Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 132


__ADS_3

Di Magetan.


Rika sudah diperbolehkan pulang kembali rumah dengan syarat harus tetap menjaga pola makan dan minum obat secara teratur, Yana dan Danu sangat bahagia atas kepulangan Rika begitu juga dengan Mike yang bersyukur karena calon ibu mertuanya telah membaik.


Yana dengan semangat merapikan kamar yang menjadi kamar maminya dan papinya itu.


“Tadaaa! hasil dari Yana membersihkan kamar mami, bagus tidak mi?” tanya Yana penasaran dengan penilaian Rika.


Rika tersenyum lebar dan mengangguk kecil.


“Sangat rapi, bersih dan cantik nak. Terima kasih Yana sayang,” puji Rika sambil membelai rambut Yana.


“Kalian berbincang lah di kamar, aku dan Mike akan turun ke bawah!”


Danu mengajak calon menantunya untuk turun ke bawah dan meninggalkan ibu anak itu di kamar.


“Terima kasih Mike!” ucap Danu sambil menuruni anak tangga.


“Buat apa Pi?” tanya Mike yang berada dibelakang Mike sambil menuruni anak tangga.


“Karena kamu telah berada disini menemani kami dan menyemangati Yana, jika tidak ada kamu mungkin Yana akan sakit-sakitan karena tak ingin makan,” terang Danu.


“Mike juga senang karena papi mau menerima Mike sebagai calon menantu papi dan sebentar lagi akan menjadi suami sah Yana.”


“Kamu benar serius dengan Yana?” tanya Danu yang telah berada di ruang tamu bersama Mike.


“Soal itu papi bisa lihat sendiri bagaimana perjuangan aku mendapatkan Yana Pi, ya meski perkenalan kami sedikit unik,” jawab Mike sambil mengingat kejadian ia mencium Yana yang saat itu terbilang sangat polos.


“Ya tetap saja papi harus menanyakan keseriusan mu lagi Mike, papi ingin melepaskan Yana dengan pria yang tepat.


“Mike sangat mencintai Yana Pi, Mike tidak ingin mengucapkan banyak janji tapi satu hal yang mesti papi ingat Mike selamanya tidak akan menduakan Yana,” ucap Mike serius.


Ini nih calon menantu idaman, Mike juga pria yang baik.


“Baiklah papi percaya!”


Di kamar.


Yana duduk sambil memijat kecil kaki Rika, ia sangat senang atas kembalinya sang mami.


“Sudah nak jangan di pijat lagi!” pinta Rika.


“Baik mi, mami mau makan apa biar Yana belikan!”


“Kamu lupa ya kalau mami sementara waktu harus makan bubur tidak boleh makan makanan yang lain,” ucap Rika mengingatkan.

__ADS_1


“Ya ampun Yana lupa mi, maaf!”


“Hari ini Yana temani mami tidur mau?


mami ingin sekali tidur bersama putri mami ini.”


“Ya jelas mau mi, Yana kangen tidur sama mami habisnya papi yang tidur sama mami terus,” ucap Yana sambil memanyunkan bibirnya.


“Ya sudah ayo kita bobo siang, jangan lupa kunci pintu kamar!”


Yana mengangguk dan berjalan ke arah pintu, ia pun mengunci pintu dan bergegas naik ke ranjang.


Yana berbaring tepat di samping tubuh Rika, mereka berbincang-bincang hingga akhirnya Yana tertidur pulas sementara Rika masih terus menatap putri semata wayangnya.


Selamat tidur putri mami!


Terima kasih Ya Allah Engkau sudah memberikan Hamba-Mu ini kesempatan untuk hidup dan berkumpul bersama anak serta suami hamba.


Setelah berkutat dengan pemikirannya Rika pun memutuskan untuk tidur menyusul Yana yang sudah terlelap tidur lebih dulu.


Danu berjalan menuju kamar ia dan Rika, namun saat akan memutar kenop pintu kamar rupanya pintu tersebut di kunci.


Apakah mereka sudah tidur?


Aku juga sangat mengantuk kalau begitu aku akan tidur di kamar tamu saja!


Anak ini juga sudah tidur, baiklah aku tidur di kamar Yana saja!


