Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 135


__ADS_3

Azizah terperanjat dari tidurnya dan berlari menuju kamar mandi, ia mengalami mual-mual yang mengakibatkan dirinya menjadi lemas.


“Uwekkk, uwekkk..” Azizah berulang kali mengeluarkan isi perutnya namun tak ada yang keluar dari perutnya itu seolah-olah hanya mengeluarkan angin.


Azizah membasuh wajahnya dan memijat keningnya yang begitu pusing, rasa mual yang membuatnya benar-benar lemas.


Ia keluar menuju ranjang yang sedang di tiduri oleh suaminya.


Ini pasti gara-gara es krim yang kemarin, benar-benar menyebalkan.


Azizah merasa tak berdaya dengan segera ia kembali memejamkan mata dan berharap agar segera tertidur.


🍃🍃


Jam 9 pagi waktu setempat.


Steven bangun dari tidurnya dan memeriksa apakah istrinya telah bangun, rupanya Azizah belum juga terbangun dari tidurnya.


Pria blasteran itu hanya tersenyum tapi dan turun dari ranjang lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Steven langsung bergegas mandi, tiba-tiba ia ingat bahwa jam 4 sore mereka harus terbang ke Inggris.


Sebaiknya aku mandi terlebih dahulu. memesan sarapan, lalu membangunkan Azizah.


30 menit kemudian.


Steven telah selesai melakukan aktivitas mandinya, ia berjalan mendekati almari untuk memilih pakaian mana yang akan ia kenakan.


“Sayang!” panggil Azizah yang masih menutup matanya.


Steven yang sedang fokus memakai pakaian dengan cepat memakai pakaian lengkap setelah itu ia berjalan mendekati istrinya.


“Ada apa istriku?” tanya Steven lembut lalu duduk di sisi ranjang dekat istrinya.


“Aku ingin makan telur asin!” pinta Azizah merengek.


Steven terperangah tak percaya mendengar keinginan istrinya, bagaimana bisa istrinya meminta telur asin yang jelas-jelas di Paris tidak ada.


“Makan yang lain saja ya istriku!” pinta Steven berharap istrinya mengubah keinginannya untuk memakan telur asin.


“Tidak, aku mau telur asin. Kalau tidak ada telur asin aku tidak mau makan,” ancam Azizah.


Kenapa malah seperti ini sayang, aku mau cari dimana telur asin yang jelas-jelas di Paris tidak ada.


“Baiklah istriku aku akan mencarikan telur asin untukmu, tapi kamu sarapan terlebih dahulu!” pinta Steven.


“Tidak, aku hanya mau memakan telur asin titik tidak pakai ini itu!” tegas Azizah.


Steven mengacak-acak rambutnya sendiri, ia sungguh bingung harus mencari telur asin itu dimana.

__ADS_1


Kemudian ia berpikir untuk membuat pengumuman di internet barangkali ada orang Indonesia yang menjual telur asin tersebut.


3 jam kemudian.


Steven akhirnya lega setelah ada seorang wanita tua yang memberitahukannya bahwa ia memiliki telur asin, kebetulan anaknya habis dari Indonesia dan membawa oleh-oleh telur asin.


Tak ingin membuang-buang waktu lagi, dengan cepat pria blasteran itu pergi untuk menemui wanita tua yang ingin memberikan telur asin padanya.


🍃


“Selamat siang!” ucap Steven saat menemui wanita tua itu di rumahnya.


“Selamat siang nak, silahkan masuk!” ucap wanita itu mempersilahkan Steven masuk.


Rumah itu terlihat begitu klasik, ornament khas Indonesia terlihat jelas di dinding ruangan wanita itu.


Ornament batik terpampang jelas di beberapa sisi dinding.


Steven duduk di sofa berwarna cokelat kehitaman.


“Perkenalkan Bu saya adalah Steven,” ucap Steven memperkenalkan diri.


“Iya nak Steven, nama saya Likah kamu panggil saya ibu saja” ucapnya.


Wanita itu lalu pergi mengambil sesuatu yang sudah pasti ada telur asin permintaan dari istrinya itu, kemudian ada seorang pria yang datang bersama wanita itu.


