Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 139


__ADS_3

Mariska pagi-pagi sekali sudah bersiap untuk mengajak kakak iparnya menemani dirinya berbelanja sekaligus jalan-jalan, jiwa belanja Lucy sudah menularkan kepada Mariska sehingga Mariska sangat senang jika menghabiskan waktunya di pusat perbelanjaan.


Mariska biasanya hanya membeli benda-benda kecil seperti gantungan kunci, jepit rambut atau hal lain berbau benda-benda kecil dan yang pasti tidak menguras dompet seperti layaknya Lucy yang jika sekali berbelanja bisa menghabiskan belasan bahkan puluhan juta.


Itu dikarenakan Lucy bekerja sebagai YouTubers beda halnya dengan Mariska yang masih diberi uang oleh Adam.


“Kamu mau belanja apalagi Mariska?” tanya Azizah.


“Bagaimana kalau beli anting saja kak!” seru Mariska.


“Iya terserah kamu saja, aku hanya menemani kamu belanja tapi langsung pulang ya!” pinta Azizah.


“Jangan dulu kak, kita beli es krim ya!” ajak Mariska memohon.


Es krim? kalau nanti aku keracunan lagi bagaimana?


“Kamu saja yang beli es krim, aku menemani kamu saja!”


“Yah kok gitu kak? kak Azizah juga beli es krim agar kita menikmatinya bersama.”


“Baiklah-baiklah aku juga!”


Azizah dan Mariska berjalan keluar rumah, dengan sigap Steven menahan langkah istrinya.


“Mau kenapa sayang?” tanya Steven dan memeluk tubuh istrinya.


“Mariska mengajakku pergi ke pusat perbelanjaan sayang,” balas Azizah.


Wajah Azizah terlihat sangat pucat, meski Azizah tidak mengeluh pada Steven namun tetap saja pria blasteran itu tahu bahwa istrinya sedang tidak sehat.


“Istriku tidak boleh kemana-mana!” tegas Steven dan tetap merengkuh tubuh Azizah.


Mariska tak bisa menolak bagaimanapun perkataan Steven tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun termasuk dirinya.


“Iya kak,” balas Mariska.


“Kamu ini apa-apaan sayang, aku sudah terlalu mengiyakan ajakan Mariska,” ucap Azizah.


“Tapi aku suamimu sayang, aku yang berhak memutuskan kamu boleh keluar atau tidak,” sahut Steven.


Azizah kalah telak jika suaminya sudah mengatakan hal itu, ia hanya bisa diam dipelukan suaminya sementara Mariska memutuskan untuk meninggalkan Steven dan Azizah.


“Muachh!” Steven mengecup mesra bibir Azizah.


Mike yang melihat Steven mencium istrinya melengos kesal dan mengurungkan niatnya untuk melewati pintu keluar dan berbalik arah.


“Cih.. mentang-mentang sudah menikah seenaknya mengumbar kemesraan mereka seenak jidat,” ucap Mike kesal.


Steven melepaskan pelukannya dan menyentuh kedua pundak Azizah.


“Kamu jangan kemana-mana hari ini, kamu sebaiknya istirahat di kamar!” perintah Steven.


“Baiklah,” balas Azizah menuruti perintah suaminya.


“Istri pintar,” puji Steven dan mengacak-acak rambut Azizah.


Steven merangkul pinggang ramping Azizah dan menuntunnya menuju kamar, Adam dan Yuli sedang tidak berada di rumah.

__ADS_1


“Sekarang kamu diam saja di kamar tidak boleh kemana-mana,” ucap Steven berpesan.


“Lalu kamu sayang?” tanya Azizah.


“Aku ada perlu dengan Mike, setelah aku selesai berbincang dengan Mike aku akan menemanimu di kamar.”


“Tapi ini masih pagi sayang, aku juga tidak mengantuk,” ucap Azizah sedikit kesal.


“Kamu bisa menghabiskan waktu di kamar yang penting jangan keluar!”


“Hiks.. hiks... kamu tidak sayang lagi terhadapku,” ucap Azizah dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.


Melihat istrinya menangis dengan cepat Steven memeluk tubuh istrinya.


“Maafkan aku Istriku, aku tidak bermaksud membuatmu menangis. Aku hanya takut jika kamu sakit lagi,” terang Steven.


“Aku tidak sakit, jangan tinggalkan aku disini!” pinta Azizah merengek.


Steven menghembuskan nafasnya pelan dan mengiyakan permintaan Istrinya.


“Baiklah aku akan menemanimu!” seru Steven.


Steven merasakan tubuh dingin istrinya, dengan cepat ia membuka pakaiannya dan terlihat jelas otot kekar dan bentuk perut six pack nya itu.


