
Tak terasa Azizah dan Steven sudah berada di Inggris selama 6 hari, besok suami istri itu akan terbang ke Indonesia.
Azizah sangat senang sekaligus terharu mendengar sahabatnya akan menikah apalagi calon suaminya yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat dari suaminya, benar-benar unik pertemuan cintanya dan Steven begitupun Yana dengan Mike.
“Sayang ini buah permintaan mu,” ucap Steven yang membawa buah durian keinginan Azizah.
“Kamu sangat lama,” sahut Azizah dan mengambil toples plastik yang berisikan banyak sekali daging buah durian yang sudah terlepas dari kulitnya.
Steven sangat lelah karena seharian mencari buah durian itu, apalagi istrinya itu menolak dicarikan oleh orang lain.
“Akhirnya aku bisa istrinya dengan tenang,” ucap Steven dan merebahkan tubuhnya di sofa.
“Pergilah sayang!” usir Azizah.
Steven mengernyitkan dahinya mendengar ucapan sang istri yang mengusir dirinya.
“Kenapa malah melihatku seperti itu, sana pergi,” usir Azizah lagi.
“Kenapa kamu mengusirku sayang, aku baru saja sampai setelah berkeliling cukup lama mencari buah durian itu,” balas Steven.
“Tubuhmu bau sekali membuatku ingin mual, sekarang cepatlah pergi!”
“Baiklah aku segera pergi dari kamar ini!”
Steven terpaksa meninggalkan kamar miliknya, ia begitu kesal dengan sikap istrinya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Perasaan cintanya kepada Azizah mengalahkan semuanya, ia pun memutuskan untuk beristirahat di kamar kosong lainnya.
Hari ini meminta buah durian, kemarin-kemarin meminta mangga muda, meminta aku berdandan ala bajak laut besok apalagi yang akan istriku minta dariku ini?
Steven akhirnya sampai dikamar kemudian merebahkan tubuhnya di kasur, sudah hampir seminggu ia tidak menyentuh tubuh istrinya alasannya adalah Azizah merasa kesal jika berdekatan dengan dirinya.
“Semoga saja malam ini aku bisa memakan dirimu sayang,” ucap Steven bermonolog.
🍃🍃
Azizah senang melihat buah durian dihadapannya.
Bukannya langsung memakan buah durian itu, Azizah hanya mengendus-endus mencium aroma daging durian setelah puas Azizah meletakkannya begitu saja dan memutuskan untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa sangat pegal.
“Cinta karena cinta, tak perlu kau tanyakan
tanpa alasan, cinta datang dan bertahta!” Azizah bernyanyi di dalam kamar mandi dengan terus memainkan air di bathtub.
Cukup lama Azizah merilekskan pikirannya akhirnya ia pun bergegas meyelesaikan ritual mandinya, ia melirik ke arah jam dinding dan ternyata sudah sore.
“Ternyata sudah sore,” ucap Azizah.
Wanita itu mengenakan piyama berwarna biru polos dan segera mencari keberadaan istrinya.
“Do you know where my husband is? ( Apakah kamu tahu dimana suamiku?)” tanya Azizah pada pelayan.
“In the room to the right of the young lady (Dikamar sebelah kanan nyonya muda!)”
Azizah tersenyum dan berjalan ke arah yang ditunjuk oleh pelayan, ia masuk ke dalam kamar dan melihat suaminya tertidur pulas.
__ADS_1
Maafkan aku sayang, entah akhir-akhir ini aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam diriku ini dan mungkin kamu juga menyadari keanehan dari istrimu ini suamiku.
Azizah berjalan mendekati suaminya dan duduk di sisi ranjang sambil membelai rambut Steven.
“Ahhhh!” teriak Azizah saat suaminya menarik tubuh dan merebahkan tubuhnya ke ranjang.
“Kamu menggodaku sekarang sayang?” tanya Steven.
“Si...siapa yang menggoda mu aku kesini hanya ingin membangunkan mu saja.”
“Benarkah, jangan-jangan kamu merindukanku sayang?”
“Selain mesum kamu juga tukang narsis,” ledek Azizah dan mendorong tubuh suaminya dengan cepat ia beranjak dari kasur empuk itu.
Steven terkekeh geli melihat kelakuan istrinya.
“Kamu sangat lucu sayang,” puji Steven.
“Terserah kamu saja, cepat bangun!”
“Baiklah.”
“Langsung mandi!”
“Iya sayang, baiklah aku bangun sekarang!”
