Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 80


__ADS_3

Azizah ragu-ragu saat memasuki mall yang khusus menjual pakaian dalam wanita, untungnya ada Puput yang membantu dan menemaninya.


“Kenapa wajahmu tegang seperti itu?” tanya Puput.


“Ti...tidak aku hanya sedikit gugup,” sahut Azizah.


“Kamu yang tenang aku dan Fauziah ada disini santai, kalem dan rileks.”


“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu!” Wanita berpakaian rapi dan rambut digulung sanggul menyapa mereka bertiga.


“Teman kami ingin mencari lingerie yang seksi mbak,” sahut Puput.


Puput ini kenapa dia yang terlihat bersemangat, lingerie seksi apanya coba?


“Mari ikut saya!” ajak pelayan toko.


Azizah dan kedua temannya diajak dibagian ruang yang memang khusus lingerie. Ada yang bergantung dan ada juga yang tersimpan rapi di bungkusan bening.


“Wah yang ini sangat seksi Azizah,” ucap Puput dan merentangkan tangannya yang saat itu membawa lingerie sexy.


Azizah ngeri melihat Puput yang dengan santainya main angkat-angkat seperti itu.


“Puput turunkan!” perintah Azizah.


“Baiklah.”


30 menit kemudian.


Semuanya sangat seksi apalah tidak ada yang tertutup? kenapa semuanya kekurangan bahan seperti ini?


“Azizah apakah sudah ada yang cocok?” tanya Fauziah.


“Aku sangat bingung Fauziah, semuanya kekurangan bahan,” sahut Azizah dengan wajah heran.


“Semuanya memang seperti ini dek,” sahut seorang ibu yang berusia sekitar 40 tahunan.


“Pengantin baru ya?” tanya ibu itu.


“Ha? kok ibu bisa tahu?” tanya Azizah.


“Biasanya kalau pengantin baru memang seperti adek ini, masih malu-malu gimana gitu!” serunya.


Azizah hanya tersenyum.


“Azizah kemari!” panggil Puput.


“Iya sebentar!” seru Azizah dan berjalan ke arah Puput.


“Kalau yang ini bagaimana?”


“Tapi warnanya terlalu mencolok,” sahut Azizah.


“Sudah tidak apa-apa justru makin mencolok ya makin bagus Azizah!”


Tak ingin berdebat lama-lama Azizah dengan terpaksa mengiyakan, setelah membeli barang persiapannya nanti malam Azizah mampir ke kedai makanan di mall itu.


Untuk pertama kalinya Azizah makan bersama Puput dan Fauziah di mall.


1 Jam kemudian.


“Kami pulang duluan ya Azizah, selamat untuk nanti malam. Buat bayi yang lucu ya!” teriak Puput.


Azizah sangat malu ia menutup wajahnya dan berjalan menjauhi Puput dan Fauziah.


Dasar Puput buat aku malu saja, untuk yang melihatku hanya segelintir orang karena musik mall yang keras coba kalau suara musik itu tak ada sudah pasti aku menjadi pusat perhatian mereka.


Azizah berjalan ke area parkir Heru sudah menunggu istri majikannya.


“Selamat sore nyonya muda!” sapa Heru.


“Sore juga pak Heru, pak Heru lama menunggu ku?” tanya Azizah.


“Tidak nyonya muda hanya 25 menit saja!” seru Heru.


“25 menit saja? jelas-jelas itu lama, kenapa pak Heru tidak menghubungi nomor ku?” tanya Azizah.


“Hal seperti itu tidak ada dalam catatan kerja saja nyonya muda, tugas saya adalah mengikuti apa yang diperintahkan oleh majikannya,” jawab Heru dengan jujur.

__ADS_1


“Kalau pak Heru disuruh lompat ke laut mau?”


“Mau saja nyonya muda.”


“Kok mau? pak Heru akan tenggelam.”


“Tidak akan nyonya muda karena saya pandai berenang,” seru Heru.


“Terserah pak Heru saja, ayo pak kita pulang!”


“Siap nyonya muda, laksanakan!”


Azizah duduk manis di dalam mobil sesekali ia membuka aplikasi di ponselnya.


Melihat grup chat “Trio APF”


Puput : “Wah aku tidak sabaran melihat Azizah hamil.” 😘


Fauziah : “Aku juga sama, semoga saja mereka segera memiliki baby yang imut dan menggemaskan.”😍


Azizah : “Kalian ini apa-apaan malah bahas baby.” 😣


Azizah : “Terutama kamu Puput, teriak-teriak di depan umum hampir membuatku mati di tempat.”😭


Puput : 🤣🤣🤣


Azizah : “Malah ketawa, dasar aneh.” 😕


Puput : “Aku menunggu kabarmu nanti malam.” 🙊


Azizah menutup aplikasi di ponselnya.


Ah.... kenapa aku sangat deg-degan seperti ini. Kontrol Azizah kamu harus bisa! harus bisa!


