Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 150


__ADS_3

Melihat kondisi Azizah yang masih saja lemas membuat Steven tak tega, ia pun memutuskan untuk kembali ke hotel.


“Sayang kita ke hotel ya!” ajak Steven sambil mengecup kening Azizah.


Azizah mengangguk pelan di pelukan suaminya.


“Kamu tunggu disini ya sayang, aku akan menemui mereka agar kita bisa pulang!”


“Iya sayang,” balas Azizah.


Azizah memandang punggung suaminya yang semakin menjauh dan tak terlihat lagi saat pintu kamar itu ditutup.


“Sayang, kamu diperut jangan nakal ya!” pinta Azizah saat berbicara dengan janin diperutnya.


Beberapa menit kemudian.


Steven datang dan langsung menggendong tubuh istrinya menuju luar.


“Sayang turunkan aku, bagaimana jika mereka melihatku?” tanya Azizah sambil terus menutup wajahnya.


“Biarkan saja mereka melihatnya,” balas Steven dengan tatapan penuh cinta membuat Azizah terpanah dengan tatapan suaminya.


Ya Allah suamiku jika seperti ini terlihat sangat macho.


Steven tak menghiraukan ucapan sang istri, ia tetap saja melanjutkan langkahnya menuju mobil.


Banyak saksi mata yang melihat Steven yang menggendong Azizah. Namun, Steven tak menghiraukan tatapan mata para tamu undangan yang menghadiri pernikahan Yana dan Mike. Steven tetap fokus melangkahkan kakinya menuju mobil, dari kejauhan Galih sudah berdiri sambil menunggu pasangan suami istri itu.


“Silahkan Tuan muda!” ucap Galih sambil membukakan pintu mobil untuk majikannya.


Steven dengan berhati-hati memasukkan tubuh istrinya kemudian ia pun masuk.


Saat pintu mobil sudah ditutup barulah Azizah membuka matanya.


“Dasar, kamu benar-benar menyebalkan,” ucap Azizah sambil terus memukul lengan suaminya.


“Aku melakukan ini karena tidak ingin kamu kelelahan berjalan sayang,” balas Steven dan mengecup bibir Azizah sekilas.


Galih yang sudah berada di dalam mobil berusaha biasanya saja, ia benar-benar canggung mendengar ucapan kemesraan suami istri.


Kenapa aku merasa bahwa aku adalah setan. 😒


Galih menyalakan mesin mobil dan mulai mengendarai mobil menuju hotel, Adam, Yuli dan Mariska masih berada di acara pernikahan tersebut.


Steven sengaja membiarkan mereka bertiga tetap di acara pernikahan sahabatnya.


“Jangan marah,” ucap Steven membujuk istrinya.


“Aku tidak marah, hanya saja kamu membuatku malu sayang," terang Azizah.


“Malu kenapa sayang?”


“Aaaa!! aku sangat malu karena kamu menggendongku!” ucap Azizah sambil terus menepuk-nepuk pipinya.


Bagaimana jika mereka berpikir kalau aku sengaja mengumbar kemesraan, ahhh!!!

__ADS_1


dasar suami mesum.


Azizah mendelik tajam lalu mengernyitkan keningnya kemudian, mendelik tajam lagi lalu mengernyitkan keningnya lagi.


Steven bukannya takut melihat wajah istrinya justru, ia malah tertawa karena istrinya terlihat begitu lucu.


“Kenapa tertawa?” tanya Azizah.


“Kamu lucu,” balas Steven dan menarik tubuh istrinya agar mendekat.


Steven tersenyum tipis dan mulai menciumi bibir Azizah, dengan cepat Azizah mencubit dada suaminya.


“Awwww!” pekik Steven sambil mengelus-elus dada yang begitu sakit akibat ulah istrinya.


“Galih berhenti sekarang!” perintah Azizah.


Galih mengangguk dan meminggirkan mobil. Setelah mobil itu berhenti, Azizah pun membuka pintu mobil dan berpindah tempat duduk.


Steven melongo tak percaya karena istrinya memilih duduk didepan dan mengabaikan dirinya.


“Sekarang jalan!” perintah Azizah pada Galih.


“Baik nyonya muda!” seru Galih.


Sekarang aku harus bagaimana kalau istriku seperti ini.


Steven memutar otaknya agar Azizah tidak marah kepadanya.


