
Di Magetan
Yana beserta kedua orangtuanya sedang sibuk membersihkan rumah, hari itu keluarga Mike dari Amerika akan datang berkunjung.
“Yana yang ini kamu pindahkan ke pojok kanan atas!” perintah Danu.
“Iya Pi!” seru Yana.
Dirumah mereka tidak menyewa orang untuk bersih-bersih padahal sebelumnya Danu telah mencarikan orang agar membantu pekerjaan rumah namun Rika menolaknya dengan alasan itu sudah kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu.
“Tinggal sedikit lagi!” ucap Rika yang sudah selesai menyapu.
“Sekarang mami istirahat, biar Yana yang mengepel ya mi!"
“Oke deh, anak mami ini sekarang sudah pintar sebentar lagi akan menjadi seorang istri seperti Azizah,” goda Rika.
“Mami jangan seperti itu Yana kan jadi malu,” ucap Yana dengan malu-malu.
“Ngapain malu-malu setiap wanita pasti akan menikah, setelah menikah mereka akan menjadi seorang istri dan kemudian akan menjadi seorang ibu,” terang Rika.
“Menjadi istri itu sudah ya mi?” tanya Yana penasaran.
“Menjadi istri itu bisa dikatakan susah-susah gampang, ada saatnya kita bahagia dan ada saatnya kita sedih,” sahut Rika.
“Lalu sekarang mami bahagia apa sedih?” tanya Yana dan membuat Rika terdiam.
Mami bingung harus mengatakannya nak, disisi lain mami bahagia karena telah berkumpul bersama papi kamu dan kamu tapi disisi lain main sedih karena sebentar lagi kita akan berpisah.
Tiba-tiba air mata Rika mengalir membuat Yana terheran-heran.
“Mami kenapa menangis?” tanya Yana heran.
“Tidak mami tidak menangis,” bohong Rika.
“Jelas-jelas di pipi mami adalah air mata, Yana bukan anak kecil lagi mami,” sahut Yana.
“Ini adalah air mata kebahagiaan nak, sekarang kamu kebelakang ambil pel dan bawa air berisikan ember!” perintah Rika mengalihkan pembicaraan agar anaknya tak terus-menerus menanyakan hal yang membuatnya tak bisa menjawab.
“Ba..baik mami,” ucap Yana kemudian pergi untuk mengambil alat pel.
Kenapa aku merasa mami menyembunyikan sesuatu dariku?
1 jam kemudian.
“Ahhh... akhirnya selesai juga,” ucap Yana.
“Wah.. anak mami ini hebat ya!” puji Rika.
“Bukan anak mami aja tapi anak papi juga!” seru Danu.
“Mike sudah sampai mana Yana?” tanya Rika.
“Mungkin sebentar lagi sampai mi, kita tunggu saja di ruang tamu,” balas Yana.
“Kamu sekarang ganti baju cepat!”
“Ya ampun Yana hampir lupa, Yana harus ganti baju sekarang!” seru Yana kemudian ia berlari menuju kamar.
Danu dan Rika yang sudah rapi berjalan menuju ruang tamu menunggu kedatangan Mike dan kedua orangtuanya.
__ADS_1
Danu dan Rika asik berbincang-bincang sampai yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.
Tin....tin...
“Mereka akhirnya datang mi,” ucap Danu.
“Ayo papi kita sambut mereka!” ajak Rika.
Rika dan Danu bersama-sama keluar menunggu mereka di depan pintu.
“Selamat datang Mike!” sapa Danu dan Rika.
“Apa kabar mami dan papi?” tanya Mike.
“Alhamdulillah kami baik,” sahut Danu.
“Welcome to my home!” ucap Danu pada kedua orangtua Mike.
“Terima kasih, rumah kalian sangat asri!” sahut Albern Adalson.
“Mari masuk!” ajak Rika.
Mereka pun masuk dan langsung duduk di ruang tamu.
“Yana kemana Papi?” tanya Mike.
“Kamu yang sabar Mike, baru juga datang,” goda Danu.
Sontak yang lain tertawa bersama melihat Mike yang sangat tidak sabaran bertemu calon istrinya.
Yana sudah tahu jika Mike dan kedua orangtuanya sudah sampai namun ia tidak langsung menemui mereka melainkan pergi ke dapur dengan membawa jus buah serta cemilan.
“Selamat datang!” sapa Yana dan menyajikan jus serta cemilan di meja.
Mendengar dirinya dipuji Yana menjadi malu ia hanya tersenyum dan duduk di samping Mike.
“Silahkan diminum dan dinikmati!” ucap Yana.
Cecilia terlebih dahulu mencicipi jus buatan Yana, “Enak sekali!” puji Cecilia.
“Terima kasih Tante!” sahut Yana.
“Jangan panggil Tante, panggil aku mom seperti Mike!” pinta Cecilia.
