
Malam hari.
Steven terbangun dari tidurnya dan melihat istrinya sedang tertidur pulas, malam itu istrinya terlihat sangat seksi membuat Steven menjadi bergairah.
Saat ingin menyentuh istrinya, Steven menggelengkan kepalanya dan mengingat bahwa istrinya sedang datang bulan.
Ia pun beranjak dari ranjang dan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya berharap adik kecilnya segera tidur.
Sabar Steven!
Hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi kamu bisa menyentuh istrimu.
1 jam kemudian.
Meski dibawah sana masih sedikit mengganjal namun tidak terlalu sempit seperti diawal tadi, ia pun kembali merebahkan dirinya di ranjang.
“Bugh!”
Azizah bergeser memeluk suaminya namun lutut Azizah malah menendang adik kecil milik suaminya.
“Awwww... telurku!” teriak Steven sambil berguling-guling di ranjang menyentuh adik kecilnya yang saat itu sakitnya luar biasa.
Azizah seketika itu terbangun dan terkejut melihat suaminya yang seperti cacing kepanasan.
“Kamu kenapa suamiku?” tanya Azizah panik.
“Awww... kamu menendang telurku sayang!”
Steven terus berguling-guling di ranjang itu, Azizah melirik ke arah tangan suaminya yang menutupi tepat dibagian adik kecil suaminya.
Ya ampun aku menendangnya....
Semoga saja tidak pecah..
“Aku minta maaf suamiku, aku benar-benar tidak sengaja!”🙏
“Aku tahu kamu tidak sengaja sayang, tapi ini adalah aset masa depanku.”
Steven berusaha menenangkan dirinya dan turun dari ranjangnya, segera mungkin ia menurunkan celananya dan melihat apakah miliknya baik-baik saja.
Azizah dengan cepat menutup kedua matanya dan membelakangi suaminya.
“Syukurlah masih utuh!” ucap Steven lega.
Steven merasa lega dan membaringkan tubuhnya, sakit yang ia rasakan mulai berkurang.
Azizah masih saja menutup matanya dan membelakangi suaminya.
“Istriku!” panggil Steven.
Azizah membuka matanya dan berbalik menghadap suaminya.
“Maaf!” ucap Azizah sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Steven masih merasakan sakit namun rasa sakitnya ia sembunyikan agar istrinya tidak sedih.
“Aku baik-baik saja istriku, maaf membuatmu terbangun,” ucap Steven sambil membelai rambut istrinya.
“Benarkah baik-baik saja?”
“Iya istriku! ayo tidur masih malam ini!” ajak Steven.
“Baiklah.”
Steven menepuk-nepuk bantal yang berada disisinya agar istrinya segera berbaring, Azizah pun tersenyum manis dan membaringkan tubuhnya.
Steven membelai rambut Azizah dan mencium pipi serta bibir istrinya.
Azizah menarik tangan suaminya dan menaruhnya di atas perut Azizah.
“Aku ingin kamu mengelus-elus perutku sayang!” pinta Azizah manja.
“Baiklah istriku!”
Steven mengelus-elus lembut perut Azizah yang masih rata itu, tak butuh waktu lama akhirnya Azizah tertidur dengan suara dengkuran halus.
Belum dapat jatah malah adik kecilku di tendang, untungnya masih aman.
Steven pun memejamkan matanya kemudian ia menyusul istrinya yang sudah tertidur pulas.
🍃🍃🍃🍃
Rika duduk di ranjang sambil menikmati makanan yang dibawa oleh suaminya, ia sangat senang karena ia bisa kembali sehat dan berkumpul bersama suami dan putri semata wayangnya.
Yana pulang bersama Mike untuk mengambil baju ganti Rika, sudah 3 hari sejak Rika siuman ia belum juga beranjak dari ranjang itu.
Danu lah yang selalu setia menemani istrinya, mulai dari mengelap tubuh istrinya dan membuang kotoran istrinya, ia lakukan sendiri tanpa meminta bantuan kepada siapapun.
“Iya mami makan bubur ayam, kamu sudah makan nak?” tanya Rika.
“Belum mi, sebentar lagi Yana dan Mike keluar mencari makan!” seru Yana.
