Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 86


__ADS_3

Ting... tong...


“Siapa yang datang malam-malam begini !” ucap Steven yang saat sedang duduk sambil menyesap kopi hitam.


Pria blasteran itu bangun lalu membukakan pintu, Steven terkejut tak percaya dengan apa yang ia lihat dihadapannya itu.


“Ceklek”


“Steven! apa kabar!” sapa wanita itu saat melihat Steven membukakan pintunya.


“Ya ampun apakah ini mimpi?” tanya Steven tak percaya.


“Kamu terlihat sangat tampan,” puji wanita itu.


“Tentu saja aku tampan, kalau tidak tampan mana mungkin...”


“Baby aku ingin kamu memanggilku dengan sebutan Baby,” potongnya.


“Apa tidak masalah? aku takut dia marah terhadapku!”


“Jangan perduli kan Malik dia tidak ada disini, apakah aku tidak diizinkan masuk?”


“Sorry aku hampir lupa silahkan masuk my baby, akhirnya kamu kembali lagi dan menemui ku,” sahut Steven.


“Jadi kapan kamu membawaku ke Jakarta?”


“Mungkin besok.”


“Besok? Apakah kamu bercanda, aku ingin kita ke Jakarta lusa.”


“Baiklah baby apapun itu akan aku lakukan!”


“Apakah baby Lucy mu ini masih terlihat cantik?” tanya Lucy.


“Masih sangat cantik bahkan jika 10 tahun mendatang masih terlihat sangat cantik,” puji Steven.


“Wah-wah mulutmu ternyata sangat manis, dimana Steven yang ku kenal dulu? pria yang begitu angkuh bahkan membuatku pergi selama ini.”


“Maafkan aku, tolong kejadian beberapa tahun yang lalu jangan diungkit lagi. Aku benar-benar menyesal,” ucap Steven kemudian ia menangis.


“Aku sudah memaafkanmu dari dulu Steven, lagipula yang kamu katakan ada benarnya. Malik bukan pria yang baik untukku, seharusnya aku mendengar ucapanmu sehingga orangtuamu tak membenciku sedalam ini,” terang Lucy.


“Mereka tidak membencimu hanya saja mereka sedikit kecewa karena kamu memilih bersama Malik dan bukan kami.”


“Maaf,” ucap Lucy dengan mata berkaca-kaca.


“Ayo kita lupakan masa lalu!”


“Baiklah!” seru Lucy.


Malam itu Steven dan Lucy menghabiskan malam dengan berbincang-bincang.


2 jam kemudian.


“Huaaamm, ngantuk sekali Steven,” ucap Lucy yang sudah menguap bertanda bahwa dirinya sudah mengantuk.


“Tidurlah dikamarku!”


“Baiklah aku ingin tidur sekarang, ingat kamu jangan tidur malam-malam!”


“Oke tenang saja!”


Lucy masuk ke kamar Steven ia dengan cepat naik ke ranjang milik Steven dan mengistirahatkan tubuhnya. Sementara Steven masih sibuk berkutat dengan laptopnya, karena Lucy memintanya untuk kembali lusa maka ia berinisiatif untuk pergi ke beberapa tempat mencari beberapa investor di Inggris untuk memperluas bisnisnya.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Dikediaman Steven Walker.


Sore hari.


Azizah sedang bersenandung kecil sambil menyiram tanaman di halaman rumah. Sejak ditinggal oleh Steven Azizah menghabiskan waktunya untuk merawat bunga-bunga dipekarangan rumah ia sangat senang karena halaman rumah milik suaminya begitu luas bahkan tanaman Steven bisa dibilang tanaman mahal membuat Azizah harus ekstra hati-hati menyiramnya.


“Nyonya muda Azizah!” panggil pelayan.


“Iya bi ada apa?” tanya Azizah.


“Ini nyonya muda ponsel anda sedari tadi berdering!” ucap pelayan sambil menyerahkan ponsel pintar milik Azizah.


Azizah mengambil ponsel itu terlihat inisial “D” yang menghubunginya.


Dimas menghubungiku? mau apa lagi dia menghubungiku tidak puas kah membuatku menangis.


“Bibi sekarang boleh pergi!”


“Baik nyonya muda saya permisi!”


Azizah menolak panggilan dari Dimas namun lagi-lagi Dimas menghubunginya, Azizah yang geram akhirnya membalas telepon dari Dimas mantan kekasihnya itu.


“Assalamualaikum Azizah!”


“Waalaikumsalam.”


“Selamat atas pernikahan mu Azizah, aku turut bahagia.”


