
Malam hari.
Steven menutup kedua mata sang istri, malam itu Steven sedang memberikan kejutan kepada sang istri tercintanya.
“Ayo sayang, pelan-pelan ya jalannya!” pinta Steven sambil menuntun sang istri berjalan.
“Sebenarnya kejutan apa sayang? kamu semakin membuatku penasaran,” balas Azizah yang masih tertutup matanya.
“Pokoknya kamu pasti akan suka sayang!” seru Steven.
Azizah berjalan dan mengendus-endus mencium aroma yang sangat enak, bau daging yang dibakar membuat Azizah tak sabar ingin melihat kejutan dari sang suami.
“Tara!!” ucap Steven sambil menjauhkan tangannya dari mata Azizah.
Azizah terkejut sekaligus takjub dengan kejutan sang suami, bahkan banyak tetangga yang hadir meramaikan malam yang begitu indah.
“Selamat malam Azizah!” sapa mereka serempak dan memberikan tepuk tangan meriah untuk Azizah.
Azizah menangis terharu dan memeluk tubuh sang suami.
“Terima kasih sayang, kapan kamu menyiapkan ini semua?” tanya Azizah yang masih menangis terharu dan sangat penasaran.
“Itu rahasia, aku dan Bi Ana yang menyiapkan semua ini!” seru Steven dan mengecup mesra kening Azizah.
“Hai perkenalkan, namaku adalah Diana” sapa Diana.
“Azizah!” seru Azizah.
“Karena kita sudah berkumpul, ayo kita rayakan dan bakar-bakar barbeque!” seru Diana.
“Ayo sayang!” ajak Steven.
“Iya sayang!” seru Azizah.
4 pasangan suami istri berkumpul dan menikmati acara malam itu, Azizah tak menyangka bahwa sang suami bisa menyiapkan acara makan bersama para tetangga yang juga tinggal sementara waktu di perumahan itu.
“Kamu suami idamanku sayang,” ucap Azizah berbisik ditelinga sang suami.
“Dan kamu adalah istri idamanku sayang,” balas Steven yang juga berbisik di telinga sang istri.
“Hei kalian, jangan hanya berduaan saja. Ini acara kalian ayo ikut bantu kami!” panggil Arnold suami Diana.
“Segera kesana!” seru Steven.
Musik malam memeriahkan suasana malam mereka, mereka bahkan ikut bernyanyi mengikuti lagu yang mereka setel.
“Usia kandungan mu sekarang berapa bulan Azizah?” tanya Fransisca.
“5 bulan lebih,” balas Azizah.
“Berarti kita beda 2 bulan saja!” seru Fransisca.
“Jadi kamu juga hamil? wah semoga lancar sampai melahirkan dan ibu serta calon anak kamu selamat,” ucap Azizah.
__ADS_1
“Kamu juga Azizah,” balas Fransisca.
***
Akhirnya barbeque sudah jadi, mereka pun menikmati acara makan malam mereka.
Steven yang membiayai semua keperluan acara makan malam sekaligus kejutan untuk sang istri.
“Terima kasih sayang,” ucap Azizah dan memberanikan diri mengecup pipi Steven.
Steven tersenyum lebar setelah mendapatkan kecupan dari sang istri.
“Malam ini aku ingin memakan mu sayang, setelah kita selesai makan-makan,” ucap Steven berbisik di telinga Azizah.
Azizah langsung menutup wajahnya karena bisikan dari sang suami.
Mereka kemudian menikmati makanan mereka.
“Sayang, perutku rasanya mual,” ucap Azizah saat mencium bau alkohol.
“Kita duduk disana ya sayang!” ajak Steven.
“Iya sayang, ayo sayang!”
Azizah berulang kali mengipasi wajahnya, ia tidak tahan dengan bau alkohol yang di minum oleh pasangan yang lain.
“Sayang, aku tidak tahan lagi. Aku ingin mual sayang,” ucap Azizah yang tiba-tiba wajahnya memucat.
Steven dengan cepat membawa Azizah masuk ke dalam rumah meninggalkan pasangan yang lain.
Steven merasa sangat kasihan karena ia tidak tahu, bahwa pasangan yang lain membawa minuman beralkohol.
“Maafkan aku sayang,” ucap Steven karena menyesal telah membuat sang istri mual-mual.
