Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 185


__ADS_3

Bandar Udara Internasional Changi Singapura.


Mike dan Yana telah tiba di Singapura, terlihat sekali kebahagiaan yang terpancar di wajah cantik Yana.


“Sayang, cepat hubungi tuan Steven!” pinta Yana dengan semangat.


“Sabar ya sayang, bagaimana kalau kita mencari makan terlebih dahulu!” ajak Mike.


“Baiklah, ibu hamil juga harus makan. Bagaimana kalau kita makan pizza sayang!”


“Tentu saja boleh, ayo kita cari taxy dan mencari restoran terdekat!” ajak Mike.


“Baiklah sayang, tunggu apalagi ayo!” seru Yana.


***


Siang itu Azizah merasa sangat senang, entah apa yang membuat hatinya senang. Namun, ia terus tersenyum membuat sang suami terheran-heran dengan sikap sang istri.


“Sayang!” panggil Steven.


“Iya sayangku, ada apa?” tanya Azizah lembut.


“Kamu kenapa tersenyum seperti itu dari tadi?” tanya Steven terheran-heran.


“Aku juga tidak tahu sayang, mungkin bawaan dari bayi yang sedang aku kandung,” balas Azizah.


“Aku senang jika anak kita selalu membuat hatimu bahagia sayang,” ucap Steven kemudian mengelus pipi Azizah.


“Sayang, kamu sudah minum susu belum?” tanya Steven.


Azizah menepuk dahinya, “Ya ampun, aku lupa sayang.”


“Hayo kenapa bisa lupa?” tanya Steven lembut dan mencium pipi Azizah sekilas.


“Aku akan ke dapur sayang!” seru Azizah dan beranjak dari sofa namun, tangan Steven menahan langkahnya.


“Kamu diam disini saja istriku, biar aku yang membuatkan susu untukmu!”


“Baiklah suamiku, aku akan duduk cantik.”


Steven mencubit pipi sang istri kemudian segera pergi menuju dapur untuk membuatkan susu ibu hamil untuk sang istri tercintanya.


Beberapa menit kemudian.


“Istriku sayang, susu khusus ibu hamil buatan ku sudah jadi silahkan diminum!” seru Steven kemudian memberikan gelas susu digenggamnya kepada sang istri.


“Terima kasih banyak suamiku,” ucap Azizah sambil mengambil gelas susu digenggam sang suami kemudian meneguknya sampai habis.


“Istri pintar,” puji Steven karena Azizah telah menghabiskan susu khusus ibu hamil.


“Sayang!” panggil Azizah dan memeluk lengan Steven dengan manja.


“Iya sayang, kamu mau apa?” tanya Steven karena sudah tahu pasti istrinya akan meminta sesuatu jika sudah manja seperti itu.


“Ganti susu formula ibu hamil dengan rasa strawberry ya sayang!” pinta Azizah.


“Baiklah, kamu sudah bosan dengan rasa cokelat?”


“Iya sayang, benar sekali.”


“Oke siap sayang, aku akan pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli produk susu khusus ibu hamil,” ucap Steven.


“Aku ikut ya sayang!” pinta Azizah berharap sang suami mengizinkan.

__ADS_1


“Sayang, perjalanannya jauh loh sekitar 2 jam,” balas Steven.


“Ya tidak apa-apa sayang, sekalian jalan-jalan,” sahut Azizah.


Steven berpikir sejenak kemudian mengangguk setuju, mendapat persetujuan dari sang suami Azizah langsung mencium pipi kanan kiri sang suami.


“Muach... Muach...”


“Drrrt... drrrtt...” Ponsel Steven bergetar.


“Sayang, sepertinya ada yang menghubungiku. Aku harus menerimanya!” ucap Steven dan beranjak dari sofa kemudian menerima telepon.


Azizah mengernyitkan dahinya kemudian memperhatikan sang suami yang sedikit menjauh.


“Hallo Mike, ada apa?” tanya Steven karena ternyata sang sahabat yang menghubunginya.


“Aku sudah ada di Singapura, bisakah kau menjemput ku?” tanya Mike dari seberang telepon.


“Apa? baiklah aku akan segera kesana!”


“Tolong jangan beritahukan kepada istrimu, istriku ingin memberikan kejutan!”


“Baiklah!”


Steven kemudian menutup sambungan telepon dan segera menghampiri Azizah yang masih duduk cantik di sofa.


“Sayang, aku ada urusan penting kamu diam di rumah ya!” pinta Steven sambil mengelus-elus perut Azizah.


Azizah terkejut dengan ucapan sang suami.


