
“Azizah sayang tunggu! aku bisa jelaskan!” pinta Steven yang berusaha menjelaskan sambil terus menahan tangan istrinya agar tidak pergi.
Azizah menepis tangan Steven begitu kuat dan hampir membuat Steven terjatuh.
“Lepaskan aku Steven! aku benci dengan pria pembohong!” pekik Azizah.
Adam, Yuli, Teressa, Mariska dan Yana baru saja datang dan terkejut melihat pemandangan suami istri itu bertengkar, dibenak mereka ada apa sebenarnya dengan mereka?
Belum selesai dengan pertengkaran Steven dan Azizah didepan matanya, terkejutan Yuli bertambah saat melihat sesosok wanita berdiri tidak jauh dari mereka.
“Lucy!” teriak Yuli.
Azizah yang sedang bertengkar dengan Steven seketika terdiam dan menoleh ke arah Yuli yaitu ibu mertuanya lalu ia bergantian menoleh wanita yang bersama Steven itu.
“Lucy? mami mengenal wanita itu?” tanya Azizah dengan sangat terkejut.
“Iya mami mengenalnya, Lucy adalah sepupu papi kamu,” terang Yuli kemudian ia melangkahkan kakinya ke arah Lucy diikuti yang lain.
Azizah semakin bingung sebenarnya apa yang terjadi, ada apa sebenarnya?
“Aku bisa jelaskan semuanya istriku sayang, ayo kita aku!” ajak Steven dan menuntun Azizah mendekat ke arah mereka.
“Ya Allah ini kamu Lucy!” ucap Teressa dan Adam.
“Maaf!” ucap Lucy sambil menundukkan kepalanya.
Adam, Yuli dan Teressa kompak memeluk Lucy, mereka menangis terharu atas kembalinya Lucy.
Azizah yang melihat adegan itu keheranan, ia benar-benar butuh jawaban saat itu juga.
“Jelaskan siapa wanita ini Steven!" pinta Azizah.
“Apa sikap perubahan kamu karena dia?” tanya Azizah lagi.
Steven memeluk istrinya itu kemudian ia menuntun Azizah untuk duduk di meja yang terlihat begitu jelas ada kue tart ulang tahun serta makanan lainnya.
“Aku mengajakmu kesini karena hari ini kamu ulang tahun, aku sengaja memberikan surprise kamu malam ini di restoran ini!” terang Steven.
Azizah masih terdiam, tak puas dengan penjelasan Steven.
“Beberapa hari aku bersikap dingin dan cuek, itu semua karena ide dari Mariska. Kamu ingat saat kita sedang berada dikamar? saat Mariska datang dan mencariku?” tanya Steven.
Azizah mengangguk namun tak mengeluarkan suara sedikitpun.
__ADS_1
“Karena hari itu Mariska memberitahukan aku bahwa seminggu lagi kamu ulang tahun dan tepat hari ini kamu ulang tahun Istriku sayang, dan wanita ini adalah teyze Lucy dia adalah adik sepupu papi. Usia kami tidak beda jauh yang terpaut 5 tahun, teyze itu berarti bibi dari bahasa Turki. Teyze lebih suka dipanggil baby daripada teyze,” terang Steven.
“Jadi yang kamu sebutkan baby di sambungan telepon kemarin adalah...”
“Ya ini teyze Lucy atau biasa aku panggil baby,” ucap Steven.
“Kamu kenapa tidak memberitahukan kita kalau Lucy kembali?” tanya Teressa mengintrogasi cucunya itu.
“Steven tidak bersalah dalam hal ini mami, justru Lucy lah yang meminta Steven untuk tidak memberitahukan kalian, Lucy kesini karena ingin memberikan kejutan kepada kalian sekaligus membantu Steven mempersiapkan acara maka romantis antara Steven dan Azizah, Lucy bahkan tidak tahu jika semua ini menjadi berantakan dan tidak kami duga sama sekali,” terang Lucy.
Ya Allah aku benar-benar menyesal telah menampar suamiku, seharusnya aku mendengarkan penjelasan dari Steven.
“Maafkan aku Steven!” ucap Azizah lalu memeluk tubuh Steven.
“Maafkan aku karena bersikap seperti ini, selamat ulang tahun Istriku yang ke 20 tahun,” ucap Steven berbisik di telinga Azizah.
Suami istri itu saling memeluk satu sama lain, seperti tak ingin kehilangan satu sama lain. Bahkan mengabaikan keluarga yang melihat mereka.
“Idemu sangat luar biasa Mariska,” ucap Azizah sambil menatap tajam ke arah Mariska.
Mendapat tatapan tajam dari kakak iparnya itu Mariska hanya tersenyum lebar berusaha menutupi rasa gugupnya.
