
Megan tersenyum semanis mungkin dan mengulurkan tangannya ke arah Steven, Azizah menatap jengkel dan menyambut uluran tangan Megan yang ingin bersalaman dengan suaminya.
“Hai, namamu siapa?” tanya Azizah berpura-pura sok manis.
Megan kesal seharusnya ia bersalaman dengan Steven bukan malah istrinya yang menurutnya sangat kampungan.
“Megan,” ucap Megan singkat.
Azizah tersenyum terpaksa dan sedikit menekan jabat tangannya dengan Megan.
“Aww!” Megan menarik tangannya dan mengipas tangannya yang terasa sakit.
“Kamu kenapa Megan?” tanya Azizah berpura-pura polos.
Cih wanita kampungan ini berani sekali kepadaku, mana sakit sekali tanganku ditekannya.
“Tidak apa-apa,” balas Megan.
Steven yang berada di samping istrinya tersenyum puas melihat Megan seperti itu.
Aku suka gayamu istriku.
“Wah ini Nona Azizah yang kamu ceritakan itu Steven? ternyata istrimu lebih cantik dari yang aku lihat di TV,” puji Hendrick dan membuat Megan semakin kesal.
Apanya yang cantik, jangan-jangan Hendrick telah buta karena melihat wanita ini.
“Tentu saja sangat cantik, bahkan tidak ada seorang wanita pun yang bisa mengalahkan kecantikan dari istriku,” puji Steven.
“Hentikan! kalian berdua jangan memujiku seperti itu,” ucap Azizah sambil menyelipkan rambut ditelinga.
“Selamat ulang tahun Steven!” ucap Megan dan mengulurkan tangannya kembali.
Steven sebenarnya ingin menolak jabat tangan dari Megan, namun di depannya ada partner kerjanya dan dengan terpaksa ia menerima itu pun hanya itu detik membuat Megan sedikit kesal.
“Suamiku, kapan kita makan aku sangat lapar?” tanya Azizah manja.
Azizah terpaksa harus bermanja-manja di depan Hendrick maupun Megan, agar wanita di depannya tidak ada kesempatan untuk mendekati suaminya.
“Istriku lapar? ayo kita makan sekarang!” ajak Steven sambil mencolek hidung Azizah.
Mereka berempat lalu duduk di kursi dengan saling berhadap-hadapan satu sama lain. Steven berhadapan dengan Azizah dan Hendrick berhadapan dengan Megan.
“Apakah ini seafood suamiku?” tanya Azizah yang berpura-pura tidak tahu.
“Iya istriku ini ada seafood,” jawab Steven.
“Apakah anda tidak pernah makan makanan seperti ini Azizah?” tanya Megan dengan sedikit menghina.
“Hendrick apakah kamu tidak pernah mengajari istrimu saat memanggil istriku?” tanya Steven memastikan.
Hendrick mengangguk pelan, “Megan panggil lah nona Azizah jangan memanggilnya tanpa memakai nona!” perintah Hendrick.
Hendrick tidak ingin mengecewakan Steven, bagaimanapun ia sudah berusaha keras agar Steven mau bekerjasama dengannya dalam dunia fashion.
__ADS_1
Jika Steven sampai membatalkan kerjasama mereka sudah pasti Hendrick rugi besar, Steven pun pasti akan rugi namun ia tidak akan bangkrut sedikitpun karena harta investasinya dimana-mana.
“Haa?” Megan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hendrick suaminya.
Hendrick menatap tajam ke arah Megan membuat wanita itu akhirnya terpaksa mengikuti perintah suaminya.
“Suamiku! daripada kita berkata yang tidak jelas lebih baik kita makan saja!” ajak Azizah.
“Maaf membuatmu menunggu istriku!”
Steven menepuk tangannya dua kali dan datang lah dua pria ke arah mereka.
Azizah berdecak kagum karena dua pria itu sangat rapi dan teliti saat menyajikan makanan di piring mereka.
Hebat sekali!
Mereka pria tapi pekerjaan mereka sungguh luar biasa, bahwa aku bukan apa-apa bila dibandingkan dengan dua pria ini.
“Bon appetit ( Selamat makan.)” Kata dua pelayan.
Steven mulai mengunyah makanan disusul Azizah beserta Hendrick dan istrinya.
Megan mengunyah makanan sambil terus menatap ke arah Steven yang sedang fokus menikmati makanannya, Hendrick sama sekali tak mengetahui bahwa istrinya selalu menatap Steven.
Ia hanya fokus menikmati makanan di piringnya.
Azizah menatap jengkel ke arah Megan yang selalu menatap suaminya, rasanya ia ingin melempar wanita yang duduk disampingnya sejauh mungkin.