“Kamu harus bisa Azizah!” ucap Azizah bermonolog.


“Harus bisa apa nyonya muda?” tanya Heru sambil menyetir mobil.


“Eh, kok pak Heru bisa tahu aku bicara harus bisa?” tanya Azizah heran.


“Barusan nyonya muda mengatakannya,” jujur Heru.


“Benar nyonya muda, tidak mungkin saya berbohong.”


“Oh maksudku tadi harus bisa mengerjakan tugas,” bohong Azizah.


“Saya kira harus bisa apa!”


“Steven sudah pulang apa masih di perusahaan?”


“Masih di perusahaan nyonya muda, memang nyonya tidak menghubungi tuan muda?”


“Aku sudah menghubungi nomor Steven beberapa kali tapi nomornya sedang tidak aktif,” sahut Azizah dengan wajah sedih.


“Biasanya tuan muda sedang ada rapat penting nyonya muda kalau ponsel sampai dimatikan.”


“Ku juga harap begitu!”


Tak terasa akhirnya Azizah sampai.


“Selamat sore nyonya muda!” sapa pelayan dan bodyguard.


“Sore juga!” seru Azizah.


Azizah memasuki rumah namun tak menemukan mertuanya ataupun nenek Teressa.


“Tuan besar, nyonya besar dan nyonya besar Teressa sedang tidak dirumah nyonya muda,” ucap pelayan yang melihat Azizah kebingungan melihat sekeliling ruangan.


“Sejak kapan mereka pergi bi?”


“Sekitar jam 2 tadi nyonya muda.”


“Bibi tahu mereka pergi kemana?” tanya Azizah.


“Nyonya besar bilang ke saya bahwa mereka pergi ke apartemen dan mereka malam ini tidak pulang sampai besok,” terang pelayan.


“Baiklah, aku permisi ke kamar ya bi!”

__ADS_1


“Baik nyonya muda, kalau ada apa-apa panggil saja saya!”


“Bibi tenang saja.”


Mereka pergi tapi tidak memberitahukan aku, apakah ini kebetulan?


Tak ingin ambil pusing Azizah bergegas menuju kamar menggunakan lift ia terlalu lelah untuk menaiki anak tangga karena aktivitasnya bersama kedua temannya di mall untuk berbelanja lingerie.


Akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang.


Azizah yang sedang membaringkan tubuhnya tiba-tiba teringat dengan Sahabatnya yaitu Yana dengan cepat ia mengambil ponsel di tas miliknya dan menghubungi Yana.


Tut.... Tut...


“Assaalamualaikum Yana!”


“Waalaikumsalam Azizah, apakah kamu merindukanku?”


“Wow apakah sekarang sahabatku ini menjadi seorang peramal?”


“Ah kamu bisa aja, aku tetap menjadi sahabatmu bukan menjadi peramal.”


“By the way kamu sekarang lagi apa? apakah Mariska disana juga?”


“Aku sedang duduk bersantai dengan mami, Mariska di kamar sedang tertidur ia begitu lelah habis belajar.”


“Mau bagaimana lagi, dia kan memang homeschooling.”


“Azizah kapan kamu dan Steven memiliki baby?”


What? ada apa dengan Yana! Puput dan Fauziah sibuk membicarakan baby sekarang Yana pun tertular menanyakan baby.


Aku dan Steven baru saja menikah dan baru beberapa hari yang lalu memang dikira gampang apa.


“Azizah kamu mendengarkan aku kan?”


“I...iya ak..aku dengar kok.”


“Benarkah?”


“Sudah dulu ya Yana! salam untuk kedua orangtuamu dan salam juga untuk Mariska.”


“Baiklah.”


“Lain kali mainlah kemari, Assalamualaikum.”


“Gampang, waalaikumsalam.”


Azizah bangun dari ranjang dan membuka kembali lingerie yang ia beli.


“Ya ampun ini benar-benar seksi, apakah harus memakai ini?”


Drrt...drrt...


Azizah memeriksa siapa yang menghubungi tertera “My Husband”


“Assalamualaikum, kamu dari mana saja Steven?”


“Maafkan aku Istri sayang, aku baru saja selesai meeting, sebentar lagi aku akan pulang.”


“Baiklah aku tunggu.”


“Oke istriku sayang, i love you my wife.”


Azizah terkejut mendengar apa yang diucapkan suaminya hingga tak sengaja ponsel pintar yang digenggamnya terjatuh.


Brak!!!!


“Ya ampun,” ucap Azizah dan segera memungut ponselnya.


Retak? jatuh sedikit ponselku layarnya retak.


Menyebalkan! gara-gara Steven berbicara love you love you segala jadinya aku terkejut.


Tapi aku benar-benar dag dig dug begini mendengar suara Steven mengatakan I love you. Rasanya tubuhku dan rohku berpisah serasa terbang melayang!.😂


Bersambung.

__ADS_1


Vote ya dong 😭😭


Like ❤️ komen 👇 juga ya!!


__ADS_2