
Azizah dan Steven membeli cukup banyak buah-buahan, setelah selesai membeli mereka langsung menuju ke rumah Yana.
“Sayang!” panggil Steven saat sudah berada di dalam mobil.
“Iya ada apa suamiku!” seru Azizah.
“Apa masih ada tempat yang ingin kita kunjungi sebelum kembali ke Jakarta?” tanya Steven.
“Sepertinya sudah tidak ada lagi, memangnya kapan kita kembali ke Jakarta?” tanya Azizah.
“Lusa kita kembali ke Jakarta sayang, perusahaan sedang membutuhkanku," balas Steven kemudian mengemudikan mobil menuju rumah Yana.
“Baiklah. Tapi, setelah sampai di Jakarta bolehkah aku mengundang Puput dan Fauziah?”
“Teman kuliah kamu?”
“Iya sayang, aku sudah lama sekali tidak bertemu dengan mereka lagipula kamu tidak mengizinkanku untuk masuk kuliah,” terang Azizah.
“Mereka boleh main ke rumah tapi, kamu belum boleh masuk. Dikarenakan...”
“Dikarenakan sedang hamil ya kan?" potong Azizah.
“Benar sekali!” seru Steven.
“Oke tidak masalah selama Puput dan Fauziah boleh datang ke rumah!” seru Azizah.
Jarak menuju rumah Yana tidak terlalu jauh, hanya sekitar 30 menit.
***
Akhirnya mereka sampai juga.
“Tin.. tin..tin..” Suara klakson mobil Steven.
Yana dan Mike yang sedang berada di ranjang menikmati kebersamaan mereka langsung terperanjat dan langsung memakai pakaian lengkap yang sudah berceceran di lantai.
“Mereka sudah datang sayang,” ucap Yana dan merapikan rambutnya kemudian masuk kedalam kamar mandi lalu diikuti oleh Mike.
Albern, Cecilia dan Rika kompak menghampiri pintu depan rumah dan melihat siapa yang datang.
“Pagi menjelang siang Tante!” sapa Azizah dan juga Steven.
“Kalian berdua data datang, mari masuk!” ucap Rika mempersilahkan pasangan suami istri itu untuk masuk ke dalam.
Azizah dan Steven kemudian masuk ke dalam dan duduk cantik di ruang tamu.
“Ini Tante ada buah-buahan sedikit," ucap Azizah sambil memberikan dua keranjang yang sudah berisikan buah.
“Ya ampun jadi merepotkan kalian, terima kasih untuk buah-buahannya,” balas Rika.
“Hanya kalian berdua?" tanya Albern.
“Yes uncle,” balas Steven.
“By the way, where are Yana and Mike?” tanya Steven pada Albern.
“Maybe, in the bedroom!” seru Albern.
“Kami disini!” ucap Mike yang baru turun dari tangga dan menghampiri mereka.
“Karena Mike dan Yana sudah berada disini kami sebaiknya pergi,” ucap Rika kemudian disetujui oleh Albern dan Cecilia.
Ketiga orang tua itu kompak meninggalkan pasangan suami itu itu.
“Kalian darimana saja?” tanya Steven membuka suara.
“Biasalah suami istri,” balas Mike santai dan langsung mendapat pukulan dari Yana yang wajahnya sudah mulai memerah.
“Tidak tahu malu,” ucap Yana membisikkan ditelinga Mike.
“Steven dan Azizah juga begitu sayang," balas Mike santai.
__ADS_1
“Dasar mesum!” pekik Azizah dan Yana kompak membuat Steven dan Mike terkejut.
“Aku kira suamiku saja yang mesum rupanya Suamimu juga Yana," ujar Azizah pada Yana.
“Aku awalnya berpikir begitu, ternyata mereka sama saja. Ayo kita pergi saja!” ajak Yana dan menarik tangan Azizah menuju halaman belakang.
Steven dan Mike mereka hanya terdiam melihat kegarangan istri mereka.
“Ternyata tidak hanya Istriku yang galak, istrimu juga galak,” ucap Steven.
“Suami mesum dan istri galak. Sangat cocok,” ucap Mike.
Mike dan Steven kemudian tertawa terbahak-bahak.
“Ha...ha...”
“Ha...ha...”
“Tapi Istriku yang lebih cantik,” puji Steven.
“Ya istrimu lebih cantik. Namun, bagiku Yana lah yang lebih cantik,” balas Mike sekenanya.
“Jadi apa rencana mu?” tanya Steven.
“Rencana apa?" tanya Mike balik.
“Rencana mu setelah menikah, apakah tetap disini atau kembali ke Amerika?” tanya Steven penasaran.
“Sebelum menikah aku telah memutuskan untuk tinggal di Indonesia dan menetap di Jakarta,” jujur Mike.
“Sungguh?” tanya Steven memastikan.“
“Tentu!”
“Jadi bisnismu di Surabaya akan dilanjutkan?”