“Ini nak telur asinnya, kebetulan anakku membawanya cukup banyak,” ucapnya sambil menyerahkan paper bag.


Steven berbincang-bincang cukup lama dan akhirnya perbincangan mereka berakhir, ia lalu pamit untuk bergegas kembali ke hotel.


Azizah begitu kesal karena suaminya tak kunjung datang.


“Kenapa sangat lama, bukankah ia bilang telur asinnya sudah ada tapi sampai sekarang belum juga datang,” omel Azizah.


Steven datang dengan nafas tersengal-sengal, terlihat keringat mengucur di dahinya.


“Maaf sayang aku lama untuk membawakan mu telur asin ini!” ucap Steven sambil mengatur nafasnya.


Azizah hanya diam dan mengambil paper bag ditangan suaminya, ia lalu mengambil isi di dalam paper bag itu.


Azizah menyunggingkan senyum saat melihat telur asin yang cukup banyak, jumlahnya sekitar 8 buah telur asin.


Wah banyak sekali!😍


“Ambilkan sendok!” perintah Azizah.


“Baiklah!”


Steven dengan cepat mengambil sendok dan memberikannya kepada Azizah.

__ADS_1


Ia memperhatikan istrinya yang begitu menikmati telur asin itu, Steven sedikit ngeri melihat istrinya makan dengan begitu lahap tanpa ada ekspresi asin atau sejenisnya dari wajah istrinya.


Apakah sangat enak Istriku?


Kalau itu telur rebus mungkin aku bisa memaklumi tapi yang kamu makan sekarang ini adalah telur asin yang sudah jelas akan terasa sangat asin jika hanya dimakan seperti itu saja tanpa menambahkannya dengan nasi.


“Ada apa menatapku seperti itu?” tanya Azizah dengan tatapan tajam.


Apakah aku sekarang sedang bermimpi?


Istriku yang lembut ini sekarang berubah menjadi sangat galak, lihat saja matanya saat menatapku bahkan aku belum pernah melihat dia menatapku setajam itu sebelumnya


“Kamu terlihat sangat cantik Istriku,” puji Steven.


Sangat cantik kalau kamu menunjukkan senyum mu istriku! bukan malah melotot seperti itu. 😒


Tak terasa telur asin itu tersisa 3 biji, berarti 5 biji sudah di habiskan oleh Azizah.


“Ambilkan minum!” perintah Azizah pada suaminya.


“Baiklah!”


Steven bergegas mengambil minum untuk Azizah. Pria blasteran itu benar-benar heran dengan perubahan istrinya, padahal istrinya tidak sedang menstruasi.


Ditambah istrinya itu sekarang suka sekali memerintah dirinya.


“Ini istriku!” ucap Steven sambil memberikan segelas air putih.


Azizah meneguk air minum pemberian suaminya, kemudian ia berjalan meninggalkan suaminya tanpa sepatah katapun dan duduk manis di sofa sambil memainkan ponselnya.


Steven melirik ke arah istrinya yang sangat fokus dengan ponsel ditangannya, ia kemudian menatap ke arah telur asin tersebut.


Dengan hati-hati agar istrinya tak melihat dirinya, Steven membuka salah satu telur asin itu lalu mencoba memakannya memeriksa apakah itu benar telur asin atau tidak.


Baiklah aku akan mencoba telur asin ini, aku penasaran apakah ini telur asin atau bukan.


Steven memasukkan telur tersebut kedalam mulutnya, perlahan ia mengunyah telur asin itu dan saat tahu bagaimana rasanya dengan cepat ia berlari ke kamar mandi.


“Uhuk.... uhuk...”


Steven terbatuk-batuk karena telur asin itu begitu asin.


Ini begitu asin tapi mengapa istriku terlihat memakannya seperti makanan biasa yang tidak terasa asin.


Cukup lama di kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa asin di dalam mulutnya, Steven dari kecil memang tidak menyukai yang namanya telur asin.


Selain asin telur itu juga sangatlah amis membuat Steven tidak menyukai rasanya.


🍃🍃

__ADS_1


Wkwkw.. 😂


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏


__ADS_2