Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 117


__ADS_3

Steven dengan cepat meminta dokter itu untuk segera mengecek kondisi istrinya.


Ia begitu panik sekaligus khawatir melihat istrinya menangis dan mengira istrinya sedang sakit.


“Cepat periksa istri saya!” perintah Steven panik.


Wanita itu pergi keluar lalu masuk kedalam dengan membawa alat-alat medis, Azizah langsung menghentikan tangisannya dan menatap ke arah suaminya.


Wanita itu menuntun Azizah ke ranjang dan memeriksa denyut nadinya serta memeriksa bagian atas tubuhnya dengan cepat Azizah menyilangkan kedua tangannya ke dadanya.


“Tidak apa biar saya periksa,” ucap wanita itu.


Azizah mengerti dengan ucapan wanita itu karena ia berbicara dengan Azizah memakai bahasa Indonesia.


“Saya baik-baik saja, anda apakah seorang dokter?” tanya Azizah penasaran.


“Iya nyonya muda, saya adalah dokter. Sebelumnya saya bekerja di Indonesia selama 5 tahun dan sekarang saya menetap disini karena suaminya memutuskan untuk menetap di Paris ” jelasnya.


Kesalahpahaman Azizah akhirnya terjawab sudah, bagaimana tidak salam paham kalau suaminya saja tidak memberitahukan dirinya tentang kedatangan wanita yang ternyata adalah seorang dokter.


Steven mendekat ke sisi istrinya yang berada di ranjang. “Kamu harus diperiksa istriku, aku tahu pasti sedang sakit dan sengaja menyembunyikannya dariku!” perintah Steven yang masih panik.


“Aku sakit apa? aku tidak sakit apa-apa sayang!” seru Azizah.


“Buktinya ini kamu sakit,” ucap Steven dan menyentuh payud*** istrinya.


Azizah memukul tangan suaminya dan menjauh tangan ke kekar itu, “Apa-apaan kamu sayang, malu ada dokter. Aku merasakan sakit di bagian ini karena akan datang bulan, bukan karena penyakit atau semacamnya,” jelas dengan berbisik.


Dokter itu menahan tawanya, ia diminta datang dengan tergesa-gesa untuk memeriksa keadaan Steven dan ternyata itu hanya tanda-tanda akan kedatangan tamu atau menstruasi.


Steven menepuk jidatnya sendiri karena ia berpikir kalau istrinya memiliki penyakit yang serius rupanya hanya masalah akan datang bulan.


Ya ampun jadi istriku ingin datang bulan?


Seharusnya aku tanya lebih detail.


Kalau begini aku terlihat konyol di depan istriku dan rose.


Steven berusaha tenang seolah tak terjadi apa-apa, ia langsung menyuruh dokter itu kembali dan memberikan uang kepada wanita itu.


“Terima kasih tuan muda, tapi uang ini tidak perlu karena saya nyonya muda tidak kenapa-kenapa,” tolak wanita itu.


“Tidak, kamu tidak boleh menolak rose. Hitung-hitung ini untuk beli susu anakmu!”


“Baiklah tuan muda, saya terima uang ini. Terima kasih!”


Setelah wanita itu, Steven kembali fokus ke istrinya yang sedang tertidur di ranjang.


“Maaf sayang, aku pikir kamu....” ucap Steven menggantungkan ucapannya.


Azizah mengangguk pelan, “Iya suamiku!”

__ADS_1


Steven tiba-tiba mengingat kembali kejadian sebelumnya yang melihat istrinya menangis.


“Lalu tadi kamu menangis kenapa sayang?”


Azizah menunduk malu mengingat kejadian tadi yang membuatnya menangis,


ia mengutuki dirinya sendiri karena langsung menangis di depan suaminya.


Memalukan, ya ampun Azizah...


Aku benar-benar sangat malu.


“Jawablah sayang, kamu kenapa tadi menangis?” tanya Steven lembut.


“Tidak ada apa-apa, hanya aku terkejut kamu membawa seorang wanita ke hotel tanpa memberitahukan aku terlebih dahulu.”


“Jadi itu masalah? dia ku minta datang kemari karena itu mu sakit jadi aku segera menghubunginya!” Tunjuk Steven pada bagian atas istrinya.


Azizah menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum manis, Steven yang melihat senyum manis istrinya pun ikut tersenyum.


“Kapan kamu akan datang bulan istriku?” tanya Steven penasaran dan merebahkan tubuhnya di ranjang tepat disamping istrinya.


“Mungkin 2 atau 3 hari lagi sayang!” seru Azizah.


