
Yuli dan Mariska menghibur Yana yang sedang sedih karena tidak bisa bertemu dengan Azizah, Mike juga tidak tahu bahwa sang sahabat pergi babymoon ke Singapura.
“Sayang jangan sedih lagi ya!” pinta Mike sambil menepuk-nepuk pelan punggung sang istri.
Yana tidak menggubris perkataan sang suami, ia tetap menangis karena tidak bisa bertemu dengan sang sahabat.
“Bagaimana kalau kita menyusul mereka ke Singapura?” tanya Mike.
Yana yang menangis langsung menghentikan tangisannya dan mengangguk setuju.
“Ayo sayang kita menyusul mereka!” ajak Yana dengan begitu semangat.
“Baiklah sayang, besok kita akan berangkat menyusul mereka.”
“Terima kasih sayang,” ucap Yana lalu memeluk tubuh Mike.
“Ehemmm.” Mariska berdehem membuat Yana dan Mike melepas pelukan mereka.
“Aunty tidak tahu tempat mereka tinggal, kamu hubungi saja Steven ya nak Mike!” perintah Yuli.
“Baiklah Aunty,” balas Mike mengangguk kecil.
“Kak Yana dan kak Mike akan pergi ke Singapura, Mariska jadi ingin ikut,” ucap Mariska.
“Lain kali saja, lagipula kamu belum menikah,” celetuk Adam membuat yang lain tertawa kecuali Mariska.
“Papi... papi senang sekali bicara seperti itu,” ucap Mariska kesal.
“Lagipula wajar mereka kesana nak, kamu bisa pergi bersama papi dan mami berbelanja,” ucap Adam.
“Belanja yang banyak ya Pi!”
“Pasti dong, apapun buat putri papi ini!” seru Adam.
Yana yang mulai tenang akhirnya ikut larut dalam perbincangan hangat mereka.
2 jam kemudian.
Langit mulai mendung membuat Mike dan Yana memutuskan untuk segera kembali ke apartemen dan menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa besok menyusul Azizah dan Steven di Singapura.
“Kami pulang, Assalamualaikum!”
“Waalaikumsalam, hati-hati!”
Yana dan Mariska berpelukan terlebih dahulu sebelum mereka berpisah.
“Hati-hati kak Yana!”
“Iya, Terima kasih mariska.”
Yana naik ke dalam mobil dan melambaikan tangan ke arah Adam, Yuli dan juga Mariska.
Setelah itu Mike mulai mengendarai mobil meninggalkan pekarangan rumah sang sahabat.
“Pokoknya besok kita harus ke Singapura sayang!”
“Siap sayang, aku sudah memesan tiket pesawat.”
“Terima kasih Mike ku sayang.. kamu yang terbaik,” puji Yana.
“Tentu saja!”
__ADS_1
Di sisi lain.
Azizah terkejut dengan keadaan dapur yang penuh asap akibat sang suami.
“Sayang!” teriak Azizah panik dan dengan cepat membuka jendela lebar-lebar agar asap yang mengepul itu segera hilang.
“Maaf aku tidak sengaja melakukan ini sayang,” balas Steven dengan tersenyum lebar.
Azizah geleng-geleng kepala melihat raut wajah sang suami yang tidak berdosa sedikitpun.
“Bi Ana, tolong urus dapur!” pinta Azizah.
“Baik nyonya muda!”
Azizah menarik telinga sang suami dan membawa sang suami masuk ke dalam kamar.
“Sakit sayang,” ucap Steven sambil mengelus-elus telinganya yang sakit.
“Hiks... hiks...” Bukannya marah di dalam kamar justru wanita hamil itu menangis di pelukan sang suami.
“Kamu kenapa menangis sayang? maaf aku teledor,” ucap Steven yang kini penuh penyesalan.
“Aku takut kamu kenapa-kenapa suamiku, seharusnya kamu jangan membahayakan diri kamu untukku. Mulai sekarang jangan pernah menyiapkan makanan untukku!” pinta Azizah yang masih ketakutan.
“Sayang, aku tidak sengaja menumpahkan kecap di atas kompor. Lagipula aku dengan cepat menangani keteledoran ku,” terang Steven.
“Berjanjilah jangan membuatku takut seperti tadi!” pinta Azizah sambil menunjukkan jari kelingkingnya.
“Iya aku berjanji tidak akan membuatmu takut ataupun khawatir, tapi aku akan tetap memasak makanan untukmu,” balas Steven dan melakukan janji kelingking.
