
Di Magetan.
Pagi hari yang cerah dan sejuk angin pagi di membuat Yana terbangun, gadis itu tidak langsung turun melainkan ia mandi terlebih dahulu karena Mike masih berada di kediamannya, ia tidak ingin Mike melihat wajah polosnya yang baru bangun dari tidur apalagi sisa-sisa air liur disekitar mulutnya.
Sebaiknya aku mandi terlebih dahulu!
Yana dengan cepat masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.
Mike sudah terlihat rapi dan menghampiri Rika yang sibuk menata makanan di meja makan.
“Sudah bangun Mike?” tanya Rika basa-basi yang sudah menyiapkan sarapan pagi.
“Sudah mi, papi dan Yana mana?” tanya Mike.
“Papi sedang mandi, kalau Yana dari tadi belum turun,” ucap Rika.
Bagaimana ini, apakah aku harus memberitahukan sekarang atau nanti tentang kepergian ku ke Inggris?
“Kamu sedang memikirkan apa nak?” tanya Rika yang melihat Mike seperti orang kebingungan.
“Nanti saja mi kalau Yana dan papi sudah disini,” ucap Mike.
Ada apa dengan Mike? tidak biasanya pagi-pagi seperti orang kebingungan.
“Ya sudah kamu duduk disini sambil menunggu Yana dan papi turun.”
Di dalam kamar.
Yana sudah memakai pakaian lengkap, pakaian kasual yang terlihat begitu santai.
“Sepertinya ini sangat cocok,” ucap Yana sambil memutar-mutar tubuhnya yang berhadapan dengan cermin.
Gadis itu lalu meninggalkan kamar dan berjalan menuju ruang makan.
“Selamat pagi!” sapa Yana kepada Rika dan juga Mike.
“Pagi juga sayang!” seru Rika.
“Pagi juga cantik,” puji Mike.
Yana tersenyum manis dan mendudukkan pantatnya di kursi dekat calon suaminya itu.
“Papi mana mi?” tanya Yana karena tak mendapati kehadiran Danu.
“Papi lagi mandi sayang,” balas Rika.
Mereka bertiga duduk sambil berbincang-bincang mengisi kejenuhan menunggu Danu yang belum nampak batang hidungnya.
“Pagi semuanya!” sapa Danu yang baru saja datang.
“Papi mandi apa mandi kenapa lama sekali?” tanya Yana sedikit kesal.
“Ya mandi dong sayang, kalian pasti nunggu papi ya!”
__ADS_1
“Iya,” jawab Yana singkat.
“Ya sudah tunggu apa lagi, mari kita makan!” ajak Danu.
Pernikahan Mike dan Yana akan diadakan 2 Minggu lagi, mereka sepakat untuk melangsungkan pernikahan di Magetan.
Keluarga Mike tidak menolak, justru mereka senang jika mengadakan pernikahan di Indonesia.
Selama beberapa Minggu ini Mike memang tinggal di kediaman Danu, Danu pun tak keberatan jika calon menantunya tinggal di rumah apalagi masih dalam konteks hal yang wajar.
Akhirnya acara sarapan pagi pun selesai, setelah makan mereka kompak untuk bersantai-santai di ruang keluarga.
“Papi, mami dan Yana! ada yang ingin Mike bicarakan,” ucap Mike serius.
Mereka bertiga yang sedang tertawa bahagia langsung memasang ekspresi serius, mereka penasaran hal apa hal apa yang ingin dibicarakan oleh pria bule itu.
“Hal apa nak, katakanlah jangan membuat kami penasaran!” pinta Danu agar calon menantunya segera menceritakan apa yang ingin disampaikannya.
“Begini Pi, Mike sore ini harus sudah berada di Bandara karena Steven memberitahukan bahwa nenek Teressa meninggal dunia,” ucap Mike menjelaskan maksudnya.
“Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un,” ucap mereka kompak.
“Kapan nenek meninggal Mike?” tanya Yana terkejut.
Kenapa Azizah tidak memberitahukan kepadaku?
“Aku kurang tahu Yana, Steven hanya memberitahukan aku bahwa neneknya meninggal. Sebagai sahabatnya aku harus pergi ke Inggris,” ucap Mike.
“Aku ikut!” seru Yana.
