
Mike merenggangkan ototnya yang terasa pegal, ia bergegas menuju kamar mandi membersihkan diri.
Hari ini dirinya dan Diana akan bertemu, Diana mengatakan bahwa ia ingin memberitahukan hal yang penting. Tentu saja Mike senang, ia berpikir bahwa Diana akan menerima tawaran Mike untuk segera menikahinya.
Cus.. cus
Mike menyemprotkan parfum begitu banyak, sudah pasti saat ia berlalu lalang di jalanan yang ramai ia pasti menjadi pusat perhatian karena bau parfum yang begitu menyengat.
"Kamu pakai parfum sebanyak itu untuk menarik perhatian wanita atau menarik perhatian dari lalat?" Ledek Cecilia yang mencium aroma parfum Mike.
"Hentikan Mommy, jangan meledekku lagi" Ucap Mike sebal sambil menyantap roti panggang.
"Baiklah, kamu mau kemana rapi begini?" Tanya Cecilia sambil memainkan rambut Anaknya.
"Mommy berapa kali aku katakan, jangan memainkan rambutku. Kenapa kebiasaan Mommy tidak hilang-hilang" Sahut Mike sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Kamu belum menjawab pertanyaan Mommy, Sebenarnya kamu ingin kemana?" Tanya Cecilia penasaran.
"Bertemu Diana" Ucap Mike lirih, ia tidak ingin berbohong lagi soal dirinya dan Diana. kedua orangtuanya sangat menentang keras hubungan mereka.
"Kamu masih berhubungan dengan wanita itu, bagaimana jika Daddy mu tahu? Mommy harus jawab apa nak?" Tanya Cecilia, ia tidak suka dengan hubungan mereka.
"Mommy tinggal jawab biarkanlah Mike dan Diana bersama" Ucap Mike santai sambil melahap roti panggang yang hampir habis.
Cecilia tak menggubris ucapan Mike, ia sibuk mengolesi rotinya dengan selai kacang.
Cecilia sebenarnya ingin memberitahukan kebenaran mengapa ia dan suaminya tak merestui hubungan mereka. Namun Albern yang tak lain adalah suaminya memintanya untuk tidak memberitahukan kebenaran yang sesungguhnya.
"Mike pergi dulu Mom, Bye" Ucap Mike lalu mencium pipi ibunya.
"Seharusnya kamu mengerti dengan ucapan kami nak, Mommy tidak ingin kalian bersama karena Diana tidak pantas untuk kamu. Dia bukan wanita yang tepat untuk kamu nikahkan, kami sendiri yang melihat dengan mata kepala kami sendiri bahwa Diana bercumbu dengan seorang pria di dalam mobil dan itu bukan dirimu nak, kejadian itu tepat dihari ulang tahunmu 9 bulan yang lalu".
Mike mengendarai mobil dengan semangat, ia tak sabar ingin menemui kekasihnya itu.
1 Jam kemudian.
"Baby!!" Panggil Mike sambil berlari menghampiri Diana yang sedang duduk di halaman depan rumah.
"Hai Mike!" Balas Diana dengan senyum sedikit dipaksa.
"Kamu pakai parfum sebanyak ini? ya ampun Mike" Sambung Diana lagi, ia sudah paham betul dengan sikap Mike saat bertemu dirinya.
"Iya Baby, biar kamu klepek-klepek sama aku" Balas Mike santai. Dan dibalas jengah oleh Diana.
"Apa kabar Aunty dan Uncle?" Tanya Mike sambil melambaikan tangannya.
"Kami baik" Jawab mereka kompak.
"Baby Diana!!" Panggil Louis mesra tanpa mengetahui keberadaan Mike.
Mike menoleh ke arah sumber suara itu, ia pun dibuat bingung mengapa Louis memanggil Diana dengan sangat mesra.
Sementara Louis sangat terkejut ia benar-benar tidak tahu kalau Mike berada ditengah-tengah mereka.
__ADS_1
"Ayo kita masuk!!" Ajak Diana mencairkan suasana yang terlihat tegang itu.
Mereka semua mengikuti ucapan Diana untuk masuk, namun Mike dan Louis saling tatap satu sama lain seperti sedang mengibarkan bendera permusuhan.
"Kalian duduk manis disini, Aunty membuatkan minuman kalian" Ucap Rose lalu pergi ke dapur.
"Ehem" Robert berdehem menghilangkan rasa canggung diantara kedua pria itu.
"Kapan kamu pulang Mike?" Tanya Robert basa-basi.
"Kemarin" Jawab Mike singkat tapi dengan mata menatap tajam ke arah Louis, Louis pun menatap balik ke arah Mike menantang.
"Mike!" Panggil Diana yang sedikit tak suka dengan sikap Mike yang terus menatap tajam ke arah Louis.
"Iya Baby" Jawab Mike mesra lalu menggeser duduknya mendekati Diana dan tak lupa memeluk pinggang Diana mesra seolah-olah menunjukkan bahwa Diana hanya milik Mike Seorang.
Louis memutar matanya jengah, ia sangat kesal dengan sikap Mike yang begitu agresif didepan dirinya dan Robert.
"Cih, dasar anak kecil" Ucap Louis lirih namun masih bisa di dengar Mike, Mike pun semakin memeluk Diana erat.
"Mike lepaskan aku!!" Ucap Diana meronta-ronta ingin dilepaskan.
"Baiklah Baby" Balas Mike lalu melepaskan pelukannya.
"Silahkan dinikmati teh hijau buatan Aunty" Ucap Rose ramah lalu meletakkannya beberapa cangkir teh.
"Terima kasih Aunty" Sahut Louis.
"Terima kasih Aunty cantik" Sahut Mike yang tak mau kalah dengan Louis.
