
Steven sedang melakukan rapat penting dengan beberapa kolega bisnisnya, hampir semua yang mengikuti rapat itu adalah orang-orang penting.
“Terima kasih atas kerjasamanya, saya sangat senang bisa menjalin kerjasama dengan anda CEO Steven,” ucap Beny.
“Terima kasih juga karena anda mempercayakan kerjasama ini kepada saya!” seru Steven.
Mereka saling bertepuk tangan dan memuji cara kerja Steven Walker.
Setelah rapat selesai, pria blasteran itu kembali ke ruangannya.
Ia merenggangkan otot-ototnya yang sedikit pegal dan mengambil ponsel pintarnya untuk menghubungi istri tercintanya lewat aplikasi video call.
“Assalamualaikum, Selamat siang sayang!” ucap Steven.
“Waalikumsalam suamiku!” seru Azizah begitu bersemangat.
“Kamu terlihat bersemangat sekali istriku, ada apa?” tanya Steven penasaran karena Azizah selalu menampilkan wajah penuh semangat serta bahagia.
“Tidak ada, kapan kamu pulang suamiku?”
“Sebelum Maghrib aku akan pulang istriku yang cantik,” puji Steven.
“Tidak, aku ingin kamu pulang sebelum jam 5!” pinta Azizah merengek.
Steven berpikir sejenak dan mengangguk pelan.
“Baiklah, aku akan pulang sesuai permintaan mu istriku!”
“Aku tak sabar menunggu pulang.”
Steven memicingkan matanya karena istrinya terlihat begitu aneh dan begitu bahagia tak seperti biasanya.
“Apa yang membuatmu begitu bahagia istriku!”
“Kamu akan tahu saat sudah sampai rumah,” ucap Azizah.
1 jam kemudian.
“Suamiku, baterai ponsel ku sudah lowbat,” ucap Azizah.
“Padahal aku masih sangat rindu, baiklah aku juga harus makan siang.”
“Bye suamiku, assalamualaikum!”
“Waalaikumsalam!”
Setelah menghubungi dan berbincang-bincang dengan istri tercinta, pria blasteran itu memesan makanan untuk makan siangnya.
🌸
Di kediaman Steven Walker.
Azizah sangat senang usai melakukan video call dengan suaminya, bibirnya selalu tersenyum lebar mengingat janin di dalam kandungannya.
“Hai baby, baik-baik lah kamu di perut ibu mu ini!” ucap Azizah sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata.
“Uwek... uwek..”
Azizah kembali mual dan dengan cepat ia berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi di dalam perutnya namun sama sekali tak ada yang keluar.
“Baby kamu jangan nakal yang di dalam!” pinta Azizah yang mulai lemas kembali.
__ADS_1
Sedari pagi sampai siang Azizah tak keluar dari kamarnya, ia terus saja berada di dalam kamar sambil mengajak janin di dalam perutnya berbicara seolah-olah janin itu mendengar apa yang dikatakan oleh Azizah.
***
Yuli duduk santai di ruang keluarga, sedari tadi menantunya itu tidak keluar dari kamar membuat Yuli mulai khawatir dengan keadaan Azizah.
“Pi, Azizah menantu kita dari tadi tidak keluar kamar, mami takut Azizah kenapa-kenapa di dalam kamar,” ucap Yuli pada suaminya yang duduk tepat di sampingnya.
“Azizah baik-baik saja, mami tidak boleh berpikir yang aneh-aneh,” balas Adam.
“Semoga saja pi.”
🍃🍃
Sore hari.
Azizah tak sabar menanti kedatangan suaminya, ia bergegas turun dan menunggu suaminya di depan rumah.
“Kak Azizah sedang apa di luar?” tanya Mariska yang tak sengaja melihat Azizah berdiri di depan pintu.
“Aku sedang menunggu suamiku,” balas Azizah.
“Kan bisa menunggu di dalam kak, lagipula cuaca sore ini tidak baik,” sahut Mariska saat menunjuk pada langit yang mendung.
“Tidak apa-apa, lagian kan aku tidak kehujanan.”
“Terserah kak Azizah saja, tapi kalau merasa kedinginan segera masuk kak soalnya akan sangat dingin,” ucap Mariska kemudian melangkahkan kakinya menuju dalam rumah.
Ya dikatakan Mariska ada benarnya, gara-gara aku terlalu bahagia hingga melupakan calon bayiku.
Azizah masuk ke dalam rumah dan memutuskan untuk menunggu kedatangan suaminya di ruang keluarga.
10 menit kemudian.
Mendengar suara yang begitu Azizah nantikan, dengan cepat wanita itu menghampiri ke arah sumber suara.