“Apakah akan mengeluarkan darah seperti yang waktu itu di pesawat?”


Azizah sangat malu, bagaimana bisa suaminya membicarakan masalah menstruasi dengan dirinya. Tak terlihat sedikitpun raut wajah jijik dari Steven justru ia menunjukkan raut wajah penasaran dan serius.


Azizah menarik nafasnya, “Huh...huh..”


Steven lalu memeluk tubuh Azizah dan terus menatap istrinya.


“Kita bahas yang lain saja suamiku, apa kamu tidak merasa jijik membicarakan darah?” tanya Azizah penasaran.


Steven menggeleng kuat, “Tidak, aku malah penasaran!”


“Intinya selama 7 hari kamu harus berpuasa tidak menggauli ku sayang,” jelas Azizah.


Steven yang memeluk tubuh istrinya langsung melepaskan pelukan itu, dengan sigap ia duduk dan heran kenapa tidak boleh melakukan hubungan suami istri.


“Kenapa tidak boleh?” tanya Steven.


Steven masalah datang bulan dan urusan tidak menggauli istrinya benar-benar tidak paham, yang hanya ia tahu adalah Sholat.


Membayar, ***** bersedekah dan lainnya kecuali urusan suami itu.


Azizah memberikan penjelasan secara detail,


kini Steven paham dan bersyukur memiliki istri yang begitu baik dan pengertian.


Setelah berbincang-bincang, suami istri itu makan malam bersama.

__ADS_1


Seperti biasanya mereka akan memesan makanan hotel, Azizah maupun Steven makan dengan lahap.


Waktu menunjukkan jam 10 malam waktu setempat.


Azizah mulai mengantuk begitu pun dengan Steven namun Azizah tidak langsung tidur.


Ia masih ingin bermanja-manja dengan suaminya, manjanya yaitu adalah ia meminta suaminya untuk mengelus-elus perutnya hingga tertidur.


Tentu saja Steven tidak menolak sedikitpun, ia memberikan pelayanan dengan sangat baik. Tanya hanya mengelus-elus perut, Steven bahkan memberikan ciuman mesra untuk istrinya.


“Sayang!” panggil Azizah yang memejamkan mata sambil merasakan sensasi usapan lembut suaminya.


“Iya sayang, ada apa?” tanya Steven.


“Aku rindu kampus,” ucap Azizah.


“Apa kamu ingin kita segera kembali ke Jakarta?” tanya Steven.


Sebenarnya aku masih ingin disini, tapi aku merindukan Jakarta.


Tidak mungkin kan aku bilang ingin segera pulang, tahan Azizah... kamu harus menikmati tempat ini terlebih dahulu dan menikmati bulan madu romantis disini yang tidak semua orang bisa merasakan dan datang ke tempat seperti ini.


“Aku hanya mengatakan merindukan kampus bukan mengatakan ingin segera pulang suamiku,” terang Azizah.


“Jika kamu ingin sesuatu katakanlah istriku, aku sebagai suamimu akan berusaha menuruti keinginanmu istriku!”


“Kamu memang suami yang sangat baik sayang, kalau dipikir-pikir perkenalkan kita aneh,” ucap Azizah.


“Aneh bagaimana? bagiku itu adalah anugerah, aku tidak pernah merasakan Secinta ini kepada seorang wanita seperti kamu apalagi saat aku melihatmu terluka aku lebih merasakan kesakitan yang begitu mendalam,” terang Steven.


“Ahhhhh!!! suamiku sangat manis bicara seperti itu apakah kamu tadi makan gula atau madu dengan porsi yang sangat banyak?” tanya Azizah sambil mencubit pipi Steven.


“Untuk apa aku makan gula ataupun madu, kalau dengan memakan mu saja sudah cukup!” ucap Steven.


Azizah tertawa geli karena suaminya pintar sekali membual, meski ia tahu bahwa suaminya berkata jujur. Eaaakk 🤣😅


“Hi... hi.. kalau kamu terus membual seperti ini bagaimana aku bisa tidur?” tanya Azizah.


“Kamu selalu memancingku sayang, bisakah aku memakan mu malam ini?” tanya Steven penuh harap.


Azizah berpikir lama membuat Steven berpikir bahwa istrinya menolak dirinya.


“Kenapa wajahmu sangat masam suamiku?


Ayolah lakukan!”


“Terima kasih istriku!” seru Steven.


Steven mencumbu istrinya dan perlahan-lahan menikmati malam panas mereka.


Jangan lupa vote selesai baca novel 😤😤

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇


__ADS_2