Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 118


__ADS_3

Di Jerman.


Diandra sedang duduk di kursi berjejeran dengan teman-temannya, bau alkohol tercium dari penjuru ruangan itu.


Musik DJ mengiringi langkah untuk menari-nari, suara tawa, teriak semuanya bercampur di dalam bar itu.


Pakaian sexy kurang bahan dikenakan oleh Diandra, wanita itu dengan bangganya tersenyum saat pria menatap bergairah kepadanya.


Seorang pria dengan tampilan modis datang menghampiri Diandra, menyentuh pinggang Diandra hingga mencium bibirnya berulang kali di biarkan saja oleh Diandra.


“Bisakah kita menikmati malam bersama cantik!” ajak pria itu.


Diandra tersenyum remeh pada pria itu, ia terus berjoget mengikuti alunan musik DJ.


“Hei wanita jangan membuatku kesal, aku ingin kita kamu melayaniku,” ucap pria itu yang mulai kesal.


“Kamu berani membayar ku berapa?” tanya Diandra sambil menyentuh bibir pria itu.


“Berapa pun yang ku kamu minta akan aku berikan, asal kamu melayaniku sampai puas!”


Tidak apa-apa aku menjual diriku, toh ini bukan yang pertama kalinya.


Saat uangku sudah banyak aku akan kembali ke Jakarta dan merebut Steven dari wanita miskin dan jelek itu.


Karena selamanya Steven hanya milik Diandra seorang!


“Baiklah!” seru Diandra.


“Panggil aku Carl sayang!” perintah Carl.


“Oke Carl, kau bisa memanggilku Magic!”


“Magic? nama yang sangat seksi,” puji Carl.


Carl merangkul pinggang Diandra dan membawa wanita itu pergi meninggalkan bar dan mencari hotel.


Diandra terkejut saat melihat mobil yang dibawa oleh Carl, mobil itu begitu bagus dan mewah.


Pria ini ternyata sangat kaya, sepertinya di bisa menjadi tabungan berjalan untukku dan dengan cepat aku pergi ke Jakarta.


Kali ini hidupmu harus beruntung Diandra!


Carl di dalam mobil terus saja mencium bibir Diandra, tak hanya bibirnya saja melainkan tubuh Diandra tidak terlewatkan sedikit pun oleh Carl. Diandra sama sekali tak risih karena ia senang, ternyata pria yang dikencani malam itu adalah orang kaya yang justru menjadi jembatan bagi dirinya untuk kembali ke Jakarta.


Sampailah mereka disebuah hotel bintang 5, Carl berjalan lebih dulu diikuti oleh Diandra.


Setelah memesan kamar hotel, mereka berdua pergi ke nomor hotel yang sudah tertera dikunci yang di bawa oleh Carl.


“Masuklah!” perintah Carl.


“Kau mau kemana?” tanya Diandra.

__ADS_1


“Aku ada urusan sebentar!”


“Ba..baiklah,” ucap Diandra.


Diandra masuk ke dalam kamar hotel dan duduk di ranjang sambil menunggu pria itu datang.


Merasa gerah, Diandra berdiri dan mencari remote control untuk menghidupkan AC.


Kakinya terasa sangat pegal karena ia memakai high heels yang sangat tinggi.


Setelah itu ia menidurkan tubuhnya di ranjang empuk itu dan membuka aplikasi Instag***.


Ia memperhatikan wajah pria yang sangat ia cintai, Diandra begitu terobsesi akan pria blasteran itu siapa lagi kalau bukan Steven Walker.


Semakin hari kamu semakin tampan Steven,


aku merindukanmu.


Pasti kamu disana tidak bahagia menikah dengan wanita murahan itu, kalau saja kamu bersamaku sudah pasti kamu bahagia selamanya. Semua pria disini menyukaiku tetapi kenapa kamu tidak?


Diandra mencium berulang kali foto itu yang berada di ponselnya lalu memeluk erat ponsel miliknya,


karena menunggu terlalu lama Carl datang, ia pun memutuskan untuk tidur sebentar.


“Lebih baik aku tidur, Carl pasti akan kemari dan aku harus melayaninya sebaik mungkin,” ucap Diandra dan mulai memejamkan mata.


