
Steven sengaja membooking sebuah restoran yang cukup terkenal di Surabaya di tambah dengan pemandangan malam yang sangat indah untuk sang istri, sebisa mungkin Steven membuat istrinya itu bahagia.
Azizah duduk dan tak bergerak sambil memejamkan matanya. Ia sedikit gugup karena malam itu suaminya menyiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua. Demi membuat makan malam itu sempurna Steven tak tanggung-tanggung menyewa make up artist profesional untuk istrinya agar Azizah malam itu semakin cantik meski Azizah sudah cantik dari lahir.
“Apakah ini tidak berlebihan?” tanya Azizah pada wanita yang sedang merias wajahnya dengan sangat detail dan teliti.
“Anda tenang saja nyonya muda tuan muda pasti akan takjub dengan kecantikan nyonya ini!” seru wanita itu.
Suamiku ini terlalu berlebihan, ia bahkan menyewa make up artist agar aku nampak cantik. Apakah aku begitu jelek?
“Sudah jadi nyonya muda!”
Azizah membuka matanya perlahan-lahan ia terkejut dengan hasil tangan dari make up artist yang di sewa oleh suaminya.
“Cantik! ini benar-benar sangat cantik,” puji Azizah pada dirinya sendiri ia benar-benar takjub dengan kecantikannya.
“Sekarang sudah siap, tuan muda meminta Anda untuk segera turun.”
“Baiklah,” balas Azizah.
Azizah berjalan ke luar hotel ia melangkahkan kakinya dengan begitu pelan akibat high heels yang ia pakai terlalu tinggi.
Malam ini aku katakan bahwa aku sangat cantik, tapi kenapa high heels ini sangat tinggi? Suamiku benar-benar suka memerintah.
“Awwww!” teriak Azizah saat pijakannya tak seimbang untungnya ada tangan yang menangkapnya dengan sangat cepat.
“Anda tidak apa nona?” tanya seorang pria itu.
“Ti...tidak apa-apa, terima kasih!” ucap Azizah sambil menundukkan kepalanya tanda bahwa ia berterima kasih.
“Ada cantik-cantik begini mau kemana?” tanya pria itu penasaran.
Pria itu cukup tampan dan bisa dikatakan Keren namun masih tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Steven.
“Maaf saya permisi, saya buru-buru,” ucap Azizah lalu melangkahkan kakinya agar dirinya tak terlambat.
“Hei nona namamu siapa?”
“Azizah!” seru Azizah dan berjalan memasuki lift.
Ya ampun high heels sungguh membuatku sial.
Azizah yang kesal langsung melepaskan high heels itu tibalah ia dilantai dengan dengan berjalan bertelanjang kaki.
“Nyonya muda! saya sopir yang diperintahkan tuan muda menjemput nyonya!”
“Baiklah, cepat antar aku kesana!”
Azizah pun masuk ke dalam mobil, ia menggerakkan kakinya yang sedikit kotor akibat tak memakai alas kaki.
Steven menatap ke arah dimana istrinya akan datang ia sangat menantikan kedatangan istri tercinta itu tak butuh waktu lama akhirnya wanita yang ditunggu-tunggu datang juga.
Senyum Steven langsung sirna melihat istrinya menenteng high heels di tangannya karena penasaran ia berdiri dan berjalan menghampiri Azizah.
“Kenapa high heels kamu dilepas sayang?” tanya Steven penasaran dan mengambil high heels lalu menaruhnya ke sembarang tempat di dekatnya.
__ADS_1
“Lihat kakiku!” Azizah mengangkat gaunnya yang menutupi kaki jenjangnya terlihat sekali kaki putih Azizah lecet dan memerah.
Steven sangat terkejut ia pun berjongkok melihat kaki istrinya itu.
“Ya ampun sayang, aku tidak tahu jika high heels membuat kakimu seperti ini. Kamu tenang saja aku akan menuntut mereka yang membuat kakimu terluka,” ucap Steven dan mengambil ponselnya di saku jas yang ia pakai.
“Jangan sayang,” cegah Azizah.
“Kenapa sayang?”
“Ini bukan salah mereka tapi karena aku yang tidak bisa memakai high heels setinggi ini maklum saja aku orang kampung,” ucap Azizah merendah.
Steven kembali memasukkan ponsel dan memeluk tubuh Azizah.
“Jangan berkata seperti itu, maafkan aku sayang. Sedikitpun aku tak berpikir bahwa istriku ini orang kampung kalau sampai kamu mengatakan hal itu lagi akan ku hukum melayani di ranjang 24 jam.”
Azizah memukul kecil dada Steven, “Kalau itu kan emang maunya kamu suamiku,” terang Azizah.
Steven terkekeh geli, “Meski aku yang mau tapi kamu juga menikmati,” bisik Steven.
“Hentikan, sekarang bagaimana ini?” tanya Azizah yang bertelanjang kaki.
“Sebentar ya sayang!” pinta Steven.
Steven bergeser menjauhi istrinya, ia menghubungi seseorang lewat telepon untuk segera membawa alas kaki yang pas untuk istrinya.
