Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 159


__ADS_3

Di pemakaman Bu Darmi.


Azizah menitikkan air matanya saat mengunjungi makan Bu Darmi, wanita yang sangat berjasa bagi kelangsungan hidup Azizah.


Seorang wanita yang merawat dirinya dengan penuh kasih sayang walaupun Azizah bukanlah anak kandung dari Darmi.


“Assalamualaikum Bu Darmi, ini azizah.” ucap Azizah.


Steven berada tepat di samping Azizah terus mengusap lembut pipi istrinya.


“Azizah rindu sekali dengan ibu, Azizah sudah menikah dan pria di samping Azizah ini adalah suami Azizah Bu. Anak ibu ini sekarang tengah mengandung,” ucap Azizah kemudian ia menangis sejadi-jadinya di pelukan suaminya.


“Hiks... hiks...”


Azizah sangat rindu dengan Bu Darmi, Ya Allah berilah tempat yang indah di sisi-Mu untuk Bu Darmi. Sungguh Bu Darmi adalah wanita yang luar biasa baik, sedikitpun Bu Darmi tidak pernah memarahi anak angkatnya ini.


“Kamu jangan menangis istriku, Bu Darmi pasti sedang melihat kita,” hibur Steven dan menghapus air mata Azizah.


Azizah menghentikan tangisannya kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan makan Darmi, Steven berdecak kagum dengan hubungan Azizah dan juga Darmi walaupun mereka hanya sebatas bibi dan keponakan.


Steven juga ingin berbicara di makam Darmi, pria blasteran itu mengucapkan terima kasih berkali-kali karena telah menjaga istri tercintanya.


“Sayang buku Yasin nya mana?” tanya Azizah.


Steven menyerahkan buku Yasin itu, “Ini sayang,” balas Steven.


Bu, Azizah dan suami Azizah ingin mengantarkan do'a untuk Bu Darmi.


Azizah dan Steven langsung membaca surah Yasin untuk Bu Darmi, setelah selesai Azizah dan Steven pamit untuk pergi.


“Kami pulang ya Bu, Assalamualaikum,” ucap Azizah dan Steven.


Steven berjalan dengan merangkul pinggang Azizah, mereka bergegas masuk kedalam mobil. Namun, belum juga masuk Azizah mengajak suaminya untuk pergi ke masjid yang bersebelahan dengan tempat pemakaman umum.


“Kita sholat Dhuha dulu ya suamiku!” ajak Azizah.


“Baiklah, aku juga jarang Sholat Dhuha!” seru Steven.


Masjid Mujahidin.


Azizah dan Steven berwudhu di tempat khusus wanita dan pria, setelah selesai berwudhu mereka segera melaksanakan sholat.


***


Azizah melangkahkan kakinya keluar masjid dan melihat Steven sudah terlebih dulu menunggu dirinya.


“Sekarang mau kemana sayang?” tanya Steven.


“Ke rumah Yana, aku rindu dengan sahabatku,” terang Azizah.


“Ya sudah ayo kita kesana sekarang!” seru Steven.


Steven dan Azizah lalu bergegas menuju mobil untuk mengunjungi Yana dan Mike.

__ADS_1


Pria blasteran itu mengendarai mobilnya sendiri tanpa memakai jasa Galih karena ia ingin menghabiskan waktunya bersama istri tercinta dan juga sahabatnya.


“Oke berangkat!” ucap Steven dan mulai mengendarai mobil.


“Sayang, bagaimana kalau kita beli buah terlebih dahulu untuk mereka?”


“Ide yang bagus, kita berarti ke toko buah dulu!”


“Iya sayang!”


Azizah terus memperhatikan suaminya yang berada di samping kanannya yang sedang fokus mengendarai mobil.


“Ada apa memperhatikan suamimu ini terus?” tanya Steven tanpa menoleh ke wajah cantik Azizah.


“Memangnya tidak boleh? kalau begitu aku memperhatikan pria lain saja,” ucap Azizah berpura-pura ngambek.


“Ya jangan dong sayang, lihatlah aku sepuasnya!” pinta Steven.


Azizah tertawa kecil karena suaminya cemburu, kehidupannya benar-benar Amazing bagi Azizah.


Di kediaman Danu Aryanto.


Yana dan Mike tengah duduk santai di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Azizah dan juga Mike.


