
Azizah merasakan sakit dibagian perutnya, ia bahkan tak bisa tidur malam itu karena sakit di perutnya.
Sementara Steven telah tertidur pulas membuat Azizah bingung harus bagaimana.
Ya ampun ini perut tidak biasanya seperti ini,
apa jangan-jangan aku sudah menstruasi?
Azizah turun dari ranjangnya dari berlari ke dalam kamar mandi, ia membuka celananya dan melihat ada bercak darah segar dari CD yang ia pakai.
Aiiissshhh....
Jadi benar aku sudah datang bulan, untungnya saja aku menyimpan stok pembalut di dalam koper.
Wanita itu kemudian pergi untuk mengambil pembalut serta CD.
Ia pun kembali lagi ke kamar mandi.
10 menit kemudian.
Setelah selesai dari kamar mandi ia pun bergegas ke ranjang yang sudah dikuasai oleh suaminya.
“Kamu dari mana sayang?” tanya Steven setengah membuka mata.
“Dari kamar mandi,” balas Azizah dan menarik selimut menutupi tubuhnya ia berharap suaminya tidak meminta jatah malam.
Ternyata benar, Steven malah meneruskan tidurnya dan disusul oleh Azizah.
Kamu sabar ya suamiku, mulai besok kamu harus berpuasa selama seminggu hi...hi...
Azizah berusaha memejamkan mata namun belum juga terlelap tidur karena nyeri di perutnya, ia pun berpindah tidur di sofa takut kalau-kalau suaminya bangun karena ia selalu bergerak tak bisa diam di ranjang yang sedang ditiduri oleh suaminya.
Sebaiknya tidur saja di sofa, semoga kamu tidak bangun sampai besok pagi sayang.
Akhirnya Azizah pun tertidur pulas meski ia tidur di sofa.
Keesokan Pagi.
Steven menggerakkan tangannya mencari-cari keberadaan Azizah disampingnya namun tak menemukan tubuh istri tercintanya itu.
Ia pun membuka matanya dan tak menemukan Azizah, dengan cepat ia beranjak dari tidurnya dan mencari istrinya.
“Sayang!” ucap Steven terkejut karena istrinya tidur di sofa.
Azizah masih saja tertidur, karena semalaman perutnya terasa sangat sakit.
Ia bahkan tak mendengar panggilan dari suaminya.
Ada apa dengan istriku ini?
Bukankah semalam kami tidur satu ranjang?
atau jangan-jangan aku menyakitinya saat aku tertidur?
Pertanyaan-pertanyaan memutar di pikiran Steven, ia pun menciumi bibir istrinya berharap Azizah segera bangun.
Tak butuh waktu lama, Azizah pun terbangun.
“Sayang!” ucap Azizah terkejut.
“Kamu kenapa tidur disini?” tanya Steven heran.
“Apakah aku tidur menendang tubuhmu?” tanya Steven lagi.
Azizah dengan cepat melambaikan tangannya, “Tidak sayang, bukan itu penyebabnya,” balas Azizah.
“Lalu apa?” tanya Steven.
__ADS_1
Azizah bingung harus mengatakan apa, ia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Karena penasaran Steven pun duduk dan mendekap tubuh istrinya.
“Apakah aku melakukan kesalahan sayang?” tanya Steven.
“Bu..bukan itu sayang,” ucap Azizah.
“Benarkah kalau begitu aku ingin memakan mu pagi ini, semalam kita tidak melakukannya!” pinta Steven.
Akhirnya yang ditakutkan Azizah terjadi, suaminya minta jatah pagi itu.
Bagaimana ini?
Haduh...
“Tidak bisa sayang,” tolak Azizah.
Wajah Steven langsung berubah sedih, ia bingung harus memaksa istrinya untuk menyalurkan hasratnya.
Azizah merasa tidak enak hati menolak suaminya namun bagaimana lagi ia juga saat itu sedang datang bulan.
“A..aku sedang datang bulan suamiku,” jelas Azizah.
“Sudah datang bulan istriku?” tanya Steven memastikan dengan wajah sedih.
“Eheemmm.”
“Jadi aku harus mulai berpuasa?”
“Iya suamiku, kamu harus untuk sementara waktu,” balas Azizah.
“Baiklah,” ucap Steven dengan terpaksa.
Bagaimana ini? adik kecilku sudah tegang.
Steven berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, belum sampai kamar mandi Azizah memanggil suaminya.
