
“Kamu tunggu disini aku ada urusan penting,” ucap Steven.
“Baiklah, aku akan menunggu urusan penting mu sampai selesai,” sahut Azizah.
“Muaachh...” Steven mengecup kening Azizah.
Kini tinggallah Azizah sendirian di ruang kerja calon suaminya karena bosan ia pun duduk di singgasana pria blasteran sambil melihat-lihat isi laptop milik Azizah. Ia senang saat melihat foto-foto dirinya dan Steven.
Tok... tok...
“CEO saya datang ingin mengantarkan berkas,” ucap seorang wanita dari balik pintu.
Azizah dengan santainya mempersilahkan wanita itu masuk. “Masuk!”
Wanita itu ternyata Mia, Mia sangat terkejut melihat Azizah duduk di kursi Steven Walker atasannya.
“Dasar tak tahu malu, ngapain kamu kesini!” Teriak Mia, ia bahkan menarik tangan Azizah agar menjauh dari kursi sang CEO.
“Lepaskan apa-apaan kamu Mia!” seru Azizah sambil melepaskan genggaman Mia.
“Kamu itu yang apa-apaan, dasar wanita murahan!” Mia menghina Azizah.
Plakkkkk!!!!
“Beraninya kamu menamparku!” teriak Mia.
“Kamu memang pantas mendapat tamparan dariku, dari dulu sikapmu tidak pernah berubah selalu saja menindas orang lain,” sahut Azizah.
“Kurang ajar...” Mia ingin melayangkan tangannya ke arah pipi Azizah, namun tangan kekar menghentikannya.
“Hari ini kamu saya pecat!” tegas Steven dengan tatapan penuh kemarahan.
“Kenapa saya di pecat CEO, jelas-jelas wanita murahan....”
“Hentikan bicaramu,” potong Steven.
Steven menarik Azizah ke pelukannya, “Kamu tidak apa-apa kan sayang? apa ada yang terluka?” tanya Steven dengan lembut.
Mia terkaget-kaget dengan perlakuan Steven terhadap wanita yang sangat ia benci itu.
“Sekarang pergi hadapanku! angkat kamu dari perusahaan ini dan dari perusahaan manapun yang berhubungan atas namaku,” ucap Steven.
Mia ketakutan ia lalu berlari terbirit-birit.
Banyak pasang mata yang menatap ke arah Mia, beberapa ada yang menatap dengan penuh tanda tanya dan beberapa lagi dari mereka ada yang menatap sinis.
“Akhirnya kamu di pecat juga, wanita seperti kamu memang tidak pantas bekerja disini!” cela salah satu pegawai.
Mia tidak menggubris perkataan tajam dari Lusi, ia masih sibuk mengepak barang.
“Tumben diam saja,” cetus Lusi.
“Ternyata kamu berani saat aku seperti ini, dasar pengecut,” hina Mia yang kesal.
“Apa kamu bilang?” tanya Lusi.
“Lusi sedang apa kamu disitu? cepat kerjakan tugasmu!” perintah Nely.
Nely perlahan berjalan mendekati Mia yang masih sibuk membereskan barang di meja kerja miliknya sebelum ia di pecat.
“Mau apa kamu kesini? mau menghinaku?” tanya Mia menebak.
“Aku tidak seperti mu yang suka menghina, aku hanya ingin mengingatkan agar kamu segera bertobat. Takutnya jika kamu tidak segera bertobat akan banyak lagi orang yang tidak menyukaimu apalagi di ruang lingkup pekerjaan seperti di perusahaan ini,” tegas Nely.
“Kamu anak bau kencur saja sudah berlagak seperti ini.”
“Bau kencur kamu bilang? kita hanya selisih 1 tahun kak Mia, lagipula jabatan kamu dan aku berbeda disini. Memangnya aku tidak tahu bahwa kamu sangat tidak menyukai calon istri CEO kita,” ucap Nely.
__ADS_1
“Oh jadi dia adalah calon istri CEO, pantas saja mereka tadi bermesraan,” sahut Mia.
“Cepat bereskan barangmu! aku menghampiri kamu bukan untuk bergosip aku hanya ingin menyampaikan hargailah siapapun orang disekitar kamu dan jangan pernah menganggap rendah mereka,” tegas Nely kemudian wanita itu melanjutkan pekerjaannya.
Akhirnya Mia pun pergi meninggalkan perusahaan.
Di Ruang CEO.
“Apa kamu tidak keterlaluan untuk memecatnya Steven?” tanya Azizah.
“Untuk apa kamu memikirkan dia, itu pantas karena wanita itu mencoba untuk menyakiti wanita yang sangat aku cintai. Sehelai saja rambut yang terlepas dari kulit kepalamu sayang, akan aku pastikan dia mendekam di penjara selamanya,” tegas Steven.
“Kamu sungguh menakutkan Steven, tapi ada bagusnya wanita itu di pecat karena dari dulu ia selalu menindas yang lemah,” ucap Azizah.
“Sudah jangan dipikirkan lagi, lebih baik kamu sekarang pikirkan bagaimana menyenangkan hatiku ini.”
“Itu maunya kamu, urusan kamu sudah selesai?”
“Sudah, hanya menandatangani beberapa kontrak kerja.”
“Jadi kapan aku mulai bekerja sebagai asisten CEO?” tanya Azizah.
“Hei sayang, persyaratan kuliah kemarin aku hanya bercanda. Lebih baik kamu temani aku seharian di kantor daripada bekerja menjadi asisten ku.”
