
Di Jakarta.
Sudah 2 hari Yana dan Mike berada di Jakarta, mereka ingin berlibur di ibukota Jakarta.
Yana belum tahu bahwa sang sahabat sedang tidak ada di Jakarta, bahkan pagi itu ia dan Mike ingin memberikan kejutan kepada Steven dan Azizah.
“Ibu hamil cantik sekali lagi ini,” puji Mike saat melihat Yana sedang bercermin.
“Tentu saja aku cantik, kalau tidak cantik kamu tidak aku jatuh cinta kepadaku,” balas Yana.
“Kamu lupa pertama kali kita bertemu, aku langsung mencium bibir mu yang seksi itu,” goda Mike dan langsung mendapat lirikan tajam dari Yana.
“Karena aku pria mesum, kamu pasti sering melakukan ini kepadamu mantan-mantan mu ya kan!” seru Yana sambil menyipitkan mata.
“Tentu saja tidak, mantan ku hanya 2 sayang,” balas Yana.
Yana yang mendengar perkataan sang suami langsung jengkel dan melempar kotak kecil ke arah sang suami.
“Untuk apa membahas mantan? aku saja bahkan tidak punya mantan,” celetuk Yana yang sangat kesal.
Bukankah Yana yang mulai duluan, kenapa aku yang harus disalahkan.
Ya ampun kalau sudah begini aku harus bagaimana?
Mike memilih diam dan duduk di sofa sambil memainkan ponsel miliknya.
“Istri ngambek bukannya minta maaf dan dihibur ini malah didiamkan dan sibuk main handphone,” ucap Yana..
Mike menyimpan ponselnya dan berjalan mendekati Yana.
“Maafkan aku ya sayang,” ucap Mike berharap kemarahan sang istri reda.
“Seharusnya minta maaf dari tadi, kalau sekarang sudah telat,” celetuk Yana sambil sibuk memperbaiki rambutnya.
Mike menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung harus meluluhkan hati sang istri seperti apa lagi.
“Aku minta maaf ya sayang, aku yang salah kamu memang benar semuanya,” ucap Mike dengan memasang wajah sedih.
Yana tidak terpengaruh dengan wajah Mike, ia bahkan melengos pergi meninggalkan kamar dan sang suami yang masih berada di dalam kamar.
“Sayang!” panggil Mike sambil terus mengejar sang istri.
“Sayang!” panggil Mike lagi.
“Apa?” tanya Yana sambil berbalik badan.
“Maaf ya sayang, aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan aku lagi,” ucap Mike.
“Baiklah, sekarang kita harus pergi ke tempat Azizah. Aku sangat rindu dengan Azizah!” ajak Yana.
“Kiss dulu dong!” pinta Mike sambil menepuk-nepuk pipinya.
“Muachh.. Muach..” Yana mengecup pipi kanan dan kiri sang suami.
“Aku juga harus mencium anak kita,” ucap Mike kemudian mencium perut Yana.
__ADS_1
Mike sengaja memilih apartemen yang tidak terlalu besar dan memudahkan sang istri untuk melakukan aktivitas sebagai ibu hamil.
“Sayang, kita ke tempat Yana dan tuan Steven membawa buah atau apa?” tanya Yana.
“Panggil saja Steven jangan memakai kata tuan sayang!” pinta Mike kemudian langsung mendapatkan cubitan di pinggang Mike.
“Sakit sayang,” ucap Mike sambil mengelus-elus pinggangnya yang sakit akibat cubitan dari sang istri.
“Kamu dan tuan Steven berbeda 3 tahun otomatis tuan Steven lebih tuan dari kamu sayang dan juga tuan muda adalah atasan kerja dalam dunia bisnis jadi kita harus lebih menghormati tuan Steven!” tegas Yana.
“Iya deh kamu benar sayang,” balas Mike yang tidak ingin berdebat lagi dengan sang istri.
*
Sampailah mereka di area parkir.
Mike mengendarai mobil tanpa adanya sopir, itu juga adalah permintaan sang istri karena ia lebih suka berduaan di dalam mobil dan lebih intens.
“Bagaimana kalau kita membeli buah sayang?” tanya Yana.
“Boleh sayang, sepertinya buah juga bagus untuk ibu hamil,” balas Mike.
