
Steven telah bersiap-siap mengajak istrinya keluar, tak lupa ia juga menghubungi Hendrick agar memastikan bahwa apa yang dipersiapkan untuk istrinya telah siap.
“Sayang bagaimana penampilan ku malam ini?” tanya Azizah penasaran.
Steven tersenyum puas melihat istrinya berpenampilan begitu cantik, “Sangat cantik istriku.”
Steven mendekat ke arah dan memeluk pinggang ramping istrinya.
Ia mencium leher putih Azizah berulang kali membuat Azizah dengan cepat menutup mulut suaminya dengan tangannya.
“Hentikan suamiku! malam ini bukankah kamu mengajakku keluar,” ucap Azizah mengingatkan Steven alasannya ia berdandan cantik dan menjauh dari tubuh suaminya yang sedang memeluk dirinya.
Steven menepuk keningnya, “Maafkan aku istriku, aku hampir saja memakan mu.”
“Dasar mesum,” ucap Azizah sambil mencubit hidung mancung suaminya.
“Aku kan mesum han.....”
“Iya aku tahu,” potong Azizah agar suaminya tak melanjutkan ucapannya itu.
“Kamu benar-benar membuatku tak sabar sayang,” ucap Steven dan memeluk kembali tubuh istrinya.
“Jadwal kita malam ini ingin keluar atau di dalam kamar saja?” tanya Azizah memastikan.
“Pertama kita akan menikmati malam kita diluar setelah itu baru di dalam kamar,” balas Steven dengan menyunggingkan senyum.
“Terserah kamu saja,” ucap Azizah pasrah karena tak.ingin berdebat dengan suaminya yang membuatnya sedikit kesal.
“Ayo sayang kita berangkat!” ajak Steven.
Seharusnya dari tadi kita berangkat, kenapa harus ada drama cinta-cintaan segala.
Dasar mesum.
Steven berjalan sambil merangkul pinggang ramping Azizah dan menuntunnya masuk ke dalam mobil.
“Selamat malam tuan muda!” sapa sopir pribadi Steven.
“Kau lupa kalau aku juga bersama istriku?” tanya Steven dengan menajamkan pandangannya ke pria berumur 40 tahunan.
Pria itu menunduk ketakutan dan menyapa Azizah yang sudah lebih dulu duduk di dalam mobil.
“Maafkan saya tuan muda, selamat malam nyonya muda! saya mohon maaf atas kelalaian saya!” ucap sopir itu.
Azizah turun dari mobil dan keluar menghampiri suaminya dan sopir pribadi suaminya.
Ia mendengar pembicaraan kedua pria itu karena kebetulan mereka berbicara memakai bahasa Indonesia.
“Sayang kamu jangan seperti itu, ayo masuk!” ajak Azizah semanis mungkin agar suaminya tak menghidupkan mode kesalnya.
__ADS_1
“Anda juga silahkan masuk pak!” pinta Azizah pada sang sopir.
Azizah dan Steven masuk kedalam mobil bersama disusul pula oleh sang sopir.
“Aku paling tidak suka kalau kamu berbicara seperti itu lagi suamiku,” bisik Azizah.
“Maafkan aku istriku, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.”
Pria yang sedang mengemudikan mobil bernafas lega karena istri dari majikannya menolong dirinya.
“Bapak sudah lama tinggal di Paris?” tanya Azizah pada pria di depannya.
“Sudah nyonya muda, saya di Paris hampir 15 tahun.”
Steven hanya terdiam mendengar pembicaraan istrinya dan sopir pribadinya yang ia sewa selama berada di Paris.
Ia tidak ingin istrinya mendiamkannya terlebih lagi malam itu harus menjadi malam yang spesial untuknya dan istri tercintanya.
Akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju, Steven lebih dulu turun setelah sang sopir membukakan pintu mobil.
Ia kemudian berdiri di depan pintu mobil istrinya, setelah Azizah turun dari mobil dengan cepat Steven merangkul pinggang ramping Azizah yang seolah-olah takut jika istrinya diculik oleh pria lain.
Azizah terkejut sekaligus takjub melihat gedung di depannya yang sangat terpampang jelas nama Azizah Cahyani fashion ditambah kelap-kelip lampu LED.
“Apa ini suamiku?” tanya Azizah penasaran.
“Kejutan!” seru Steven.
