Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 99


__ADS_3

Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta.


“Kami pergi ya Steven, ingat jaga istrimu baik-baik! perlakukan lah menantu kami sebaik mungkin!” pesan Yuli Walker.


“Mami tenang saja, sudah kewajiban Steven untuk menjaga istri Steven sekaligus menantu kalian!” seru Steven.


Azizah sangat sedih jika harus berpisah dengan mereka tapi mau bagaimana lagi itu semua adalah keputusan para orang tua.


“Jaga diri kamu baik-baik ya Azizah, maafkan nenek jika selama ini membuatmu tak nyaman atau sedih,” ucap Teressa.


“Jangan bicara seperti itu nek, justru kalau nenek pergi rumah akan terasa sepi,” sahut Azizah.


Teressa memeluk Azizah dan mencium pipi istri dari cucunya itu.


Lucy dan Mariska bergantian memeluk Azizah, Azizah merasa sedih melepas kepergian mereka.


“ Assalamualaikum!” ucap mereka yang akan pergi menuju pesawat.


“Waalaikumsalam!” seru Azizah dan Steven.


Kini mereka telah pergi. Azizah tak sanggup menahan air matanya ia menangis di pelukan suaminya.


“Aku pasti sangat merindukan mereka sayang,” ucap Azizah.


“Istriku tidak boleh menangis, mereka kan pergi cuma sebentar nanti juga pasti kembali ke Indonesia!” ucap Steven.


Steven lalu menuntun istrinya menuju mobil ia merasa tidak nyaman jika harus berlama-lama di bandara.


“Cup... cup.. udah ya jangan nangis,” hibur Steven.


Azizah masih menangis dalam pelukan suaminya, pria blasteran itu terus memberikan pelukan hangat dan beberapa kali mencium kening istrinya.


“Kita pulang sekarang!" perintah Steven pada bodyguard karena belum menemukan sopir yang cocok untuknya.


“Baik tuan muda!" sahut bodyguard itu dan mengedarai mobil.


Steven tak mendengar lagi suara tangisan Istrinya malah yang sekarang di dengar oleh telinganya adalah suara dengkuran halus.


Apakah pelukan ku begitu nyaman istriku sampai-sampai kamu tertidur?


🏘️


“Cepat bukakan pintu!” perintah Steven.


“Siap tuan muda!”


Steven turun dari mobil dengan mengangkat tubuh istrinya ia sengaja tidak membangunkan Azizah.


“Tidur yang nyenyak istriku sayang muaaaccchh!”


Aku pergi dulu ya istriku! ada urusan di perusahaan yang harus aku selesaikan hari ini.


Steven meninggalkan Azizah yang tertidur.


Beberapa saat kemudian.


Azizah terbangun dan sedikit terkejut karena dirinya telah berada di rumah.


“Ya ampun aku tertidur, dimana suamiku?” tanya Azizah.

__ADS_1


Ia pun turun dari ranjang dan mencari keberadaan suaminya.


“Bibi suamiku mana?” tanya Azizah pada pelayan.


“Tuan muda ada urusan di perusahaan nyonya muda Azizah, tuan muda sengaja tidak membangunkan nyonya muda Azizah karena tak ingin mengganggu tidur nyonya muda!” seru pelayan itu memberi penjelasan.


“Terima kasih bi!” ucap Azizah.


Azizah lalu berjalan ke ruang dapur perutnya terasa lapar ia mencari-cari bahan apa untuk membuat makanan. Pelayan yang berada didekat Azizah hanya berdiri sambil menanti perintah dari majikannya.


“Kita ada stok cokelat batang tidak bi?” tanya Azizah.


Mendengar pertanyaan dari majikannya pelayan itu langsung terlihat sangat gugup ia sangat takut jika Azizah marah padanya.


“Ma...maaf nyonya muda saya lupa membelinya, tolong jangan marah dan pecat saya!” pinta salah satu pelayan yang bertugas membeli stok alat kue.


Azizah terkejut dengan apa yang dipaparkan oleh pelayan, bagaimana bisa pelayan itu berpikir bahwa ia akan marah dan memecat pelayan hanya karena masalah sepele.


“Aku tidak marah dan tidak akan memecat bibi, kalau bibi lupa itu adalah hal yang wajar. Kalau begitu sekarang aku minta bibi beli cokelat batang ya!” pinta Azizah dengan sangat lembut.


“Ba..baik nyonya muda Azizah!" seru pelayan itu dan dengan segera pergi membeli bahan yang dibutuhkan oleh majikannya.


Ya Allah nyonya muda Azizah sangat baik dan berhati malaikat, beruntung sekali tuan muda Steven mendapatkan wanita sebaik nyonya muda Azizah.