Kehamilan Yana tidaklah sulit, Yana tidak pernah yang merasakan mual yang berlarut-larut dalam seminggu hanya sekali dua kali Yana merasakan mual. Namun, soal urusan mengidam Yana yang paling banyak minta ini itu dari sang suami membuat Mike terkadang pusing dengan permintaan sang istri yang sedang hamil muda.
“Sayang, kita berhenti dulu ya! aku mau rujak jambu!” pinta Yana.
“Baiklah Yana sayang, kita akan mampir untuk membeli rujak jambu permintaan kamu dan juga anak kita!” seru Mike.
Mike memutar arah dan mengendarai mobil menuju kedai buah.
Sesampainya di kedai buah, Yana berulang kali tersenyum lebar dan tak sabar untuk menikmati jambu yang ia inginkan.
“Rujak jambu merah ya Bu!” pinta Yana.
“Jus alpukat 1 dan air putih 1 ya Bu!” pinta Mike.
“Silahkan tunggu sebentar ya!”
Yana dan Mike duduk santai sambil menunggu pesanan mereka datang, terlihat wajah Yana yang tak sabaran ingin menikmati rujak jambu keinginannya.
Akhirnya rujak jambu merah pesanan Yana datang, dengan cepat Yana menyantap pesanannya.
“Pelan-pelan sayang, tidak ada yang berebut makanan darimu,” ucap Mike.
“Iya sayang,” balas Yana dan terus menikmatinya.
Mike hanya menelan Salivanya melihat Yana begitu semangat menghabiskan rujak buah di hadapannya bahkan pria bule itu geleng-geleng kepala.
“Mas!” panggil pemilik kedai buah.
“Iya Bu ada apa?” tanya Mike.
“Boleh minta foto!” pinta Ibu pemilik kedai.
__ADS_1
Yana yang mendengar permintaan pemilik kedai langsung geleng-geleng kepala.
“Maaf ya Bu,” ucap Mike tidak mengizinkan untuk diajak foto.
“Boleh kok Bu, tapi sama saya ya!” seru Yana.
Kemudian mereka berfoto termasuk anak pemilik kedai buah yang masih kecil.
“Terima kasih!” ucap pemilik kedai.
Mike sedikit bingung dengan sang istri, ia berpikir bahwa sang istri tidak mengizinkan dirinya ber-selfie bersama pemilik kedai buah rupanya sang istri malah ingin ikut berfoto juga.
“Sudah selesai sayang,” ucap Yana.
Mike segera membayar buah yang ia beli termasuk parsel buah untuk sang sahabat.
“Kami permisi Bu!”
“Terima kasih!”
***
45 menit kemudian.
Mobil mereka sampai di depan gerbang kediaman Steven Walker.
Namun sayangnya, mobil mereka dicegat oleh para bodyguard.
“Tok...tok..”
“Tolong buka jendela kaca mobil!” pinta salah satu bodyguard.
“Iya ada apa?” tanya Mike yang sudah menurunkan kaca mobil.
“Silahkan masuk!” ucap bodyguard karena ia kenal dengan Mike.
Mike melanjutkan perjalanan memasuki pekarangan rumah sang sahabat.
“Ayo sayang kita turun!” ajak Mike.
“Iya sayang!”
Mariska mendengar mobil masuk pekarangan rumah dengan cepat ia keluar untuk mengetahui siapa yang datang.
“Kak Yana!” teriak Mariska dan memeluk tubuh Yana.
“Mariska, kamu disini?” tanya Yana.
“Iya kak, kakak kesini mau bertemu dengan kak Azizah ya?”
“Iya, Azizah ada?”
“Yah, sayangnya kak Azizah sedang babymoon di Singapura,” jelas Mariska.
Yana menoleh ke arah sang suami dengan wajah sedih, kemudian Adam dan Yuli keluar rumah mempersilahkan suami istri itu masuk.
__ADS_1
Wajah Yana yang tadinya bersemangat kini berubah menjadi sedih, ia benar-benar ingin bertemu dengan Azizah.
Ia ingin membuat kejutan untuk sang sahabat malah ia yang mendapatkan kejutan karena sang sahabat sedang berada di Singapura.