“Benarkah?”


“Ya jujur saja, saat aku melihat berita tentang pernikahan mu aku begitu sedih dan rasanya tidak rela. Tapi sekarang aku mengerti bahwa dengan kamu berbahagia itu sudah cukup bagiku, maafkan aku karena pernah menyakitimu aku benar-benar ingin menjadi temanmu.”


“Aku mengerti maksudmu Azizah, sekali lagi aku minta maaf. Assalamualaikum.”


“Waalikumsalam.”


Aku sebenarnya sama sekali tidak membencimu Dimas, hanya saja caramu menduakan aku yang tidak bisa aku terima. Jika dulu kamu memutuskan aku tanpa berselingkuh aku tidak masalah tapi ini ceritanya berbeda, kamu menjalin hubungan dengan orang lain padahal kamu masih bersamaku.


Aku harap rasa sakit hati ini tidak terulang lagi untuk yang kedua kalinya dalam hidupku.


Aktivitas menyiram tanaman sudah selesai.


Azizah kembali ke dalam rumah dan mengistirahatkan tubuhnya di ruang keluarga, ia mengambil remote control dan menonton televisi. Azizah begitu serius menonton televisi sampai akhirnya ngantuk menyergap dirinya dan ia pun tidur di sofa.


Teressa yang sedang berjalan ke arah dapur tak sengaja melihat Azizah yang tertidur pulas di sofa ruang keluarga, ia pun menghampiri cucu Menantunya itu.


“Azizah! bangun Azizah!”


Azizah membuka matanya, “Ada apa nek?” tanya Azizah yang masih setengah sadar.


“Tidur di dalam kamar Azizah tidak baik tidur disini!”


“Ah... iya nek!” seru Azizah.


“Ayo nenek bantu masuk ke kamar!”


Saat Teressa menyentuh kulit Azizah, tubuh Azizah sangat panas Teressa pun panik dan memanggil anak serta menantunya.


“Adam... Yuli cepat kemari!”


Suami istri belum juga datang Teressa lalu meminta pelayan untuk memanggil suami istri itu.

__ADS_1


“Kamu tolong ke atas dan panggilkan Adam dan Yuli!” perintah Teressa.


“Baik nyonya besar Teressa!”


BRUG!!!


Azizah terjatuh dan tak sadarkan diri.


“Astagfirullah, Ya Allah Azizah!” teriak Teressa.


Para pelayan dan bodyguard yang mendengar teriakkan Teressa berlari menghampirinya.


“Ada apa dengan nyonya muda Azizah?” tanya salah satu bodyguard.


“Kalian cepat bawa cucuku ke mobil sepertinya ia demam!” perintah Teressa panik.


Adam dan Yuli buru-buru menghampiri Teressa yang terlihat panik.


“Ada apa mi?” tanya Adam.


“Cepat ikut mami ke mobil!” perintah Teressa sambil menarik-narik tangan Adam dan Yuli.


“Mami kenapa panik begini, ada apa?” tanya Adam bingung.


“Azizah sekarang di mobil, dia pingsan tubuhnya sangat panas,” terang Teressa.


“Apaaaaa?” suami istri itu terkejut.


“Ayo Pi cepat!” ajak Yuli.


Adam mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi Yuli dan Teressa di belakang sambil memegang tubuh Azizah.


“Coba kamu hubungi Steven sekarang!” perintah Teressa.


“Baik mi!” sahut Yuli.


Yuli dengan cepat menghubungi Steven yang saat itu sedang di Inggris.


“Steven cepat pulang, Azizah pingsan dan tubuhnya sangat panas kami sedang menuju rumah sakit!”


“Azizah sakit? baik-baik mi Steven akan pulang sekarang!”


Yuli menggenggam tangan Azizah sesekali ia mencium tangan menantu tunggalnya itu.


Kamu kenapa nak?


Kenapa bisa sakit seperti ini!


Sampailah mereka di rumah sakit.


Adam dengan cepat mengangkat tubuh Azizah dan membawa Azizah ke ruang pasien untuk segera dirawat.


“Cepat periksa menantu saya dok, pastikan bahwa Azizah tidak kenapa-kenapa!” ucap Adam.


“Tuan dan nyonya harap menunggu di luar kami sebagai dokter akan melakukan yang terbaik.”


Mereka bertiga mengikuti perintah dari sang dokter, terlihat kepanikan dari wajah ketiganya.


**Bersambung....


Vote ya...


Like ❤️ komen 👇 juga**.

__ADS_1


__ADS_2