Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 84


__ADS_3

Matahari tersenyum ceria menyambut pagi membuat bumi merasakan hangat sang matahari. Azizah menggerakkan tangannya ke sisi ranjang disampingnya namun tak menemukan sang suami. Ia pun membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan kamar.


Apakah Steven tidak pulang?


Penasaran dengan keberadaan sang suami Azizah memutuskan untuk turun barangkali suaminya berada di bawah. Ia pun berjalan ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci wajahnya dan mengganti pakaiannya yang sejak semalam memakai lingerie.


“Selamat pagi nyonya muda Azizah!” sapa para pelayan.


“Suamiku apakah tidak pulang semalam?” tanya Azizah.


“Tadi jam 4 subuh tuan muda pulang nyonya muda, tapi langsung pergi lagi!” seru pelayan.


“Apakah suamiku memberitahukan kemana ia pergi?” tanya Azizah penasaran.


“Ti...tidak nyonya muda.”


Azizah mengangguk dan memutuskan untuk tidak bertanya lagi, dengan perasaan kesal Azizah berjalan ke ruang makan dan mengambil segelas susu di meja makan lalu ia memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya.


Di Kamar.


Azizah mencoba mencari ponselnya namun tak menemukan ponsel tersebut, matanya malah menemukan ponsel merk iPhone keluaran terbaru. Di samping ponsel itu ada secarik kertas Azizah mengambil dan mulai membaca.


💌


**Dear My wife.


Pakailah ponsel ini istriku sayang, aku lihat ponselmu retak jadi aku membelikannya untukmu.


Maaf aku tidak pulang semalam, jam 4 subuh aku baru pulang dan tidak membangunkan kamu istriku sayang. Untuk beberapa hari ini aku akan pergi ke Inggris karena ada urusan, setelah urusanku selesai aku akan segera pulang. Jaga diri baik-baik! ingat istriku sayang aku sangat mencintaimu!❣️


Tertanda Suamimu ❤️**


Azizah meneteskan air mata ia begitu sedih harus ditinggal suaminya ke Inggris.


Kenapa kamu tidak mengajakku juga Steven. bukankah aku sekarang adalah istrimu?


Apakah pekerjaanmu disana lebih penting, maksudku kamu kan bisa mengajakku.


Tak ingin berlama-lama meratapi kesedihan ditinggal sang suami Azizah memutuskan untuk mandi dan berkunjung menemui Azizah dan Mariska.


2 Jam kemudian.


Ting....tong...


Yana beserta kedua orangtuanya dan Mariska sedang duduk bersantai sambil menonton TV.


“Siapa itu nak?” tanya Rika.


“Kalian diam disini saja, biar Mariska yang buka!”


Mariska berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu, ia pun terkejut dengan kedatangan kakak iparnya.


“Kak Azizah!”


“Kenapa terkejut begitu?” tanya Azizah heran.


“Ayo masuk kak! aku terkejut karena kak Azizah tidak memberitahukan Mariska kalau kakak mau kesini!” seru Azizah.


“Siapa Mariska?” tanya Yana setengah berteriak.

__ADS_1


“Kak Azizah!” seru Yana.


Yana yang sedang asik menonton TV langsung berlari menuju mereka berdua.


“Ya Allah Azizah kamu datang tidak beri kabar main datang-datang saja,” ucap Yana.


“Aku sengaja, kalau aku beritahu kamu pasti kamu sibuk buat makanan ini itu!” seru Azizah.


Rika dan Danu datang menghampiri mereka.


“Nak Azizah!” sapa Rika dan Danu.


“Ayo kita mengobrol di ruang keluarga!” ajak Rika


“Ayo-ayo Azizah kita mengobrol di sana saja!” ajak Yana.


Azizah merasa senang sekaligus sedih masuk ke apartemen yang dulunya menjadi tempat dimana ia diboyong oleh Steven tinggal. Kenangan yang tak pernah terlupakan, bahagia, sedih bahkan pernah bertengkar selalu ia ingat.


“Kak Azizah kenapa bersedih?” tanya Mariska berbisik.


Meski Azizah sudah menutupi matanya yang sedikit bengkak dengan make up tetap saja terlihat oleh Mariska.


“Aku tidak sedih hanya tadi mataku terkena debu!” seru Azizah.


Kini mereka telah duduk di sofa ruang keluarga, Yana dan Rika sibuk di dapur untuk membuat cemilan padahal Azizah sudah menolak agar tidak dibuatkan cemilan. Ia ke apartemen bukan untuk merepotkan mereka melainkan untuk mengurangi kesedihan hatinya.


“Kak Azizah kesini sendirian apa diantar kak Steven?” tanya Mariska.


Azizah tak ingin berbohong kepada adik iparnya itu namun ia juga tak ingin berkata jujur melihat suasana di apartemen cukup ramai.


“Kita bicarakan ini nanti ya di mall! aku kesini karena ingin mengajak kamu dan Yana pergi berbelanja!”


“Baiklah kak, habis ini kita pergi berbelanja. Tapi kak Azizah yang harus mentraktir kita ya!!”


“Siap kamu tenang saja!”


Yana dan Rika datang membawa beberapa sop buah dan cemilan keripik pisang.


“Taraaaa! sop buah dan keripik pisang sudah datang!” ucap Yana dengan semangat.


