
Sudah seminggu lebih dari kejadian malam itu, Azizah tidak pernah mengaktifkan ponselnya Dan seminggu itu juga ia selalu tidur bersama sang suami, rencana untuk tidur bersama sang sahabat tidak pernah terlaksana dan hanya wacana saja.
“Sudah siap sayang?” tanya Steven kepada sang istri yang masih sibuk mempercantik tampilan.
“Sudah dong sayang ayo!” ajak Azizah.
Azizah dan yang lainnya memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan, Azizah ingin membeli baju hamil karena semakin hari tubuhnya semakin berisi akibat nafsu makannya yang semakin banyak karena jabang bayi yang ia kandung.
“Kalian sudah siap?” tanya Azizah kepada Yana dan juga Mike.
“Siap dong!” seru mereka.
“Let's Go!” teriak Azizah semangat.
Mereka berempat langsung masuk ke dalam mobil, Azizah dan Steven duduk di kursi tengah sementara Yana dan Mike duduk di kursi depan.
“Bi Ana, kami pergi dulu ya!” ucap Azizah sedikit berteriak.
“Baik nyonya muda!” seru Bi Ana.
Azizah senang akhirnya ia bisa menikmati kota Singapura bersama orang yang ia cintai tambah ada sahabatnya yang ikut serta.
“Sayang, nanti mampir beli es krim ya!” pinta Azizah.
“Kamu mau apa saja akan aku turuti sayang!” seru Steven.
“Sayang, kamu juga harus belikan apa yang aku mau,” ucap Yana sedikit berbisik.
“Tentu saja sayang!”
Di sepanjang perjalanan mereka mengisi kejenuhan mereka dengan bernyanyi dan bersenda gurau.
Terima kasih Ya Allah, hamba masih dikelilingi oleh orang-orang yang sayang kepada Hamba.
Siapapun orang itu, semoga dia hanya segera sadar atas kesalahannya.
***
Akhirnya sampailah mereka di pusat perbelanjaan.
“Steven, aku dan Yana akan berkeliling ya!” ucap Mike.
“Baiklah, aku juga harus menemani istriku ini berbelanja!” seru Steven.
Mereka berpisah di area parkir dengan membeli kebutuhan mereka sendiri-sendiri.
“Sayang, kita menikmati es krim dulu ya!” ajak Azizah dengan bergelayut manja di lengan sang suami.
“Baiklah! cium aku dulu!” pinta Steven.
Azizah menengok kanan kiri kemudian mengecup bibir sang suami sekilas.
“Muach...”
“Sekarang sudah aku cium, ayo tepati keinginanku!”
“Baiklah sayang, ayo!”
__ADS_1
Azizah sangat senang dan tidak sabaran untuk segera sampai di kedai es krim.
“Sayang, lihat tas itu sangat lucu!” ucap Steven sambil menunjuk tas keluaran terbaru.
“Tidak sayang, tas ku masih banyak dan ada beberapa yang belum aku pakai. Sekarang aku hanya ingin menikmati es krim!” tegas Azizah.
Steven tertawa kecil, istrinya masih saja seperti wanita yang dulu ia temui.
Tidak ada perubahan dari seorang Azizah Cahyani.
Mata Azizah terbuka lebar saat melihat kedai es krim yang cukup besar di tambah para pelanggan terlihat begitu ramai, yang artinya bahwa kedai itu menyediakan es krim yang nikmat untuk dinikmati.
“Kamu lihat disana sayang?”
“Iya istriku yang cantik!” seru Steven dan berjalan menuju kedai es krim.
Sesampainya di dalam kedai itu, Steven langsung memesan es krim yang cukup banyak untuk dirinya dan juga untuk sang istri serta anak yang sedang di kandung oleh Azizah.
Beberapa menit kemudian.
“Es krim rasa Oreo sudah datang!” ucap Steven dengan bangganya memesan 3 porsi.
“Wah, cantik sekali,” puji Azizah ketika es krim yang dipesan sang suami telah tiba, “Terima kasih sayang,” ucap Azizah.
“Aku sengaja memesan es krim banyak,” sahut Steven.
Azizah mencicipi es krim dengan begitu semangat. Namun, ternyata es krim yang dinikmati oleh Azizah tidak sampai setengah dan memutuskan untuk tidak melanjutkan menikmati es krim.