Pengantin baru itu tidak duduk berdekatan, dikarenakan di dekat tempat mereka ada Danu yang duduk santai sambil membaca koran.


Papi kenapa sih harus duduk disini seperti tidak ada tempat duduk lain saja, aku kan mau romantis-romantisan sama istri sendiri.


Danu membaca koran sesekali ia mengintip ke arah Mike yang nampak kesal dengan dirinya.


Yana juga sepemikiran dengan Mike yang wajahnya nampak kesal dan sebal terhadap papinya itu, ia berusaha mencari ide agar Danu pergi meninggalkan mereka berdua.


Senyum Yana mengembang saat tahu ide apa yang dapat membuat Danu pergi dengan segera.


“Pi!” panggil Yana.


Danu yang membaca koran langsung menghentikan aktivitasnya.


“Ada apa nak?” tanya Danu.


“Yana ingin sekali makan rujak buah Pi, bisa belikan Yana rujak buah?” tanya Yana dengan memasang wajah sedih.


“Kamu bisa kan menyuruh Mike yang membelikannya," balas Danu.


“Mike kan tidak tahu jalan menuju kesana Pi, lagipula Yana mau rujak ibu jami yang jalannya masuk-masuk itu,” ucap Yana dengan mata berkaca-kaca.


“Ya sudah tapi, Mike ikut papi!” ajak Danu.


Papi ini bagaimana sih, aku akan meminta papi pergi untuk membelikan rujak buah karena ia berduaan dengan Mike dan sekarang malah mengajak Mike.


Yana melirik ke arah suaminya dan mengedipkan mata berulang kali agar suaminya paham apa yang dia maksud.


Mike heran dengan mata Yana yang berulang merem melek.

__ADS_1


“Mata kamu kenapa sayang?” tanya Mike dan sontak Yana geram dan menginjak kaki suaminya sekuat tenaga.


“Awwww!” teriak Mike sambil mengangkat kaki yang terasa sangat sakit akibat diinjak oleh Yana.


“Papi cepat beli sekarang! lihat Mike sedang sakit!” pinta Yana.


“Baiklah!” seru Danu dan mengambil kunci lalu bergegas membelikan Yana rujak buah.


Mike terus merintih kesakitan, “Awww.. kamu apa-apaan Yana sayang. Kenapa kakiku diinjak?” tanya Mike sambil menahan rasa sakit.


“Habisnya kamu aku kasih kode tidak paham-paham," balas Yana kesal.


“Kode apa sayang? kode handphone maksud kamu?” tanya Mike yang belum paham.


“Susah ya kalau ngomong sama bule yang tidak Mengerti kode-kode wanita,” ucap Yana.


Mike malah jadi bingung dengan yang diucapkan oleh istrinya.


Lalu yang dimaksud itu kode apa?


entahlah, yang ada kepalaku menjadi tambah sakit.


“Maaf,” ucap Yana.


“Ya tidak apa-apa, enak juga diinjak,” balas Mike lalu tersenyum lebar hingga menampilkan giginya.


“Mau ditambah?" tanya Yana.


”Jangan," balas Mike dan mundur menjauhi Yana karena takut akan ditambah lagi.


“Yakin tidak mau? tambah satu lagi pasti akan tambah enak,” ucap Yana sambil tersenyum lebar dengan wajah yang begitu mengerikan.


“Sayang, tolong senyum lah yang cantik!” pinta Mike.


“Memangnya aku tidak cantik?” tanya Yana sambil mendelik tajam.


Mike menelan Salivanya dan berlari secepat mungkin menjauhi Yana.


“Mike jangan lari!” perintah Yana dan terus mengejar suaminya.


Albern, Cecilia dan Rika yang berada di ruang keluarga tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku pengantin baru itu, mereka sangat terhibur dengan kelakuan Mike dan Yana.


“Jangan kejar aku Yana!” pinta Mike yang terus berlari menghindari kejaran Yana.


“Aku akan mengejar mu terus sampai dapat," tegas Yana dan terus berusaha menangkap Mike.


“Mami papi! tolong Mike!” teriak Mike pada orangtuanya.


“Percuma saja kamu lari aku akan dapat menangkap mu,” ujar Yana.


Mike terus berlari dan masuk kedalam kamar, Yana pun ikut masuk dan dengan cepat Mike menarik tubuh istrinya ke atas ranjang kemudian terjadilah..


Jeng jeng.. 🤣

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏


__ADS_2