
“Sayang sudah menghubungi mereka di Inggris belum?” tanya Azizah sambil merapikan rambut panjangnya.
“Belum sayang!” seru Steven yang masih berkutat dengan laptopnya.
Azizah membalikkan tubuhnya dan menatap kesal ke arah suaminya itu bagaimana tidak, ia telah meminta suaminya itu untuk segera menghubungi keluarga di Inggris namun Steven masih sibuk dengan pekerjaannya.
Ia pun menyudahi aktivitas merapikan rambut dan mendekati suaminya yang duduk di sofa dengan kesibukan ditangannya.
“Ya sudah mana ponselmu sayang!” pinta Azizah.
“Ini di saku celanaku!” seru Steven.
Azizah mengulurkan tangannya isyarat agar suaminya segera mengambil ponsel itu.
“Ambil sendiri istriku!” perintah Steven.
Azizah tak ingin berdebat ia pun segera merogoh ponsel suaminya namun baru saja memasuki tangannya ia tak sengaja menyentuh adek kecil suaminya itu sehingga membuat adek kecil suaminya tegang.
Azizah tak jadi mengambil ponsel itu ia menelan Salivanya dengan sangat kasar dan memutuskan menghubungi keluarga di Inggris dengan ponselnya.
“Mau kemana?” tanya Steven saat istrinya berjalan mundur.
“Ma..mau mengambil ponselku,” ucap Azizah gugup.
Steven meletakkan laptopnya di meja kemudian ia menarik tangan Azizah sehingga posisi mereka saling menempel satu sama lain.
“Kamu sudah membangunkan adik kecilku sayang, sekarang kamu harus tanggung jawab,” ucap Steven dengan senyum mesumnya.
Azizah hanya mengangguk kecil dan terjadilah pemanasan di sofa itu kemudian mereka pun menyalurkan hasrat mereka bersama di sofa yang cukup besar itu.
Azizah yang ingin menghubungi keluarga di Inggris akhirnya mengurungkan niatnya karena ia harus menolong suaminya menyalurkan hasrat pria blasteran itu.
1 jam kemudian.
“Terima kasih sayang!” ucap Steven.
“Sudah kan? kalau begitu aku mau mandi,” balas Azizah.
“Aku juga ingin mandi, mari kita mandi bersama!”
Azizah mandi bersama suaminya ia terkejut melihat kissmark yang begitu banyak dilehernya itu.
“Sayang! kamu melakukannya lagi,” ucap Azizah sambil menunjuk kissmark dilehernya.
“Berada di dekatmu membuatku lepas kendali sayang, lagipula bagiku itu hanya sedikit kurang banyak!” seru Steven santai.
“Hmmmm.” Azizah berdehem.
Cukup lama akhirnya aktivitas mandi bersama mereka selesai.
Setelah berpakaian rapi Azizah merogoh ponsel yang berada di saku celana suaminya yang tergeletak di lantai dekat sofa.
“Assalamualaikum mami!” sapa Azizah yang mengubungi Yuli dengan menggunakan video call.
“Waalaikumsalam, Azizah mami rindu!”
“Azizah juga merindukan kalian semua mami, mami dan yang lainnya apa kabar?”
__ADS_1
“Alhamdulillah kami baik, bagaimana kabarmu dan Steven?”
“Alhamdulillah kami juga baik mami, papi, nenek dan lainnya kemana mi?”
“Oya sebentar mami panggilkan mereka!”
Azizah tersenyum lebar, Steven yang telah selesai memakai pakaian langsung mendekati istrinya ia bahkan memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mencium mesra Tengkuk leher istrinya tanpa malu kepada Yuli dan lainnya.
“Hallo sayang!” sapa Teressa dan Adam.
“Nenek, papi kami rindu kalian!” seru Azizah.
“Kami juga rindu Azizah, suamimu sungguh tidak tahu malu,” ledek Teressa lalu tertawa kecil.
Bukannya mengurangi kemesraan Steven malah semakin mesra bahkan ia berani mencium bibir istrinya. Sontak Azizah yang sedang fokus berbincang-bincang terkejut dan mencubit hidung suaminya hingga merah, Adam dan lainnya sontak tertawa terbahak-bahak melihat suami istri itu.
“Jaga sikap sayang, tidak enak dilihat mereka,” bisik Azizah.
“Baiklah sayang!” seru Steven.
“Teyze dan Mariska kemana nek?”
“Mereka berdua sibuk jalan-jalan, teyze mu itu tidak pernah diam selalu saja mengajak Mariska keluar.”
