
Di Paris.
Kesehatan Azizah akhirnya membaik, Steven berencana ingin memberikan kejutan kepada sang istri tercintanya sebagai kesembuhan Azizah.
Steven pun sangat senang karena istrinya telah selesai menstruasi membuat dirinya bisa menikmati malam panjangnya lagi yang tertunda selama 1 Minggu penuh.
“Sayang, malam ini kita akan keluar apakah kamu mau menemaniku pergi?” tanya Steven.
“Tentu saja aku mau, tapi kita akan pergi kemana?” tanya Azizah balik dengan wajah penasaran.
“Kamu akan tahu saat kita telah sampai di sana.”
“Aku jadi tidak sabar ingin pergi keluar bersamamu suamiku!” seru Azizah bersemangat.
Sepertinya suamiku mengajakku ke tempat ya indah, mungkin saja.
Keluar malam-malam, mungkinkah malam malam romantis?
Steven berbaring di ranjang sambil memeluk tubuh Azizah yang hanya mengenakan tank top berwarna putih polos sementara Steven bertelanjang dada.
“Sayang, bisakah bulan depan kita kembali ke Indonesia?” tanya Azizah yang berada di dekapan tubuh suaminya yang kekar.
“Baiklah, apapun itu aku akan menurutinya.
Tapi beri alasan mengapa kamu ingin kembali secepat itu padahal waktu kita di sini masih sangat panjang.”
Azizah menggerakkan tubuhnya dan menatap ke arah wajahnya suaminya, ia kini berada tepat di atas dada suaminya.
“Aku rindu suasana rumah suamiku, lagipula aku sudah menginjakkan kakiku di kota Paris.
Itu semua sudah lebih dari cukup.” Azizah berkata sambil memainkan wajah suaminya dengan jari telunjuknya yang dipenuhi dengan bulu-bulu halus alias brewok suaminya.
“Baiklah istriku!” seru Steven.
Istriku benar-benar wanita yang susah di tebak, aku mengira ia akan betah disini dan memintaku untuk berbelanja membeli barang-barang branded namun sampai sekarang ia tak meminta apapun dariku padahal sudah berulang kali aku menawarkan untuk mengajaknya berbelanja.
Istriku selain cantik juga sangat sederhana.
Azizah tersenyum manis saat suaminya memperhatikan dirinya, ia begitu bahagia karena suaminya tak pernah menolak keinginannya meski ia tahu terkadang suaminya terpaksa mengalah.
“Aku rindu dengan Yana, bolehkah aku menghubunginya sebentar sayang?”
“Silahkan, tapi istriku harus tetap disini!” pinta Steven agar istrinya tak pergi meninggalkan dirinya di ranjang.
“Baiklah aku akan menghubungi Yana di dalam dekapanmu sayang!” seru Azizah.
Azizah meraih ponselnya yang berada di sisi ranjang dan mulai menghubungi nomor telepon sahabatnya.
“Tut..... Tut....” Suara sambungan telepon.
“Assalamualaikum,” ucap Yana.
__ADS_1
“Waalaikumsalam, Yana apa kabar kamu di Magetan?” tanya Azizah dengan penuh semangat.
“Alhamdulillah aku baik-baik saja, bagaimana dengan bulan madu mu apakah lancar disana?”
Azizah melirik ke arah suaminya yang berusaha mendengarkan pembicaraan antara ia dan Yana.
“Aku sedang mengobrol dengan Yana, kamu jangan coba-coba untuk mendengarkan obrolan kami,” ucap Azizah sambil menjauhi ponselnya agar Yana tak mendengar pembicaraan dirinya dengan Steven.
Steven tersenyum tipis dan malah memeluk tubuh istrinya yang saat itu sedang menghubungi Yana.
“Sayang kamu apa-apaan, aku sedang mengobrol dengan Yana,” ucap Azizah sambil berbisik.
“Azizah! apakah kamu mendengarkan aku?”
“Maaf Yana, tadi ada lalat besar yang mengganggu ku.”
“Apakah lalat nya sudah pergi?” tanya Yana dari seberang telepon.
“Sepertinya sudah, Oya kapan kamu dan Mike melangsungkan pernikahan?” tanya Azizah penasaran.
“Syukurlah, aku dan Mike bulan depan akan menikah!”
“Baguslah kalau bulan depan, tapi setahuku bukankah kalian menikah bulan ini?”
“A...aku dan Mike harus mengurus hal-hal yang lain.”
