
Steven tak ingin berlama-lama di gedung fashion miliknya, ia pun memutuskan untuk segera pulang dan melanjutkan kemesraannya di dalam kamar.
Sampailah mereka di kamar hotel.
Azizah bergegas untuk ke kamar mandi membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama disusul dengan Steven.
“Kamu sangat seksi sayang,” puji Steven saat melihat istrinya mengganti pakaian.
“Dasar mesum jangan menatapku seperti itu!” pinta Azizah.
Steven tertawa kecil dan membelakangi istrinya.
Setelah Azizah selesai memakai piyama dengan cepat wanita itu bergegas membaringkan tubuhnya di ranjang.
Ia masih mengingat jelas tatapan mata Megan yang menatap ke arah suaminya.
Di kemudian hari bukan hanya Megan saja tapi masih banyak lagi wanita-wanita yang
mengejar suamiku, apakah mereka tidak memiliki hati sesama wanita?
Lain kali kamu harus lebih serius lagi menghadapi wanita-wanita yang ingin
menghancurkan rumah tangga mu Azizah, semangat!
Steven menyusul istrinya dan menindih tubuh istrinya.
“Apa yang kamu pikirkan istriku?” tanya Steven lalu mencium leher putih istrinya.
“Hanya sedikit memikirkan hal tadi suamiku. Kenapa Megan menatapmu seperti itu, maksudku dia telah bersuami dan kamu pula datang bersama ku,” ucap Azizah penasaran.
“Kenapa kamu harus memikirkan hal yang tidak penting itu istriku? baiklah aku akan memberikan jawaban dari pertanyaan mu itu, Megan sebenarnya adalah model majalah dewasa,” terang Steven.
Azizah melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya.
“Apakah kamu serius suamiku?” tanya Azizah memastikan dengan ekspresi yang sangat terkejut.
“Untuk apa aku berbohong, entah bagaimana seorang Hendrick bisa tertarik dengan wanita seperti itu.”
Menyeramkan sekali, benar-benar menyeramkan.
“Kamu memikirkan apa istriku?” tanya Steven karena istrinya terlihat melamun.
“Lalu dari mana kamu mengetahui bahwa dia adalah model majalah dewasa?” tanya Azizah mengintrogasi suaminya.
“Dalam dunia bisnis banyak sekali partner kerjaku yang membicarakan hal seperti itu, aku hanya pernah melihat di sampul majalah,” terang Steven jujur.
Azizah melotot tajam dan memukul dada suaminya, ia mendorong tubuh suaminya yang sempat menindih tubuhnya.
“Jadi kamu pernah melihat tubuhnya?” tanya Azizah dengan penuh kekesalan.
“Tidak pernah, aku bilang hanya melihat dia di sampul majalah dewasa milik partner kerjaku.
Itu pun ia masih memakai pakaian lengkap meski sedikit terbuka,” ucap Steven.
__ADS_1
“Menyebalkan.” Azizah berjalan menjauhi suaminya dan merebahkan tubuhnya di sofa.
Steven menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan melangkah kakinya menuju sofa tempat istrinya berbaring.
“Sayang!” panggil Steven dengan sangat mesra.
“Apa?”
Menyebalkan sekali.
Azizah benar-benar kesal sekaligus cemburu, ia lalu memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya.
Steven tak kehabisan akal, ia ikut merebahkan tubuhnya di sofa tempat istrinya berbaring.
Dengan cepat ia memeluk erat tubuh istrinya yang sedang ngambek.
“Lepaskan!” pinta Azizah sambil berusaha menjauhkan Steven dari dirinya.
“Sayang tolong jangan seperti ini!
Aku sama tidak berbohong sedikitpun dan apa yang aku katakan tadi karena kamu yang bertanya,” ucap Steven sambil terus memeluk tubuh istrinya.
Yang dikatakan Steven benar, lagipula wanita itu sudah aku beri pelajaran.
“Baiklah lupakan yang tadi!” pinta Azizah dan berbalik menghadap suaminya.
Steven tersenyum lebar dan terlihat giginya yang putih dan rapi itu.
“Sekarang bisakah aku memakan mu sayang?” tanya Steven penuh harap.
“Yes!” seru Steven bersemangat.
Setelah seminggu penuh Steven berpuasa akhirnya ia bisa menikmati malam romantis berdua bersama istrinya.