“Oke sebentar lagi akan datang!” ucap Steven.
5 Menit Kemudian.
“Selamat malam tuan muda dan nyonya muda!” sapa seorang pria dengan sedikit membungkuk.
“Ini tuan muda!” ucap pria berumur sekitar 40 tahunan sambil menyerahkan kotak berisi sepatu untuk Azizah.
“Oke, kamu boleh pergi!” perintah Steven.
Steven berjongkok dan membuka isi kotak itu, ternyata yang dipesankan oleh Steven adalah wedges yang tidak terlalu tinggi namun masih tetap elegan.
Steven kemudian berdiri dari jongkoknya dan menarik kursi agar istrinya duduk terlebih dahulu.
“Silahkan duduk istriku!”
“Biar aku saja yang memakai wedges ini suamiku,” ucap Azizah menolak untuk dipasangkan suaminya karena menurutnya itu tidak sopan sebagai seorang istri.
“Tidak, malam ini kamu harus menuruti ku sebagai tanda minta maaf ku!”
Azizah pasrah dan tak ingin memperpanjang masalah pasang memasang itu ia duduk sambil melihat bagaimana suaminya memasangkan wedges dikakinya.
Steven kembali berjongkok dan mengangkat kaki Azizah yang ingin dipasangkan di kaki putihnya itu, bahkan Steven menopang kaki istrinya di paha membuat Azizah terharu sekaligus canggung.
Steven perlahan membersihkan kaki istrinya dan membersihkan luka lecet dengan sapu tangannya secara perlahan dan lembut membuat Azizah tak merasa sakit.
“Sekarang sudah siapa,” ucap Steven dan mendongakkan pandangannya ke arah istrinya namun wajah istrinya malah mengeluarkan air mata.
“Kamu kenapa sayang? apakah saat aku memakainya terasa sakit?” tanya Steven panik.
__ADS_1
Azizah menggelengkan kepalanya dengan kuat ia lalu memeluk suaminya yang masih berjongkok itu, kini posisi kepala Steven bersembunyi di dada istrinya.
“Terima kasih suamiku, kamu begitu baik,” ucap Azizah.
“Aku juga berterima kasih karena kamu mengajarkan aku banyak hal istriku, thank you so much my wife.”
Acara peluk memeluk mereka akhirnya selesai. Azizah yang tadinya menangis kini tersenyum, Steven berdiri dan menuntun istrinya menuju kursi yang sudah dikhususkan untuk makan malam mereka berdua.
“Prok... prok...” Steven menepuk tangannya 2 kali kemudian lampu di sekitar mereka berkedip berwarna-warni lalu datanglah beberapa orang berpakaian seperti pelayan datang dengan membawa kereta dorong makanan.
“Selamat malam tuan muda dan nyonya muda! semoga makan malam kalian berjalan dengan lancar dan romantis,” ucap seorang wanita yang memang dia adalah wanita satu-satunya dari 5 pria yang datang dengannya.
“Terima kasih!” seru Azizah.
Mereka pun menurunkan satu persatu makanan dan menyusunnya dengan sangat rapi.
Mereka sangat luar biasa bahkan menyusun makanan saja tidak asal-asalan.
“Silahkan dinikmati tuan muda dan nyonya muda!” ucap 6 orang itu secara bersamaan.
Mereka pun pergi meninggalkan Azizah dan Steven.
“Suamiku, terima kasih karena telah membuatku bahagia malam ini!” ucap Azizah.
“Apapun itu selama istriku bahagia aku akan menuruti dan melakukan apapun untukmu sayang bahkan jika suatu saat nanti kamu meminta nyawaku aku dengan senang hati memberikannya untukmu!”
“Jangan mengatakan hal seperti itu sayang, kamu membuatku takut saja.”
“Aku serius, aku tidak pernah seserius ini dengan wanita manapun kecuali kamu."
“Baiklah-baiklah aku percaya sekarang kita makan aku sangat lapar!” ajak Azizah sambil mengelus-elus perutnya yang rata.
“Oke sayang.”
Steven memotong steak daging dengan perlahan dan menusuknya dengan garpu kemudian garpu yang sudah berisikan steak daging itu melayang ke arah mulut istrinya.
“Cobalah!”
Azizah tersenyum malu-malu dan membuka mulutnya lalu ia mengunyah steak daging itu dengan pelan.
“Bagaimana apakah enak?” tanya Steven.
“Sangat enak apalagi jika itu dari tanganmu,” gombal Azizah.
“Wah-wah istriku rupanya bisa membual juga,” ledek Steven.
“Aku jago begini karena kamu yang mengajarkan aku, kalau begitu biar aku yang menyuapi mu suami!”
Azizah memotong steak daging dan menyuapi suaminya.
“Bagaimana apakah enak?” tanya Azizah penasaran.
“Lebih enak jika aku memakan mu!” seru Steven dengan santai.
“Dasar mesum!”
__ADS_1
“Biarkan saja, aku mesum hanya kepadamu.”
Vote ya 🙏😭😭