Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 190


__ADS_3

Pagi hari.


Azizah dan Steven sedang berada di dalam mobil, mereka bersama-sama menuju pusat perbelanjaan untuk belanja untuk oleh-oleh orang rumah.


Azizah pagi itu memakai dress hitam panjang bertabur mutiara berwarna hitam, rambutnya yang panjang di ikat setengah menambah kesan cantik dan seksi.


Sementara sang suami, memakai pakaian kasual berwarna hitam dan putih. Menambah kesan tampan dan juga tegas.


“Sayang, tolong ambil air mineral!” pinta Steven yang saat itu dengan fokus menyetir mobil.


“Sebentar sayang,” sahut Azizah dan mengambil sebotol air mineral.


Steven memperlambat laju mobilnya dan meneguk air minum secukupnya untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokannya.


“Terima kasih sayang,” ucap Steven.


“Sama-sama suamiku!” seru Azizah.


“Sayang, tolong suapi aku kacang almond!” pinta Steven.


“Ini sayang, buka mulutnya!”


“Aaaaa... mmm, enak sayang,” ucap Steven sambil mengunyah.


“Habiskam dulu sayang, jangan bicara sambil makan!”


Steven mengacungkan jempolnya ke arah sang istri.


“Besok kita sudah kembali ke Jakarta, Terima kasih untuk semuanya selama kita disini sayang. Kamu suami yang sangat baik dan perhatian terhadap ku. Aku harap kamu selalu memperlakukan ku seperti ini dan terus memanjakan aku,” ucap Azizah.


“Tentu saya istriku sayang, aku akan memperlakukan dan memanjakan kamu selamanya. Seumur hidupku,” jawab Steven serius.


“Aamin Ya Robbalalamin!”


Steven meraih tangan kanan sang istri kemudian mencium punggung tangan sang istri.


“I love you istriku tercinta!”


“I love you too suamiku tercinta!”


***


Akhirnya mereka pun sampai.


Steven terlebih dulu turun dari mobil dan berlari kecil untuk membukakan pintu mobil untuk Ratu hatinya.


“Terima kasih sayang!”


“Ayo sayang!” ajak Steven.


Azizah mengangguk kecil dan melingkarkan tangannya di lengan sang suami.

__ADS_1


Saat ingin berjalan masuk ke pusat perbelanjaan, banyak wanita yang memperhatikan Steven bahkan melempar senyum kepada Steven.


“Kenapa sayang?” tanya Steven karena sang istri terdiam dan terlihat begitu tidak senang.


“Jangan berpura-pura tidak tahu, lihat saja para wanita melihatmu sampai seperti itu,” jawab Azizah kemudian Steven pun tersenyum tipis.


“Jadi sekarang apakah Istriku cemburu?” tanya Steven santai.


“Terserah,” ucap Azizah singkat dan tak lagi melingkarkan tangannya di lengan sang suami.


Steven meraih pinggang Azizah dan mencium pipi Azizah dengan penuh cinta.


“Sayang, kamu apa-apaan mencium pipiku di tempat umum seperti ini?” tanya Azizah malu-malu.


“Biarlan saja, aku bahkan berani mencium bibirmu,” jawab Steven dengan senyum yang siapapun melihatnya akan bergidik ngeri.


Azizah tak ingin suaminya benar-benar melakukan hal semacam itu apalagi di tempat umum, ia pun kembali melingkarkan tangannya di lengan sang suami kemudian mengajak pria blasteran itu ke sebuah toko aksesoris yang berada di dalam pusat perbelanjaan yang sangat terkenal di Singapura.


“Kita beli yang ini bagaimana sayang?” tanya Azizah sambil menunjuk sebuah aksesoris kalung yang menurutnya sangat cantik.


“Carilah yang lebih mahal sayang,” ucap Steven.


“Sayang, ini bukan soal mahal atau tidak. Cobalah kamu mengerti apa keinginanku,” jawab Azizah.


Steven terdiam, ia tidak seharusnya membuat kesal ibu hamil. Apalagi semakin hari sang istri semakin terlihat agresif.


“Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud membuatmu kesal. Sekarang kamu pilihlah aksesoris yang kamu inginkan,” jelas Steven.


Dari kejauhan terdengar suara ribut-ribut, tiba-tiba seorang pria berlari ke arah mereka berdua. Steven dengan cepat melindungi istrinya dan akhirnya.


