
Mariska, Yana dan kedua orangtuanya datang ke rumah sakit untuk mengetahui bagaimana kondisi Azizah.
“Papi mami!” panggil Mariska dan memeluk paman dan tantenya itu.
“Kak Azizah bagaimana keadaannya Pi?” tanya Mariska.
“Kami juga belum tahu nak, dokter dari tadi belum keluar dari ruangan,” balas Yuli.
“Nenek!” ucap Mariska dan duduk tepat disamping Teressa lalu ia memeluk tubuh neneknya.
Yana dan kedua orangtuanya hanya duduk sambil menatap pintu tempat diruang Azizah dirawat.
Azizah sahabatku kamu sakit apa?
Aku sungguh khawatir.
Yana menangis namun tak mengeluarkan suara, ia takut jika terjadi sesuatu terhadap Sahabatnya.
“Anak mami jangan bersedih Azizah pasti baik-baik saja!” ucap Rika menghibur sang putri.
“Yana takut mi.”
“Yana tidak boleh takut Azizah kan wanita yang kuat!”
Danu mendekat menghampiri Adam yang berdiri di depan pintu pasien.
“Azizah pasti baik-baik saja tuan!” ucap Danu.
“Kuharap juga begitu,” sahut Adam.
Pintu dari ruang Azizah terbuka mereka pun langsung berkumpul di depan pintu dan memastikan bahwa Azizah baik-baik saja.
“Bagaimana dengan keadaan menantu saya dok?” tanya Adam mewakilkan pertanyaan dari yang lain.
“Pasien kelelahan, kurangnya tidur dan pikiran yang stres membuat pasien pingsan. Sekarang pasien sudah sadarkan diri, usahakan agar pasien bisa tidur teratur dan saya harap untuk sementara waktu pasien tinggal disini agar kesehatannya bisa kami kontrol!”
“Baik dok, apapun itu kami lakukan agar menantu kami bisa segera sembuh,” balas Yuli.
Dokter itu langsung pamit dan mereka dengan cepat masuk untuk melihat kondisi Azizah.
“Alhamdulillah kamu sudah sadar Azizah, apakah ada yang sakit?” tanya Teressa penuh perhatian.
“Azizah baik-baik saja nek, tolong bawa Azizah pulang sekarang!” pinta Azizah.
“Tidak boleh!” Yuli dan Adam melarang keras Azizah untuk pulang.
“Kamu harus tinggal disini untuk sementara waktu sampai kondisi kamu benar-benar stabil Azizah, suamimu sudah mami beritahu mungkin nanti malam ia akan sampai sini!”
“Be..benarkah?” tanya Azizah penasaran.
“Benar sayang, sekarang kamu istirahat. Mami akan mencarikan bubur untuk kamu!”
“Biar Mariska yang cari bubur untuk kak Azizah mi!”
“Aku juga ikut Mariska,” ucap Yana.
__ADS_1
“Baiklah kalian yang keluar membeli bubur!”
Mariska dan Yana tak ingin berlama-lama mereka dengan cepat bergegas mencari bubur. Para orang tua dan Teressa mereka berbincang-bincang sambil menunggu bubur Azizah datang.
Tak butuh waktu lama bubur nasi akhirnya sampai, Yuli menyuapi bubur Azizah dengan perlahan.
“Uhuk....uhuk..”
Rika terbatuk-batuk dan izin keluar kamar pasien Danu pun menyusul sang istri dan memintanya untuk memeriksa keadaannya apalagi mereka kan sedang berada di rumah sakit.
“Kita periksa ya sayang!” ajak Danu.
“Tidak perlu Pi, ini cuma mau biasa. Kita pulang saja Pi aku sangat lelah!” pinta Rika.
“Baiklah kita pulang, kita pamit dulu dengan mereka!” seru Danu.
Suami istri itu pamit dari rumah sakit sementara Yana dan Mariska memutuskan untuk bermalam di rumah sakit. Adam sengaja memesan kamar pasien yang besar agar mereka dapat menginap menemani Azizah yang sedang di rawat.
Beberapa jam kemudian.
Steven Walker telah sampai di Jakarta tak lupa ia membawa Lucy untuk ikut bersama kembali ke Jakarta.
“Steven sebaiknya aku tidak usah ikut ke rumah sakit.”
“Baiklah teyze pergilah ke apartemen ini alamatnya, aku pergi dulu!”
“Steven panggil aku dengan sebutan Baby!” pinta Lucy.
“Sorry teyze saat ini aku sedang tidak ingin bercanda.”
“Thank you teyze, aku pergi dulu!”
Steven Walker dengan terburu-buru pergi menuju rumah sakit, pikirannya sangat kacau ia mengutuk dirinya karena Azizah masuk rumah sakit.
Kamu benar-benar suami yang buruk Steven, seharusnya kamu menjaganya.