“Berhenti sekarang!” perintah Steven.


Galih pun menuruti perintah Steven dan meminggirkan mobil.


Steven kemudian turun dari mobil dan meminta Galih untuk duduk dibelakang, mau tidak mau akhirnya Galih menuruti perintah majikannya itu.


Akhirnya Steven duduk di depan bersama istrinya sementara Galih berada dibelakang.


Kenapa sekarang aku yang dibelakang, mungkin hanya aku sopir satu-satunya di dunia yang diperlakukan seperti ini.


Steven mengendarai mobil dengan senyum puas di bibirnya, setidaknya ia bisa duduk berdampingan dengan istrinya. Masa' bodo dengan Galih yang berada di belakang, sekali-kali bos yang mengendarai mobil untuk bawahannya.


“Maaf,” ucap Steven kepada Azizah.


Azizah terus saja mengabaikan suaminya dan fokus menatap ke depan.


Bisa-bisanya dia mengatakan maaf, bukankah tadi dia sangat puas setelah menggendongku dihadapan orang banyak dan menciumiku.


Dasar suami mesum dan menyebalkan.


Steven menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan dengan sangat berat, ia lebih senang jika istrinya itu mengoceh daripada diam seribu bahasa.


“Sayang!” panggil Steven mesra.


Azizah tak bergeming, ia tetap saja terdiam dan mengabaikan suaminya yang begitu menyebalkan.


Sesampainya di hotel.

__ADS_1


Setelah membuka pintu mobil untuk majikannya, Galih pergi menuju acara pernikahan Yana dan Mike.


“Hati-hati sayang,” ucap Steven kepada istrinya.


Azizah terus saja melangkah kakinya menuju kamar hotel yang ia tempati bersama suaminya. Saat sudah berada di dalam, ia langsung menaruh tas branded dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuk.


“Sayang!” panggil Steven yang baru saja masuk kamar hotel.


Pria blasteran itu lalu melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang.


“Berbicaralah sayang! jangan seperti ini," ucap Steven dengan wajah sedih.


Azizah melirik sekilas ke arah suaminya, ia lalu beranjak dari tidurnya dan memeluk tubuh suaminya.


“Jangan lakukan hal seperti itu lagi sayang,” balas Azizah lirih.


“Maaf,” ucap Steven.


“Aku lemas karena efek dari hamil muda dan tolong selama di mobil jangan menciumiku!” pinta Azizah.


“Baiklah, kalau begitu biarkan aku memakan mu sayang,” ucap Steven.


Baru saja minta maaf sekarang malah memintaku.


“Baiklah. Tapi, jangan terburu-buru!” pinta Azizah.


“Iya sayang, aku mengerti,” balas Steven sambil mengelus-elus perut Azizah.


Steven berdiri dan berjalan menuju pintu, ia baru ingat kalau pintu kamar belum ia kunci.


Setelah itu dengan cepat ia naik ranjang, baru ingin mencium bibir istrinya itu, Azizah malah langsung mual-mual.


“Uwek.... uwek...”


Azizah berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi di dalam perutnya.


Steven menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, wajahnya berubah menjadi masam.


Gagal lagi gagal lagi, anakku benar-benar membuatku tak bisa menikmati kebersamaan kedua orangtuanya di atas ranjang.


“Sayang, sepertinya kita tunda dulu,” ucap Azizah yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Ya mau bagaimana lagi, kalau begitu aku ingin kita tidur sambil berpelukan!" pinta Steven.


“Sepertinya tidak bisa sayang, aku merasa mual jika mencium aroma tubuhmu,” ucap Azizah.


Drama apalagi yang dibuat calon anakku ini, lihat saja nak kalau kamu sudah keluar ayahmu ini akan mengambil ibumu😒.


“Kalau begitu tidak masalah, aku disini tidur saja dan tidak dekat-dekat dengan mu.”


“Jangan satu ranjang sayang," tolak Azizah.


“Ya sudah, aku akan tidur di sofa,” balas Steven dan beranjak meninggalkan ranjang tersebut lalu melangkahkan kakinya menuju sofa.


Azizah merasa kasihan dengan suaminya. Tapi, ia benar-benar merasa mual jika mencium aroma tubuh suaminya.

__ADS_1


.


#Maklum efek hamil muda


__ADS_2