“Ayo sayang!” ajak Steven dan mengangkat tubuh istrinya ke ranjang.
Steven tersenyum puas dan mulai menjamah tubuh istrinya, akhirnya malam panjang mereka berdua terlaksana.
🍃🍃
Pagi yang cerah Azizah sudah siap dengan pakaian olahraganya sementara Steven sudah terlebih dahulu menunggu istrinya.
“Sudah siap sayang?” tanya Steven.
Azizah mengangguk dengan penuh semangat, untuk pertama kalinya ia akan berolahraga pagi bersama suaminya di kota Paris.
“Siap dong sayang, bagaimana penampilan ku?” tanya Azizah.
Azizah hari itu memakai pakaian olahraga berwarna merah tak lupa rambutnya diikat kuda dan memakai topi olahraga berwarna putih.
“Sangat cantik dan elegan,” puji Steven.
“Terima kasih,” ucap Azizah sambil menebarkan senyum manisnya kepada Steven.
__ADS_1
Steven merangkul pinggang ramping istrinya dan berjalan meninggalkan kamar hotel.
Sampailah mereka di lapangan sekitar tempat hotel yang berdekatan dengan menara Eiffel.
Steven dan Azizah mulai melakukan pemanasan setelah itu mereka memulai olahraga dengan lari-lari kecil.
“Ternyata banyak juga orang-orang yang olahraga pagi sayang,” ucap Azizah sambil memperhatikan kiri dan kanan.
“Ya kebetulan hari ini adalah hari libur, jadi banyak dari mereka menghabiskan waktu untuk berolahraga,” sahut Steven.
Azizah tiba-tiba kesal saat para wanita yang berada di sekitar lapangan itu memperhatikan suaminya, bagaimana tidak memperhatikan.
Steven saat itu memakai pakaian yang cukup terbuka menampilkan otot kekarnya yang otomatis membuat para kaum hawa tergila-gila pada suaminya.
Karena kesal Azizah berlari sambil menggandeng tangan suaminya dan melirik tajam ke arah wanita yang menatap suaminya.
Suamiku ini selalu membuatku tidak tenang karena ketampanannya, aku tidak boleh lengah bisa jadi sedikit saja aku lengah maka wanita diluar sana dengan mudahnya mendekati suamiku.
“Ada apa istriku?” tanya Steven yang masih berlari-lari kecil bersama Azizah.
“Tidak ada,” ucap Azizah singkat.
Azizah melirik ke arah suaminya yang pagi itu terlihat sangat tampan, di kening suaminya muncul keringat yang membasahi kening serta pinggiran rambut suaminya.
Ya Allah suamiku kalau begini sangat tampan, pantas saja banyak wanita yang menatap ke arah suamiku dengan penuh ketertarikan.
Baru 30 menit Azizah sudah tak sanggup untuk lari, ia berjongkok lelah dengan cepat Steven meluruskan kaki istrinya.
“Jangan ditekuk istriku, diluruskan seperti ini!” ucap Steven sambil membetulkan posisi duduk istrinya.
“Pahaku sangat kram sayang,” ucap Azizah sambil memukul-mukul kecil pahanya.
Steven bergeser mendekat dan memijat paha Azizah dengan sangat lembut, para wanita yang berada disekitar mereka menatap kesal ke arah Azizah. Mereka begitu iri dengan keberuntungan Azizah.
Mau apa kalian menatapku seperti itu? iri ya?
hahaha... sekali-kali kamu harus seperti ini Azizah. Ternyata enak juga ya kalau membuat wanita lain iri terhadap ku agar mereka tahu bahwa aku wanita yang dicintai Steven.
Steven menyipitkan matanya melihat Azizah yang sedari tadi senyum-senyum tak jelas.
“Kamu kenapa istriku?” tanya Steven penasaran sekaligus memastikan bahwa istrinya baik-baik saja.
“Tidak ada aku hanya merasa senang pagi ini,” balas Azizah.
Azizah menghentikan pijatan suaminya dan berdiri, “Ayo suamiku kita pulang!” ajak Azizah.
“Baiklah istriku!” seru Steven.
Azizah dan Steven berjalan menuju hotel.
“Rangkul aku sayang!” pinta Azizah.
Steven tertawa kecil karena istrinya begitu agresif ia pun merangkul pinggang ramping istrinya dan mengecup kilas kening istrinya.
__ADS_1
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