Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 76


__ADS_3

Tak disengaja Yana dan Mariska langsung akrab padahal itu baru pertama kali mereka berdua dekat dan berbelanja bersama.


“Yang ini cocok tidak Mariska?”


“Kulit kak Yana putih, kalau warna itu menurutku tidak cocok. Coba warna kuning ini kak!”


Yana mengambil baju yang ditunjuk oleh Mariska ia pun berjalan menuju cermin untuk melihat apakah baju itu cocok.


“Bagaimana kak?” tanya Mariska.


“Pilihan kamu tepat sekali, ternyata warna kuning begitu cocok untukku.”


“Jadi kak Yana beli apa saja nih?”


“Celana panjang 2, atasan 3 dan baju terusan 1,” balas Yana.


“Sekarang langsung bayar apa mau cari baju yang lain?”


“Ini saja sudah cukup, kamu belanja apa saja?”


“Belanja baju atasan 3 dan baju terusan 2,” sahut Mariska.


“Loh celana panjang tidak beli?”


“Aku tidak terlalu suka celana kak, sepertinya rok terlihat lebih cantik,” ucap Mariska.


Melihat ada pakaian gamis syar'i mengingatkan Yana pada ibu kandungnya.


“Aku sekalian beli yang ini!”


“Buat mami kak Yana ya?”


“Iya Mariska, hitung-hitung biar couple sama aku,” ucap Yana.


Dua gadis itu lalu pergi ke kasir untuk membayar tagihan.


Disisi lain.


Mike yang kini berada di Amerika sedang duduk di ruang keluarga ditemani oleh kedua orangtuanya.


“Ada yang ingin kamu sampaikan Mike?” tanya Cecilia kepada Mike yang sedari tadi terlihat tidak tenang.


“Mike ingin segera menikah bulan ini Mommy,” sahut Mike.


“What?” Cecilia maupun Albern sama-sama terkejut dengan yang dipaparkan oleh Mike.


“Ada apa dengan kalian? bukankah sebelumnya kalian telah setuju dengan hubungan Mike dan Yana?” tanya Mike.


“Bukan seperti itu nak tapi.....”


“Biar mommy yang memberi penjelasan untuk Mike!” potong Cecilia.


“Baiklah,” ucap Albern.


“Mommy dan Daddy setuju kalau kalian menikah, tapi apakah ini tidak terlalu cepat? Yana belum ada 19 tahun Mike,” terang Cecilia.


“Tahun ini Yana 19 tahun, memang salah jika rencana pernikahan kami dipercepat?” tanya Mike.


“Tidak salah tapi....”


“Kalau begitu Mike akan menikahi Diana,” ucap Mike berpura-pura akan menikahi Diana, kedua orangtuanya tak mengetahui alasan mengapa Mike dan Diana putus.


“Tidak boleh!” Albern dan Cecilia kompak melarang Mike untuk menikah dengan Diana.

__ADS_1


“Kalau begitu Mike dan Yana akan menikah 3 Minggu lagi tepatnya akhir bulan ini.”


“Baiklah, Minggu depan kita pergi ke Indonesia,” sahut Albern.


“Yesssss!” Mike begitu semangat untuk segera menikahi Yana.


🌸🌸🌸


Dikediaman Steven Walker.


“Selamat sore nyonya muda Azizah!” sapa para pelayan.


“Sore juga,” sahut Azizah dengan ramah.


Azizah menyeret kakinya menuju kamar sore itu ia begitu lelah akibat tugas kuliahnya. Belum lagi teman-teman yang sibuk mengucapkan selamat atas pernikahannya dengan Steven, Azizah sengaja tidak mengundang orang kampus karena melihat tamu undangan Steven begitu banyak membuat Azizah tak mengundang mereka.


Hanya Fauziah dan Puput lah yang diundang oleh Azizah karena dua wanita itu adalah teman dekat Azizah di kelas.


“Nyonya muda Azizah mau dibuatkan apa?” tanya pelayan.


“Tidak ada, kalau aku ingin aku akan membuatnya sendiri,” ucap Azizah sambil memberikan senyum kepada pelayan.


“Baiklah Nyonya muda, saya permisi.”


Lebih enak kalau aku membuat makanan sendiri, rasanya aku masih canggung jika meminta bibi yang membuatkan makanan.


Azizah membuka pakaiannya dan berjalan menuju kamar mandi.


20 menit kemudian.


“Segar!!!” ucap Azizah yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya berbalut handuk.


Azizah mengambil baju ganti, ia merasa seperti ada sesuatu yang ia lupakan namun ia tak tahu itu apa.


Ceklek..... “Suara pintu terbuka”


Azizah berteriak karena Steven main masuk saja, padahal Azizah sedang ingin memakai pakaian.


