Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 75


__ADS_3

Azizah dan Steven tidur bersama tidak ada adegan peluk memeluk seperti suami istri kebanyakan, dikarenakan Azizah tidur dengan sangat cepat dan Steven yang lelah karena bertemu dan berbincang-bincang bersama tamu undangan sampai pagi.


Pagi hari.


Sudah pukul 09.00 wib Azizah maupun Steven belum juga bangun dari tidur mereka, Yuli, Adam dan Teressa memaklumi kondisi mereka karena malam pertama bagi mereka.


“Pagi papi, pagi mami dan pagi nenek!” sapa Mariska.


“Mau kemana kamu nak?” tanya Yuli.


“Mau ke apartemen mi, kan kak Yana dan orangtuanya tidur di apartemen,” sahut Mariska.


“Terus ngapain kamu kesana, kan apartemennya sedang ditempati mereka?”


“Justru Mariska kesana karena kak Yana yang meminta Mariska untuk menemaninya pergi ke mall mi,” terang Mariska.


“Jadi begitu, ya sudah sana keburu siang!”


“Kak Steven dan kak Azizah mana mi? apa masih dikamar?”


“Iya masih di kamar.”


Mariska menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah kamar Steven dan Azizah.


“Mau kemana?” tanya Yuli.


“Mau pamit sama kak Azizah dan kak Steven mi,” ucap Mariska dengan polosnya.


“Mereka jangan di ganggu, kamu sekarang berangkat minta antar Heru! biar mami yang menyampaikan pesan kamu buat mereka.”


“Ya sudah kalau begitu, Mariska pergi dulu semuanya Assalamualaikum!”


“Waalaikumsalam!” sahut mereka bertiga kompak.


Adam yang berdiri ke menyeret kakinya ke kursi, wajahnya berubah sangat serius.


“Ada apa dengan kamu Adam?” tanya Teressa melihat perubahan ekspresi Adam.


“Sebenarnya kami telah memutuskan untuk tetap tinggal disini, kami berdua sangat nyaman tinggal disini daripada di Inggris mami,” ucap Adam pada Teressa sang ibu.


Teressa terdiam dan memperhatikan wajah anak kandungnya.


“Apakah kamu yakin?” tanya Teressa.


“Kami yakin Mami, apalagi sekarang Steven telah menikah dan mereka pun akan segera memiliki anak tidak baik jika kami tinggal di Inggris sementara mereka di Jakarta,” terang Adam.


“Kalau itu mau kamu ya sudah, mami juga tidak bisa memaksa kalian untuk selalu tinggal di Inggris. Mami juga akan tinggal disini,” balas Teressa.


“Mami serius?” tanya Adam dan Yuli secara kompak.


“Haha...ha... apa aku pernah berbohong kepada kalian?” tanya Teressa.


“Alhamdulillah,” sahut Adam.


Selama ini Teressa bersikukuh untuk tinggal di Inggris dan tanpa diduga-duga Teressa akhirnya setuju malah kini ia pun tinggal di Jakarta.


❤️❤️


Azizah terbangun dengan posisi memeluk tubuh Steven karena tak ingin membuat Steven menjadi besar kepala ia pun perlahan-lahan mencoba menjauhkan tubuhnya dari tubuh Steven.


Pelan-pelan Azizah jangan sampai Steven terbangun, kalau ia terbangun kepalanya pasti bertambah besar. Kamu sebagai wanita harus menjaga image.


“Mau kemana?” tanya Steven dan menarik tangan Azizah.

__ADS_1


Kini tubuh Azizah tepat dibawah tubuhnya, pipi Azizah langsung merah merona ia menelan Saliva kasar-kasar.


Haduh bagaimana ini? Tahan Azizah jangan sampai tergoda.


“Lepaskan Steven, aku mau mandi,” ucap Azizah tanpa menatap ke arah Steven.


“Tidak mau,” tolak Steven.


“Lepaskan, atau aku akan.....”


“Akan apa istriku sayang?” potong Steven.


“I....itu, a...atau aku akan kentut,” sahut Azizah.


“Kentut saja, kentut kamu pasti wangi,” ucap Steven.


Dasar Steven, bukannya melepaskan aku ini malah memintaku untuk kentut.


“Ce...cepat Steven, le... lepaskan aku!”


“Tidak akan, cium aku dulu!” pinta Steven.


Azizah semakin kesal tiba-tiba terdengar bunyi...


Prut.... put.. put....


Steven terperanjat dan menjauh dari Azizah.


“Kan akhirnya kentut ku keluar juga, lega....”


Azizah sangat senang membuat Steven seperti orang kebingungan.


“Tidak masalah kamu kentut seperti itu, sekarang aku juga ingin mandi ayo mandi bersama!” ajak Steven.