"Terlalu manis Aunty" Ucap Louis yang merasakan teh buatan Rose.
"Ya ampun, ternyata memang manis. Ini kamu tambahkan air biar tidak manis lagi" Sahut Rose sambil membantu Louis menuangkan air.
Mike menjadi semakin panas, niatnya ingin memuji dan mencari perhatian malah membuat dirinya menjadi malu.
Louis melirik ke arah Mike dan tersenyum bangga.
Sementara Diana menahan tawanya karena kelakuan Mike.
"Kamu mengajakku bertemu karena ingin menerima lamaran dariku kan Baby? dan kamu ingin segera menikah denganku kan?" Tanya Mike memastikan, ia bahkan dengan bangganya mengucapkan kalimat itu depan mereka dengan suara lantang.
Deg.. deg..
Mereka yang mendengar ucapan Mike langsung terdiam dan serius menatap ke arah Diana, bagaimanapun mereka berharap Diana segera memberitahukan semuanya tentang hubungan mereka yang harus segera diakhiri.
"Baby!!" Panggil Mike sambil menggoyangkan tubuh Diana, namun Diana belum juga merespon ia masih memikirkan bagaimana cara untuk menyampaikan tentang berakhirnya hubungan mereka.
"Baby!!" Panggil Mike sekali lagi.
"I..iya Mike" Sahut Diana gelagapan.
"Dari tadi aku panggil kenapa tidak direspon? kamu sedang memikirkan apa baby?" Tanya Mike heran.
__ADS_1
"A..aku" Ucap Diana terbata-bata.
"Iya Baby, kamu kenapa?" Tanya Mike penasaran.
Diana benar-benar dibuat frustasi, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menggigit bibirnya. Mike melihat gelagat Diana, jika Diana berkelakuan seperti itu berarti ada yang ia sembunyikan dari dirinya.
"Ayo!!" Ajak Mike Serius.
"Kemana?" Tanya Diana bingung.
"Aku tahu ada hal serius yang ingin kamu bicarakan, kita bicarakan ini didalam mobil" Ucap Mike langsung menarik tangan Diana kuat-kuat, Diana pasrah dengan perlakuan Mike. bagaimanapun ia harus mengumpulkan nyawanya untuk memberitahukan semuanya tanpa harus ditutup-tutupi sedikit pun.
Brak.. Suara pintu mobil tertutup.
"Kita sudah di mobil, ayo katakan!!" Ucap Mike serius.
"Be..begini Mike, se... sebenarnya" Ucap Diana terbata-bata.
"Iya ada apa? sebenarnya kenapa? apa kamu ingin mengakhiri hubungan kita?" Tanya Mike memastikan, dan terus memandang ke arah Diana.
Diana membelalakkan matanya, ia terkejut dengan ucapan Mike, bagaimana Mike bisa tahu? sementara ia belum memberitahukan keinginannya.
"Iya? kamu ingin mengakhiri hubungan kita ini?" Tanya Mike sekali lagi.
"Mike, ba..ba.. bagaimana ka..kamu bisa tahu?" Tanya Diana terbata-bata, ia sungguh takut jika Mike marah.
"Bagaimana aku tahu? bukankah kamu dari awal sudah memberitahukan semuanya kepadaku" Ucap Mike santai tanpa melihat ke arah Diana, dan hanya menatap ke arah depan mobil sambil tersenyum lebar.
"A..aku? aku dari tadi tidak memberitahukan apapun kepadamu Mike" Sahut Diana terheran-heran.
Mike mengubah posisi duduknya, kini Mike menghadap Diana. Ia menghela nafas panjangnya.
"Dengar Diana, aku sudah mengetahui kamu dari awal aku datang tadi. pertama kamu tidak membalas memanggil aku dengan sebutan Baby, kedua mata indahmu memberitahukan bahwa kamu tidak bahagia bertemu denganku tadi, dan ketiga Louis memanggil dirimu dengan sebutan Baby bahkan dia datang disaat aku berkunjung ke rumahmu" Terang Mike serius namun tetap santai.
Diana meneteskan air matanya, tanpa ia sadari ternyata Mike sudah lebih dulu tahu tanpa harus dirinya memberitahukan semuanya.
"Hapus air matamu, air mata ini tidak pantas jatuh di pipimu!! aku mohon jangan menangis" Pinta Mike sambil menghapus air mata Diana.
"Hiks..hiks. Maafkan aku Mike" Ucap Diana disela-sela tangisnya.
"Cepatlah pergi temui Louis, aku harap kamu bahagia bersama dia" Ucap Mike dengan senyum manisnya.
Diana menangis sejadi-jadinya, ia bahkan memeluk tubuh Mike dengan sangat erat.
"Diana, jangan sembarangan memeluk pria lain. Ingat!! kau harus menjaga perasaan pasanganmu" Ucap Mike sambil melepaskan pelukan Diana, Diana benar-benar merasa bersalah. Ia dulu sering memeluk pria lain bahkan berciuman dengan pria lain disaat ia memiliki hubungan khusus dengan Mike.
"Sekarang, pergilah! temui Louis, aku yakin orang tuamu dan Louis menunggu dirimu!" Perintah Mike, Diana pun menurutinya. Namun sebelum pergi meninggalkan mobil Mike mencium kening Diana sebagai tanda perpisahan.
Diana berlari sekencang mungkin menuju Rose sang ibu, Dia memeluk tubuh Rose dengan sangat erat. Tangisnya pecah bahkan terdengar sampai keluar.
Sementara Mike menangis di dalam mobil, ia berusaha tegar di depan Diana.
Dihapusnya air mata yang jatuh lalu dengan cepat melajukan mobilnya.
__ADS_1
Jangan lupa Vote Novel Author dengan klik vote lalu Pilih Poin/Koin.
Terima kasih ❤️