“Kamu benar 100% istriku, aku membuka bisnis ini atas namamu,” jawab Steven.
Lagi-lagi aku dibuat terkejut oleh suamiku, jika memang benar seperti itu berarti suamiku sangat mencintai diriku dan selamanya tidak akan meninggalkan aku.
“Terima kasih suamiku!” ucap Azizah bahagia dan memeluk tubuh suaminya.
“Aku sangat mencintaimu istriku dan hari ini aku berulang tahun,” sahut Steven.
Azizah sekali lagi terkejut mendengar ucapannya suaminya, bagaimana ia bisa melupakan hari spesial suaminya itu.
“Maaf aku benar-benar tidak ingat,” ucap Azizah sambil menundukkan kepalanya dan tak sengaja air mata wanita itu jatuh.
“Jangan menangis istriku, tak masalah jika kamu melupakan ulang tahunku bagiku yang terpenting kamu selalu berada di sisiku untuk selamanya.” Steven berkata sambil menghapus air mata Azizah.
“Aku berjanji akan selalu berada di sisimu suamiku,” balas Azizah dengan wajah serius.
Steven tersenyum manis dan menuntun istrinya masuk kedalam gedung fashion yang ia persembahkan untuk Azizah Cahyani.
Azizah melangkahkan kakinya dengan malu-malu saat melihat banyak sekali orang yang hadir di dalam gedung itu, tepuk tangan dari mereka membuat Azizah sedikit canggung.
Mereka datang menghampiri Azizah dan Steven, lalu menyodorkan tangan mereka tanda mereka mengucapkan selamat.
__ADS_1
Azizah hanya tersenyum semanis mungkin karena ia tidak tahu bahasa apa yang mereka ucapkan saat menjabat tangannya dan juga suaminya.
2 jam kemudian.
Gedung yang ramai perlahan-lahan berubah menjadi sepi, hanya tersisa Azizah dan suaminya.
Tiba-tiba dari kejauhan beberapa orang datang dengan membawa barang-barang seperti kursi dan meja.
Mereka berpakaian rapi berwarna hitam dan putih tak lupa dasi kupu-kupu menghiasi kemeja putih yang mereka gunakan.
“Kenapa yang lainnya pergi suamiku? dan kenapa orang-orang berseragam itu membawa meja dan kursi?” tanya Azizah keheranan.
“Aku hanya ingin kita menghabiskan waktu berdua saja, maksudnya berempat,” ucap Steven membetulkan ucapannya.
Azizah heran dengan ucapannya suaminya, bukankah hanya dia dan suaminya saja?
tapi mengapa mengatakan berempat.
“Berempat bagaimana suamiku? disini hanya ada kita berdua!”
“Partner kerjaku dan istrinya akan datang kemari, aku harap kamu bisa mengatasinya istriku!”
Apa maksud dari suamiku ini?
mengatasi apanya coba?
Ternyata benar yang dikatakan oleh suaminya, meja dan kursi di hadapan Azizah ada empat kemudian meja cantik itu dipenuhi dengan makanan yang seperti sangat enak dan sedap di pandang.
Dari kejauhan terlihat seorang pria dan seorang wanita berjalan menuju Azizah dan Steven.
“Apalah mereka partner kerja mu suamiku?” tanya Azizah memastikan.
“Iya istriku!” seru Steven.
Kita lihat apa yang akan terjadi kalau dua wanita bertemu satu dengan yang lainnya, aku yakin istriku Azizah bisa mengatasi wanita murahan itu.
Hendrick datang dan memeluk tubuh Steven.
“Selamat ulang tahun bro! ini hadiah untukmu!” ucap Hendrick sambil memberikan kotak hadiah untuk Steven.
“Kau ini kenapa membawa hadiah segala,” balas Steven sambil menerima hadiah pemberian Hendrick.
“Hanya hadiah kecil saja!”
Megan tersenyum manis ke arah Steven dan memandangi wajah Steven dengan penuh ketertarikan, Azizah nampak tak suka dengan cara Megan menatap suaminya apalagi Megan telah bersuami.
Jadi maksud suamiku adalah wanita ini?
Tenang saja suamiku, aku akan memberikan pelajaran untuk wanita seperti dia ini.
__ADS_1
Like ❤️ ya teman-teman.
Vote juga 😭😤