Aku ini istrinya Steven dan dia kemari juga bersama suaminya, tapi kenapa hanya suamiku saja yang selalu ditatapnya.
Kalau saja tidak ada dua pria di depannya kamu sudah aku tendang jauh-jauh dari hadapanku.
“Suamiku bisakah suapi aku?” tanya Azizah.
“Kenapa sayang apakah badanmu tidak enak?” tanya Steven mendramatisir keadaan.
“Iya suamiku, seperti badanku sakit lagi,” ucap Azizah sambil menyentuh keningnya.
Steven dan Azizah benar-benar hebat dalam mendramatisir keadaan, si suami seolah-olah khawatir sementara si istri seolah-olah sakit.
Megan memutar matanya jengah dengan apa yang ia lihat, rasanya sangat panas di dalam gedung itu padahal beberapa AC di dalam gedung itu hidup.
Hendrick bersikap biasa saja karena ia tahu bahwa Steven sangat mencintai istrinya dan sangat wajar bagi sepasang suami istri itu bermesraan apalagi itu masih dalam konteks yang wajar bagi pasangan pengantin baru.
“Kamu ingin aku suapi Megan?” tanya Hendrick.
“Tidak usah Hendrick, aku bisa sendiri!” seru Megan lalu mengunyah makanan dengan sangat kesal.
Aku juga sangat ingin diperlakukan seperti itu oleh Steven Walker.
Andai saja aku mengenalnya lebih dulu.
Azizah tersenyum puas dengan penuh kemenangan, ia berhasil membuat wanita yang menatap suaminya kesal.
__ADS_1
Aku tahu kamu tertarik dengan suamiku tapi jangan harap kamu bisa mendekati suaminya satu inci pun karena aku adalah orang yang paling lebih dulu menghalangi mu mendekati suamiku.
Azizah berdiri sambil membawa mangkuk yang berisi saus tiram dan berjalan agar mendekati suaminya, namun ada kaki yang menghalanginya dengan cepat Azizah berbalik dan menjatuhkan mangkuk berisi saus tiram itu ke arah Megan.
Sontak saja mangkuk itu jatuh mengenai rambut Megan dan mengalir jatuh ke gaun putih yang dikenakan oleh Megan.
“Aaaaa! gaunku!” teriak Mega histeris.
Azizah berpura-pura menyentuh kepalanya dan seolah-olah bahwa ia ingin pingsan.
“Ma..maaf Megan kepalaku sangat pusing sekali,” ucap Azizah yang seolah-olah tak berdaya.
Hendrick mencoba membersihkan sisa-sisa saus tiram yang melekat pada rambut serta gaun istrinya sementara Steven memeluk pinggang ramping agar tidak terjatuh.
“Hendrick istriku sepertinya demam lagi, kamu sebaiknya segera pulang. Aku ingin membawa istriku ke rumah sakit,” ucap Steven berpura-pura panik.
Megan menangis kesal karena penampilannya malam itu benar-benar terlihat seperti gembel, ia pun dengan cepat mengajak Hendrick pulang karena sangking malunya.
Setelah suami istri itu pergi, Azizah dan Steven kompak tertawa lepas.
“Istriku kamu benar-benar jago berakting,” puji Steven.
“Bukankah kamu juga jago berakting suamiku,” puji Steven.
Steven memeluk serta mengecup mesra pipi dan bibir sexy Azizah.
“Aku mencintaimu istriku!” ucap Steven.
“Mulai saat ini aku tidak akan membiarkan wanita manapun mendekatimu suamiku,
mungkin aku akan bertindak berlebihan tapi itu semua aku lakukan demi rumah tangga kita,” balas Azizah.
“Tidak ada seorangpun yang bisa menggoyahkan perasaan ini untukmu istriku.”
“Aku heran dengan Megan, kenapa dia bisa menatapmu seperti itu?
maksudku bukankah dia telah bersuami dan suaminya aku lihat cukup tampan,” ucap Azizah.
“Jangan memuji pria lain di hadapanku sayang, aku paling tidak suka.”
“Apalah kamu cemburu?” tanya Azizah memastikan.
“Tentu saja aku cemburu, istriku tidak boleh menatap pria manapun kecuali aku!” tegas Steven.
“Memangnya aku Megan yang menatap suami lain seantusias tadi?”
Steven mempererat pelukannya dan mencium bibir Azizah dengan sangat agresif, Azizah pun membalasnya ciuman dari suaminya dan melupakan pelayan disekitar mereka yang menyaksikan pasangan suami istri itu.
Like dong!!😘😘❤️
Vote ya teman-teman.. 😘🙏
Komen dibawah 👇
__ADS_1