
Fauziah dan Puput yang tak lain teman kampus Azizah datang dengan membawa kado, mereka terkagum-kagum melihat dekorasi pelaminan yang super mewah.
“Azizah, selamat ya!” ucap Fauziah dan Puput.
“Terima kasih, akhirnya kalian datang juga!” seru Azizah.
Puput tersenyum tipis dan mendekatkan mulutnya ke telinga Azizah, “Cie... nanti malam yang mau malam pertama,” ucap Puput.
Azizah terkejut matanya melotot tajam ke arah Puput, bagaimana bisa Puput mengatakan hal itu.
“Bisa diam tidak!” ucap Azizah kesal lalu memukul lengan Puput.
“Cie..cie salah tingkah ni ye!” seru Puput.
“Put kamu ngomong apa sama Azizah?” tanya Fauziah penasaran melihat mereka berdua.
“Aku ngomong malam mereka hihi..” ucap Puput sambil berbisik.
“Dasar Puput, mulai lagi deh!” seru Fauziah.
Azizah benar-benar salah tingkah, Steven yang sedang mengobrol dengan kolega bisnisnya bergeser mendekati Azizah.
“Kamu kenapa sayang?” tanya Steven heran.
“Ah...it...itu, ti..tidak ada apa-apa kok,” sahut Azizah terbata-bata.
“Yakin?” tanya Steven memastikan.
“Hai pak Steven, kami teman Azizah anda pasti tahu lah dengan kami,” ucap Puput dengan semangat.
“Ya,” balas Steven singkat.
Melihat Steven cuek seperti itu kepada wanita membuat Azizah bahagia.
“Suami kamu cuek banget, beruntung kamu Azizah punya suami seperti pak Steven ini,” ucap Puput lalu pergi untuk mencicipi makanan.
“Steven sayang, kalau sama teman aku jangan begitu dong!” pinta Azizah.
“Bagaimana tidak cuek, mereka memanggilku dengan sebutan pak,” sahut Steven.
Azizah tertawa kecil, jadi itu alasannya mengapa suaminya begitu cuek.
“Oh begitu, jadi kalau mereka memanggilmu dengan sebutan lain kamu tidak akan cuek?” tanya Azizah.
“Istriku sayang, tidak ada alasan untukku baik terhadap mereka. Lagipula yang harus aku perhatikan adalah kamu seorang, soal mereka aku tidak perduli sedikitpun,” terang Steven.
“Baiklah,” sahut Azizah.
“Mulai hari ini kamu jangan memanggilku Steven karena aku lebih tua dari kamu!” pinta Steven.
Ya ampun aku sampai lupa bahwa aku dan Steven berbeda 8 tahun, bisa-bisanya aku memanggilnya dengan sebutan nama untung saja dia bukan pria yang perhitungan terhadapku.
__ADS_1
“Lalu aku harus memanggil apa?” tanya Azizah.
“Panggil aku dengan sebutan mas, Abang, atau kakak!”
“Kenapa harus memanggil dengan sebutan itu, kenapa tidak dengan papa, Mama atau papi dan mami?” tanya Azizah.
“Panggilan itu khusus untuk anak kepada orangtuanya sayang, kalau untuk kita itu harus panggilan kesayangan,” terang Steven.
“Ka..kalau mas sayang bagaimana?” tanya Azizah malu-malu.
“Baiklah adek sayang, tapi kamu juga bisa memanggilku suamiku sayang” sahut Steven.
Azizah semakin malu bahkan ia menutup wajahnya yang mulai merah merona.
“Kenapa wajahmu ditutup Istriku sayang?” Steven menggoda Azizah yang kini telah menjadi istrinya.
“Ti...tidak ada, cepat kamu pergi mas sayang!” pinta Azizah yang masih malu.
“Yakin? kalau mas sayang kamu ini di dekati wanita lain bagaimana?”
Sangking terkejutnya dengan ucapan Steven, Azizah membuka matanya dan mencubit pinggang Steven.
BRUG!!
Para tamu undangan menyaksikan mereka berdua, Azizah dan Steven terjatuh dengan tubuh Azizah yang menimpa Steven.
Dasar bodoh! bagaimana ini? ahhhh.......
Azizah memejamkan matanya dan tak bergerak sama sekali layaknya orang yang sedang pingsan. Steven menahan tawanya dan ikut berakting, pria blasteran itu dengan raut wajah panik berusaha berdiri dan mengangkat tubuh Azizah ala Bridal Style.
“Azizah kenapa Steven?” tanya Teressa dan Yuli.
“Azizah pingsan!” seru Steven.