Danu kemudian berjalan menuju kamar milik putrinya, kamar yang dominan dengan warna merah mudah dan putih.


Ia tertawa kecil melihat kamar putrinya itu, meski umur Yana sudah menginjak 20 tahun tetap saja Yana masih terlihat seperti putri kecil baginya.


Sore hari.


Rika sudah beraktivitas seperti biasanya meski tidak seaktif sebelum ia di operasi, ia memasak makanan untuk sore karena Rika tahu bahwa Yana belum pandai memasak.


Yana yang masih tidur itu terbangun saat mencium aroma masakan dari dapur, dengan cepat ia berjalan menuju dapur dan melihat sang mami tengah sibuk memasak.


“Mami kenapa sudah disini, mami seharusnya di kamar istirahat!”


“Kalau mami di kamar terus, justru mami merasa tidak enak badan. Mami juga butuh gerak sayang lagipula pekerjaan seperti ini adalah hobi mami,” sahut Rika santai.


Yana tak tinggal diam ia pun membantu sebisa ia agar Rika tak banyak gerak, ia menata Piring, menuangkan air ke dalam gelas serta membantu Rika menata makanan.


“Mami sekarang duduk jangan banyak gerak! Yana akan pergi sebentar ke depan untuk membeli bubur ayam,” ucap Yana kemudian dengan cepat ia keluar untuk membeli bubur ayam kepada bapak pembawa gerobak penjual bubur ayam keliling.

__ADS_1


5 menit kemudian.


Yana datang dengan membawa bubur ayam di tangannya, ia pun menaruh bubur ayam tersebut ke meja dan menaruh bubur itu di dalam wadah mangkuk.


“Mami tunggu disini, Yana akan memanggil Mike dan papi!” perintah Yana agar Rika berdiam di kursi yang telah di duduki oleh Rika.


“Baiklah mami diam disini saja!” seru Rika.


Yana bergegas mencari papi dan calon suaminya, pertama ia mencari di kamar tamu dan hanya menemukan Mike.


Kok cuma ada Mike, papi kemana?


“Mike bangun!” perintah Yana sambil menepuk pundak pria bule itu.


Mike terbangun dan melihat siapa orang yang mengganggu tidurnya itu, saat tahu itu adalah Yana dengan cepat Mike bangun dan mencium pipi Yana sekilas.


Yana terkejut dan dengan cepat ia menggosok-gosokkan pipinya yang baru saja di cium oleh Mike.


“Apa yang kamu lakukan Mike, jangan menciumiku seperti itu lagi!" perintah Yana yang terus saja menggosok-gosokkan pipinya hingga menjadi merah.


“Maafkan aku, kamu terlalu cantik Yana!" seru Mike santai.


Yana melengos pergi meninggalkan Mike yang terlihat begitu santai.


Ini kedua kalinya ia mencium ku awas saja jika ketiga kalinya ia mencium ku lagi!


Yana berjalan dengan ekspresi kesal di wajahnya, ia pun berjalan menuju kamar miliknya dan menemukan Danu yang masih tertidur.


“Papi bangun!” teriak Yana kesal, sebenarnya Yana kesal dengan Mike namun Danu juga tak luput dari kekesalan Yana.


Danu terbangun dan heran melihat putrinya begitu kesal.


“Iya papi sudah bangun nak, kamu kenapa?” tanya Danu sambil membersihkan sisa-sisa tidurnya.


“Ya sudah papi cepat turun kita makan sore bersama!”


Yana pun melengos pergi meninggalkan Danu yang terheran-heran dengan sikap putrinya.


Akhirnya semua berkumpul di meja makan, mereka pun menikmati makanan sore itu hasil buatan Rika.


Danu awalnya memaksa Rika untuk tidak memasak lagi, tapi mau bagaimana lagi namanya juga istri yang harus melayani suami dan anaknya.


Yana masih kesal dengan kejadian Mike yang mencium pipinya seenak jidat, ia hanya diam sambil terus mengunyah makanan tersebut.


Terima kasih atas kunjungan kalian teman-teman..

__ADS_1


Jangan lupa like ❤️ komen 👇 Vote 🙏😭


__ADS_2