
Akhirnya Danu dan Yana telah sampai di Magetan. Mereka tinggal dirumah lama mereka dulu, Yana tak sabar ingin menemui Azizah dan Darmi hari itu juga. Namun Danu melarangnya karena ia tahu bahwa sang putrinya sangatlah lelah.
“Tapi Pi, Yana sudah sangat rindu dengan Azizah,” ucap Yana.
“Besok kan bisa sayang, lihat ini sudah jam berapa? waktunya untuk kita istirahat,” sahut Danu.
Yana dengan terpaksa mengiyakan ucapan Danu. “Iya Pi,” ucap Yana.
“Anak papi tidak boleh sedih, besok kita kesana.”
“Baik Pi, Yana ke kamar ya!”
“Iya sayang,” sahut Danu.
Danu duduk di sofa ruang keluarga, sementara Yana langsung pergi menuju kamar.
Sesampainya di kamar.
Yana tidak langsung tidur, ia membuka aplikasi di ponselnya lalu menghubungi sang kekasih dengan video call yang kini sedang di Amerika.
“Hallo Mike,” sapa Yana.
“Sudah sampai Magetan?”
“Sudah.” Yana menjawab dengan nada ketus.
“Ada apa sayang? kenapa wajahmu seperti itu?”
“Aku ingin menemui Azizah dan Bu Darmi. Tapi Papi memintaku untuk menemui mereka besok pagi,” jujur Yana.
“Papi mu benar sayang, kamu sebaiknya istirahat,” ucap Mike.
“Baiklah Mike, aku tidur sekarang,” sahut Yana.
“Nah gitu dong,” ucap Mike.
Yana tersenyum manis lalu mematikan sambungan video call.
Tak butuh waktu lama akhirnya Yana tertidur pulas.
Sementara Danu masih sibuk di ruang keluarga. Ia menyibukkan diri dengan membuka foto album keluarga yang dulu terlihat sangat harmonis.
Banyak sekali kenangan kita Rika, andai kamu disampingku saat ini.
Mau bagaimana pun aku tidak bisa membohongi rasa ini Rika, aku masih mencintaimu.
Danu meneteskan air matanya, mengingat masa-masa indah bersama mantan istri dan putri kesayangan.
1 jam kemudian.
Danu yang merasa cukup melihat foto-foto lawas akhirnya menyudahi dan berjalan menuju kamar.
Kamar yang 7 tahun lebih tidak ia tinggali masih sama seperti dulu. Danu sengaja tidak mengubah isi kamarnya.
Disisi lain.
Azizah dan Mariska sibuk menyiapkan makan malam. Meski saat itu sudah jam 10 malam tapi mereka masih saja terjaga.
“Enak tidak kak?” tanya Mariska.
Azizah kemudian mencicipi lagi masakan yang dimasak oleh Mariska. “Sudah enak,” jujur Azizah.
“Syukurlah,” ucap Mariska lega.
Karena keasikan sibuk memasak, Steven yang berdiri tidak jauh dari mereka pun tak dihiraukan.
“Coba kamu cicipi punya kakak,” ucap Azizah lalu menyodorkan sendok yang telah berisikan masakan Azizah.
Mariska dengan semangat mencicipi masakan Azizah, ia pun tersenyum lebar.
“Masakan kak Azizah sangat enak,” puji Mariska.
Steven tersenyum tipis, 2 wanita yang sangat disayanginya sedang masak bersama.
“Eheemm.” Steven berdehem. Seketika Azizah dan Mariska terkejut.
“Steven!” ucap Azizah terkejut.
“Kak Steven!” teriak Mariska.
Azizah mendekat ke arah Steven dan mencubit pinggang kekasihnya. “Kamu nakal banget,” ucap Azizah.
__ADS_1
Sejak mereka memiliki hubungan, Azizah tak pernah merasa takut lagi terhadap Steven. Justru Steven yang malah menjadi takut jika Azizah sudah ngambek atau semacamnya.
“Awww, sakit sayang,” ucap Steven kesakitan dan berusaha menghindari cubitan Azizah.
“Habisnya kamu buat kami terkejut, ya kan Mariska!” sahut Azizah lalu menoleh ke arah Mariska.
Mariska dengan cepat mengangguk kepalanya. “Benar kak,” balas Mariska.
“Oke-oke aku minta maaf,” ucap Steven.
Steven tersenyum lebar, Azizah pun membalas senyuman sang kekasih.
“Sejak kapan kamu disini?” tanya Azizah.
“Tidak terlalu lama,” sahut Steven.
Kruyuk... kruyuk...
“Oh tidak,” ucap Steven sambil menyentuh perutnya.
Azizah dan Mariska yang mendengar suara perut Steven yang kelaparan langsung tertawa.
“Aku lapar, seharusnya kalian mempersilahkan aku untuk makan bukan malah tertawa,” ucap Steven kesal.
Mariska yang tidak jauh dari mereka langsung berjalan dan menghampiri Azizah dan Steven.
“Kak Steven dan kak Azizah sekarang kita makan malam bersama!” ajak Mariska dan menggandeng tangan sepasang kekasih itu.
Mariska mendudukkan Azizah dan Steven di kursi meja makan, sementara Mariska sibuk mempersiapkan makan malam.
“Perlu aku bantu Mariska?” tanya Azizah.
“Eittsss, kak Azizah diam saja. Biar Mariska yang menyiapkan semuanya,” tolak Mariska.