“Baiklah mom,” sahut Yana.
Tak ingin berlama-lama memberitahukan niatnya datang, Mike langsung to the point untuk segera menimang Yana Aryanto.
“Papi dan mami! Mike datang kesini sebenarnya ingin segera menikahi Yana, maaf jika ucapan Mike terlalu buru-buru. Tapi Mike benar-benar serius untuk meminang Yana,” terang Mike.
“Papi kagum dengan cara kamu Mike, soal menikah kami serahkan ke Yana karena ia yang berhak menentukan menerima kamu atau tidak,” balas Danu.
“Kamu mau kan Yana menerima aku sebagai suami kamu?” tanya Mike.
Yana sangat malu ia hanya mengangguk pelan pertanda bahwa ia setuju.
“Alhamdulillah!” teriak Mike sontak membuat yang lain tertawa.
Di Jakarta
__ADS_1
Lucy sengaja mengajak Azizah makan siang bersamanya itu semua karena ia ingin lebih dekat dan mengenal Azizah lebih jauh lagi apalagi sekarang Azizah adalah keponakannya.
Sementara Azizah sedikit canggung makan bersama dengan Lucy yang sempat membuatnya sedih akibat kesalahpahaman.
“Kamu kenapa Azizah? makanannya tidak enak?” tanya Lucy.
“Ini sangat enak teyze, hanya saja aku jarang makan makanan seperti ini!” seru Azizah.
“Sorry aku tidak tahu,” ucap Lucy.
“Tidak apa-apa, bolehkah aku bertanya sesuatu teyze?” tanya Azizah.
“Silahkan! apapun itu pasti akan aku jawab!” seru Lucy kemudian menyeruput jus buah.
“Alasan teyze mengajakku bertemu dan makan siang?”
“Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin lebih mengenalmu Azizah. Bagaimanapun Steven adalah keponakan kesayangan ku Azizah.”
“Benarkah? jujur saja aku merasa canggung teyze, aku takut jika kamu tidak menyukaiku,” ucap Azizah.
“Kamu salah jika berpikir seperti itu Azizah, setelah aku bertemu denganmu meski baru dua kali tapi aku merasa kamu adalah wanita yang sangat cocok untuk Steven. Dengarkan aku Azizah! apapun yang terjadi Steven hanya mencintaimu kamu, aku tahu kamu pasti mengerti. Steven bukan hanya tampan tapi dia juga sangat kaya, jadi kamu sebagai istri harus percaya dengannya,” tegas Lucy.
“Terima kasih teyze, karena teyze telah memberikan aku dukungan.”
“Ayo kita makan lagi, setelah ini aku ingin kamu menemaniku jalan-jalan!” ajak Lucy.
“Baik teyze! aku juga ingin sekali menemani teyze jalan-jalan,” balas Azizah.
Kedua wanita itu pun melanjutkan hidangan mereka setelah selesai mereka pergi jalan-jalan.
Sore hari.
Steven menunggu istrinya itu di kamar, Azizah sebelumnya telah memberitahukan bahwa ia dan Lucy pergi bersama menghabiskan waktu hingga sore hari.
“Lelahnya!” ucap Azizah yang baru masuk kamar dan melihat Steven sedang duduk di sofa.
“Suamiku sudah pulang, sejak kapan?” tanya Azizah dan mendekati suaminya.
“Sekitar 1 jam yang lalu, bagaimana?”
“Apanya yang bagaimana?” tanya Azizah heran.
“Apakah seru bertemu dengan teyze?” tanya Steven.
“Awalnya aku sangat canggung suamiku sayang, tapi setelah kita berbincang-bincang aku merasa bahwa teyze orang yang sangat baik bahkan sekarang aku merasa sangat senang bertemu dengan teyze!” seru Azizah.
“Karena istriku hari ini Senang bisakah aku juga bersenang-senang?” tanya Steven sambil melirik Azizah dengan senyum yang sudah bisa diartikan bahwa suaminya itu akan meminta dirinya untuk melayani suaminya itu.
Azizah dengan cepat menutup dadanya dengan kedua tangan, “Please Steven jangan sekarang, aku baru saja sampai!” pinta Azizah.
“Kalau begitu kita mandi bersama!” ajak Steven.
“Tidak mau, terakhir kamu mengatakan mandi bersama tapi malah memintanya,” tolak Azizah.
“Kali ini aku serius untuk mandi bersama dan tidak melewati batas!”
“Baiklah,” jawab Azizah.
Steven pun mengangkat tubuh Azizah dan membawanya ke dalam kamar mandi, Sampai dikamar mandi dengan cepat Steven membuka baju miliknya dan disusul dengan Azizah mereka pun mandi bersama.
__ADS_1
Bersambung...
Vote ya 😊😊😭 Like ❤️ komen 👇 Terima kasih.