“Lalu kamu akan mencari asisten lain yang cantik dan sexy seperti di film-film?” tanya Azizah.
Steven terkekeh geli mendengar ucapan Azizah yang selalu menyangkut film.
“Kenapa kamu malah tertawa? apa yang aku katakan benar?” tanya Azizah menyelidik.
“Bukan itu alasannya Azizah sayang, kamu selalu mengatakan seperti yang di film-film. Memang film apa yang kamu tonton?” tanya Steven sambil tertawa kecil.
“Banyak sekali, contohnya azab dll tidak mungkin aku sebutkan satu-persatu,” cetus Azizah.
“Calon istriku ini selain korban film ternyata korban sinetron juga,” ucap Steven dengan tertawa kecil.
Steven dengan cepat menutup mulutnya rapat-rapat, tatapan Azizah saat itu benar-benar menakutkan.
“Sekarang baru bisa diam?”
“Emmm emmm,” sahut Steven tanpa bersuara karena mulutnya masih tertutup rapat.
“Pria pintar!”
Tok... tok..
Mendengar ketukan Azizah yang duduk di berdekatan dengan Steven bergeser menjauh dan berpura-pura sedang fokus membaca buku, yang entah itu buku apaan.
“Masuk!” perintah Steven.
“Selamat pagi menjelang siang sahabatku!” sapa pria itu.
“Erwin! apa kabar?”
“Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja,” sahut Erwin.
“Hei nona, kamu baca buku terbalik,” ucap Erwin menegur Azizah.
Azizah terkejut ia dengan cepat membalikkan buku yang terbalik itu. Steven yang melihat Azizah seperti itu menahan tawanya dan hanya tersenyum.
“Apakah ini calon istrimu?” tanya Erwin.
“Ya benar, sini sayang!”
Azizah berdiri dan berjalan mendekati Steven terlihat wajahnya malu-malu karena insiden buku terbalik.
“Perkenalkan ini Azizah Cahyani calon istriku dan wanita satu-satunya yang aku cintai,” ucap Steven memperkenalkan Azizah.
__ADS_1
Erwin mengangkat tangannya, “Perkenalkan aku Erwin Robert, sahabat Steven.”
“Azizah!”
“Ada apa kamu datang ke perusahaan ku secara tiba-tiba win?” tanya Steven.
“Aku hanya ingin bertemu denganmu saja, sudah lama kita tidak makan bersama,” sahut Erwin menjelaskan kedatangannya.
“1 jam lagi waktunya makan siang, bagaimana kalau kita ke restoran tempat biasa kita makan!” ajak Steven.
“Baiklah, ayo!” seru Erwin bersemangat.
Steven dan Erwin melangkah kakinya menuju pintu, sementara Azizah masih duduk terdiam sambil menatap ke arah mereka.
“Loh kok masih disitu sayang?” tanya Steven melihat Azizah duduk cantik di sofa.
“Kan kamu tidak mengajakku untuk makan siang bersama,” balas Azizah dengan polosnya.
Steven menepuk jidatnya ia hampir lupa jika belum mengajak Azizah, “Ayo ikut!”
“Baiklah!” seru saja.
Mereka bertiga lalu pergi menuju restoran yang dimaksud oleh Erwin dan Steven.
Rupanya restoran yang mereka maksud adalah restoran anak cabang dari Sutomo Ginanjar. Azizah yang tak tahu menahu tentang pemilik restoran itu bersikap biasanya saja.
“Tempat ini tidak pernah berubah,” ucap Erwin.
“Ya sama seperti 1 tahun yang lalu,” sahut Steven.
Sambil menunggu hidangan disiapkan mereka berbincang-bincang. Tak jauh dari tempat mereka duduk ada sepasang mata menatap lekat ke arah Azizah.
“Steven aku ke toilet sebentar,” ucap Azizah dengan berbisik.
“Baiklah sayang,” sahut Steven.
Azizah lalu menyeret kakinya menuju toilet.
5 menit kemudian.
Azizah sudah selesai dari buang air kecil, ia pun bergegas kembali ke meja makan namun saat akan melangkahkan kakinya ke luar toilet ada seorang Pria yang menariknya secara paksa.
“Le... lepaskan aku,” ucap Azizah meronta-ronta.
“Azizah tenanglah! ini aku Dimas,” ucap Dimas.
“Dimas, kamu apa-apaan singkirkan tanganmu dari tanganku,” tegas Azizah.
“Baiklah aku lepaskan!”
“Kamu mau apa menarikku ruangan ini?” tanya Azizah saat menyadari bahwa dirinya sudah ada di ruangan dan ruangan itu dipenuhi dengan sayur-mayur.
“Aku minta kamu batalkan pernikahan kamu dengan dia!” pinta Dimas.
“Apa maksud kamu Dimas, kamu tidak berhak untuk berkata seperti itu,” ucap Azizah.
“Karena aku masih mencintaimu Azizah,” tegas Dimas.
Azizah terkejut dengan ucapan Dimas, bisa-bisanya Dimas dengan gamblangnya mengatakan masih mencintai dirinya sedangkan dia telah menikah dan memiliki seorang anak.
Vote ya!!!😭🙏
Like ❤️ komen 👇 Terima kasih.
Yuk gabung ke ruang chat author.. 💝
Hitung-hitung silahturahmi.
__ADS_1