
Sudah 2 hari semenjak hari dimana ia dan Mike melangsungkan pernikahan.
Yana benar-benar lelah dengan aktivitasnya bersama Mike yang kini telah menjadi suaminya, Mike benar-benar pria yang begitu menyebalkan bahkan tak memberikan kesempatan untuk Yana tidur dengan tenang.
“Mike bangun sudah pagi!” pinta Yana sambil menggerakkan tubuh suaminya.
Mike membuka matanya perlahan dan melihat bidadari cantik dihadapannya.
“Pagi sayang, berikan aku morning kiss terlebih dahulu!” pinta Mike.
“Enak saja,” geram Yana dan pergi menuju kamar mandi mengabaikan suaminya yang menanti morning kiss dari Yana.
“Sayang berikan sekarang!” ucap Mike sedikit berteriak menggoda Yana.
Jadi begini rasanya menikah, ya ampun berarti Azizah dan suaminya juga sama seperti aku.
Yana kemudian menyegerakan membersihkan diri.
20 menit kemudian.
Yan keluar dari kamar mandi dengan mengunakan jubah mandi, suaminya masih saja tertidur.
Aku kira sudah bangun malah tidur lagi.
Mumpung suaminya sedang tidur, Yana dengan cepat memakai baju untuk segera turun ke bawah.
***
Rika dan besannya sedang memasak sarapan pagi, kedua wanita itu ternyata cukup akrab meski berbeda budaya dan warna kulit.
Cecilia tidak terlalu fasih memakai bahasa Indonesia. Namun, jika Rika mengatakan sesuatu Cecilia paham.
Danu dan Albern sedang berada di teras rumah depan, mereka berdua sedang menikmati kopi hitam sambil menunggu sarapan siap.
“Pagi!” sapa Yana pada Rika dan juga Cecilia.
“Pagi juga sayang!” seru Rika.
“Pagi juga Yana!” seru Cecilia.
Yana melihat hidangan di meja yang begitu banyak, ia sedikit malu karena bangun siang.
“Maaf Yana terlambat bangun," ucap Yana sambil menundukkan kepalanya.
“No problem Yana,” balas Cecilia.
“Iya sayang tidak masalah. Toh kami juga pernah menjadi pengantin baru seperti kalian,” goda Rika.
“Hentikan mami!" pinta Yana sambil menutup wajahnya.
“So cute,” ucap Cecilia.
Rika dan Cecilia kompak tertawa melihat Yana yang begitu malu, sementara Yana terus saja menutup wajahnya.
__ADS_1
“Sudah jangan ditutup lagi, kamu sekarang keluar panggil papi Danu dan papi Albern!” perintah Rika.
“Ba..baik mi!” seru Yana lalu dengan cepat meninggalkan Rika dan Cecilia menuju teras depan.
Yana melangkahkan kakinya dan mendekat, “Pagi papi Danu dan papi Albern!” sapa Yana sambil melambaikan tangan.
“Pagi juga menantuku!" seru Albern.
Albern fasih berbicara bahasa Indonesia karena sebelumnya ia pernah mondar-mandir Indonesia-Inggris Karena urusan pekerjaan. Namun, setelah pindah ke Amerika Albern tak pernah lagi ke Indonesia karena ia menetap dan tempat kerjanya di Amerika.
“Ada apa nak?” tanya Danu.
“Sarapan sudah siap, mami Rika dan mami Cecilia menunggu di ruang makan,” ujar Yana.
“Ya sudah ayo, kopi kita juga sudah habis,” ucap Danu.
Yana, Danu dan juga Abern melangkahkan kaki mereka menuju ruang makan, disana Rika dan Cecilia sudah menantikan mereka.
Danu duduk berhadapan dengan Rika, Albern dengan Cecilia dan kemudian Yana dengan bangku kosong dihadapannya.
Mike kenapa belum juga turun, menyebalkan.
Yana kesal karena suaminya belum juga turun, ia pun meminta izin untuk pergi ke kamar.
“Yana Permisi dulu, mau ke kamar!” ucap Yana sedikit membungkuk dan berlari kecil menuju kamar.
Sesampainya di kamar Yana terkejut karena suaminya sudah siap dengan pakaian yang sangat rapih.
“Ada apa sayang? kamu rindu denganku?" tanya Mike dengan penuh percaya diri.
“Yakin tidak rindu denganku?” tanya Mike menggoda Yana.
