kerjanya lalu mengetuk pintu kamar Angelina.


Tok tok tok...


"Keluarlah, waktunya makan malam." Ucap Hendra sembari menunggu perempuan yang menghuni kamar itu menjawabnya.


Tetapi setelah 2 menit berlalu, tidak ada suara dari dalam kamar, jadi Hendra berpikir bahwa mungkin saja Angelina tidak mendengarnya.


Tok tok tok....


Pria itu mengulangi ketukan pintunya lalu berkata, "Angelina!! Makan malam sudah siap!!"


Hening...


Hening...


Hening...


'Mengapa dia tidak menjawab?' Hendra menjadi cemas.


Pria itu kembali mengetuk pintu kamar Angelina.

__ADS_1


Tok tok tok...


"Apa kau mendengarku? Bicaralah!" Hendra setengah berteriak.


Tetapi setelah menunggu sampai 3 menit, keheningan masih menjadi jawaban dari dalam kamar.


Hal itu membuat Hendra menjadi cemas jadi pria itu segera kembali ke kamarnya mengambil kunci serep lalu membuka pintu kamar Angelina.


Didapatinnya Angelina sedang berbaring di tempat tidur dengan mata terpejam, perempuan itu terlelap.


'Hah,,,, bikin kaget saja. Tapi,, mengapa dia tidur sampai tidak mendengarkan aku yang sedari tadi mengetuk pintu?' pikir Hendra yang merasa heran karena sedari dulu, setiap kali dia menyusup ke apartemen Angelina, maka perempuan itu pasti akan menyadarinya, meskipun sedang tidur di larut malam.


Setelah keluar, dia melihat orang-orang yang ia minta untuk datang ke kediaman nya kini telah tiba.


Tatapan Hendra tertuju pada satu-satunya pria yang dibawa oleh Gilang.


'Sial!! Mereka melukai pria itu sampai babak telur seperti itu, Angelina akan memarahiku kalau dia melihatnya.' kesal Hendra dalam hati lalu pria itu melangkah ke bawah menghampiri semua orang.


Terlihat sekali bagaimana Arthur hanya bisa tertunduk karena dia begitu trauma berhubungan dengan Hendra.


Tapi Siapa yang menyangka bahwa ternyata dia yang hendak kabur ke luar negeri malah dicegah di bandara lalu dibawa ke rumah itu untuk tinggal di sana.

__ADS_1


"Tuan," seluruh bawahan Hendra langsung memberi hormat pada Hendra dengan membungkuk 90°, hanya Arthur saja yang tampak berdiri.


Arthur melihat semua orang sedang membungkuk jadi dia juga langsung membungkuk saja.


'Sial!! Aku tidak melakukan ini karena ingin menghormati pria itu, aku hanya melakukannya untuk melindungi diriku sendiri.' pikir Arthur yang takut apabila Hendra kembali menyuruh orang-orangnya untuk memukulinya.


"Atur kamar untuk mereka semua di lantai 1. Lalu koki ini, bawa dia ke paviliun sebelah. Atur seorang dokter untuk merawatnya. Setelah sembuh, barulah dia boleh keluar dari pavilium itu!!" Perintah Hendra sembari menatap geram pada Arthur.


Meski pria itu ternyata tidak disukai oleh Angelina, namun dia tetap kesal karena ketika Angelina berada dalam situasi yang buruk, pria itu malah menjadi orang yang didatangi oleh Angelina.


Mengapa bukan dirinya saja?


"Baik Tuan, lalu, sementara dia dalam tahap penyembuhan, haruskah saya mendatangkan koki yang lain?" Tanya Gilang.


"Tidak perlu, biar koki yang lama yang menyiapkan makanan." Ucap Hendra lalu pria itu berbalik meninggalkan semua orang.


Hendra kembali lagi ke kamar Angelina lalu pria itu memilih membaca majalah bisnis di sofa yang menghadap keranjang Angelina.


Hal ini bertujuan untuk mengawasi Angelina jika perempuan itu tiba-tiba terbangun karena lapar.


Sesekali, Hendra melirik ponselnya yang diletakkan di atas meja, 'Kenapa mereka belum mengirimkan informasinya? Jangan-jangan pria itu adalah pria yang berkuasa, sehingga orang-orang ku cukup kesulitan untuk mencari tahunya.' pikir Hendra mengepal erat tangannya.

__ADS_1


__ADS_2