
Di Jakarta
Azizah dan Steven telah kembali ke Jakarta setelah berkunjung ke pemakaman orang tua Azizah sekaligus mertua Steven.
“Sudah pulang suamiku, bagaimana urusan di perusahaan apakah sudah selesai?” tanya Azizah sambil memainkan dasi suaminya.
“Sudah istriku, hanya masalah kecil saja tapi sudah aku selesaikan dengan baik,” balas Steven.
“Mau aku buatkan kopi?”
“Tidak usah aku hanya ingin memakan mu,” ucap Steven dengan senyum mesumnya.
“Kamu bau mandilah terlebih dahulu!” pinta Azizah sambil menutup hidungnya seolah-olah tubuh suaminya bau.
Steven mencium jas yang ia kenakan namun tak mencium bau yang dikatakan oleh Azizah.
“Tidak sayang.”
“Baiklah sayang aku hanya bercanda, sekarang mandilah!”
“Baiklah, kamu harus bersiap-siap untuk malam ini!”
“Siap suamiku!” seru Azizah.
Azizah duduk di sofa sambil membaca novel yang ia beli sebelum kembali ka Jakarta pada saat dirinya dan suaminya di Surabaya.
Azizah sangat fokus membaca novel itu sampai ia tak menyadari jika suaminya telah selesai mandi dan berdiri tepat disampingnya.
“Ehemmm!” Steven berdehem.
Azizah terkejut dan novel yang ia baca terjatuh.
“Ya ampun sayang, kamu kebiasaan mengagetkan aku,” ucap Azizah kesal sambil memegang dadanya karena terkejut.
“Maaf istriku, aku dari tadi melihat kamu serius membaca novel sampai-sampai melupakan aku,” sahut Steven dan mengambil novel istrinya yang terjatuh di lantai.
“Mau kemana?” tanya Azizah heran melihat suaminya berpakaian rapi.
“Mau kencan dengan seseorang.”
“Siapa?” tanya Azizah langsung berdiri menatap suaminya.
“Hi..hi.. istriku terlihat semakin cantik jika cemburu seperti ini,” goda Steven.
Azizah memanyunkan bibirnya dan berbalik membelakangi suaminya.
“Aku suka jika kamu cemburu,” ucap Steven lalu mencium tengkuk leher Azizah.
“Katakan kamu mau kemana!”
“Tiba-tiba Fendy menghubungiku dan meminta kita untuk pergi ke acara pertunangannya,” jelas Steven.
“Kita? berarti aku juga akan ikut denganmu?”
“Iya sayang, sekarang gantilah dengan gaun berwarna putih yang aku beli kemarin!”
“Tapi kenapa mendadak seperti ini sayang?”
__ADS_1
“Sebenarnya tidak mendadak hanya saja aku lupa, untungnya Fendy menghubungiku.”
Azizah dengan cepat mengambil gaun di almari dan memakainya.
Steven hanya duduk sambil memperhatikan lekuk tubuh istrinya.
“Jangan menatapku seperti itu, batu aku menarik resleting di belakang!”
Steven tersenyum lebar dan membantu istrinya, “Muaaccch.” Pria itu mencium punggung indah Azizah.
“Suamiku cepatlah, aku belum merias wajahku!” pinta Azizah agar suaminya tak mencium punggungnya.
“Baiklah.”
❤️❤️❤️
“Selamat malam tuan muda dan nyonya muda!” sapa galih lalu membukakan pintu mobil untuk mereka.
Azizah dan suaminya naik mobil, Azizah terus menggenggam tangan suaminya.
“Malam ini kamu sangat cantik istriku, kalau tahu begini aku tidak akan mengajakmu,” ucap Steven berbisik di telinga istrinya.
Azizah melotot tajam dan mencubit pinggang suaminya, meski sakit Steven terdiam menjaga imagenya karena didalam mobil tidak hanya mereka berdua disana juga ada galih yang sibuk mengendarai mobil menuju gedung acara pertunangan.
“Jika aku tidak ikut, aku takut kamu malah menggoda wanita disana,” balas Azizah.
“Sedikitpun aku tidak akan membiarkan wanita menggodaku istriku sayang jika itu terjadi aku akan membuat mereka menyesal,” terang Steven.
“Sungguh sadis suamiku ini.”
“Lalu mengapa malam itu saat kita bertemu kamu tidak memecat ku padahal kamu tahu kan sayang bahwa aku mengatakan bahwa kamu adalah bos yang kejam?” tanya Azizah mengingat kejadian malam itu di ruang kerja pada saat ia lembur mengerjakan tugas yang begitu banyak.