Sambil menunggu cokelat batang datang, Azizah menyibukkan diri membuat bumbu nasi goreng pelayan yang lain pun turut turun tangan membantu majikannya.


“Bi tolong iris tipis bawang merah lalu digoreng ya bi!” pinta Azizah.


Azizah selalu mengatakan tolong jika meminta sesuatu kepada para pelayan, bagaimanapun ia tetap harus menghormati orang yang lebih tua dan menghargai siapapun apapun pekerjaannya itulah yang selalu diajarkan oleh bibinya yaitu Darmi.


“Baik nyonya muda Azizah!” seru pelayan.


Nasi goreng pun telah siap, Azizah lalu meletakkannya di piring dan membawa masakannya ke meja makan.


“Alhamdulillah sudah jadi!” ucap Azizah gembira.


Sepertinya ada yang kurang tapi apa ya?


oh ya ampun bawang goreng.


“Bawang gorengnya mana Bi?”


“Ini nyonya muda!” seru pelayan itu dan memberikan bawang goreng yang sudah jadi.


“Terima kasih bi, bibi sudah makan?” tanya Azizah.


“Alhamdulillah sudah nyonya muda Azizah!”


“Aku makan nasi goreng dulu ya bi,” ucap Azizah.


“Silahkan nyonya muda.”


Azizah mulai menaburi bawang goreng sebagai topping nasi gorengnya, ia mulai melahap nasi goreng tersebut.


Nasi goreng buatan ku ternyata enak juga, suamiku lain kali akan aku buatkan semoga dia suka.


Akhirnya nasi goreng itu pun habis dibarengi dengan pelayan yang tadi pergi pergi membeli cokelat batang.


“Ini nyonya muda Azizah cokelat batang nya!”

__ADS_1


“Tolong buatkan aku cokelat hangat ya bi, aku tidak suka panas-panas!” pinta Azizah.


“Baik nyonya muda saya akan segera membuatkan cokelat hangat untuk anda!” seru pelayan.


Azizah tersenyum lalu ia meninggalkan ruang makan dan memutuskan untuk bersantai di halaman belakang rumah, ia bersantai di rumah pondok kecil sambil menunggu cokelat hangat yang ia minta.


Ya ampun aku tiba-tiba rindu suamiku, apakah tidak masalah jika aku ingin mengunjunginya pada saat suamiku sedang di perusahaan!


Wanita itu maju mundur untuk menghubungi Steven, cukup lama berpikir akhirnya ia memberanikan diri untuk menghubungi Steven dan berharap kalau suaminya saat itu sedang tidak sibuk.


📱


“Assalamualaikum sayang!” sapa Azizah.


“Waalaikumsalam istriku sayang, tidak biasanya menghubungi ku apakah kamu rindu terhadapku?”


“Suamiku sangat narsis, aku tidak merindukanmu hanya saja aku ingin melihat wajahmu!”


“Memang apa bedanya rindu dengan melihat wajahku?”


“Baiklah, kamu benar aku sekarang sedang rindu. Kapan kamu pulang sayang?”


“Perusahaan sedang mengalami sedikit masalah mungkin nanti malam aku akan kembali.”


“Nanti malam? baiklah aku akan menunggumu sayang!”


“Ingat nanti malam adalah malam Jum'at persiapkan dirimu untukku istriku!”


Azizah membulatkan matanya dengan sempurna ucapan suaminya itu benar-benar sangat mesum.


“Apakah kamu tidak malu jika ada yang mendengarnya?” tanya Azizah.


“Tidak ada yang mendengarkan ucapanku istriku, di ruangan ini hanya aku saja!"


“Ya ya aku tahu Mengapa kamu sendiri, itu karena kamu terlalu galak dengan bawahan mu sehingga mereka tak ingin satu ruangan denganmu,” ejek Azizah.


“Istriku berani mengejek ya, tunggulah saat aku kembali akan aku pastikan kamu tidak akan bisa tidur."


Wajah Azizah langsung merah merona karena ucapan suaminya, Steven yang menatap istrinya dari layar ponsel tertawa kecil.


Karena malu dengan cepat Azizah menutup sambungan video call secara sepihak.


Dasar suami mesum, setiap saat yang dikatakan pasti itu. Dia bahkan tak memberikan waktu untukku untuk beristirahat jika sudah berhubungan intim dengannya.


“Nyonya muda Azizah ini cokelat hangatnya!”


“Aaaa!! ya ampun bi, mengangetkan aku saja!"


“Maaf nyonya muda Azizah saya tidak sengaja,” ucap pelayan itu.


“Tidak.. bibi tidak salah, aku tadi sedang melamun makanya jadi kaget seperti ini."


“Saya permisi nyonya muda Azizah!”


“Iya bibi!”


Azizah merilekskan pikirannya dan menikmati cokelat hangat yang dimintanya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2