“Apakah kamu dan Malik telah berpisah?” tanya Adam pada Lucy.
Lucy berjalan menghampiri Azizah, “Maafkan aku karena telah membuat kamu menjadi salah paham terhadap Steven!” ucap Lucy.
“Mungkin setiap istri jika mengalami hal yang dialami aku tadi, mereka kemungkinan besar akan berpikir seperti hal nya pikiranku tadi,” ujar Azizah.
“Kamu benar, sekali lagi aku minta maaf,” ucap Lucy.
“Aku yang seharusnya minta maaf Tey....ze.”
Akhirnya kesalahpahaman itu berakhir, mereka pun menikmati acara makan malam bersama.
“Istriku sayang, ikut aku!" ajak Steven.
Azizah pun menuruti ajakan sang suami, Steven mengajak Azizah disebuah kamar yang bisa dikatakan itu adalah hotel.
“Kenapa kamu mengajakku kesini Steven?” tanya Azizah bingung.
“Ayolah sayang, jangan panggil aku Steven!”
“Sayang, aku akan memanggilmu sayang!"
__ADS_1
Steven berjongkok dan mengeluarkan sebuah kotak yang dipastikan itu adalah cincin.
“Azizah Cahyani wanita yang saat ini dan selamanya akan selalu menjadi istriku, maafkan aku karena akhir-akhir ini membuatmu kesal. Aku tidak bermaksud membuatmu membenciku apalagi menangis, sekali lagi aku minta maaf,” ucap Steven dengan penuh penyesalan.
“Berjanjilah jangan membuatku berpikir hal yang negatif tentangmu suamiku sayang,” sahut Azizah.
“Aku berjanji, maukah kamu memakai cincin ini sebagai hadiah ulang tahunmu dan sebagai tanda cintaku?” tanya Steven.
“Kamu ternyata sangat Bucin Steven, baiklah aku mau!" seru Azizah.
Steven tersenyum dan menyematkan cincin itu ke jari Azizah.
“Terima kasih suamiku sayang, cincin ini sangat cantik!”
“Kamulah yang lebih cantik dari cincin ini dan segalanya yang ada di bumi,” ucap Steven.
“Jangan membual Steven, sekarang ceritakan tentang teyze Lucy!”
“Apakah kamu masih cemburu?”
“Hentikan Steven, aku sekarang tidak cemburu. Aku hanya penasaran kenapa papi, mami dan nenek bisa sebahagia itu bertemu teyze?”
“Baiklah aku akan menceritakan tentang teyze secara detail untuk istriku sayang, teyze adalah keponakan nenek, ibu teyze anak dari adik nenek dan ayah teyze asli keturunan Turki. Kedua orangtua teyze telah meninggal sehingga teyze tinggal bersama kami, Teyze dan aku dari kecil memang sering bersama, bahkan aku jarang sekali memanggilnya dengan panggilan bibi aku lebih suka memanggilnya Lucy. Ada kejadian yang membuat teyze pergi dari kehidupan kami, itu semua karena teyze menikah dengan Malik. Malik adalah kakak kelasku dulu waktu di Inggris, sifatnya yang sangat emosional dan sangat nakal membuatku begitu membencinya. Aku bahkan orang pertama yang menentang keras pernikahan mereka, namun teyze tidak pernah mendengarkan ucapanku seolah-olah pria baj**ngan itu adalah malaikat penolong bagi teyze,” terang Steven.
“Lalu apa lagi?” tanya Azizah penasaran yang kini sudah berada dipangkuan suaminya.
“Aku dan keluarga yang lain sangat kecewa saat mengetahui bahwa mereka menikah secara diam-diam, kami akhirnya mengusir teyze.”
“Apakah itu tidak berlebihan?” tanya Azizah penasaran.
“Menurutku itu tidak terlalu berlebihan, karena pria yang dinikahi teyze adalah pria yang suka berganti-ganti pasangan. Pada akhirnya teyze menyadari kesalahannya dan memintaku menjemputnya di Inggris,” terang Steven.
“Jadi waktu kamu ke Inggris itu karena menjemput teyze?”
“Ya aku minta maaf, saat itu yang aku pikirkan hanyalah segera bertemu dan memperbaiki hubungan ku dengannya. Aku bahkan tidak menyangka bahwa sekarang baik mami, papi dan nenek bisa menerima teyze dengan penuh sukacita," terang Steven.
“Wah ini benar-benar kejutan untukku suamiku sayang, aku harap kedepannya kamu tidak akan menciptakan kesalahpahaman lagi!”
“Aku berjanji istriku sayang, sekarang bisakah kita menikmati malam pertama kita?" tanya Steven.
What? malam pertama?
Apa yang harus aku lakukan, secepat inikah?
__ADS_1