Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 92


__ADS_3

“Di...disini?” tanya Azizah terbata-bata.


“Iya istriku sayang, ada apa?” tanya Steven santai.


“Aku belum melakukan persiapan sayang, please jangan disini!” pinta Azizah.


“Semuanya sudah aku persiapkan, dari handuk, pakaian ganti, alat make up, makanan sudah aku persiapkan,” terang Steven.


Jadi Steven sudah mempersiapkan untuk malam pertama aku dan dia. Ya Allah bagaimana ini aku benar-benar gugup.


“Tapi bagaimana dengan yang lain?” tanya Azizah.


“Mereka sudah ku beritahu agar pulang terlebih dahulu, malam ini mari kita habiskan waktu bersama!” ajak Steven.


“Ba...ba... baiklah a..aku ma...mau,” ucap Azizah gugup.


Aish memalukan mengapa aku jadi gugup begini, kamu harus bisa Azizah. Bagaimanapun ini harus terjadi!


Steven mengangkat tubuh Azizah dan mulai melakukan pemanasan, terlebih dahulu Steven mencium Azizah pelan tapi pasti. Ia mulai membuka baju Azizah disusul membuka baju miliknya.


Azizah diam saja sambil menikmati perlakuan sang suami, cumbuan demi cumbuan terjadi malam itu. Steven mulai melakukan aksinya terlihat sekali Azizah ketakutan serta kesakitan namun Steven memastikan bahwa itu akan baik-baik saja.


“Sa...sakit Steven!!”


“Tahan istriku sayang sebentar lagi!” seru Steven yang berusaha merobek milik Azizah.


Akhirnya setelah berusaha sekuat tenaga milik Azizah dan Steven bersatu.


Steven maupun Azizah senang karena mereka kini telah menjadi suami istri yang sempurna, Azizah pun tertidur di pelukan sang Suami.


Keesokan paginya.


Azizah terbangun dari tidurnya pandangannya langsung tertuju pada wajah tampan suaminya, ia menyentuh wajah Steven dan membuat pria blasteran itu terbangun.


“Apakah aku begitu tampan istriku sayang?” tanya Steven sambil tersenyum manis.


“Dasar narsis, siapa yang mengatakan kamu tampan?” tanya Azizah balik.


“Gini-gini aku adalah pemenangnya,” ucap Steven bangga.


“Benarkah?” tanya Azizah.


“Aku mau lagi sayang!” pinta Steven.


“Lagi? semalam kamu meminta berkali-kali sampai aku benar-benar lelah suamiku sayang dan sekarang kamu memintanya lagi?”


Steven menarik selimut dan menutup tubuh mereka, Steven berkali-kali melancarkan aksinya.


3 Hari Kemudian.

__ADS_1


Steven beraktivitas seperti biasanya pagi berangkat ke perusahaan jika tidak ada hal penting ia akan kembali sebelum makan siang, Azizah juga kuliah seperti biasanya. Yana 2 hari yang lalu sudah kembali ke Magetan tertinggal Mariska di Apartemen seorang diri.


“Ini kita mau langsung pulang apa mau ke mall dulu?” tanya Puput.


“Sepertinya aku langsung pulang, suamiku sedang dalam perjalanan menjemput ku,” sahut Azizah.


“Wah... wah.. yang udah nikah enak banget ya, tiap hari diantar jemput plus mesra-mesraan,” ucap Fauziah.


“Iya makanya kamu nikah biar bisa ada yang nemenin kamu tidur!” seru Puput.


“Emang kamu udah nikah apa?” tanya Fauziah menyindir Puput.


“Kalian apa-apaan sih malah ribut,” sela Azizah.


Tin... Tin...


“Pucuk dicintai ulam pun tiba, akhirnya si pangeran datang menjemput sang putri,” ucap Puput.


“Suuutttsss...” Azizah meminta agar Puput diam.


Steven datang menghampiri mereka bertiga, tangan Steven pun melingkar indah di pinggang ramping Azizah.


“Ayo istriku sayang!” ajak Steven kemudian pergi sementara Azizah tersenyum manis kepada Puput dan Fauziah.


Melihat keromantisan suami istri itu membuat Puput dan Fauziah cemburu, terlebih lagi Puput yang memang saat itu sedang menjomblo.