“Brugh!” Azizah terjatuh tepat di atas tubuh sang suami.


“Kamu tidak apa-apa sayang?” tanya Steven panik.


“Aku tidak apa-apa sayang, tapi aku sangat terkejut,” balas Azizah.


Steven membantu sang istri untuk berdiri, pria yang menabraknya saat itu juga terjatuh dengan cepat Steven menghajar pria yang hampir saja membuat istri dan calon anaknya yang belum lahir celaka.


“Kurang ajar!” teriak Steven dan melayangkan bogem mentah ke wajah pria itu bahkan Steven berulang kali menendang tubuh pria itu.


Para petugas dengan cepat mengamankan pria tersebut dari amukan Steven Walker yang terlihat begitu menyeramkan, mereka berulang kali meminta maaf atas kelalaian mereka.


“Maafkan kami tuan!” ucap seorang pria dengan pakaian formal.


“Kalau sampai istriku kenapa-kenapa, aku berjanji akan menuntut tempat ini,” ancam Steven yang masih tersulut emosi.


“Sekali lagi kami minta maaf tuan, kami berjanji kedepannya tidak akan pernah teledor seperti ini,” ucap pria itu.


Cukup lama akhirnya Steven bisa tenang karena sang istri menyakinkan bahwa dirinya tidak apa-apa, sebagai tanda minta maaf.


Pemilik pusat perbelanjaan itu memberikan diskon besar-besaran kepada Steven dan juga Azizah, Steven awalnya menolak karena hartanya sangat cukup jika membeli pusat perbelanjaan itu. Namun, jiwa seorang wanita tidak dapat dipungkiri, dengan cepat Azizah mengiyakan pemberian diskon besar-besaran itu.

__ADS_1


1 jam kemudian.


Azizah dan Steven sudah selesai berbelanja, mereka pun memutuskan untuk mampir ke sebuah restoran terlebih dahulu sebelum pulang ke perumahan yang mereka sewa.


“Ya ampun, barang-barangnya banyak sekali sayang,” ucap Azizah ketika melihat seluruh barang belanjaannya.


Steven hanya bisa geleng-geleng kepala, bagaimana tidak?


Pria blasteran itu sungguh mengkhawatirkan kondisi sang istri dan calon bayi mereka.


Namun, ternyata sang istri malah kegirangan karena dapat diskon dari pemilik pusat perbelanjaan itu.


“Sayang, kamu dengar aku bicara kan?” tanya Azizah karena sang suami tidak merespon ucapannya.


“Iya sayang aku dengar,” balas Steven yang terus menatap ke arah depan.


“Jangan lupa kita makan di restoran sayang,” ucap Azizah mengingatkan kembali sang suami.


“Iya istriku sayang, kan aku sekarang sedang menuju restoran!” seru Steven.


Azizah mendekatkan wajahnya dan mencium sekilas pipi kiri sang suami.


Di Jakarta.


Hubungan Galih dan Mariska semakin lama semakin membaik, mereka bahkan memutuskan untuk menjadi seorang teman.


Tidak ada yang aneh dari hubungan keduanya, Galih dan Mariska senang sekali bertukar pikiran.


Panggilan mereka sekarang menjadi Ceneh dan Coneh yang artinya cewek aneh dan juga cowok aneh.


“Coneh, ayo antarkan aku pergi ke pasar!” ajak Mariska dengan tas belanja yang berada di tangannya.


“Baiklah, ayo!” seru Galih.


Mariska duduk di depan menemani Galih, mereka berdua pun berangkat menuju pasar.


“Kruyuk.. kruyuk..” Suara perut Mariska.


Galih tertawa mendengar suara perut Mariska yang bisa diartikan bahwa gadis di sampingnya sedang lapar.


“Kasihan,” goda Galih.


“Tutup mulutmu, jangan banyak bicara!” perintah Mariska.


Galih pun terdiam kemudian Mariska tertawa keras di ikuti oleh Galih.


“Ha..ha.. kamu sangat terlihat aneh Coneh,” ucap Mariska.


“Benarkah? bukankah kamu yang sangat aneh Ceneh?” tanya Galih.


Mereka terus-menerus saling mengejek satu sama lain, bahkan suara tawa mereka memenuhi seluruh ruangan mobil yang mereka kendarai.

__ADS_1


__ADS_2