“Aku juga tidak tahu mungkin karena aku tertarik padamu saat itu.”
Galih tersenyum tipis mendengar pembicaraan suami istri itu.
Sampailah mereka di tempat tujuan.
Azizah berjalan menggandeng lengan suaminya, banyak cahaya kelap kelip yang memotret dirinya dan suaminya.
Steven lalu merangkul pinggang ramping Azizah dan mencium bibir Azizah sekilas sontak kejadian malam itu membuat yang lain merasa iri dan seketika itu juga Azizah menjadi pusat perhatian.
Ya ampun suamiku benar-benar menciumiku di depan orang banyak ini, sekarang apa yang harus aku lakukan?
Ahhhh!! suami menyebalkan.
Azizah bersikap seperti tak terjadi apa-apa ia terus menatap lurus tak memperhatikan kiri kanannya yang begitu banyak wartawan.
“CEO Steven bagaimana pendapat anda dengan istri anda ini?” tanya salah satu wartawan yang begitu antusias.
Steven berhenti dan menoleh tajam ke arah wartawan itu ia lalu mengatakan hal yang membuat semua orang yang melihatnya berdecak kagum.
“Istriku Azizah Cahyani adalah wanita yang begitu hebat dan baik. Dia seperti malaikat bagiku jadi jangan pernah ada yang mengatakan kata seperti itu karena kebaikan istriku tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata.”
Setelah mengucapkan itu Steven menuntun istrinya untuk memasuki gedung megah itu, Fendy yang tak lain adalah asisten CEO bertunangan dengan aktris cantik yang sangat terkenal di Indonesia maupun luar negeri.
“Selamat datang CEO!” sapa Fendy.
__ADS_1
“Selamat datang....”
“Panggil istriku dengan sebutan nona!” perintah Steven.
“Selamat datang nona Azizah, tapi seharusnya aku memanggilnya nyonya muda bukan?”
“Panggilan itu hanya itu seorang bawahan, sementara kamu adalah asisten CEO sekaligus temanku,” jelas Steven.
“Anda benar-benar berubah semenjak menikah dengan nona Azizah,” ucap Fendy.
Azizah hanya tersenyum melihat mereka berbincang.
“Perkenalkan ini Catherine tunangan ku!” ucap Fendy memperkenalkan tunangannya.
“Hai, aku Azizah!” sapa Azizah.
“Aku Catherine senang melihatmu nona Azizah!” seru Catherine.
Azizah sedikit canggung dengan panggilan itu, banyak sekali panggilan yang dikhususkan untuk dirinya yang membuat aneh jika mendengar panggilan itu.
“Kalian berbincang-bincang lah aku ada urusan sebentar!” ucap Steven.
Azizah dan yang lainnya hanya mengangguk kecil.
Azizah memperhatikan kemana suaminya itu pergi namun hatinya langsung panas saat melihat ada seorang wanita dengan santainya merangkul lengan suaminya, ia pun berjalan dengan tergesa-gesa menuju suaminya dan wanita itu.
“Lepaskan tanganmu dari suamiku!” perintah Azizah lalu menatap tajam ke arah wanita itu.
Wah-wah Istriku sedang cemburu, sebaiknya aku biarkan dulu. Aku penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.
Wanita itu tersenyum licik dan mengangkat satu alisnya.
“Memang tidak boleh jika aku menyentuh lengan Steven?” tanya wanita itu.
“Tidak boleh, cepat lepaskan!” perintah Azizah yang terlihat menyeramkan.
Steven yang mulanya diam langsung menangkis tangan wanita itu. Steven melepaskan jas mewah miliknya lalu melemparkan ke wajah wanita itu.
“Sebaiknya kamu pergi dari sini jangan membuat tubuhku menjadi najis!” perintah Steven.
Wanita membuang jas mewah milik Steven ia berjalan meninggalkan suami istri itu dengan penuh kekesalan.
Cih... tidak ada pria yang menolak ku tapi kenapa pria kaya itu menolak ku?
“Siapa dia?” tanya Azizah mengintrogasi.
“Aku tidak kenal, mungkin wanita yang terobsesi padaku,” ucap Steven percaya diri.
“Kalau tadi aku tidak memisahkan kalian pasti kamu membiarkannya terus menyentuh lenganmu,” balas Azizah kesal.
Steven tersenyum dan menarik tubuh istrinya agar mendekat ke arahnya, ia dengan cepat mencium bibir Azizah. Sontak mereka jadi pusat perhatian bahkan orang yang menyelenggarakan acara itu terkejut sekaligus bingung melihat adegan itu.
❤️
❤️
Like ❤️ komen 👇 Vote ya teman-teman.
__ADS_1