“Apaaaa?” tanya Azizah terkejut.


Bukannya Steven menjauh karena insiden kentutnya ini malah mengajak mandi bersama.


“Tidak, aku duluan!”


“Aku buru-buru sayang, ayo mandi berdua!” ajak Steven.


“Kalau begitu kamu duluan!”


“Tidak seru,” sahut Steven.


Azizah memutar matanya jengah melihat Steven yang berubah drastis setelah menikah, Bucin dari seorang Steven Walker semakin menjadi-jadi.


“Kamu atau aku duluan?” tanya Azizah serius.


Oh tidak, tatapan istriku seperti itu dan itu berarti bahwa ia sedang ngambek.


“Baiklah, kamu duluan istriku sayang,” ujar Steven.


Azizah berjalan tanpa menatap ke arah Steven dan terlihat sekali bahwa ia begitu sebal dengan suaminya itu.


1 jam kemudian.


Azizah maupun Steven turun bersama ke ruang makan.


“Kalian sudah bangun?” tanya Yuli.


“Sudah mi, maaf Azizah bangun kesiangan,” ucap Azizah merasa bersalah.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, mami tahu kamu kelelahan melayani Steven,” sahut Yuli dengan tersenyum-senyum.


“Haaaaa? maksud mami apa?” tanya Azizah bingung kemudian menatap ke arah Steven untuk meminta penjelasan Steven tak menjawab hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti apa-apa.


“Sudah tidak perlu rahasia seperti itu, mami dan papi juga seperti kalian,” sahut Yuli dan membuat suami istri itu makin bingung.


“Masih sakit tidak?” sambung Yuli lagi.


“Oh itu....”


“Iya, apa masih sakit?”


“Sudah mendingan mi, Steven telah mengobati luka di kaki Azizah,” ucap Azizah kemudian memperlihatkan luka pada kakinya.


“Apa??? jadi yang tadi subuh itu kaki kamu?” tanya Yuli dengan wajah yang begitu terkejut.


“Iya mami,” sahut Azizah dan Steven.


Ya ampun, aku kira mereka sedang membuat cucu untuk aku dan papi ternyata karena luka di kaki Azizah. Salah paham ternyata.... duh Gusti piye Iki...


“Mami kok melamun?” tanya Steven.


“Tidak ada apa-apa, mami sudah menyiapkan sarapan untuk kalian. Cepat dimakan!”


“Mami dan yang lainnya memang sudah sarapan?” tanya Azizah.


“Sudah nak, kami sarapan jam 7 tadi. Oya Mariska pagi tadi pergi ke apartemen menemui Yana sahabat kamu,” terang Yuli yang menyampaikan pesan kepada Azizah.


“Loh kok tidak memberitahukan Azizah mi?”


“Mami yang melarang Mariska untuk memberitahukan kamu nak, kan kalian baru saja menikah alias pengantin baru jadi tidak seharusnya diganggu,” sahut Yuli.


Sontak ucapan yang terlontar dari mulut Yuli membuat keduanya malu-malu kucing.


“Kenapa wajah kalian memerah seperti kepiting rebus?” tanya Yuli.


“Ti...tidak mi, mungkin karena sop ini sedikit pedas,” ucap Azizah berbohong.


“Benarkah, padahal mami membuatnya hanya diberi lada sedikit saja,” sahut Yuli.


“Mungkin Istriku tadi menggigit lada mi,” ujar Steven.


“Karena kalian berdua sudah disini mami dan papi akan keluar mengajak nenekmu jalan-jalan.”


“Jalan-jalan kemana mi? tumben pergi jalan-jalan,” ucap Steven.


“Kami mau pergi ke mall, mami, papi dan nenekmu akan tinggal di jakarta.”


“Maksudnya apa mi?” tanya Azizah penasaran.


“Kami akan menetap disini nak.”


“Benarkah?” tanya Azizah dan Steven.


“Ya benar, nenek kamu sudah setuju kami tinggal disini dan malah nenek kamu memutuskan tinggal disini juga bersama kalian,” terang Yuli.


“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa berkumpul setiap hari,” ucap Azizah.


Jika biasanya seorang menantu ingin tinggal berdua dengan suaminya lain halnya dengan Azizah, Azizah begitu ini tinggal bersama kedua orang tua Steven dan nenek Steven. Dikarenakan sedari kecil Azizah selalu merasa kesepian, meski sudah ditemani oleh Darmi nyatanya kesepian tetap saja menyelimuti hati Azizah.


Akhirnya impian untuk tinggal bersama mereka tercapai.


**Bersambung....

__ADS_1


Vote ya!!😭😭


Like ❤️ komen 👇**


__ADS_2