********


“Ayo Carl kita ulangi yang kemarin, kamu tahu kan aku begitu senang!” ucap wanita itu dan terus membelai lembut dada Carl yang tertutup kemeja.


Carl menepis tangan wanita itu dan menggesekkan duduknya.


“Sekarang kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, kita hanya bersenang-senang tidak lebih dari itu!” tegas Carl.


“Iya aku tahu kita hanya bersenang-senang, tapi aku ingin lagi!”


“Tidak ada kata lagi dalam hidupku, jika sudah sekali maka tidak akan aku pakai lagi. sekarang enyah dari hadapanku, aku sedang ingin bersenang-senang dengan wanita lain,” usir Carl.


“Baiklah, tapi jika kamu sudah bosan dengan wanita lain datanglah kepadaku sayang!”


Wanita itu pergi meninggalkan Carl yang berada di mobil.


“Siapapun yang mencariku jangan hubungi aku, usir saja wanita-wanita murahan itu!” perintah Carl pada sopir pribadinya.


“Baik tuan Carl!”


Carl lalu keluar mobil dan kembali masuk hotel, sebelum memasuki kamar hotel yang sudah ia pesan.


Ia meminta room service untuk membawa wine ke ke kamar yang sudah ia pesan.


Pria itu lalu menaiki lift untuk bergegas mendatangi Diandra yang sudah berada di kamar terlebih dahulu.

__ADS_1


“Ceklek” suara pintu.


Carl melihat Diandra tertidur dengan baju yang tersibak membuatnya langsung bergairah, namun ia tidak langsung melakukan aktivitas berhubungan intim kepada Diandra melainkan menunggu wine yang ia pesan di bawah datang agar ia bisa menikmati bersama Diandra.


Magic kamu sungguh sangat sexy, semoga saja kamu tidak mengecewakan aku.


10 menit kemudian.


Pesanan wine telah datang, Carl pun membangunkan Diandra yang tertidur itu.


“Magic!”


“Magic! bangun!” perintah Carl.


Diandra perlahan membuka matanya dan tersadar bahwa ia sedang berada di hotel, ia pun beranjak dari tidurnya dan duduk di pinggir ranjang.


“Apakah sudah ingin dimulai?” tanya Diandra.


“Temani aku minum wine, setelah itu baru kita bersenang-senang!”


Diandra mengangguk kecil dan berjalan ke arah meja kecil yang berada di dalam kamar hotel, Carl mengangkat gelasnya yang masih kosong dan memerintah Diandra untuk menuangkan minuman itu.


“Tuangkan!” perintah Carl.


Diandra pun mengikuti perintah pria itu dan menuangkan minuman itu ke gelas Carl yang kosong.


“Terima kasih!” ucap Carl.


Carl meneguk minuman itu dengan sekali tegukan, disusul dengan Diandra namun tak bisa meminumnya dengan sekali tegukan melainkan dua tegukan.


“Minum lagi!” perintah Carl.


“Baik,” balas Diandra.


Diandra kemudian menuangkan lagi dan meneguk minuman itu, tak terasa sebotol wine habis oleh mereka berdua.


Diandra mulai tak sadarkan diri, Carl berdiri dari duduknya dan mengangkat tubuh Diandra.


“Steven! aku men..... men.... cintaimu Steven!


Selamanya aku mencintaimu muaaaaccchhh...!”


Diandra selalu menyebutkan nama Steven dan kondisi mabuk itu, Carl yang ingin menyalurkan hasratnya akhirnya memutuskan untuk pergi dari kamar itu dan menaruh secarik kertas yang sebelumnya sudah ditulis angka nominal oleh Carl sebagai bayaran karena sudah menemaninya untuk minum.


Steven? siapa pria itu?


Baru kali ini ada wanita yang menyebutkan nama pria lain saat bersamaku, lebih baik aku pergi dari sini.


Carl benar-benar pergi meninggalkan Diandra yang terus menyebutkan nama Steven.


“Steven... aku mencintaimu.. kamu hanya milikku!” teriak Diandra.

__ADS_1


__ADS_2