Azizah mengernyitkan keningnya, ia tahu bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh sahabatnya itu dari cara yang berbicara.
“Sungguh hanya itu bukan karena ada hal lain?” tanya Azizah memastikan.
“Waalikumsalam.”
Apakah ada hal yang disembunyikan oleh Yana?
Aku tahu ada sesuatu yang tidak beres dari cara Yana berbicara, Ya Allah semoga Yana disana baik-baik saja dan pernikahan mereka berlangsung dengan sangat lancar.
Steven memperhatikan Istrinya yang terlihat melamun dengan wajah yang begitu aneh.
“Ada apa istriku?” tanya Steven membuyarkan lamunan Azizah.
“Tidak ada apa-apa, hanya aku merasa bahwa Yana menyembunyikan sesuatu dariku sayang,” balas Azizah.
“Mungkin itu hanya pikiranmu saja istriku.”
“Ya semoga saja!”
Aku tidak akan membiarkan istriku berpikir terlalu jauh, sebaiknya aku menghubungi Mike dan menanyakan sebenarnya apa yang terjadi dengan Yana barangkali Mike tahu.
“Istriku sayang.”
“Ada apa sayang?”
__ADS_1
“Nanti malam kita akan keluar dan menghabiskan waktu bersama diluar, berhubung kita belum tidur siang jadi sebaiknya kita tidur sore bagaimana?”
“Apa yang kamu katakan benar suamiku, aku juga sangat mengantuk!”
Azizah menggeser kan tubuhnya dan menaruh kepalanya di lengan kekar suaminya.
Steven mengelus-elus rambut istrinya berharap sang istri segera tidur dan melupakan sejenak tentang sahabatnya.
Ternyata usaha Steven tidak sia-sia, Azizah langsung tidur dan terdengar suara dengkuran halus dari tidur cantik istrinya.
Steven menunggu istrinya agar benar-benar tertidur pulas, setelah dirasa istrinya sangat pulas barulah Steven bergeser menjauh dari Azizah dengan sangat hati-hati agar istrinya tak terbangun dan mencoba menghubungi Mike.
“Tut.... Tut...”
“Benarkah ini Steven Walker sahabatku?” tanya Mike yang baru saja menerima telepon dari Steven.
“Iya ini aku Steven, sekarang kau dimana?” tanya Steven lirih agar istrinya tak terganggu dan terbangun dari tidurnya.
“Kamu kenapa berbicara berbisik-bisik seperti itu Steven?”
“Kau tinggal menjawab dan jangan melontarkan pertanyaan apapun terhadapku!” tegas Steven.
“Baiklah big bos, aku sekarang berada di Magetan.”
“Magetan? kenapa kau berada disana apakah terjadi sesuatu?”
“Calon mertuaku masuk rumah sakit karena kanker lambung, tapi sekarang sudah membaik dan sudah di operasi.”
“Benarkah, tapi mengapa Yana tak memberitahukan istriku dan mengapa pernikahan kalian ditunda?”
“Yana sengaja tidak memberitahukan istrimu karena tak ingin mengganggu acara bulan madu kalian, pernikahan kami ditunda karena mami harus memulihkan kondisinya terlebih dahulu.”
“Baiklah, aku berdoa agar calon mertuamu cepat sembuh dan pernikahan kalian lancar sampai hari H.”
“Terima kasih sahabatku, kata-kata mu sungguh menyentuh.”
Steven lalu mematikan ponselnya dan menaruh ponsel itu di nakas.
Jadi Yana sengaja tidak memberitahukan kami?
Persahabatan mereka sungguh luar biasa, Yana menyimpan rapat-rapat agar Azizah tak mengetahuinya.
Tapi dengan keyakinan dari persahabatan mereka membuat istriku tahu bahwa Yana sedang mengalami sesuatu di sana.
Sebaiknya aku jangan memberitahukan kepada Azizah, biarkan Yana memberitahukannya sendiri.
Steven kembali membaringkan tubuhnya disisi sang istri dan mendekap tubuh istrinya dari belakang, tak lupa pria blasteran itu mencium kening serta bibir sang istri.
“Selamat tidur istriku, aku mencintaimu selamanya,” ucap Steven berbisik di telinga Azizah yang tertidur pulas.
Setelah membisikkan kata-kata cinta itu, Steven memejamkan mata agar segera tertidur menyusul istrinya.
__ADS_1
Like please... ❤️😭
Vote 😤😭