“Yang dikatakan Mike benar nak, kamu tidak boleh ikut,” sambung Danu.
“Kamu disini saja Yana sayang, kita kan 2 Minggu lagi akan menikah tidak baik jika kamu bepergian,” jelas Mike.
“Baiklah,” ucap Yana pasrah meski sejujurnya ia ingin sekali ikut.
“Jadi kapan kamu akan pergi ke bandara nak?” tanya Rika.
“Mungkin 2 jam lagi mi!” seru Mike.
Jadi seperti ini rasanya ditinggal pergi oleh orang tercinta selain papi ataupun mami.
Mike memperhatikan raut wajah Yana yang begitu sedih, Danu dan Rika saling melirik dan mengedipkan mata.
Suami istri itu kemudian pergi meninggalkan Yana dan Mike di ruang keluarga.
Mike mendekat ke arah calon istrinya dan duduk tepat di samping Yana.
“Yana sayang!” ucap Mike sambil menggenggam tangan Yana.
“.......” Yana diam tak mengeluarkan suara sepatah katapun.
“Apakah kamu ingin ke Inggris?” tanya Mike.
__ADS_1
Yana hanya menggelengkan kepalanya.
“Kamu ingin menemaniku kesana?” tanya Mike memastikan bahwa dugaannya benar.
“Iya Mike, aku ingin pergi bersamamu kesana,” ucap Yana.
“Aku disana hanya ingin berdukacita atas kematian nenek dari sahabatku, kemudian aku akan kembali ke Indonesia bersama kedua orangtuaku Yana sayang.
Seandainya kamu ikut bersamaku lalu bagaimana dengan pernikahan kita yang tinggal 2 Minggu lagi?”
Yana terdiam dan merenungkan apa yang dikatakannya Mike.
Yang dikatakan Mike benar, aku seharusnya diam disini saja.
“Maafkan aku,” ucap Yana menyesal.
“Tidak perlu minta maaf, sekarang lebih baik kita menikmati film saja!”
“Baiklah, kemarin aku mendownload film yang bagus-bagus,” ucap Yana yang sudah kembali ceria.
Yana dengan cepat pergi ke kamar, ia mengambil laptop miliknya yang sudah di ia download banyak film-film Hollywood.
Waktu Mike hanya 2 jam di rumah kediaman calon mertuanya.
Yana berjalan menghampiri Mike yang sedang santai dan memberikan laptop miliknya.
“Acoba kamu lihat film-film mana yang menurutmu bagus!”
“Baiklah, aku penasaran juga!” seru Mike.
Pria bule itu lalu memilih film yang menurutnya bagus dan cocok untuk ia dan Yana tonton.
Mike memilih film bergenre komedi romantis, meski sebenarnya ia lebih suka film bergenre aksi.
“Yang ini bagaimana?” tanya Mike memastikan bahwa film yang akan ia putar cocok dengan selera Yana.
“Baiklah yang itu saja,” ucap Yana.
Gelak tawa memenuhi ruangan itu, Yana dan Mike begitu kompak tertawa saat film yang mereka tonton ada adegan yang mengocok perut.
“Ha...ha... bagaimana itu bisa terjadi,” ucap Mike sambil memegang perutnya yang terasa geli.
Danu dan Rika memperhatikan mereka berdua, mereka sangat senang dengan kebersamaan Yana dan Mike.
2 Minggu lagi mereka benar-benar akan melepaskan Yana, tugas mereka sebagai orang tua akan selesai dan Yana menjadi tanggung jawab Mike.
“Aku sejujurnya belum siap melepas Yana Pi,” ucap Rika pada suaminya.
“Aku juga begitu mi, tapi mau bagaimana lagi Yana sudah menemukan jodohnya,” balas Danu.
Mami sangat sayang dengan kamu nak, mami sedih karena waktu mami bersama kamu sangat singkat dan kamu sebentar lagi akan menikah.
Rika meneteskan air matanya Danu dengan cepat menghapus air mata yang keluar dari mata cantik istrinya.
__ADS_1
“Jangan menangis mi, Yana kan akan menikah bukan pergi meninggalkan kita,” ucap Danu.
“Iya Pi,” balas Rika dan tersenyum manis ke arah suaminya.