Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 56


__ADS_3

Selesai sarapan Teressa pergi menuju kamar tertinggal calon suami istri itu.


“Steven!” panggil Azizah dengan nada pelan.


“Ada apa sayang?” tanya Steven mengikuti Azizah dengan nada pelan juga.


“Kamu berhutang jawaban,” ucap Azizah.


“Hutang jawaban apa maksudmu?” tanya Steven heran.


Azizah berdiri dan menggerakkan jarinya isyarat agar Steven mengikutinya. Steven pun mengikuti perintah Azizah.


Sampailah mereka di ruang kerja Steven, Azizah lalu duduk bersama Steven di sebuah sofa.


“Cepat beri tahu aku kenapa nenek meminta kamu ke Inggris dan sekarang malah nenek ikut kamu ke Jakarta!” perintah Azizah layaknya seorang detektif yang mengintrogasi tawanannya.


Steven menarik nafasnya dalam-dalam.


Ia pun menjelaskan dari pertama datang ke Inggris dan sampai ke Jakarta.


Azizah tersenyum lebar dan menepuk-nepuk tangannya kegirangan.


“Kamu tahu tidak apa yang aku pikirkan saat kamu diminta ke Inggris?”


“Apa?” tanya Steven penasaran.


“Aku kira kamu akan dijodohkan dengan wanita pilihan nenek kamu seperti yang di film-film, tapi ternyata pikiranku 100% salah,” terang Azizah.


Steven melongo tak percaya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Azizah, apalagi dengan pikiran Azizah yang menyangka bahwa ia dijodohkan oleh neneknya.


“Tutup mulut kamu nanti ada lalat masuk!” perintah Azizah.


“Pikiran kamu benar-benar luar biasa Azizah sayang, tapi untungnya semua pikiran kamu salah.”


“Iya Steven sayang, aku tidak sabar menunggu hari H kita yang tinggal hitungan hari.”


“Sekarang kamu bersiap-siap aku ingin mandi dulu setelah itu kita fitting baju pengantin!” perintah Steven.


“Benarkah? serius kita akan fitting baju?” tanya Azizah masih tak percaya.


“Iya sayang, 2 minggu lagi kita sudah menikah. Kita bahkan belum fitting baju jadi sekarang kamu ganti baju ok!”


“Oke sayang!” seru Azizah bersemangat.


Kedua insan itu pun kompak meninggalkan ruang kerja dan pergi ke kamar masing-masing.


Azizah maupun Steven sangat bahagia karena hari dimana mereka mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan akan terjadi dan mereka berharap pernikahan mereka akan terjadi sekali dalam seumur hidup sampai ajal yang menjemput mereka.


🌸🌸🌸


Azizah telah bersiap hari itu ia memakai gaun berwarna putih bercorak bunga tulip. tak lupa ia menghiasi wajahnya dengan make up tipis dan pewarna bibir berwarna merah menambah kesan elegan.


“Selamat siang nona muda!” sapa Heru.

__ADS_1


“Siang juga pak Heru,” balas Azizah sambil tersenyum.


“Ehem..” Steve berdehem.


Azizah sama sekali tidak tahu jika Steven telah menunggu di dalam mobil dengan cepat ia masuk.


“Lain kali jangan sembarangan senyum-senyum depan orang lain,” ketus Steven membuat Azizah maupun Heru terdiam.


“Cepat jalan!” perintah Steven.


“Ba..baik tuan muda,” sahut Heru terbata-bata.


Karena merasa bersalah Azizah berusaha untuk membuat Steven tak marah, ia pun membuang jauh-jauh harga dirinya dan bergelayut manja di lengan sang calon suami.


Mendapat perlakuan dari Azizah yang tak pernah diduga sebelumnya oleh Steven membuat pria keturunan Inggris-Indonesia itu luluh. Memang Azizah sebelumnya tak pernah bermanja-manja apalagi bersifat kekanak-kanakan.


“Maaf,” ucap Azizah seimut mungkin.


“Maaf juga ya sayang seharusnya aku tidak berkata seperti itu,” ucap Steven.


“Jadi kita berbaikan?”


“Iya dong sayang.” Steven tersenyum manis kemudian mengecup kening Azizah.


Heru yang membawa mobil itu seolah-olah tak dianggap bagaikan seekor nyamuk.


Dasar sama-sama budak cinta, mentang-mentang mau nikah jadi mengumbar kemesraan seenak jidat mereka.


2 jam kemudian.


Mungkin dari kalian ada yang bertanya-tanya kenapa seorang CEO terkaya se-Indonesia bahkan se-Asia tenggara membeli gaun pengantin di Jakarta bukan di luar negeri atau di Paris Perancis.


Itu karena Azizah sebelumnya telah menolak, ia ingin memakai gaun pengantin dari tanah air yaitu Indonesia.


