Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 162


__ADS_3

Azizah menggerakkan tubuhnya dan terkejut saat tangannya mendarat di dada lalu membuka matanya.


“Loh kenapa aku sudah berada disini bukankah tadi aku masih berada di rumah Yana,” ucap Azizah bermonolog.


Steven yang mendengar ucapan istrinya langsung mendekap tubuh istrinya.


“Kamu tertidur sayang jadinya kamu tidak mengetahui kepulangan kita,” balas Steven.


“Benarkah?” tanya Azizah memastikan.


“Iya istriku, bolehkah aku?” tanya Steven sambil tersenyum mesum.


“Baiklah balas Azizah,” balas Azizah.


Steven kemudian mencium Azizah lembut, lama sekali mereka pemanasan hingga akhirnya.. Jeng jeng.. 😂


***


Mariska sedang mengantri untuk memesan ayam bakar, banyak sekali orang yang memesan ayam bakar itu.


Sudah 1 jam lebih aku mengantri, kenapa belum juga datang giliran ku.


Galih yang berada di mobil terus memperhatikan pintu masuk kedai ayam bakar itu. Namun, belum juga terlihat batang hidung Mariska.


Kemana cewek aneh itu, bukankah dia hanya memesan ayam bakar dan tidak makan di tempat.


Galih memutuskan untuk tidur saja di dalam mobil menunggu Mariska yang masih berada di dalam kedai ayam bakar.


Akhirnya Giliran Mariska untuk memesan ayam bakar.


“Mas ayam bakar komplit dibungkus 6 bungkus ya!” pinta Mariska dengan semangat.


“Yah maaf ya mbak, ayam bakarnya sudah habis tinggal ikan bakar,” balas seorang wanita dengan memakai seragam pelayan kedai ayam bakar.


“Ya sudah tidak jadi,” ucap Mariska sambil tersenyum kecut.


Kenapa hari ini aku sial sekali, mau makan ayam bakar saja susah nya minta ampun.


Mariska berjalan menuju mobil dengan langkah yang nampak kesal ia masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobil.


“Bugh!”


Galih terperanjat dari tidurnya dan menatap sekelilingnya mencari-cari bunyi yang cukup keras.


“Bunyi apa tadi?” tanya Galih pada Mariska.


Mariska membuka pintu mobil dan mengulanginya lagi dengan suara yang sama keras seperti tadi dan Galih dibuat terheran sekaligus geleng-geleng kepala dengan sikap Mariska.


“Kenapa kamu membanting pintu?” tanya Galih.


“Bagaimana tidak membanting pintu, perutku lapar dan ayam bakarnya malah sudah habis," balas Mariska.


“Memangnya menu yang lain di dalam tidak ada?” tanya Galih.


“Ya ada tapi, bukan ayam bakar yang ada malah ikan bakar,” terang Galih.


“Ya sudah kenapa tidak beli ikan bakar saja, toh sama-sama bakar,” ucap Galih santai kemudian dipelototi oleh Mariska.


“Begini nih kalau bicara sama cowok aneh, sudahlah kita cari tempat lain saja!” pinta Mariska.


“Ya sudah ayo!” seru Galih.


Mariska mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi pesan online, ia melihat pesan dari Lucy yang saat ini berada di Turki.


Pesan 💌 Teyze:


“Hai keponakan apa kabarmu?”

__ADS_1


Mariska tersenyum lebar saat membaca isi pesan dari Lucy.


Pesan 💌 Mariska:


“Alhamdulillah baik teyze, teyze apa kabar disana?”


Pesan 💌 Teyze:


“Baik juga!”


Pesan 💌 Mariska:


“Syukurlah, saat ini Mariska dan yang lain sedang berada di Jawa timur teyze.”


Pesan 💌 Teyze:


“Jawa timur? apakah itu provinsi?”


Pesan 💌 Mariska:


“Yuhu... benar sekali. 100 buat teyze.”


Mariska terus membalas pesan dari Lucy hingga ia tertawa karena isi pesan dari Lucy begitu kocak, Galih terheran-heran dengan sikap Mariska yang terus saja tertawa.


Apakah yang menghubungi cewek aneh ini adalah kekasihnya?


Aku penasaran dengan kekasihnya yang mau dengan wanita aneh ini.


Galih lalu fokus dengan jalan didepannya, ia membawa mobil dengan kecepatan sedang hingga ia melihat banner besar bertuliskan “Ayam Bakar”


“Ciiiitt...” Suara rem berdecit.


“Sudah sampai,” ucap Galih dan menunjuk kedai ayam bakar pada Mariska.