“Sekarang temani aku tidur!” ajak Azizah menenangkan hatinya.
“Baiklah, tunggu sebentar aku akan berganti pakaian terlebih dahulu!”
“Cepat sayang!” panggil Azizah agar sang suami segera naik ke ranjang.
“Aku sudah selesai sayang!” seru Steven dan naik ke atas ranjang.
“Ajaklah anak kita berbicara sayang!” pinta Azizah.
Steven mengangguk dan mendekatkan wajahnya di perut Azizah.
“Anak papah sayang, tadi papah membuat mamah mu menangis. Tolong maafkan papah ya nak!” pinta Steven kemudian mencium perut Azizah.
Mendapat ciuman dari Steven, tiba-tiba perut Azizah merasakan pergerakan yang juga dirasakan oleh Steven.
“Sayang, apakah itu artinya anak kita memaafkan aku?” tanya Steven sambil menatap wajah cantik Azizah.
“Tentu saja sayang, sekarang aku juga ingin dicium!” pinta Azizah sambil menepuk-nepuk pipinya.
“Muach... Muach..” Steven mencium pipi kiri dan kanan istrinya.
“Cukup sekarang peluk aku sayang, aku ingin tidur siang!”
“Baiklah!”
Steven memeluk tubuh sang istri, lengan miliknya menjadi pengganti bantal Istrinya itu.
Tak butuh waktu lama, Azizah pun tertidur.
Hampir 2 hari ini Azizah selalu susah tidur malam, membuat Steven mau tidak mau menemani sang istri untuk begadang.
__ADS_1
3 Jam kemudian.
Steven membangunkan sang istri yang masih tertidur untuk melakukan sholat bersama.
Pria blasteran itu mempunyai cara tersendiri untuk membangunkan Azizah yaitu, dengan menciumi wajah Azizah.
“Muach...Muach... Muach..” Steven terus saja menghujani wajah Azizah dengan ciumannya.
“Sayang,” ucap Azizah yang masih memejamkan mata.
“Muach... Muach.. bangun sayang, sudah waktunya untuk sholat!”
“Baiklah,” balas Azizah dan mendudukkan tubuhnya namun masih dengan mata terpejam.
“Sayang!” panggil Steven ditelinga sang istri kemudian menghembuskan nafasnya membuat Azizah merinding dan membuka matanya.
“Kamu sangat senang membuatku merinding sayang, dasar kamu ya!” Azizah memukul lengan sang suami kemudian menggigit telinga pria blasteran itu.
“Kamu melakukan kesalahan sayang,” ucap Steven.
Azizah berdiri dan mengeluarkan lidahnya mengejek kemudian dengan cepat ia masuk ke dalam kamar mandi.
“Sayang, ayo bukalah pintu ini!” pinta Steven.
“Tidak mau wekkk!” teriak Azizah dari dalam kamar mandi.
Sekarang adik kecilku bangun, istriku sangat senang membuatku seperti ini.
Steven terus menunggu hingga akhirnya sang istri keluar.
“Jangan dekat-dekat sayang, aku sudah mengambil air wudhu!” pinta Azizah.
Steven yang ia mendekati sang istri akhirnya bergeser memberi jalan untuk Azizah.
“Silahkan!”
“Suami pintar, sekarang ambillah air wudhu!”
“Siap Bu bos!”
Azizah tersenyum puas karena telah menggoda sang suami.
Aku tahu pasti adik kecilmu hihi... maaf ya sayang... 😂
Azizah menyiapkan sajadah untuk sang suami, kemudian ia juga menyiapkan sajadah untuknya dan segera memakai mukena.
“Terima kasih sayang!” ucap Steven karena sang istri sudah menyiapkan perlengkapan untuk Sholat.
“Sama-sama suamiku, sekarang pakailah sarung!”
“Siap sayang!”
Steven segera memakai sarung dan juga peci yang sebelumnya sudah disiapkan untuk dirinya.
Sholat ashar bersama pun dimulai.
15 menit kemudian.
Azizah mencium punggung tangan sang suami kemudian Steven mencium mesra kening sang istri.
“Sini sayang!” pinta Steven sambil menepuk-nepuk pahanya.
__ADS_1
Azizah dengan senang tidur di paha sang suami, hal seperti itu yang menjadi kebiasaan Azizah saat telah selesai sholat.
Azizah akan tidur di paha sang suami sekitar 10-15 menit, baru kemudian Steven akan mengangkat tubuh sang istri tidur di atas ranjang.