“Aku sedang tidak ingin suamiku,” ucap Azizah mengira bahwa suaminya akan memakan dirinya.


“Apa yang kamu pikirkan istriku? aku hanya ingin memelukmu karena tubuhmu sangat dingin,” terang Steven sambil tertawa kecil.


Benarkah? berarti aku sekarang yang mesum 😒.


Azizah menyembunyikan wajahnya di pelukan suaminya, Steven pun membalas pelukan istrinya.


“Iya sayang!” seru Azizah.


Steven menuntun istrinya ke ranjang empuk miliknya dan meletakkan kaca mata yang ia kenakan di nakas.


“Berbaringlah sayang!” pinta Steven.


Azizah mengangguk dan membaringkan tubuhnya di ranjang, Steven pun merebahkan dirinya dan memeluk tubuh istrinya yang terasa begitu dingin.


Steven membelai lembut rambut istrinya dan mengucapkan kata-kata romantis agar istrinya bahagia berada di dekapannya.


“Sayang!” ucap Azizah.


“Ada apa istriku yang cantik?” tanya Steven dan mengecup pucuk kepala Azizah.


“Kapan kita ke Indonesia?” tanya Azizah.


“Seminggu lagi kita akan ke Indonesia bagaimana menurutmu?”


“Baiklah, tapi kamu harus janji seminggu lagi kita ke Indonesia!”


“Iya istriku, aku tidak akan pernah membohongimu.”


Aku sangat ingin ke Indonesia suamiku, entah kenapa aku sangat ingin segera pulang dan tidur di kamar kita yang berada di Jakarta.


Steven terus mengajak istrinya berbicara agar istrinya bisa tenang.

__ADS_1


“Sayang kamu mendengarkan aku bicarakan?” tanya Steven karena istrinya sedari tadi tak membalas ucapannya.


Lagi-lagi Azizah tak menjawab, Steven pun melepaskan pelukannya dan melihat istrinya yang sudah memejamkan mata dan terdengar suara dengkuran halus.


Steven tertawa kecil melihat ekspresi wajah sang istri.


Apakah aku dari tadi mendongeng sehingga kamu tertidur istriku?


Tapi tidak masalah, kalau begini kan aku merasa lega karena kamu bisa tertidur.


Steven terus saja menemani istrinya agar sang istri tidur lebih nyenyak lagi.


30 menit kemudian.


Pria blasteran itu turun dari ranjangnya dan segera memakai pakaiannya kembali.


“Aku turun dulu ya sayang, nanti aku akan kembali lagi setelah menemui Mike,” ucap Steven pada istrinya yang sedang tertidur dan mengecup mesra kening serta bibir Azizah.


Mike menyibukkan dirinya dengan menghubungi Yana yang berada di Indonesia, baru 2 hari tidak bertemu membuat pria bule itu merindukan kepolosan seorang Yana Aryanto.


Steven datang menghampiri Mike yang terlihat bahagia di ruang keluarga.


“Mike!” ucap Steven.


Mike langsung meletakkan ponselnya dan tersenyum ke arah Steven.


“Dimana istrimu Steven?” tanya Mike.


“Tidur,” ucap Steven singkat.


“Sikap mu terhadapmu masih saja sama, dingin dan menyebalkan,” ucap Mike sambil menatap kesal ke arah Steven.


“.......” Steven tak membalas ucapan Mike dan hanya menatap dingin ke arah Mike.


“Hari ini aku akan kembali ke Amerika, kurang dari 2 Minggu aku dan Yana akan melangsungkan pernikahan di Magetan,” jelas Mike.


Steven menyipitkan kedua matanya, “Di Magetan?”


“Iya di Magetan, kedua orangtuaku juga setuju!” seru Mike.


“Akhirnya kamu juga menyusul ku Mike, aku dan istriku akan datang ke Magetan. Aku juga ingin tahu tempat dimana istriku tinggal,” balas Steven.


“Kau tahu Steven, Magetan tempatnya cukup asik. Penduduknya juga ramah-tamah hanya saja..” ucap Mike menggantungkan kalimatnya.


“Hanya saja apa?” tanya Steven penasaran.


“Wajah-wajah seperti kita ini sangat gampang menjadi pusat perhatian orang-orang sana,” jelas Mike lalu tertawa kecil.


“Ya,” balas Steven singkat.


Mike memutar matanya jengah karena ucapannya Steven yang begitu singkat.


“Untungnya kau tampan dan kaya Steven, jika bukan karena tampan dan kaya aku sudah...”


“Sudah apa?” potong Steven.


“Tidak jadi he..he.” sahut Mike menyeringai lebar.

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏


Terima kasih atas kerjasamanya..


__ADS_2