“Ini uangnya, kamu saja yang belikan!” pinta Mariska.


“Baiklah,” balas Galih lalu mengambil uang dan turun dari mobil menuju kedai ayam bakar.


Galih menghentikan langkahnya dan berbalik.


“Tok... tok..." Galih mengetuk jendela kaca mobil.


Mariska kesal dan menurunkan jendela kaca mobil, “Ada apalagi?” tanya Mariska.


“Ayam bakar berapa?” tanya Galih.


“Enam,” balas Mariska singkat, jelas dan padat.


“Ya sudah,” ujar Galih lalu kembali melangkah kakinya menuju kedai ayam bakar.


***


Azizah tertidur di atas dada suaminya, ia begitu lelah setelah bermain bola dengan suaminya. 🙊


Steven ternyata sudah bangun dan membiarkan istrinya tidur di dadanya.


“I love you my wife,” ucap Steven kepada Azizah yang masih tertidur.


Azizah membuka matanya perlahan mendengar ucapan suaminya lalu tersenyum tipis.


“I love you too my husband,” balas Azizah.


Steven dengan cepat mengubah posisi tidurnya istrinya menjadi di bawah, “Kamu sudah bangun?” tanya Steven.


“Sudah suamiku, tubuhku sangat lelah bolehkah aku mandi sekarang!” pinta Azizah.


“Ayo kita mandi sama-sama!” ajak Steven.

__ADS_1


“Baiklah,” balas Azizah yang tak dapat menolak keinginan suaminya.


Steven tersenyum puas dan mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi, mereka berdua tidak memakai sehelai benang pun.


Sesampainya di kamar mereka langsung merendam diri di bath tub kemudian menyalakan air hingga menutupi seluruh tubuh mereka.


hampir satu jam berada di kamar mandi akhirnya mereka selesai juga, Steven kembali mengangkat tubuh istrinya yang sudah berbalut dengan handuk lalu berjalan keluar kamar mandi.


“Sekarang tinggal pakai baju,” ucap Steven sambil menurunkan tubuh Azizah.


Azizah mengambil baju miliknya dan juga suaminya, mereka lalu bergegas memakai pakaian lengkap.


“Sayang, aku lapar dan anak kita lapar” ucap Azizah sambil mengelus-elus perutnya.


“Iya nanti aku pesankan makanan!” seru Steven yang masih sibuk mengancing baju.


“Sekarang!” ucap Azizah merengek.


“Tok... tok..” Suara pintu diketuk dari luar.


Azizah dan Steven dengan kompak menoleh ke arah sumber suara.


“Kak Steven, kak Azizah!” Terdengar suara Mariska yang memanggil.


“Itu Mariska, tolong bukakan pintu sayang!” pinta Azizah.


“Kamu tunggu disini!”


Steven segera melangkah kakinya mendekati pintu dan membuka pintu itu untuk Mariska.


“Ceklek.”


“Kak Steven, ini ada ayam bakar!” ucap Mariska sambil menyerahkan kotak yang bertuliskan ayam bakar spesial.


“Kamu membelikannya?” tanya Steven sambil mengambil nasi kotak ayam bakar.


“Iya dong kak, Mariska beli 6 paket.”


“Banyak sekali.”


“Kak Steven memberikan uang kepada Mariska juga banyak jadi ya beli 6 paket dong. Kak Azizah mana?” tanya Mariska sambil menoleh ke arah dalam kamar namun, dihalangi oleh Steven.


“Ya sudah, kak Steven tutu pintunya.” Steven kemudian menutup pintu kamar.


Malah ditutup pintunya, ya sudahlah tidak apa-apa.


Sekarang aku harus memberikan ini kepada papi dan mami.


Steven yang baru saja menutup pintu langsung berjalan mendekati Azizah yang masih berdiri dekat almari pakaian.


“Apa itu sayang?” tanya Azizah saat melihat suaminya sedang menenteng bungkusan yang cukup besar.


“Kamu lapar kan sayang? ini ada ayam bakar spesial,” ucap Steven sambil menyerahkannya pada Azizah.


Azizah senang karena sebelumnya ia ingin menikmati ayam bakar.


“Wah luar biasa, ayo sayang kita makan bersama!” ajak Azizah dengan penuh semangat.


“Baiklah ayo.kita makan bersama!” seru Steven.


Mereka berdua duduk di sofa kemudian menikmati nasi kotak ayam bakar spesial.


Ternyata pikiranku sama dengan pemikiran Mariska.


.


Jadi mau ayam bakar spesial juga author 🤤

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏


__ADS_2