Danu tersenyum manis pada istrinya, ia menyuapi istrinya dengan sangat lembut seperti menyuapi bayi takut jika bayi itu tersedak.
“Sudah mas, aku ingin minum!” pinta Rika.
Danu menaruh mangkuk kecil yang berisi bubur di meja kecil dekat ranjang istrinya, kemudian ia mengambil segelas air dan meminumkan air itu pada Rika.
“Hati-hati sayang, jangan buru-buru nanti kamu tersedak!”
Rika mulai meminum air itu hingga habis.
“Hanya minum seperti ini aku bisa mas, mas tidak perlu mengkhawatirkan aku.”
“Tidak bisa, sekarang aku harus lebih perhatian lagi agar hal yang kemarin-kemarin tidak terjadi lagi akibat kelalaian aku sebagai suami!”
“Terima kasih mas!”
__ADS_1
Yana memanyunkan bibirnya melihat suami istri itu begitu romantis bahkan ia dan Mike sedang berada disekitar mereka pun tak dihiraukan berasa dunia milik berdua dan yang lain hanya mengontrak saja.
“Mike ayo kita keluar cari makan!” ajak Yana.
“Kita baru sampai Yana sayang, sebentar lagi ya!” ucap Mike yang tak enak jika harus pergi secepat itu apalagi dirinya dan Yana baru sampai.
Danu mengusap lembut kening Rika sesekali pria itu mencium pipi Rika hingga Rika pun tertidur.
Pria itu kemudian beranjak dari tidurnya menghampiri Mike dan Yana.
“Mana pakaian mami?” tanya Danu.
“Itu Pi, sudah Yana taruh di situ!” seru Yana menunjuk koper ukuran kecil yang berisikan pakaian maminya.
“Terima kasih ya nak, Oya kalian belum makan kan?” tanya Danu memastikan.
“Iya Pi, Mike dan Yana memang belum makan. Papi mau ikut makan bersama kita!” ajak Mike.
Mike malah mengajak papi untuk makan bersama?
Semoga papi menolak.
“Tidak usah, kalian pergilah cari makan! papi akan menemani mami disini lagipula papi sudah makan!” seru Danu.
Alhamdulillah papi menolak. Kalau begini kan aku dan Mike bisa berduaan hehe... hehe...
“Ya sudah Mike ayo kita pergi! biar papi menemani mami disini!” ajak Yana.
Yana melambaikan tangannya ke arah Danu dan pergi meninggalkan orangtuanya.
“Kita mau makan dimana Yana sayang?” tanya Mike.
Yana berpikir kemana ia dan Mike harus makan, nasi Padang sudah terlalu sering.
Ia pun menjentikkan jarinya saat mengingat ayam panggang di daerah Gandu.
“Ayo kita pergi ke tempat ayam panggang di desa Gandu!” ajak Yana.
“Dimana itu Yana? aku bahkan baru dengar tempatnya,” ucap Mike bingung.
“Kalau sudah sampai tempatnya kamu juga akan tahu, pokoknya di desa Gandu itu khusus tempat orang menjual ayam panggang. Aku dan papi pernah sekali kesana saat masih kecil kalau tidak salah saat papi dan mami bertengkar!” jelas Yana sambil mengingat kejadian saat ia masih kecil.
Mike mengusap lembut pipi calon istrinya itu,
awalnya ia tidak mengetahui tentang kehidupan Yana.
Danu lah yang menceritakan semuanya sehingga Mike tahu apa yang dirasakan oleh Mike meski tidak seratus persen sama seperti yang dirasakan oleh Yana.
“Jangan kamu ingat lagi ya Yana sayang! sekarang kita fokus menatap masa depan, lagipula mami dan papi telah bersatu dan tidak ada yang memisahkan mereka kecuali Maut!” tegas Mike.
“Terima kasih Mike, sejak mengenalmu aku merasa hidup. Ditambah papi dan mami yang telah menikah kembali.”
“Ayo tunggu apalagi? kita berangkat makan ayam panggang!” ajak Mike yang penasaran dengan ayam panggang desa Gandu.
__ADS_1
Bersambung...
Vote 🙏 like ❤️ komen 👇