Azizah tertawa kecil karena ia pun tahu jika Lucy sangat suka jalan-jalan.
“Kalian mau kemana?” tanya Teressa penasaran melihat suami istri itu berpakaian sangat rapi terlihat seperti akan pergi.
“Kami akan pergi ke Surabaya nek, mengunjungi mertua Steven!” seru Steven.
“Surabaya, apakah sangat jauh?” tanya Teressa.
Mereka berbincang-bincang dengan panjang lebar tak terasa hampir 2 jam mereka melakukan video call.
“Sudah dulu ya sayang!” ucap Teressa.
“Jaga diri kalian baik-baik!” pesan Yuli.
“Ingat jaga istrimu dengan sangat baik,” sambung Adam.
“Kalian semua tenanglah, tanpa diminta Steven akan menjaga Azizah!” seru Steven.
“Titip salam Azizah untuk teyze dan Mariska!” pinta Azizah.
“Baiklah, assalamualaikum!”
“Waalaikumsalam.”
Steven membalikkan tubuh istrinya dan mencium kening istrinya itu.
“Bagaimana, apakah senang menghubungi mereka?” tanya Azizah.
“Sangat senang, apakah Inggris sangat cantik?” tanya Azizah yang belum pernah ke Inggris.
“Aku pernah melihat di televisi jika Inggris itu adalah kota yang indah dan menjadi tempat yang wajib dikunjungi, pasti seru jika pergi ke Inggris,” ucap Azizah sambil memejamkan mata membayangkan dirinya pergi ke Inggris.
Steven mengacak-acak rambut istrinya, “Sehabis dari Paris kita akan pergi ke Inggris!”
__ADS_1
Azizah yang memejamkan mata langsung membuka matanya dengan tatapan memastikan bahwa yang dikatakan suaminya bukanlah gurauan semata.
“Be..benarkah?”
“Ya benar, ayo kita pergi!” ajak Steven sambil mengulurkan tangannya dan sedikit membungkuk seperti seorang pangeran yang mengajak pujaan hatinya untuk ikut bersamanya.
“Iya suamiku!” seru Azizah dan menyambut uluran tangan dari suaminya.
Steven sengaja pergi menuju kota Surabaya pada malam hari agar ia dan Azizah langsung istirahat dan akan pergi keesokan paginya.
“Malam tuan muda dan nyonya muda!” sapa galih.
“Malam lih,” sahut Azizah.
Galih mengendarai mobil menuju Bandara.
💕💕💕
Azizah senang melihat pemandangan dari atas, malam itu sangatlah cantik apalagi dilihat dari ketinggian.
“Seharusnya aku yang kamu lihat istriku,” ucap Steven sedikit merajuk.
Azizah tertawa kecil dan membalikkan pandangannya.
“Ini sudah aku lihat!” seru Azizah.
“Ayo ke kamar!” ajak Steven.
“Tidak aku mau disini saja,” tolak Azizah.
Seperti biasanya Steven pergi dengan memakai pesawat pribadi.
“Ayolah istriku, aku sangat mengantuk!” ajak Steven.
Jelas saja kamu mengantuk suamiku, dari pagi kamu bekerja bahkan sampai malam pun kamu sibuk dengan pekerjaan mu.
Lalu kita.... hihi...
“Baiklah, aku juga sangat mengantuk sayang!” seru Steven.
Mereka pun berjalan menuju kamar khusus.
Pria blasteran itu langsung naik keranjang dan langsung memejamkan mata.
Azizah hanya berdiri sambil memandangi suaminya, Steven yang belum sepenuhnya tidur merasa bahwa istrinya tak kunjung naik ranjang ia pun membuka matanya dan ternyata benar istrinya hanya berdiri mematung melihat dirinya.
“Kamu kenapa tidak naik sayang?” tanya Steven heran.
“Bagaimana aku bisa naik sementara kamu saja tidur bukan dipinggir melainkan disini,” tunjuk Azizah pada tubuh Steven yang terbaring membuat Azizah tak bisa naik ke ranjang karena posisi ranjang itu menempel pada tembok dan satu-satunya untuk bisa biak malah ditutup oleh tubuh Steven.
“Ya ampun, maaf sayang! aku benar-benar tidak sengaja,” ucap Steven sambil menepuk jidatnya.
“Ya sudah geserlah ke pojok!” pinta Azizah.
Steven tersenyum lebar dan menggeser kan tubuhnya barulah Azizah naik.
“Maaflan aku sayang, muaccch!” ucap Steven dan mencium pipi istrinya.
__ADS_1
Vote!!😭🙏