“Loh kok tidak dihabiskan sayang?” tanya Steven terkejut.
“Lalu es krim sebanyak ini bagaimana?” tanya Steven heran.
“Ya kamu habiskan saja sayang, sepertinya anak kita menginginkan kamu yang menghabiskan es krim ini,” balas Azizah santai.
Kalau tahu begini aku hanya pesan satu saja, kalau sudah begini ujung-ujungnya aku yang menghabiskan.
Steven akhirnya pasrah dan berusaha menghabiskan es krim yang ia pesan.
*
Steven menyerah menghabiskan es krim dan hanya tersisa setengah gelas lagi.
“Sayang, sepertinya aku akan mual jika menghabiskan es krim sebanyak ini,” ucap Steven sambil menyentuh perutnya.
“Baikla sayang, aku tadi hanya menguji mu tidak disangka suamiku hebat menghabiskan es krim sebanyak ini,” balas Azizah kemudian tertawa senang.
“Huh... kalau begini aku seharusnya tidak berusaha menghabiskan es krim,” sahut Steven dan ikut tertawa bersama sang istri.
“Ayo sekarang kita cari baju!” ajak Azizah.
“Sekarang sayang?” tanya Steven sedikit terkejut.
“Iya sayang, kalau tidak sekarang maka kita sampai rumah jam berapa?”
“Baiklah sayang, ayo kita segera mencari baju khusus untuk istriku ini!” seru Steven.
__ADS_1
Mereka bergegas meninggalkan kedai es krim.
“Sayang, lihat disitu ada!” ajak Azizah.
“Ayo sayang, kita masuk!” seru Steven.
Azizah masuk ke toko khusus wanita dan ditemani oleh sang suami.
“Welcome!” sapa pegawai toko dan tersenyum ramah kepada Azizah serta Steven.
Azizah tak ingin membuang-buang waktunya, ia pun dengan cepat mencari pakaian yang ingin ia beli.
“Sayang!” panggil Azizah.
Steven tersenyum dan mendekat, “Iya sayang!”
“Aku sudah menemukan dress ibu hamil, menurutmu yang mana yang cocok untukku?” tanya Azizah meminta pendapat dari sang suami.
“Bagaimana kalau beli semuanya?” tanya Steven.
“Aku hanya butuh dua saja sayang, lagipula pemberian dari Mariska masih ada yang belum aku pakai,” ucap Azizah.
“Warna biru dan warna kuning ini cantik,” sahut Steven.
“Aku juga tadinya ingin memilih yang ini, rupanya suamiku pemikirannya sama denganku,” ucap Azizah dan mengusap lembut pipi sang suami.
“Sayang, kita sudah lama tidak bermanja-manja. Bolehkah malam ini kita...”
“Boleh sayang, aku juga harus melayani mu,” sahut Azizah yang memotong pembicaraan sang suami.
“Terima kasih sayang, Muach..” Steven terlalu senang dan mencium pipi Azizah sekilas.
“Sayang, bolehkah beli yang lain?” tanya Azizah.
“Tentu saja boleh sayang, apapun itu belilah aku yang akan membayarnya!”
Azizah kemudian mencari celana dalam khusus ibu hamil dan beberapa pakaian santai di dalam kamar.
2 Jam kemudian.
Azizah mulai merasa kelelahan meski sang suami yang membawa seluruh belanjaan Azizah.
“Sayang, sepertinya sudah cukup ayo kita ke area parkir!” ajak Azizah.
“Iya sayang, kamu juga harus segera beristirahat,” balas Steven.
Mereka berdua berjalan ke area parkir rupanya Yana dan Mike sudah berdiri di dekat mobil.
“Loh, kalian sudah disini kenapa tidak menghubungi kami?” tanya Azizah.
“Tidak apa-apa, kami juga barusan sampai,” ucap Yana.
Mike kemudian masuk ke dalam mobil diikuti oleh yang lainnya.
“Belanjaanmu banyak sekali Azizah,” ucap Yana yang melihat belanjaan sang sahabat begitu banyak.
“Iya Yana, sekali-kali belanja banyak!” seru Azizah.
__ADS_1
“Oke sekarang kita sudah berkumpul di mobil, saatnya pulang!” seru Mike dan langsung menyalakan mesin mobil.
Mereka pun meninggalkan pusat perbelanjaan dan bergegas untuk kembali.