“Kamu tidak salah sayang, aku ingin tidur sekarang!” ajak Azizah dan berbalik memeluk tubuh sang suami.
Steven membalas pelukan sang istri kemudian melepaskan pelukannya dan menggendong tubuh sang istri menuju ranjang.
“Sayang, tolong bicaralah dengan anak kita!” pinta Azizah.
“Iya sayang.”
Steven mendekatkan wajahnya di perut sang istri dan mengajak calon bayi mereka berbicara.
“Anak papah sayang, maafkan papah ya telah membuat mamah Azizah mual-mual. Kamu mau kan memaafkan papah?” tanya Steven sambil mengecup mesra perut Azizah.
“Anak kita bergerak sayang!” seru Azizah yang merasakan pergerakan di dalam perutnya.
“Iya sayang, aku merasakannya,” ucap Steven.
“Sayang, aku ingin tidur sekarang. Maaf karena merusak kejutan yang kamu berikan,” ujar Azizah dengan memasang wajah sedih.
“Muacch...” Steven mengecup bibir Azizah, “Aku yang seharusnya minta maaf sayang, gara-gara aku kamu malah mual seperti ini,” jelas Steven.
__ADS_1
“Ayo sayang peluk aku, maaf karena malam ini aku tidak bisa melayani mu.”
“Ada hari esok sayang, aku akan tidur sambil memelukmu!”
Steven tidur dengan memeluk punggung sang istri sesekali ia mengelus-elus perut Azizah.
Ibu hamil itu sangat senang mendapat perlakuan sang suami, perlahan akhirnya ia tertidur. Steven pun ikut tertidur dengan memeluk tubuh Azizah.
***
Keesokan Pagi.
Steven lebih dulu bangun dari tidur dan menyiapkan air hangat untuk sang istri, tak lupa pria blasteran itu menyiapkan pakaian yang menurutnya cocok di pakai sang istri.
Steven masih merasa bersalah atas kejadian semalam yang membuat sang istri mual-mual.
Azizah yang sedang tertidur terbangun karena telinganya menangkap suara air di kamar mandi.
“Sayang!” panggil Azizah memastikan bahwa ada orang di dalam kamar mandi.
“Sayang!” panggil Azizah sekali lagi dengan suara lebih tinggi.
Steven yang berada di dalam kamar mandi samar-samar mendengar panggilan sang istri, ia pun segera keluar untuk memeriksa bahwa yang memanggilnya memanglah sang istri.
“Sayang, aku panggil kenapa tidak di jawab?” tanya Azizah dengan memasang wajah sedih.
Steven mendekat ke arah Azizah dan memberikan morning kiss kepada sang istri.
“Maaf ya sayang, aku tidak dengar karena sedang menyiapkan air hangat untukmu,” ucap Steven dengan jujur.
Azizah yang tadinya sedih kini berubah menjadi senang, “Kamu baik sekali sayang, kalau begitu ayo mandi bareng!” ajak Azizah.
“Yah.. aku sudah mandi lebih dulu sayang,” balas Steven.
“Curang, bangun lebih awal dan mandi lebih awal,” ujar Azizah dengan memanyunkan bibirnya.
“Ya sudah tidak apa-apa, aku akan mandi lagi bersamamu,” balas Steven dan mengusap lembut pipi Azizah.
“Tidak usah sayang, kamu kan sudah mandi yang ada malah masuk angin,” ucap Azizah melarang sang suami untuk mandi lagi.
“Kan ada kamu sayang, kalau kedinginan tinggal minta peluk,” balas Steven dan memeluk tubuh sang istri.
“Kamu ini ya pagi-pagi udah buat aku makin cinta, aku mandi sendiri saja sayang!”
“Ayolah sayang, aku tidak apa-apa lagipula aku juga harus menjaga kamu,” ucap Steven.
Azizah berpikir sejenak kemudian mengiyakan keinginan sang suami untuk mandi lagi.
“Baiklah, ayo kita mandi bersama!” ajak Azizah.
Steven tersenyum senang dan menuntun sang istri untuk masuk ke dalam kamar mandi.
“Suami idaman yang begini,” puji Azizah.
__ADS_1
“Istri idaman ya begini,” balas Steven.