“Aaahhhh! Azizah selain cantik, baik dia juga beruntung punya suami seperti tuan Steven, andai aku juga punya seperti tuan Steven sudah pasti hidupku akan seperti Azizah,” ucap Puput sambil mengkhayal tinggi.


“Kenapa aku merasa kata-kata mu hari ini pedas sekali Fauziah?” tanya Puput sambil membelalakkan matanya.


“Sekali-sekali aku juga harus makan cabe rawit seperti kamu put agar perkataan ku sama pedasnya seperti kamu.”


“Ngaco nih anak, ayo-ayo kita pulang!” ajak Puput.


“Ayo!" seru Fauziah.


Di dalam mobil.


Azizah duduk sambil bersandar di dada Steven, pria blasteran itu mengusap-usap kepala Azizah sesekali ia mencium kepala Azizah.


Heru yang melihat kemesraan mereka hanya menelan Salivanya, sungguh iri sekali melihat suami istri.


“Hari ini kita kemana suami sayang?” tanya Azizah sambil memainkan dada Steven yang terbuka setengah.


“Bagaimana kalau kita mampir ke suatu tempat,” sahut Steven.


“Suatu tempat dimana?”


“Nanti juga istriku tercinta ini tahu,” ucap Steven. Steven lalu meminta Heru pergi ke tempat yang dimaksud oleh dirinya.

__ADS_1


“Kamu selalu memberikanku Kejutan suamiku.”


“Itu pasti, kata mami sekeras-kerasnya sifat kita jika sudah bersama dengan orang yang kita cintai maka kita bertingkah kekanak-kanakan dan bahkan terlalu berlebihan. Itulah yang aku rasakan saat bersamamu istriku sayang,” terang Steven.


“Ya aku tahu, karena kamu selalu membucin saat bersamaku hihi..hihi..”


Tak terasa sampailah mereka disebuah toko yang cukup besar.


“Toko baju? kamu kesini mau mengajakku belanja? ayolah sayang! bajuku di almari masih banyak dan baju yang diberikan kamu belum semuanya aku pakai,” ucap Azizah dengan sedikit kesal.


“Yang memintamu untuk belanja siapa? lihat tulisan diatas!” perintah Steven.


Azizah mendongakkan kepalanya betapa terkejutnya ia saat namanya terpampang jelas diatas sana.


“Galery Azizah! maksud kamu ini milikku sayang?” tanya Azizah memastikan.


“Ya, aku tahu kamu sangat jenuh dirumah jadi aku membangunkan galery ini untukmu!” seru Steven.


Azizah sangat senang ia memeluk suaminya,


“Terima kasih sayang, ini luar biasa!”


“Ayo kita masuk!” ajak Steven.


Azizah mulai memasuki tempat itu, sekitar 10 karyawati mendekat ke arahnya dan menyapa mereka.


“Selamat siang tuan muda dan nyonya muda!” sapa mereka.


“Lanjutkan pekerjaan kalian!” perintah Steven.


Steven kepada siapapun akan bersikap dingin tidak ada sedikit raut senyum diwajahnya, meski begitu Azizah senang karena suaminya tidak gampang tersenyum kepada orang lain karena ia takut jika suaminya selalu tersenyum akan membuat wanita jatuh cinta padanya.


“Wah style disini begitu lengkap, apakah ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Azizah.


“Untukmu tidak ada yang berlebihan istriku, sekarang ikut aku ke atas!” ajak Steven.


“Ke atas memang ada apalagi suamiku?”


Steven tersenyum dan mengandeng tangan Azizah lalu menuntunnya naik ke atas, sampai diatas Azizah terkejut. Ya Azizah terkejut karena Steven membawanya ke sebuah ruangan yang bisa dibilang itu kamar.


“Suamiku! kenapa kamu mengajakku kesini?” tanya Azizah.


“Aku ingin berduaan denganmu disini!” seru Steven.


“Dasar mesum!” ucap Azizah.


“Tidak masalah, aku hanya mesum dengan mu istriku,” jawab Steven santai.


Steven menuntun Azizah ke ranjang tak lupa pria blasteran itu menutup pintu dan menguncinya, mereka berdua langsung menikmati kebersamaan mereka. Suara desahan mereka terdengar keras di dalam kamar itu untungnya Steven telah memasang peredam suara.

__ADS_1


Cukup lama mereka menikmati kebersamaan mereka, akhirnya mereka membersihkan diri dan kembali turun untuk pulang ke kediamannya Steven Walker.


__ADS_2