Azizah berjalan lebih dulu kemudian diikuti oleh Steven, pria blasteran itu tersenyum tipis melihat punggung istrinya.
Sesampai nya di kamar, Steven terkejut melihat buah durian yang masih utuh.
“Tidak, aku hanya mencium aromanya saja!”
Haaaa? mencium aromanya saja?
Aku mencarinya sampai-sampai sulit tidur karena belum mendapatkan buah durian sementara istriku hanya mencium aromanya tanpa memakannya?
Ya Allah apakah istriku sedang bercanda dengan hamba!
Steven terperangah heran berulang kali ia menggelengkan kepalanya.
“Sudah sana mandi, lihat jam berapa sekarang!”
Kenapa aku merasa istriku ini mulai berkelakuan aneh, bahkan ia sekarang lebih suka memerintah diriku.
“Iya sayang!” seru Steven dan bergegas masuk ke kamar mandi dengan wajah yang nampak begitu sedih.
Azizah hanya memperhatikan suaminya yang masuk ke kamar mandi, ia tiba-tiba merasakan kesedihan.
Kenapa aku merasa ada hal yang aneh pada diriku semakin lama semakin aneh saja.
Suaminya belum juga selesai membersihkan diri, ia pun memutuskan untuk meninggalkan kamar dan mencari ibu mertuanya.
🍃🍃
Yuli sedang duduk bersantai di ruang keluarga dengan majalah ditangannya terlihat juga mulut Yuli sibuk mengunyah kacang almond.
__ADS_1
“Sore mami!” sapa Azizah dan duduk tepat disamping ibu mertuanya.
“Sore juga sayang!” seru Yuli.
“Mami sendirian disini, papi kemana mi?” tanya Azizah sambil mengedarkan pandangannya berusaha menemukan keberadaan ayah mertuanya.
“Papi sedang tidak ada di rumah Azizah, papi ada urusan bersama temannya,” ujar Yuli.
Azizah mengangguk pelan.
“Sayang coba deh kacang almond ini enak!” pinta Yuli agar menantunya mencicipi kacang almond.
“Iya mi!” seru Azizah dan mencomot kacang almond.
Azizah mengunyah cemilan itu dan merasakan hal yang lain.
Bukankah kacang almond rasanya sama saja seperti kacang almond yang sebelumnya aku makan, tapi kenapa ini sangat enak sekali.
“Bolehkah Azizah memakan semuanya mi?” tanya Azizah penuh semangat.
“Boleh, mami masih punya banyak kacang almond!” seru Yuli.
Azizah mengunyahnya dengan penuh semangat belum sampai 15 menit kacang itu sudah habis, Yuli sedikit heran dengan nafsu makan menantunya.
“Kamu disini sayang!” ucap Steven menghampiri Azizah dan ibu tercinta.
“Iya memangnya kenapa?” tanya Azizah.
Sorot mata Azizah seperti orang yang bertemu musuhnya, tajam seolah-olah ingin membunuh orang yang ia tatap.
Yuli berpikir jika suami istri itu sedang ada masalah dan memutuskan meninggalkan Steven dan Azizah.
“Kalian selesaikan masalah kalian dulu, mami mau ke kamar!” ucap Yuli dan dengan cepat melangkahkan kakinya menjauh dari suami istri itu.
Steven berusaha tenang dan berusaha menenangkan hati istrinya yang tiba-tiba begitu dingin terhadapnya.
“Istriku sayang, apakah aku membuatmu marah atau kesal?” tanya Steven lalu memeluk mesra tubuh Azizah.
Mendapat pelukan dari suaminya perasaan Azizah langsung tenang, sangat nyaman dan damai.
“Maaf!” ucap Azizah.
Steven terkejut karena istrinya mengucapkan kata maaf dan melepaskan pelukannya.
“Maaf karena apa istriku, kamu tidak melakukan kesalahan.”
“Ya pokoknya aku minta maaf, bisakah kita segera kembali ke Jakarta?”
“Besok kita sudah kembali ke Jakarta! mami, papi dan Mariska akan ikut kita pulang,” terang Steven.
“Benarkah, lalu rumah ini bagaimana?” tanya Azizah penasaran sekaligus bahagia karena mertua dan adik iparnya ikut pulang ke Jakarta.
“Benar istriku, akan ada orang yang menjaga rumah ini jadi tidak masalah.”
Azizah memeluk tubuh suaminya dan mengoceh bahagia karena ia tidak hanya pulang bersama suaminya melainkan keluarga yang lainnya juga ikut pulang.
__ADS_1