“Suamiku!”
Steven pun berhenti melangkahkan kakinya dan berbalik menghadap istrinya.
“Ada apa istriku?”
“Suamiku marah?” tanya Azizah penasaran.
“Aku tidak marah, adik kecilku tidak ingin tidur jadi aku harus menyelesaikannya agar ia tidak bangun seperti ini. Celanaku terasa sangat sempit,” terang Steven jujur.
Azizah terperangah mendengar ucapan suaminya, ia langsung merasa canggung.
Melihat istrinya seperti itu, Steven tersenyum tipis dan berjalan mendekati Azizah.
“Bisakah kamu bantu menenangkan adik kecilku sayang?” bisik Steven.
Azizah bergidik ngeri dengan ucapan suaminya yang membuat bulu kuduk nya berdiri.
“Istriku sayang! apakah kamu mendengar ucapanku tadi?”
“Ba.. bagaimana a..aku menenangkan itu?” tanya Azizah terbata-bata.
“Dengan tanganmu sayang!”
Dasar mesum...
Kalau begini jadinya tetap saja aku yang kewalahan.
“Ba.. baiklah. tapi.....”
__ADS_1
Tak ingin menunggu lama, Steven mengangkat tubuh istrinya dan mengajak masuk kamar mandi.
2 jam kemudian.
Azizah memutar pergelangan tangannya yang begitu pegal, ia memanyunkan bibirnya karena suaminya meminta lagi dan lagi padanya.
“Ah... tanganku sangat pegal. Aku rasa tanganku terkilir,” ucap Azizah bermonolog.
“Terima kasih istriku muaccchh!” ucap Steven dan mengecup bibir istrinya sekilas.
“Bukankah tadi kamu bilang hanya sebentar, tapi yang ada malah 2 jam,” omel Azizah.
Bukannya menjawab, Steven malah membalasnya dengan senyuman yang begitu puas. Ya dia sangat puas dengan layanan dari istri tercintanya.
Dasar mesum, sekalinya mesum tetap mesum.
Pergelangan tanganku sangat pegal.
Azizah berjalan mendekati cermin, Steven terkejut melihat celana istrinya yang sudah dipenuhi darah.
“Sayang sebaiknya aku segera memanggil dokter,” ucap Steven panik.
Ada apalagi dengan Steven?
Apakah adik kecilnya bermasalah?
“Kamu jangan bergerak!” perintah Steven.
“Ada apa sebenarnya sayang?” tanya Azizah dengan penuh keheranan.
Keringat bercucuran di kening suaminya, wajahnya berubah pucat membuat Azizah takut dan dengan cepat memeluk tubuh suaminya yang saat itu sedang mencoba menghubungi seseorang.
“Kamu kenapa suamiku, ada apa sebenarnya?”
“Lihat belakang mu sayang! banyak sekali darah!”
Azizah menoleh kebelakang.
“Ya ampun aku bocor, jadi karena ini kamu seperti ini suamiku?” tanya Azizah.
Azizah menyentuh tangan suaminya, “Hal seperti ini wajar sekali sayang, apa kamu lupa tentang kejadian di pesawat waktu itu?”
“Tidak, aku ingat benar tentang kejadian di pesawat itu!” seru Steven.
“Dan ini terjadi lagi, kamu tidak perlu memanggil dokter kesini! aku tinggal mengambil pembalut sekalian mandi,” terang Azizah.
“Benarkah? aku takut jika sesuatu terjadi padamu sayang,” jujur Steven.
Azizah mengambil nafas panjang dan menghembuskan nafasnya.
“Aku baik-baik saja suamiku, cukup untuk menghawatirkan aku!”
“Berjanjilah jika ada apa-apa yang terjadi dengan mu, maka hubungi aku sayang!”
“Iya aku berjanji, sekarang aku ingin mandi. Untuk kali ini kita tidak boleh mandi bersama,” ucap Azizah.
“Baiklah,” balas Steven.
Steven duduk bersandar di sisi ranjang sambil memperhatikan Azizah yang sedang sibuk mengambil pembalut, CD dan pakaian ganti.
Aku tetap saja khawatir istriku, mau bagaimanapun kamu adalah wanita yang paling aku cintai.
Jika sesuatu terjadi padamu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.
Sambil menunggu Azizah selesai membersihkan diri, pria blasteran itu memesan makanan untuk dirinya dan istri tercintanya.
Vote!!🙏
__ADS_1