“Mau kemana? aku ikut!” pinta Azizah memaksa.


Kalau bukan karena istri Mike aku mungkin sudah mengajak istriku, bagaimana sekarang?


Steven mengambil nafas dan mengeluarkan nafas secara perlahan, “Sayang, aku ada urusan penting. Setelah urusanku selesai aku akan segera pulang,” jelas Steven pelan-pelan berharap sang istri luluh dan tidak memutuskan untuk ikut.


“Baiklah,” ucap Azizah dengan wajah sedih.


Steven kemudian mengecup kening Azizah dengan mesra dan segera keluar rumah dengan membawa mobil berwarna hitam milik pria blasteran itu.


Azizah berdiri di depan pintu sambil terus menatap mobil milik sang suami yang semakin lama semakin menjauh dan akhirnya tak terlihat lagi.


“Papah mu kemana ya nak, mamah ingin ikut tapi, malah tidak boleh ikut,” ucap Azizah mengajak buah hatinya dengan sang suami berbicara.


“Nyonya muda!” panggil Bu Ana yang sudah berada tepat disamping Azizah.


“Iya Bi, ada apa?” tanya Azizah.


“Keripik pisang nyonya muda sudah siap,” jawab Bi Ana karena sebelumnya majikannya meminta dirinya membuatkan keripik pisang.


“Terima kasih Bi Ana,” sahut Azizah dan segera berjalan menuju sofa yang di atas meja sudah ada keripik pisang.


“Saya permisi nyonya muda, masih ada pekerjaan di belakang.”


“Baik Bi!”


Sambil menunggu sang suami datang Azizah duduk dan menikmati cemilan keripik pisang.


2 Jam kemudian.


Sang suami belum juga datang, padahal kantuk sudah menyergap diri Azizah akhirnya ia pun memutuskan untuk segera kembali ke kamar mengistirahatkan tubuhnya.


Aku sebaiknya langsung tidur, semoga setelah aku bangun suamiku sudah datang.

__ADS_1


***


Di sisi lain.


Steven, Mike dan Yana sudah bertemu dan mereka sedang berada di pusat perbelanjaan.


“Apakah ada yang ingin kamu beli?” tanya Mike saat masuk ke dalam pusat perbelanjaan yang cukup besar di Singapura.


“Tentu saja,” balas Steven singkat.


“Sudah ingin punya anak saja masih saja dingin,” celetuk Mike.


Steven hanya tersenyum tipis dan mengambil susu formula pesanan sang istri.


Maaf ya sayang, aku sengaja langsung beli susu ini tanpa mengajakmu istriku.


Karena Yana sudah ada disini otomatis kamu akan menghabiskan banyak waktu bersama Yana dibandingkan aku.


Steven membeli susu formula khusus ibu hamil cukup banyak hitung-hitung stok beberapa bulan ke depan.


“Kau yakin membeli sebanyak ini?” tanya Mike memastikan.


“Ya,” jawab Steven singkat.


“Biarkan saja tuan Steven membeli susu banyak, itu artinya tuan Steven sangat mencintai sahabatku,” sahut Yana.


“Aku juga sangat mencintaimu Yana sayang!” seru Mike.


“Sudah-sudah jangan banyak bicara, kalian ambilah apa yang kalian inginkan, aku akan membayarnya!” perintah Steven.


“Ayo sayang!” ajak Mike.


Yana melongo karena sang suami begitu senang dengan perintah Steven.


“Ayo sayang, tunggu apalagi!” ajak Mike.


“Baiklah!”


Beberapa menit kemudian.


“Bawalah mobil ini!” perintah Steven sambil melempar kunci mobil.


“Baiklah!” seru Mike.


Steven duduk di kursi tengah sambil terus memejamkan mata, ia membiarkan suami istri yang duduk di depan berbincang-bincang.


“Terima kasih tuan Steven,” ucap Yana.


“Jangan sungkan,” balas Steven.


***


Azizah sudah terbangun dari tidurnya namun, suaminya ternyata belum juga kembali.


“Suamiku sebenarnya kemana? aku mencoba menghubungi nomor teleponnya tapi, tidak aktif,” ucap Azizah bermonolog.


“Tok.... tok...”


“Nyonya muda! tuan muda telah kembali!” ucap Bi Ana.


Wajah Azizah langsung terlihat gembira, dengan cepat ia bergegas membuka pintu dan menyambut kedatangan sang suami.


“Azizah!” teriak Yana.

__ADS_1


“Yana!” seru Azizah dan segera mendekat ke arah sang sahabat.


__ADS_2