Aku harap kamu baik-baik saja Istriku.
Sampailah Steven di rumah sakit ia berlari menuju ruang Azizah.
“Azizah!” teriak Steven yang baru sampai.
Mereka yang sedang tertidur pulas terperanjat kaget.
Azizah tak memperdulikan mereka yang terganggu akibat teriakannya ia mendekati Azizah dan terus menciumi pipi Azizah sesekali ia mencium bibir istrinya itu, tak ada rasa sungkan atau canggung yang dipikirkannya saat itu adalah ia harus melindungi Azizah.
“Steven!” ucap Azizah yang terbangun akibat ciuman Steven yang mendarat di pipi dan bibirnya.
“Maafkan aku istriku sayang, maaf karena saat kamu sakit aku tidak berada di sampingmu,” ucap Steven dengan penuh sesal.
Pria blasteran itu dengan sedih memeluk tubuh Azizah bahkan naik ke ranjang pasien dan terus memeluk Azizah dibelainya rambut Azizah membuat Azizah menangis terharu.
Mariska dan Yana yang jelas-jelas masih single merasa canggung dengan apa yang mereka lihat sepasang suami istri saling memeluk di 1 ranjang bahkan pelukan itu sangatlah intim. Mereka berdua berjalan mundur hingga akhirnya mereka benar-benar keluar dari ruang pasien.
Orang tua Steven beserta sang nenek kompak membalikkan tubuh mereka seolah-olah tak melihat apa yang Azizah dan Steven lakukan, cukup lama Teressa mengintip dan sangat terkejut karena Azizah maupun Steven sudah tertidur pulas sambil memeluk.
__ADS_1
“Mereka sudah tertidur,” ucap Teressa dengan nada lirih.
Adam dan Yuli dengan cepat dan membalikkan badan mereka, betapa senangnya mereka melihat suasana romantis itu.
“Dilihat dari sikap Steven, anak kita begitu mencintai Azizah Pi,” ucap Yuli dengan sedikit berbisik.
“Kamu benar mi, papi merasa lega tapi Steven tidak seharusnya agresif seperti itu apalagi di ruangan ini bukan hanya ada mereka tapi ada banyak orang,” sahut Adam.
“Ya mau bagaimana lagi, mereka juga kan masih pengantin baru pi.”
“Sudah jangan mengobrol lagi lihat Mariska dan Yana sudah keluar ruangan dari tadi, mereka pasti canggung melihat Steven dan Azizah yang bermesraan itu,” jelas Teressa.
Di luar Yana terdiam dan mengingat apa yang ia lihat itu.
Apakah kalau menikah seperti itu?
Mike tidak seganas Steven yang menciumi wanita seperti itu, iiihhhh mengerikan.
Adam, Yuli dan Teressa keluar dari kamar pasien mereka memutuskan untuk meninggalkan Steven dan Azizah yang telah tertidur pulas.
“Ayo kita pulang!” ajak Adam.
“Loh kita tidak jadi tidur disini Pi?” tanya Mariska heran.
“Kami tidak ingin mengganggu kakakmu, kalau kamu dan Yana ingin tidur sini silahkan saja,” sahut Adam.
“Yang dikatakan uncle Adam benar, ayo Mariska kita lebih baik ikut dengan papi dan mamimu!” ajak Yana.
“Baiklah, ayo kita pulang!” seru Mariska.
Kini tinggallah Steven dan Azizah.
Steven terbangun dan menatap wajah Azizah yang nampak pucat ia mengelus-elus pipi Azizah membuat Azizah yang tertidur pulas pun terbangun.
“Maaf aku membangunkan mu istriku sayang,” ucap Steven.
“Hiks...hiks .. kamu suami yang jahat Steven,” ucap Azizah dan ia menangis dalam pelukan Steven.
“Aku pantas kamu bilang jahat sayang, maafkan aku. Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan,” balas Steven serius.
“Kenapa baru datang sekarang! seharusnya kamu tahu bahwa aku rindu denganmu.” Azizah berkata sambil memukul-mukul dada Steven.
“Aku minta maaf, sekarang aku telah kembali dan aku berjanji tidak akan pernah membuatmu sedih seperti ini lagi!”
“Janji!”
“Ya aku berjanji, sekarang tidurlah aku ingin terus memelukmu sepanjang malam!” perintah Steven.
Azizah mencium bau tubuh Steven ia mengendus-endus cukup lama dan akhirnya Azizah tahu bahwa bau itu adalah bau parfum wanita.
Parfum wanita, kenapa ditubuh Steven ada bau parfum wanita? Ya Allah semoga ini hanya kebetulan saja.
Azizah memejamkan mata hingga ia tertidur Steven terus memeluk Azizah kadang ia memainkan bibir istrinya itu hingga ia pun tertidur.
Bersambung.
__ADS_1
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏😭