
Steven telah tiba di Jakarta, ia tak sabar ingin segera menemui Azizah.
2 bulan sudah Ia tak berjumpa dengan Gadis bodoh itu.
Steven yang baru saja tiba dari Bandara menjadi pusat perhatian, bahkan ada yang memaksa ingin berfoto dan minta tanda tangan.
"Urus mereka!" Perintah Steven pada bodyguard yang telah Ia sewa sebelumnya.
"Baik Tuan muda" Balas bodyguard itu.
Pesona dari Steven Walker tak bisa dibohongi, Pria tampan nan rupawan adalah ciri khas wajahnya.
Namun soal sikap jangan diragukan lagi sikap angkuh dan Perfeksionis sudah mendarah daging di tubuhnya.
"Selamat datang Tuan muda Steven" Ucap Heru ramah dan membuka pintu untuk tuannya.
"Tuan dan nyonya besar tidak ikut tuan?" Imbuh Heru yang menayangkan kedua orang tua Steven.
"Tidak" Ketus Steven.
Heru sudah terbiasa dengan sikap bosnya itu, Steven akan menjawab singkat dan sedikit.
"Kita sekarang kembali ke rumah atau".
"Temui Gadis bodoh" Ucap Steven memotong ucapan Heru.
"Baik Tuan muda" Balas Heru.
Steven masih mengingat dengan jelas tentang ucapan Sang nenek yang berada di Inggris.
Flashback
"Apakah kamu telah memiliki kekasih Steven?" Tanya Teressa Walker yang sedang berbaring di ranjang.
"Aku mencintai seorang gadis Oma" Sahut Steven yang duduk disamping Sang nenek.
"Apakah dia cantik?" Tanya Teressa penasaran.
"Sangat cantik" Ucap Steven sambil membayangkan wajah Azizah.
"Apakah dia dari keluarga berpendidikan?" Tanya Teressa yang sangat ingin mengetahui latar belakang Azizah.
Steven lalu mengatakan tentang kehidupan Azizah, Ia ingin Sang nenek tahu siapa gadis yang dirinya Cintai tanpa harus ditutup-tutupi.
Teressa mendengar ucapan Steven dengan sangat antusias, Teressa menyetujui hubungan mereka dengan syarat yang sangat mudah.
"Kuliah kan gadis itu, kalau perlu sampai S3 Steven. Setidaknya Azizah punya pendidikan yang cukup untuk menjadi istrimu" Ucap Teressa serius, ia yakin bahwa Azizah gadis yang tepat untuk cucu kesayangannya.
"Terima kasih Oma" Ucap Steven senang.
***
Suasana malam Jakarta sangatlah ramai dan padat.
Steven mulai bosan dengan keadaan jalan yang padat dan macet.
"Adakah jalan lain yang bisa kita lalui?" Tanya Steven dengan ekspresi datar.
"Sebenarnya ada Tuan muda tapi".
"Putar arah!" Perintah Steven yang langsung diangguki oleh Heru.
Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai Di Mega Flower Residence.
Steven berjalan dengan sangat cepat.
"Hai kak Steven!!" Panggil Seorang wanita yang melihat Steven memasuki lift.
Steven tak menjawab ia hanya melirik tajam ke arah wanita itu.
Wanita itu yang awalnya ingin masuk lift bersama Steven akhirnya mengurungkan niatnya karena tatapan Steven yang terlihat seperti ingin membunuhnya.
"Baru saja aku ingin mendekati dia, tapi sudah dipelototi" Ucap wanita itu sedih.
Azizah keadaannya sudah mulai membaik.
Ia berlatih berjalan untuk merilekskan kakinya yang sedikit sakit.
"Sudahlah Nona jangan dipaksakan" Ucap Indah yang mengawasi Azizah dari jarak 5 meter.
__ADS_1
"Aku tidak memaksakan Mbak, lihat kakiku sudah membaik" Balas Azizah sambil memperlihatkan cara ia berjalan.
"Awwww" Rintih Azizah yang ingin jatuh kemudian dengan cepat Steven menahan tubuh Azizah dengan tangannya.
"Tuan Muda!!" Teriak Indah yang terkejut karena Steven tiba-tiba berlari dan menyambut tubuh Azizah.
"Apa yang kamu lakukan gadis bodoh? Kalau saja aku telat sedetik saja, sudah pasti aku tidak akan memaafkan diriku sendiri" Ucap Steven yang kini memeluk tubuh Azizah dengan sangat erat, ia takut Azizah akan terluka lagi untuk kesekian kalinya.
"Jangan membuat aku takut" Imbuh Steven lagi dengan nada sangat sedih, Azizah dibuat heran dengan sikap Steven.
Indah tidak ingin mengganggu momen mereka, ia pun bergeser pindah menjauhi mereka.
"Terima kasih telah menolong saya Pak" Ucap Azizah dan melepas pelukan Steven, jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
Azizah berusaha mengontrol kegugupannya.
Sebisa mungkin ia berusaha tetap tenang dan bersikap biasa.
"Lebih baik kamu diam disini!" Perintah Steven yang menyuruh Azizah duduk di kursi dekat mereka. Azizah pun menurutinya.
"Indah!!" Panggil Steven. Indah yang mendengar namanya dipanggil langsung menghampiri Steven.
"Ada apa Tuan muda?" Tanya Indah tak berani menatap Steven.
"Selama saya tidak disini apa saja yang kamu kerjakan?" Tanya Steven mengintrogasi Indah.
"Sa.. saya melakukan apa yang Nona Azizah minta Tuan muda" Balas Indah gugup.
"Bagaimana bisa gadis bodoh ini berjalan seperti itu padahal kakinya belum stabil, Saya memperkerjakan kamu bukan untuk memperparah kondisi gadis bodoh ini" Steven marah. Ia tidak ingin sesuatu hal terjadi kepada Azizah.
"Maaf Pak Steven kalau saya angkat bicara, tapi ini semua saya yang minta Pak" Jelas Azizah. Ia tidak ingin Indah disalahkan untuk kesalahan yabg diperbuat dirinya sendiri.
Steven menghela nafasnya. Ia tidak ingin terlihat galak di depan Azizah. Steven akhirnya meminta Indah untuk segera pulang kerumahnya.
"Kamu pulang sekarang!" Perintah Steven.
"Tuan muda tidak memecat saya kan?" Tanya Indah memastikan.
"Tidak" Ketus Steven.
Indah akhirnya paham yang dimaksud Steven, ia pun bergegas pulang sebelum harimau itu menerkamnya seketika itu juga.
"Saya permisi Tuan muda dan Nona Azizah" Ucap Indah dan pergi meninggalkan mereka.
Sementara Steven berjalan menuju kamarnya.
Ia ingin membersihkan dirinya yang terasa gatal dan lengket akibat perjalanannya dari Inggris menuju Jakarta.
"Ada apa dengan dia? sudahlah. Lebih baik aku ke kamar saja" Ucap Azizah yang melihat Steven pergi ke kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Azizah berjalan tanpa menggunakan kursi roda. Ia berjalan dengan sangat pelan. Sesekali Ia menoleh ke kamar Steven berharap Si bossy itu tidak keluar dari kamarnya melihat Azizah yang berjalan tanpa memakai kursi roda.
"Syukurlah" Ucap Azizah yang telah menutup pintu kamar.
Kring... kring...
Azizah melihat panggilan dari ponselnya, ia lalu memutar matanya jengah.
Siapa lagi kalau bukan dari Dimas pria yang membuat hatinya hancur.
"Apa?" Tanya Azizah sedikit membentak.
"Kamu kemana saja sayang? aku sangat rindu denganmu" Sahut Dimas yang seperti tak terjadi apa-apa.
"........."
Azizah diam, ia lalu mematikan panggilannya.
Dirinya kembali menangis. Apakah Dimas lupa tentang kejadian beberapa Minggu yang lalu? Azizah tak habis pikir dengan sikap Dimas seperti tak terjadi apa-apa.
"Hiks... hiks... kamu jahat Dimas" Tangis Azizah kembali pecah jika mengingat kejadian waktu itu.
Steven ternyata menguping pembicaraan mereka meski tidak terlalu jelas, ia tahu bahwa Azizah baru saja menerima panggilan dari pria yang membuatnya menangis.
"Gadis bodoh!!" Panggil Steven dari luar pintu.
Azizah terkejut dengan Panggilan Steven.
Ia lalu menghapus air matanya yang berhasil mengalir di pipinya. Ia berusaha tersenyum lebar agar wajahnya tak terlihat habis menangis.
__ADS_1
"Pak Steven!" Ucap Azizah sambil tersenyum lebar.