“Kamu kenapa sayang? apa ada yang salah?” tanya Steven kemudian masuk dan menutup pintu rapat-rapat.


“Dasar mesum, keluar Sekarang!” perintah Azizah dengan gugup.


Steven tak melihat wajah Azizah karena Azizah bersembunyi dibalik pintu almari.


“Kamu kenapa kok bilang aku mesum?” tanya Steven heran.


“Tolong jangan mendekat, atau aku..”


“Atau apa?” potong Steven yang entah sejak kapan sudah berada tepat didepan Azizah dan mendekap tubuhnya.


“Ka....ka...kamu.” Azizah tiba-tiba langsung gagap.


“Iya aku kenapa?” tanya Steven dengan santainya.


Steven bertanya seperti manusia tanpa dosa, Azizah bingung harus bagaimana salah sedikit sudah pasti handuk yang menutupi tubuhnya akan jatuh dan memperlihatkan tubuh polosnya.


“Haduh... perut sakit sekali Steven,” ucap Azizah dengan wajah dibuat seperti orang kesakitan.


Steven akhirnya melepaskan pelukannya.


BUGH!!


Azizah mendorong tubuh Steven dan dengan cepat ia berlari ke kamar mandi untuk memakai pakaian.

__ADS_1


Maaf Steven, aku masih sangat canggung. Tapi, lain kali aku akan menyerahkan diriku.


Steven yang terjatuh berusaha beranjak dan terlihat jelas senyum di bibir manisnya.


Istriku ini sangatlah lucu, baru juga didekati seperti itu sudah gagap.


Pria blasteran itu kemudian pergi meninggalkan kamar, dihalaman rumah sudah terpampang jelas mobil yang menunggu Steven.


“Kita mau kemana Tuan muda?” tanya Heru yang sudah siap untuk mengantarkan majikannya kemanapun.


“Ke perusahaan, ada hal penting yang harus aku lakukan!” perintah Steven.


“Baik tuan muda,” sahut Heru dan membukakan pintu mobil untuk Steven.


Diperjalanan Steven duduk sambil memainkan ponselnya, ia nampak serius melihat pesan-pesan yang sebelumnya belum dibaca oleh Steven.


Tiba-tiba ada satu pesan yang menarik perhatian Steven, pesan yang sama sekali tidak disangka-sangka.


“Hai Steven, aku telah kembali ke Inggris bisakah kamu menemui aku dan menjemput ku kemari?” Begitulah isi pesan yang diterima Steven.


Steven hanya membaca tanpa membalas isi pesan dari aplikasi WhatsApp. saat ingin menutup aplikasi itu tak sengaja jari Steven menyentuh foto profil di aplikasi itu dan membuat Steven terkejut.


Apakah benar dia telah kembali? Bagaimana ini, aku harus cepat-cepat menghampirinya.


Steven mencoba menghubungi sekretaris sementara dikantornya.


“Cek jadwal aku Minggu ini!” perintah Steven.


“.......”


“Batalkan semua janji yang telah dibuat sebelumnya, bilang saja ke klien bahwa aku ada urusan penting yang tidak bisa ditunda!” perintah Steven lagi.


“.......”


Akhirnya kamu kembali, hampir 3 tahun kita bertemu. Aku penasaran apakah kamu masih seperti yang dulu!!


🌸🌸🌸


Azizah mendekatkan telinganya ke pintu namun tak ada suara sedikitpun. Dengan hati-hati ia membuka pintu kamar mandi barang kali Steven tertidur seperti yang dilakukannya pagi itu dan membuat kepala Steven benjol.


Loh kok tidak ada, kemana Steven?


Mata Azizah kesana-kemari mengedarkan pandangannya namun tak ada siapapun.


Karena penasaran Azizah turun ke bawah untuk mencari Steven barangkali Steven sedang bersantai di ruang keluarga.


Pelayan yang melihat Azizah seperti orang kebingungan itu pun datang menghampiri majikannya dan bertanya, “Nyonya muda mencari apa?”


“Steven kemana b” tanya Azizah yang masih sibuk mengedarkan pandangannya.


“Tuan muda sudah pergi bersama Heru nyonya muda,” ujar pelayan.


“Kemana?” tanya Azizah penasaran.


“Kalau tidak salah ke perusahaan nyonya muda.”


“Ya sudah,” sahut Azizah tak bersemangat.


Azizah memanyunkan bibirnya dan menyenderkan tubuhnya ke sofa, kedua mertua dan nenek Teressa belum juga kembali membuat Azizah semakin tak bersemangat.


Steven kenapa tidak mengabari ku? seharusnya dia laporan dulu jika ingin ke perusahaan.


Bersambung...

__ADS_1


Vote ya teman-teman... harus vote.. 😭😭😈😈


Like ❤️ komen 👇 Terima kasih.


__ADS_2