
Di Jakarta.
Matahari pagi mengintip jendela kamar suami istri itu hingga membangunkan wanita cantik yang semula tertidur pulas, Azizah berusaha menutup wajahnya yang silau terkena sinar matahari pagi.
Ia menoleh ke samping ranjangnya dan menemukan suaminya yang begitu tampan sedang menatapnya dengan penuh cinta.
“Muachhh.” Steven memberikan morning kiss untuk istrinya.
Azizah tersenyum tersipu malu-malu.
“Selamat pagi istriku!”
“Selamat pagi juga suamiku!”
Akhirnya istriku bisa dijinakkan kembali.
“Ada apa?” tanya Azizah karena suaminya menatapnya dengan sangat lama.
“Aku mencintaimu Istriku, selamanya aku mencintaimu!” ucap Steven serius.
“Aku juga, bisakah kita mandi bersama?” tanya Azizah.
“Apa?” tanya Steven agar istrinya mengulangi ucapannya karena selama ini dialah yang mengajak istrinya untuk mandi bersama.
“Aku ingin kita mandi bersama suamiku!”
Steven tersenyum lebar hingga menampilkan jejeran giginya yang putih, ia dengan semangat menggendong tubuh Azizah menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi.
“Pelan-pelan sayang!” pinta Azizah saat suaminya menggosok punggung putihnya.
“Maaf sayang!” ucap Steven.
“Nah begitu saja.”
“Sayang, pagi ini aku harus kembali ke perusahaan kamu aku tinggal sehari saja tidak apa-apa kan?” tanya Steven memastikan bahwa istrinya tidak masalah jika dirinya pergi meninggalkan dirinya pergi ke perusahaan.
“Baiklah, tapi jangan pulang malam-malam!”
“Tidak malam-malam, aku akan pulang subuh,” ucap Steven mencandai istrinya.
Azizah berbalik dan memukuli dada suaminya.
“Jika kamu tidak kembali maka aku tidak akan menemuimu lagi,” tegas Azizah.
“Ha..ha.. aku hanya bercanda sayang, sore aku sudah pulang!”
“Bercandamu sungguh keterlaluan,” ucap Azizah kesal.
“Maaf sayang!”
“Baiklah aku maafkan.”
Mereka berdua kemudian melanjutkan aktivitas mandi bersama.
🍃🍃
Steven sudah siap dengan pakaian formal miliknya, Azizah membantu suaminya memperbaiki dasi hitam bercorak garis.
“Aku berangkat dulu ya istriku muaccchh!” ucap Steven kemudian mengecup kening Azizah.
__ADS_1
“Kenapa harus buru-buru suamiku, kamu belum juga sarapan,” ucap Azizah.
“Ada beberapa hal yang memang harus aku tangani sayang, aku berangkat ya!” seru Steven.
“Iya sayang, kamu hati-hati di jalan kalau sudah sampai segera hubungi aku!”
“Siap sayang, assalamualaikum!”
“Waalikumsalam,” sahut Azizah, ia mencium punggung suaminya dan tersenyum manis kepada suaminya.
Steven telah benar-benar pergi, Azizah kemudian masuk ke dalam rumah dan melangkah kakinya menuju dapur.
“Uwek... uwek...”
Azizah merasakan tiba-tiba merasakan mual saat memasuki ruang dapur, dengan cepat ia berlari ke arah wastafel.
“Uwek... uwek..”
“Nyonya muda kenapa?” tanya seorang pelayan dengan begitu panik.
“Tidak ada apa-apa,” sahut Azizah dan bergegas meninggalkan ruang dapur karena bau dari tempat itu membuatnya sangat mual.
“Nyonya muda kenapa ya mual-mual seperti itu?” tanya pelayan bermonolog.
Azizah terus saja merasakan mual, kepalanya sangat sakit dan benar-benar membuatnya kehilangan tenaga.
Sebenarnya aku sakit apa, sejak di Paris dan bahkan sudah berada di Jakarta aku tetap saja merasakan mual-mual.
Mata Azizah tak sengaja melihat kalender di atas nakas dan dengan cepat ia melangkahkan kakinya menuju kalender itu sambil memijat kepalanya yang sangat pusing.
“Bukankah aku seharusnya sudah datang bulan dari 3 Minggu yang lalu, tapi sampai sekarang kenapa belum juga datang bulan. Jangan-jangan aku...”