"Kenapa tidak memakai kursi roda?" Tanya Steven. Ia tahu Azizah habis menangis namun Steven tak ingin membahasnya, Ia lega karena Azizah tahu kebusukan pria yang telah mengkhianatinya.
"Saya lupa" Balas Azizah tanpa menatap ke arah Steven.
"Cepat duduk! kamu sekarang harus ikut aku" Ajak Steven sambil mendekatkan kursi roda.
Azizah tidak bertanya akan kemana mereka pergi, yang jelas Azizah merasa nyaman bila berdekatan dengan Steven.
"Kita pergi mencari makan" Ucap Steven sambil mendorong kursi roda.
"Iya Pak" Sahut Azizah.
Heru baru saja tiba di Mega flower Residence.
Ia menanti kedatangan Steven dan Azizah.
"Tuan muda Steven benar-benar telah jatuh cinta dengan Nona Azizah. bahkan tuan muda Steven yang mendorong kursi roda itu, seharusnya ia bisa meminta aku membantunya" Gumam Heru yang melihat kehadiran mereka.
"Silahkan Tuan muda dan Nona Azizah" Ucap Heru manis sambil membukakan pintu mobil.
Azizah sangat risih dengan perlakuan Heru. Bukan hanya Indah, Heru pun memperlakukan dirinya seperti majikan.
"Mari saya bantu Tuan muda" Ucap Heru yang ingin membantu Steven untuk menuntun Azizah masuk ke mobil.
"Tidak perlu" Ketus Steven sambil menangkis tangan Heru.
Heru heran dengan sikap Steven yang overprotektif. Bahkan Azizah dibuat geleng-geleng kepala karena tingkah Steven.
"Kenapa geleng-geleng kepala?" Tanya Steven kepada Azizah.
"Leherku sedikit pegal" Bohong Azizah sambil memijat lehernya.
"Mau aku bantu?" Tanya Steven perhatian, namun langsung ditolak mentah-mentah oleh Azizah.
"Kita ke restoran SG!" Ucap Steven.
"Baik Tuan muda" Balas Heru.
Heru mengedarai mobilnya menuju restoran SG. Perjalanan memakan waktu 1 jam.
Azizah merasa tidak asing dengan nama restoran itu.
"Restoran SG. Sepertinya aku pernah kesana tapi kapan?".
"Kamu sedang memikirkan apa gadis bodoh?" Tanya Steven yang melihat Azizah seperti sedang melamun.
"Tidak sedang memikirkan apa-apa Pak" Balas Azizah.
Steven mengacak-acak rambut Azizah, gadis itu terlihat sangat lucu bagi Steven.
Steven memang sengaja mengajak Azizah makan bersama di Restoran SG milik Sutomo Ginanjar. Steven berharap agar Azizah bisa mengetahui dengan jelas kebohongan Dimas.
"Kita sudah sampai Tuan muda dan Nona Azizah" Ucap Heru dengan membuka pintu mobil.
"Terima kasih Pak Heru" Balas Azizah.
"Untuk apa kamu berterima kasih kepadanya? kamu tidak perlu mengatakan hal yang tidak penting itu" Tegas Steven.
"Apa ada yang salah dengan ucapan terima kasih? Seharusnya Bapak bersyukur masih ada orang yang ingin menjadi bawahan anda seperti Pak Heru ini" Ucap Azizah. Azizah bingung setan apa yang merasuki dirinya sehingga ia bisa berbicara seperti itu kepada Steven.
Steven tak membalas ucapan Azizah. Ia malah melirik tajam ke arah Heru, Heru pun dibuat takut dengan lirikan Steven.
Karena takut Heru lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kita makan disini" Ucap Steven lalu mendorong kursi roda Azizah.
Azizah mengedarkan pandangannya, ia seperti pernah ke restoran yang kini sedang ia kunjungi bersama Steven.
"Bukankah ini restoran milik orang tua Dimas" Ucap Azizah lirih namun masih bisa didengar Steven.
Steven memesan banyak makanan, ia dengan lahapnya makan makanan yang sudah ia pesan.
Sementara Azizah masih sibuk mengedarkan pandangannya ia berharap bisa melihat Dimas untuk yang terakhir kalinya.
Selang beberapa menit Azizah menangkap sosok Dimas yang sedang duduk bersama seorang wanita.
"Dimas!!!!" Teriak Azizah.
__ADS_1
Lanjut? komen 👇
Jangan lupa Vote Poin/Koin 🙏❤️