“Wah keripik pisang kesukaan Mariska!” seru Mariska dan langsung mencomot.


Mereka yang melihat Mariska langsung tertawa.


“Setiap hari Mariska cemilannya keripik pisang Azizah, Tante bahkan dibuat heran dengan Mariska karena makanan yang lain tidak terlalu suka, dan hanya makan keripik pisang” ucap Rika.


“Benarkah tante? padahal Mariska dulu doyan sekali makan,” ujar Azizah.


Azizah senang sekali dengan datangnya ia di apartemen milik suaminya itu ia merasa lebih baik, rasa kesedihan yang menerpa dirinya langsung hilang mungkin memang dia butuh teman untuk mengobrol dan bersenda gurau.


3 jam kemudian.


Setelah 3 jam di apartemen Azizah mengajak Yana dan Mariska untuk pergi ke Mall.


Di Pusat perbelanjaan itu Azizah mampir di gerai pakaian pria, ia ingin membelikan sesuatu untuk sang suami.


“Kita mampir disini dulu ya!” pinta Azizah.


“Oke kak!” seru Mariska.

__ADS_1


“Cie... mau beli sesuatu untuk suamimu ya?” tanya Yana sekaligus menebak.


“Apaan sih Yana, ya pasti untuk suamiku!” seru Azizah sedikit malu-malu.


Yana yang awalnya hanya menemani Azizah malah tertarik dengan pakaian kasual pria mengingatkan ia pada kekasihnya yang saat ini masih di Amerika.


“Kak Yana mau beli juga ya! cie.. cie..” Mariska berkata dengan sedikit tertawa.


Yana sangat malu dan menutup wajahnya.


“Loh kok malu-malu gitu,” ucap Mariska.


“Mariska! daripada kamu gangguin Yana lebih baik bantu aku memilih pakaian untuk Steven!” panggil Azizah.


“Iya kak Azizah aku datang!” seru Yana dan bergegas menghampiri Azizah yang terlihat sibuk memilih atas untuk sang suami.


“Kira-kira Steven suka yang model ini apa ini?” tanya Azizah bingung dengan 2 pilihan atasan yang terlihat sangat cocok bila dipakai di tubuh sang suami.


“Mariska tidak terlalu paham dengan selera kak Steven, tapi biasanya kak Steven lebih suka warna yang gelap kan kak Azizah tahu sendiri kak Steven itu orangnya galak, suka memerintah, perfeksionis, pokoknya seram,” jelas Mariska.


“Kamu tidak boleh menjelekkan kakak mu seperti itu Mariska., bagaimana ia telah menjadi suamiku dan kalau kamu membicarakan hal buruk tentang Steven aku akan sangat marah denganmu!” tegas Azizah yang tatapan tajam.


Bukannya takut Mariska malah tertawa bahkan suara tawanya terdengar oleh pelanggan yang lain.


“Ya ampun kak Azizah baru saja menikah dengan kak Steven tapi sikap kak Steven sudah tertular ke kak Azizah, kalian memang pasangan yang cocok!” seru Mariska.


Azizah yang awalnya hanya berpura-pura marah akhirnya ikut tertawa disusul oleh Yana yang ikut pula tertawa sampai suara mereka mengisi seluruh gerai itu.


Pemilik gerai itu tak berani meneguk mereka bertiga karena ia tahu bahwa salah satu dari wanita yang tertawa itu adalah istri dari pemilik Mall tersebut. Siapa lagi kalau bukan Steven, hampir Mall di seluruh kota di Indonesia milik Steven Walker. Namun baik keluarga maupun Azizah sama sekali tak mengetahuinya itu karena Steven memang sengaja tidak memberitahukan kepada mereka.


Selesai berbelanja Azizah mampir ke gerai khusus pakaian wanita. Ia membeli beberapa pakaian seksi tak lupa pula ia mampir membeli kebutuhan dirinya seperti make up. Ia memutuskan untuk terus berpenampilan menarik dan tampil cantik di depan suaminya.


“Tidak terasa sudah sudah jam, ayo kita mampir beli makanan!” ajak Mariska.


“Berhubung kita belum sholat jadi kita sekarang cari musholla sekitar sini oke!”


“Ayo kalau begitu!” seru Yana.


“Mariska tidak sholat kak,” tolak Mariska.


“Loh kenapa tidak sholat kamu sedang datang bulan?” tanya Azizah penasaran.


“Setahuku kamu sedang tidak datang bulan kan Mariska?” tanya Yana memastikan.


“Ma... Mariska memang tidak sedang datang bulan tapi...”


Azizah paham mengapa Mariska menolak ia pun tersenyum, “Mariska ikut sholat ya! kalau do'a sholatnya belum hafal tidak apa-apa yang penting niat. Nanti kak Azizah bantu buat menghafal do'a sholat!”


“Be.. benarkah?” tanya Mariska semangat.


“Iya benar, ayo kita sholat Dzuhur dulu!” ajak Azizah.


“Ayo kak!” seru Mariska.


Yana sangat kagum dengan sikap Azizah, ia bahkan tidak menyadari kenapa Mariska tidak pernah sholat di apartemen. Azizah lah yang lebih peka dan paham membuat Yana semakin bangga memiliki sahabat seperti Azizah.


Bersambung.


Vote ya.. 😭😭🙏

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇 tambahkan favorit juga


__ADS_2