Tak ingin membuang waktu wanita itu kembali turun, untuk membeli alat testpack kehamilan. Ia melangkahkan kakinya ke luar rumah dan meminta bodyguard untuk mengantarkan dirinya pergi ke apotek.
“Baik nyonya muda!” seru bodyguard.
Azizah masuk kedalam mobil, jantungnya berdegup kencang, nafasnya tak teratur karena memikirkan tentang keterlambatannya datang bulan.
Ya Allah semoga benar hamba hamil.
“Maaf kalau saya lancang, apakah nyonya muda sakit?” tanya bodyguard itu.
“Tidak pak,” balas Azizah.
Sang bodyguard tak ingin melanjutkan keinginan tahuannya, ia cukup mengantarkan majikannya itu ke apotek terdekat.
Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di apotek terdekat.
“Kita sudah sampai nyonya muda!”
Bodyguard itu ingin turun dan membukakan pintu untuk Azizah, namun dengan cepat Azizah melarangnya.
“Jangan turun pak, biar saya saja yang membuka pintu mobil!”
“Baik nyonya muda!”
Azizah melangkahkan kakinya menuju apotek itu, ia begitu gugup untuk membeli alat testpack kehamilan itu.
“Selamat datang!” ucap seorang wanita yang berumur 20 tahunan. “Ada yang bisa kami bantu!” Lanjutnya lagi.
“Saya ingin membeli alat testpack kehamilan,” ucap Azizah lirih.
__ADS_1
Pegawai itu tersenyum dan mengambil beberapa merk testpack kehamilan.
“Mau yang biasa atau yang bagus kak?” tanya pegawai itu.
“Saya beli 2 biji yang bagus,” ucap Azizah.
“Baik!”
Setelah melakukan pembayaran, Azizah menyimpan terlebih dahulu alat tersebut dan menyembunyikannya di dalam tas hitam miliknya.
“Kita pulang sekarang pak!” perintah Azizah saat sudah berada di dalam mobil.
“Baik nyonya muda!”
Azizah duduk sambil menyadarkan tubuhnya, ia memutarkan cincin yang berada di jari manisnya. Sesekali ia menggigit bibir bawahnya.
“Nyonya muda baik-baik saja?” tanya bodyguard itu karena sedari tadi melihat majikannya terlihat tidak tenang dan gelisah.
“Saya baik-baik saja pak, tolong lebih cepat lagi pak!” pinta Azizah yang tak sabaran.
“Siap nyonya muda!”
🍃
Beberapa menit kemudian.
Akhirnya mereka sampai, Azizah dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kamar.
Yuli bahkan terheran-heran dengan sikap menantunya yang begitu terburu-buru.
“Ada apa dengan menantuku, tidak biasanya dia seperti itu,” ucap Yuli yang tak sengaja melihat menantunya begitu buru-buru.
Sampai dikamar Azizah terlihat begitu tegang sekaligus gugup, ia mengambil gelas kecil dan membawanya ke dalam kamar mandi untuk melakukan tes kehamilan.
Bismillahirrahmanirrahim semoga hasilnya positif!
15 menit kemudian.
Tiba waktunya bagi Azizah untuk melihat hasil testpack itu.
Ya Allah semoga Hamba benar-benar positif.
Azizah memberanikan diri masuk ke dalam kamar mandi dan melihat hasil testpack kehamilan yang sebelumnya sudah ia taruh di dalam gelas kecil yang berisikan air urine miliknya.
Ia tertegun ketika melihat garis merah bergaris dua yang artinya dia positif hamil.
Air mata Azizah mengalir begitu deras, ia begitu terharu tentang kehamilannya.
Akhirnya aku hamil, suamiku cepatlah pulang di dalam rahimku ada anak kita berdua.
Azizah mengelus-elus perutnya dan memutuskan membaringkan tubuhnya di ranjang, ia terus saja menangis terharu.
Sebaiknya kehamilan ini aku rahasiakan dari yang lainnya, aku ingin suamiku mengetahui tentang kehamilan ku.
Ya Allah terima kasih, nenek Teressa! Azizah sekarang tengah mengandung anak dari cucu nenek yaitu Steven.
Meski nenek sudah tidak berada disini, Azizah yakin nenek pasti melihat kami di sini.
Azizah terus saja mengelus-elus perutnya yang masih rata, sesekali ia mengajak janin di rahimnya berbicara.
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏
__ADS_1
Terima kasih!