“Waalaikumsalam,” sahut Azizah dan memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat.
“Apakah kamu sangat rindu istriku?” tanya Steven dan mengecup kening Azizah.
“Ayo kita ke kamar sekarang!” ajak Azizah tidak sabaran.
“Mami dan yang lain kemana sayang?”
“Mereka sedang di kamar, ayo sayang kita ke kamar sekarang!” ajak Azizah.
Ada apa lagi dengan istriku, apakah ia ingin melakukannya....
“Baiklah ayo sayang!” seru Steven menyangka bahwa istrinya meminta dirinya untuk melakukan hubungan suami istri.
Sesampainya di kamar.
Azizah mendudukkan tubuh suaminya di sofa lalu mengambil benda pipih untuk menunjukkan kepada suaminya.
“Suamiku, aku memiliki sesuatu untukmu!” ucap Azizah dan memberikan testpack kehamilan.
Steven mengernyitkan keningnya dan mengambil benda kecil itu.
Wajahnya langsung berubah, mulutnya terperangah lebih ketika melihat garis dua berwarna merah.
Air mata Steven mengucur deras dan ia memeluk tubuh istrinya kemudian mencium perut Azizah yang masih rata berulang kali.
__ADS_1
“Alhamdulillah, aku sebentar lagi akan menjadi seorang ayah!” teriak Steven di dalam kamar.
“Iya sayang, aku sebentar lagi akan menjadi seorang ibu!” seru Azizah.
“Terima kasih istriku, terima kasih banyak! aku begitu mencintaimu Azizah Cahyani!” teriak Steven lagi.
Suami istri itu sangat bahagia sekali, sebentar lagi mereka berdua akan menjadi orang tua.
Tidak ada kebahagiaan yang lebih indah selain hidup bersama orang yang kita cintai dan memiliki keturunan.
“Ya Allah terima kasih banyak Engkau telah menitipkan janin di perut istri Hamba, terima kasih Ya Allah!” ucap Steven dan bersujud kepada Allah.
“Aku berjanji akan menjaga kalian, kamu dan calon anak kita,” ucap Steven setelah bangun dari sujud nya.
“Aku percaya kamu suamiku!” seru Azizah.
“Papi, mami dan Mariska apakah sudah mengetahui tentang kehamilan mu istriku?” tanya Steven yang terus mengelus-elus perut istrinya.
“Belum suamiku, kamu orang pertama yang aku beritahu.”
“Baiklah ayo kita beritahu kabar bahagia ini!” ajak Steven.
Azizah dengan cepat melangkahkan kakinya namun Steven lebih dulu menahan tangan istrinya dan menggendong tubuh Azizah ala Bridal Style.
“Suamiku tolong turunkan aku!” pinta Azizah.
“Tidak boleh, kamu sedang hamil aku akan membawamu turun ke bawah!”
“Nanti yang lain melihat kita bagaimana?”
“Biarkan saja, lagipula kita sudah menikah dan sekarang kamu tengah mengandung anak aku sayang,” ucap Steven serius.
“Kamu membuatmu sangat canggung sayang.”
“Kenapa mesti canggung istriku!”
Mereka terus saja mengobrol hingga akhirnya mereka sampai di ruang keluarga.
“Bi! panggilan semua orang dan suruh mereka ke ruang keluarga termasuk papi, mami dan Mariska!” perintah Steven.
“Baik tuan muda!” seru pelayan itu.
Tak butuh waktu lama, akhirnya para penghuni rumah termasuk bodyguard dan pelayanan berkumpul di ruang keluarga yang sangat besar itu.
“Ada apa nak kamu mengumpulkan mereka juga?” tanya Adam.
“Baiklah, aku akan memberitahukan kepada mami, papi, Mariska dan kalian semua tentang kabar baik ini. Azizah Cahyani istri yang begitu aku cinta sekarang tengah mengandung!” tegas Steven.
Azizah begitu malu, pipi dan telinga kini sudah memerah akibat ulah suaminya.
“Alhamdulillah!” ucap syukur mereka secara serempak.
“Papi dengar! menantu kita sekarang tengah mengandung, Sebentar lagi kita akan menjadi kakek dan nenek,” ucap Yuli.
“Dan Mariska akan menjadi seorang Tante!" seru Mariska.
“Karena istriku tengah mengandung, kalian akan aku berikan gaji 10 kali lipat,” ucap Steven pada bodyguard dan pelayan.
Mendengar ucapan Steven, sontak saja mereka terkejut dan dengan cepat mengucapkan banyak terima kasih atas kemurahan hati pria blasteran itu.
Satu persatu mereka menyalami suami istri itu.
__ADS_1
Akhirnya... ❤️😘
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