“Selamat datang tuan muda Steven dan....” ucap Eni yang tak lain adalah pemilik butik.


“Perkenalkan ini Azizah Cahyani calon istriku,” ucap Steven memperkenalkan Azizah.


Ekspresi yang ditunjukkan Steven Walker pada saat di butik benar-benar datar tak ada sedikitpun guratan senyum yang terpampang diwajah Steven, itu juga yang membuat Azizah kagum terhadap dirinya sendiri karena hanya dirinya lah yang selalu diperlakukan bak seorang ratu jika bersama Steven.


“Apa ini bagus?” tanya Azizah yang telah mengenakan gaun pengantin.


Steven hanya merespon dengan gelengan kepala.


“Cukup Steven! aku sudah 45X berganti gaun pengantin, dadaku bahkan terasa sesak,” omel Azizah sedikit membentak.


Para pegawai butik termasuk pemilik butik itu sangat terkejut, seorang Steven Walker diomeli bahkan dibentak oleh seorang wanita.


Mereka pun dengan cepat melihat ekspresi dan tanggapan dari Steven, mereka yakin jika Azizah tak akan jadi menikah dengan Steven bahkan mereka jamin jika Azizah langsung di depak dari hadapan pria itu.


Namun tebakan mereka lagi-lagi salah, bukannya marah Steven malah berkata lembut bahkan menenangkan Azizah.


“Maaf ya sayang, bukan maksudku seperti itu.” Steven berkata dengan penuh kelembutan dan mencium kening Azizah serta memeluk tubuh Azizah.

__ADS_1


Mereka yang menyaksikan keromantisan Azizah dan Steven hanya menggigit jari. Sungguh beruntung wanita yang akan dinikahi oleh Steven Walker.


“Kalian sedang apa berdiri disitu? apa di butik kalian tidak ada gaun pengantin yang cocok untuk calon istriku ini? cepat bawakan gaun pengantin termahal dan aku minta gaun pengantin yang tertutup!” perintah Steven dengan mata yang bulat sempurna.


“Ba...baik tu..tuan muda Steven,” sahut mereka ketakutan.


Pemilik butik dan para pegawai dengan segera mengambil gaun pengantin termahal dan yang paling mewah.


Jangan ditanya kemana pelanggan yang lain sudah pasti tidak ada satupun pelanggan yang lain bisa datang ke butik itu karena Steven sebelumnya telah memboking tempat itu.


Mereka kemudian membawa sekitar 10 gaun pengantin termahal dan mewah.


“I...ini tu..tuan muda koleksi gaun pengantin termahal kami,” ucap pemilik butik itu terbata-bata.


“Kalian yakin?” tanya Steven dingin.


“Ya..yakin tuan muda.”


“Yang paling mahal berapa?”


“3 milyar tuan muda, ka.. karena kami memberikan sentuhan berlian dan mutiara pada gaun pengantin ini,” tunjuk pemilik butik pada sebuah gaun pengantin.


Azizah terkaget-kaget, untuk sebuah gaun saja sampai merogoh kocek milyaran rupiah.


Itu gaun pengantin harganya semahal itu?


Gila, aku kira hanya puluhan juta.


3 Milyar? bahkan aku berkerja untuk seumur hidupku tidak akan bisa mengumpulkan uang sebanyak itu.


“Ambil yang itu biar calon istriku segera mencobanya!” perintah Steven.


Azizah akhirnya masuk ke ruang ganti, menyentuh gaun pengantin semahal itu saja sudah membuat ia gemetaran apalagi jika harus dipakaikan oleh tubuhnya.


Terlihat jelas keringat dingin sebesar biji jagung keluar dari wajahnya Azizah benar-benar gemetar.


Sangking groginya Azizah sampai pingsan.


Eni pemilik butik itu terkejut saat melihat Azizah sudah pingsan ia pun panik dan berlari menghampiri Steven yang sedang duduk menanti calon istrinya.


“Tu...tuan muda, nona Azizah pingsan!” teriak pemilik butik.


Bagaikan tersambar petir, Steven berlari ke arah Azizah. Ia benar-benar takut jika calon istrinya kenapa-kenapa.


“Sayang bangun!” pinta Steven sambil menepuk pipi Azizah.


Namun Azizah tak juga merespon, Steven semakin panik saat melihat keringat Azizah yang telah bercucuran.


Bak pangeran, Steven langsung mengangkat tubuh calon istrinya ala Bridal Style, membuat siapapun yang menyaksikannya akan iri dan berharap jika yang digendong oleh Steven bukanlah Azizah melainkan mereka.


Udah baca kan?


Ayo vote, pokoknya vote.. Author maksa kalian buat vote... 😭😭😭

__ADS_1


Lanjut gk nih? Like dulu dong ❤️❤️❤️ Komen 👇 juga ya 🙏🙏🙏


__ADS_2