“Tentu saja, kamu kan sebelumnya sudah setuju bekerjasama denganku!”
“Steven!”
“Ya, ada apa?”
“Bolehkah aku mengajukan pertanyaan dan mungkin bisa jadi permohonan,” ujar Mike.
“Ayolah, bicara saja jangan membuatku berpikir.”
“Aku sangat senang menjadi sahabatmu, bagaimana jika kita mengukuhkan persahabatan kita dengan...”
“Dengan apa?” potong Steven penasaran.
“Aku belum selesai bicara,” ucap Mike.
“Bicaralah!”
“Jika calon anakmu nanti laki-laki dan Yana mengandung kemudian calon anak kami perempuan, maukah kamu menjodohkan anak kita berdua?” tanya Mike dengan penuh harap.
Steven mengernyitkan keningnya dan berpikir dengan cukup lama, Mike terus menatap wajah Steven mencari persetujuan dari sahabatnya itu namun, ekspresi wajah Steven tidak bisa dibaca oleh Mike.
Mereka sama-sama saling menatap dan hanya hembusan nafas yang terdengar dari keduanya.
“Baiklah. Tapi, jika salah satu dari anak kita menolak aku tidak ingin memaksa mereka untuk menerima perjodohan ini dan kamu juga tidak boleh memaksa salah satu dari mereka jika mereka menolaknya," tegas Steven.
“Setuju!” seru Mike dengan memberikan ekspresi wajah puas kemudian kedua pria itu berjabat tangan.
Rika berjalan menghampiri mereka dengan membawa cemilan serta teh hangat untuk Mike dan Steven.
“Silahkan diminum!” ucap Rika.
“Terima kasih Tante!” balas Steven.
“Terima kasih mamiku,” ucap Mike semangat.
__ADS_1
“Kalian ini sedang membahas tentang apa? kok mami merasa ada sesuatu yang membuat kalian bahagia?" tanya Rika penasaran.
“Ada deh!” seru Rika.
“Ya sudah dilanjutkan lagi ngobrolnya, mami permisi dulu!”
“Iya mi!”
***
Azizah dan Yana duduk di kursi belakang rumah, mereka sedang asyik berfoto bersama.
“Cekrek... Cekrek...”
“Ulangi sekali lagi, aku terlihat sangat gendut!” pinta Azizah.
“Cekrek... Cekrek...”
“Kalau yang ini rambutku berantakan, kita ulangi sekali lagi,” ucap Yana lalu menata rambutnya.
Jika foto mereka kurang bagus maka mereka akan mengulanginya lagi dan lagi.
“Foto terus, kalian minum dulu teh dan coba cemilan ini," ucap Rika yang tiba-tiba datang.
“Terima kasih Tante, maaf merepotkan Tante,” ucap Azizah.
“Tidak merepotkan sama sekali, justru Tante senang kamu bisa main kesini,” terang Rika.
“Yang dikatakan mami benar sekali Azizah, aku sangat senang kamu bisa berkunjung menemui aku dan keluargaku,” ucap Yana.
“Ya sudah kalian teruskan, mami mau kedalam dulu mau mengobrol dengan besan mami," ujar Rika.
“Oke Tante!"
“Siap mami!”
Azizah dan Yana lalu menghentikan acara foto-foto bersama dan duduk cantik sambil menikmati cemilan dan teh hangat.
“Wah enak," puji Azizah saat mencicipi cemilan.
“Iya dong, mami yang membuatnya," balas Yana.
“Yana!" panggil Azizah.
“Ehmmm.”
“Aku kan sedang mengandung, bagaimana jika suatu saat kamu hamil dan ternyata anak kita berlawanan jenis kelamin aku ingin kita menjodohkan anak kita!”
“Uhuk... uhukk.." Yana terbatuk-batuk mendengar ucapan Azizah.
“Minum.. minum.." ucap Azizah dan menyerahkan teh hangat kepada Yana, kemudian Yana meneguk teh hangat itu secara pelan-pelan.
“Apa kau tidak salah dengar?" tanya Yana memastikan.
“Kamu tidak salah dengar, bagaimana?” tanya Azizah.
“Baiklah aku setuju lagipula aku ingin menjadi besan mu," jujur Yana.
Mereka berbincang-bincang hingga tak terasa sudah tengah hari, mereka pun bergegas ke depan menemui suami mereka masing-masing.
“Kalian sudah selesai mengobrol?" tanya Steven saat istrinya sudah berada di sampingnya.
“Sudah, kami mengobrol banyak hal dan ada hal penting yang ingin aku sampaikan.”
“Apa sayang?" tanya Steven penasaran.
Azizah menceritakan tentang keinginan untuk menjodohkan calon anaknya dengan calon anak Yana yang belum hadir di perut Yana, sontak saja Mike dan Steven terkejut dan menceritakan keinginan mereka juga.
Akhirnya mereka pun setuju untuk menjodohkan anak mereka kelak dengan syarat tidak ada pemaksaan.
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏
__ADS_1