Steven dengan cepat membawa Azizah ke ruang make up, sampai di ruangan itu yang hanya mereka berdua Steven tertawa terbahak-bahak.
“Ya ampun, ha...ha.. akting kamu sayang cantik adek sayang,” ucap Steven. Ia tak mampu menghentikan tawanya.
Azizah yang berpura-pura pingsan akhirnya membuka matanya.
“Bagaimana kamu tahu bahwa aku berpura-pura pingsan?” tanya Azizah dengan kesal.
“Aku sangat tahu karena sedari tadi saat kamu memejamkan mata, bulu mata lentik kamu bergerak-gerak,” ucap Steven.
Azizah geram dan mendekat ke arah Steven, ia memukul dada Steven berulang kali.
“Kenapa kamu diam saja saat aku memukulmu?” tanya Azizah.
“Anggap saja ini pemanasan sayang untuk nanti malam,” sahut Steven.
“Kamu ya! dasar gila,” ucap Azizah dan berjalan menjauhi Steven.
__ADS_1
“Loh kok menjauh?” tanya Steven dengan senyuman yang tak dapat diartikan.
“Sekarang kamu keluar! tamu undangan pasti sedang menunggu kamu!” perintah Azizah.
“Baiklah, kamu istirahat disini dulu ya istriku sayang belahan jiwaku,” ucap Steven.
“Dasar Bucin,” sahut Azizah.
“Tidak masalah dibilang Bucin asal itu sama kamu,” ucap Steven.
Azizah semakin geli mendengar perkataan suaminya itu, ia tidak habis pikir pria keras seperti Steven bisa Bucin juga jika berhadapan dengan dirinya.
“Sudah sana pergi!”
“Muacccch.” Steven berdiri tepat didepan pintu dan mencium tangannya lalu meniup ke arah Azizah.
Azizah tersenyum dan mengambil ciuman Steven dari udara itu dan menaruhnya di dada Azizah. (Wkwkwk 🤣😂😱 Azizah dan Steven ngebucin)
Setelah Steven benar-benar pergi Azizah duduk dan menutup kedua wajahnya ia sangat malu tentang insiden jatuhnya ia tepat di atas tubuh Steven dan disaksikan oleh banyak orang.
Aaaaahhhhh.... aku sangat malu, bagaimana jika insiden itu tersebar ke dunia Maya?
Untungnya aku berpura-pura pingsan Kalau tidak, kalau tidak aku bisa mati mematung disana.
“Selamat CEO, anda sekarang telah menjadi suami,” ucap Martin partner kerja Steven.
“Terima kasih,” sahut Steven.
“Jadi kapan anda datang ke Prancis?”
“Mungkin 2 atau 3 bulan lagi saya akan kesana.”
“Kedatangan anda sangat kami tunggu disana, saya harap kerja sama kita akan terus berjalan dengan baik,” ucap Martin.
Steven dan Martin adalah partner fashion, Martin sangat mengharapkan partner seperti Steven yang berwawasan luas dan juga loyalitasnya sangat tinggi itu yang membuat banyak pengusaha ingin bekerja sama dengannya namun adapula yang ingin menjatuhkan Steven karena kesuksesannya yang begitu besar.
Disisi lain.
Dimas bersedih dirumahnya melihat pemberitaan tentang pernikahan Azizah dan Steven. Awalnya ia ingin menggagalkan pernikahan mereka namun karena insiden yang terjadi di restoran itu membuat Dimas mengurungkan niatnya, itu semua ia lakukan karena takut jika usahanya bisa bangkrut bukan hanya usahanya saja tapi dirinya bisa masuk kedalam penjara lantas bagaimana dengan anak kandungnya yang masih sangat kecil? itulah mengapa Dimas tak bisa berbuat apa-apa.
Azizah, sekarang kamu sudah menikah dan menemukan kebahagiaan kamu tapi Mengapa kebahagiaan kamu malah membuatku sakit. Seharusnya kamu yang menikah denganku bukannya menikah dengan pria itu. Haruskah aku melepaskan kamu begitu saja?
“Dimas!” panggil Sutomo sang ayah.
“Ada apa?”
Sutomo ingin mengajak Dimas untuk keluar rumah, namun melihat wajah Dimas yang begitu sedih membuat Sutomo tak jadi mengajak Dimas.
“Tidak jadi.” Sutomo pun pergi sambil menggendong cucunya yang masih bayi.
Vote dong author maksa loh biar updatenya tiap hari... 😭😭😭😂😂
__ADS_1
Like ❤️ komen 👇 juga