5 Menit Kemudian.
“Semuanya Sudah siap, waktunya makan!” Mariska mengucapkan dengan semangat.
Steven dengan semangat mengambil nasi, belum juga sampai di piringnya Azizah menepuk tangan Steven.
“Sakit sayang,” ucap Steven sambil mengelus-elus tangannya.
“Baca doa dulu sayang,” sahut Azizah.
Steven pun memimpin doa.
30 menit kemudian.
Steven pamit pulang ke rumah. semenjak Mariska tinggal di apartemen Steven tak pernah lagi menginap.
Mariska sehabis makan malam langsung ke kamarnya meninggalkan sepasang kekasih itu berdua untuk berbincang-bincang.
“Aku pulang ya sayang! besok aku antar kamu ke kampus,” ucap Steven lembut.
“Iya sayang,” sahut Azizah.
Selepas kepergian sang kekasih Azizah langsung masuk ke kamarnya. Ia pun dengan cepat tertidur pulas.
Keesokan paginya di kediaman Danu Aryanto.
Yana pagi-pagi buta sudah bangun, ia sangat tidak sabar ingin menemui sang sahabat yang selama ini ia rindukan.
Dengan tak sabaran Yana bergegas menuju kamar Danu, ternyata pintu Danu saat itu masih tertutup rapat.
“Pi! Bangun Pi!” teriak Yana dari balik pintu.
Tak mendapat respon dari Danu, Yana pun mengetuk pintu Danu kuat-kuat.
Tok... tok...
“Pi!!” panggil Yana.
“Papi Bangun!!” teriak Yana.
Danu yang mendengar suara teriakan sang putri langsung terperanjat dan berlari membuka pintu.
“Yana!” ucap Danu terkejut.
“Ada apa sayang?” tanya Danu yang bingung karena Yana pagi-pagi buta menghampirinya.
“Papi sekarang mandi! 30 menit lagi papi harus sudah siap, kalau tidak Yana sendiri yang akan menemui Azizah dan Bu Darmi,” ucap Yana sambil membulatkan matanya.
__ADS_1
“Ini baru jam 4 subuh Yana, papi juga belum sholat subuh,” sahut Danu.
“Pokoknya papi harus cepat, Yana tunggu di mobil,” ucap Yana yang tak sabaran, ia pun bergegas ke mobil.
Danu menggelengkan kepalanya, sang putri yang sudah beranjak dewasa bahkan sebentar lagi ingin menikah masih saja kekanak-kanakan.
Lebih baik mandi, daripada Yana tambah ngambek.
Yana menunggu Danu di dalam mobil sambil mendengarkan musik.
Sesekali Yana mengikuti lagu yang ia dengarkan.
Ya Allah Yana tidak sabar ingin menemui mereka.
Akhirnya Yana akan segera bertemu dengan Azizah dan Bu Darmi.
Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah.
Danu terlihat sangat rapi, ia pun masuk ke dalam mobil.
“Oke sayang, kita berangkat!” ucap Danu semangat.
“Iya Pi kita berangkat!” teriak Yana.
Jarak tempuh menuju rumah Darmi tidak terlalu jauh, hati Yana saat itu sedang berbunga-bunga.
“Cepat Pi!” pinta Yana tak sabaran.
“Iya sayang,” sahut Danu.
Sesampainya di kediaman Darmi.
Yana turun dari mobil dengan terburu-buru, ia sangat ingin segera menemui sang Sahabat.
Tok... Tok...
“Assalamualaikum!!” ucap Yana.
Danu pun menyusul Yana. “Assalamualaikum,” ucap Danu.
“Azizah, Bu Darmi!! Assalamualaikum,” panggil Yana.
Yana semakin tak sabaran ia pun mengetuk pintu lebih keras lagi.
Tok... Tok..
“Azizah!!” teriak Yana.
Tiba-tiba pintu dibuka, bukannya senang malah Yana heran karena yang membuka pintu bukan orang yang ia kenal.
“Ibu siapa?” tanya Yana.
“Mbak ini yang siapa?” tanya penghuni rumah.
“Saya Yana sahabat Azizah, Azizah dan Bu Darmi kemana?” tanya Yana.
“Iya Bu, Azizah dan Bu Darmi ada didalam?” tanya Danu.
“Mbak Azizah sudah tidak disini lagi mbak dan pak. Sementara Bu Darmi sudah meninggal,” sahut ibu paru baya.
Deg....
Yana langsung terduduk lemas, mendengar Azizah sudah tidak tinggal di rumah yang sering ia sambangi sedari kecil.
Ditambah Bu Darmi telah meninggal, Yana pun menangis.
Danu yang melihat anaknya lemas seperti itu merasa kasihan. “Ayo sayang bangun!” ucap Danu membantu memapah sang putri.
“Azizah sekarang dimana ya Bu?” tanya Danu.
“Kalau tidak salah di Jakarta pak, tapi mengenai tinggal dimana saya tidak tahu. Saya dan keluarga disini hanya mengontrak.”
“Apa ada nomor yang bisa kami hubungi?”
“Tidak ada Pak, kami mengontrak rumah ini langsung 2 tahun.”
“Terima kasih Bu untuk informasinya, kami permisi,” ucap Danu sambil membawa Yana menuju mobil.
Disepanjang perjalanan menuju rumah Yana terdiam, ia benar-benar syok. Hanya air mata yang bisa menjelaskan rasa sedihnya.
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏
__ADS_1
Jangan lupa buat rate/beri bintang 5 😭