Wajah Yana langsung memerah bak udang rebus karena dagu suaminya berada di pundaknya bahkan hembusan nafas suaminya bisa dirasakan oleh Yana.
“Ba..baiklah iya aku rindu, sekarang lepaskan aku dan kita sarapan bersama,” balas Yana.
“Ayo muachh!” ajak Mike dan mengecup pipi Yana sekilas.
Mike menggandeng tangan istrinya menuju ruang makan, orangtuanya dan mertuanya ternyata belum juga makan. Mereka menanti kehadiran dirinya dan juga Yana.
“Pagi semuanya!” sapa Mike.
Danu membalas sapaan Mike dengan lirikan tajam. Mike terkejut dan menelan Salivanya dengan sangat susah.
Baru juga dua hari menikah sudah di pelototi oleh mertua, padahal aku dan Yana sudah menikah jadi, bebas dong mau ngapain aja sama istri sendiri.
“Kenapa hanya berdiri disitu, cepat duduk kita sarapan bersama!” ajak Danu.
Ya bagaimana tidak berdiri saja kalau pagi-pagi sudah di sambut dengan tatapan tajam dari papi. 😌
Mike berjalan mendekati kursi dan mendudukkan bokongnya di kursi kosong kemudian disusul oleh Yana.
“Sekarang sudah lengkap, ayo kita makan sama-sama!” ajak Danu.
__ADS_1
Danu kemudian memulai terlebih dahulu mengambil nasi kemudian di susul oleh yang lainnya, Yana melayani suaminya dengan mengambil nasi dan juga lauk pauk.
Ternyata sangat nikmat punya istri, sekarang aku tidak perlu iri melihat Steven dan juga istrinya bermesraan.
Tiap hari aku bisa menciumi Yana bahkan lebih.
Mike tersenyum puas karena akhirnya ia bisa menikah dengan Yana, Danu terheran-heran dengan Mike yang senyum sendiri padahal yang lainnya sedang menikmati sarapan pagi.
“Ehemmmm.” Danu berdehem membuat Mike terkejut hingga sendok ditangannya melayang ke piring Danu.
“Sorry Pi, tidak sengaja,” ucap Mike sambil mengambil sendok nya yang mendarat di piring Mike.
Danu hanya menatap wajah Mike dengan tatapan tanpa ekspresi. Namun, di dalam hatinya ia tertawa karena melihat wajah keterkejutan Mike.
Ha..ha.. salah siapa senyum-senyum sendiri.🙊
“Mike makanlah dengan benar, kenapa sendok kamu bisa melayang ke piring papi?” tanya Yana lirih.
“Bagaimana tidak melayang, kalau saja papi tidak berdehem aku juga tidak terkejut,” balas Mike berbisik.
Dasar papi, papi pasti sengaja mengagetkan Mike.
Yana memanyunkan bibirnya ke arah Danu, ia menampakkan wajah kesalnya kepada papinya itu seolah-olah ia membela suaminya.
Wah ternyata putri kesayangan ku tidak berpihak lagi kepadaku.
Danu kemudian membalas Yana dengan tersenyum lebar membuat Rika dan Cecilia geleng-geleng kepala.
Mas Danu tetap saja sama, senang sekali menggoda Mike dan juga Yana walaupun mereka telah menikah.
Rika tersenyum tipis melihat suaminya.
30 menit kemudian.
Akhirnya acara sarapan pagi telah selesai, para pria langsung pergi ke ruang keluarga sementara para wanita membersihkan sisa-sisa makanan dan alat makan yang kotor.
Rika bertugas mencuci piring, Cecilia dan Yana bertugas membersihkan meja makan dan memindahkan alat makan yang kotor ke tempat Rika untuk di cuci.
“Yana!” panggil Cecilia.
“Iya mami ada apa?” tanya Yana dan mendekatkan dirinya kearah Cecilia.
“Thank you so much,” ucap Cecilia.
“Untuk apa mi?” tanya Yana penasaran.
“Because, kamu sudah menjadi menantu kami,” balas Cecilia.
Yana terharu mendengar ucapan Cecilia, ia pun memeluk tubuh Cecilia.
“Yana juga berterima kasih kepada mami dan papi karena menerima Yana sebagai menantu kalian,” balas Yana.
Rika yang berada tak jauh dari Cecilia dan juga Yana menangis terharu, ia sangat senang melihat Yana bahagia.
__ADS_1
.
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